
Hello! Im an artic!
Sepasang baju harganya puluhan ribu, mahal sekali! Walaupun baju olahraga putih sangatlah bagus, namun bukankah itu hanya sebuah baju?
Yu Jinglan mengerutkan alisnya. “Tidak mahal!”
Hello! Im an artic!
“Kita beli diluar saja! Diluar lebih murah!” Kata Song Yin pelan.
Entah kenapa, Yu Jinglan menatap wajah Song Yin, ekspresi tatapannya sedikit aneh, kemudian, ia mengambil baju di tangan Song Yin, dan berkata pada pelayan : “Nona, sepuluh set model ini!”
“Kakak Yu!” Song Yin terkejut, kenapa semakin Song Yin menegurnya, Yu Jinglan semakin bersemangat?
“Bilang mahal lagi, aku akan membeli 20 set!” Yu Jinglan menatap wajah kecil Song Yin yang terkejut, tidak dapat menjelaskan perasaannya, jelas sekali Song Yin sudah dikejutkan dengan harganya, namun sebagai wanita Yu Jinglan juga tidak boleh berpakaian terlalu asal.
Hello! Im an artic!
* * *
Song Yin mendengar tidak boleh melawan, ia hanya bisa diam, tapi terpikir 10 set, ia merasa takut hingga berkeringat. “Kakak Yu, kita mau pergi penggunungan, membawa begitu banyak barang akan melelahkan, beli, beli 1 set saja!”
“Nona, 10 set model pasangan, masing-masing beda warna dan beda model, tidak mau yang sama, dengar tidak, 10 set!” Suaranya keras dan penuh penekanan.
Perkataannya membuat nona pelayan itu tertegun, sangat iri dengan Song Yin, berbicara dengan Song Yin : “Nona, priamu sungguh sangat menyayangimu, jangan menolak, ini adalah niat baik dia!”
Yu Jinglan mengecap bibirnya, acuh tak acuh, menolehkan kepala melihat Song Yin.
Song Yin tertegun, wajahnya tampak terikat, mengerutkan alis, bergumam : “Namun aku tak dapat memakai 10 set, jika dari awal tau aku tak akan bicara…”
Semakin bicara semakin banyak dibeli…
Dia kesal, diam-diam mengkhawatirkan uang Yu Jinglan , jika dihabiskan seperti ini, tidak lama akan bangkrut.
“Suruh orang untuk mengantarnya ke mobilku di lantai bawah!” Kata Yu Jinglan setelah membayar.
Yu Jinglan sangat cepat membeli barang, belum sempat mengedipkan mata, keduanya baru masuk selama 30 menit, Yu Jinglan sudah membeli semuanya, tenda, baju, sepatu, namun belum membeli makanan. “Bukankah kita mau ke penggunungan? Tidak bawa makan? Aku pergi beli makanan, kamu tunggu aku di mobil saja!”
Selesai berbicara, senyuman muncul di mata sipitnya, bibir tipisnya terbuka, “Tidak bawa!”
“Jadi makan apa?”
“Jika aku lapar, aku bisa memakanmu! Kalau kamu lapar, harus menahannya!” Selesai berbicara, ia tersenyum lagi, tersenyum bermekaran, seketika mematikan Song Yin.
Song Yin bergumam dalam hatinya, apa dia akan benar memakan dirinya. Yasudah jika tidak beli, siapa takut? Dari kejauhan pintu mobil sudah dibuka, naik mobil. Baju juga sudah diantar, diletakkan di bagasi. Mobil melaju ke pinggiran kota, sepertinya menuju ke penggunungan, “Kita benar pergi ke penggunungan?”
Yu Jinglan menjawabnya dengan suara tawa rendah dan manis, wajah Song Yin memerah lagi.
Gunung tinggi di kota R, mobil meluncur di jalan yang berkelok-kelok.
Di tengah rimbunnya tanaman hijau, matahari menyelimuti hutan yang luas, Melalui hutan yang rimbun ini, melalui dahan yang lebat, bisa melihat kastil misterius berdiri dikelilingi oleh banyak duri dan mawar. Memang belum tua, terlihat seperti bangunan retro. Dinding abu-abu tinggi ditutupi tanaman rambat hijau tua. Ada begitu banyak sehingga hampir mengelilingi jendela, bahkan ada yang masuk ke jendela.
__ADS_1
Tanaman merambat hijau penuh dengan mawar putih, mawar itu bergoyang tertiup angin, sehalus sutra putih, dan kelopaknya seperti kristal, memantulakn cahaya warna warni dibawah sinar matahari.
Meluncur di atas kota yang tinggi, area padang rumput yang subur, dan seluruh kastil terlihat. Sebuah kastil arsitektur bergaya Eropa yang indah seluas ratusan hektar, tersebar di antara pegunungan hijau dan hutan, pemandangan yang paling memabukkan adalah Petak besar tanaman merambat hijau cerah mengelilingi kastil, dan ada sapi dan domba yang berkeliaran di ladang.
Disini sangat indah!
Song Yin langsung menyukai sini dalam tatapan pertama, hamparan hijau yang luas membuat orang merasa benar-benar rileks.
Disini sangat tenang, seperti di surga.
Pertanian, pertenakan, sungguh pemandangan yang tenang!
“Dilarang masuk sini!” Song Yin tiba-tiba melihat ada papan dijalan masuk penggunungan, tertulis : “Orang asing dilarang masuk.”
Yu Jinglan menajamkan bibirnya tersenyum, langsung membawa masuk mobilnya melalui gerbang itu.
Kemudian, orang yang menjaga melihat mobil ini, bergegas membukakan pintu gerbangnya, mempersilakan masuk.
“Kita bisa masuk?” Song Ying bingung, hatinya sangat bersemangat.
Ketika Song Yin turun dari mobil, kakinya menginjak jalan yang dipoles dengan bebatuan murni, seluruh jiwanya sangat bersemangat, hatinya sangat lega, sulit dijelaskan. “Kakak Yu, tempat ini sangat indah!”
Yu Jinglan tersenyum, tidak berbicara, menghadap kastil indah di balik padang rumput yang luas, melihat Song Yin. “Ayok, siapa yang bilang dilarang masuk? Lihat, bukankah kita sudah masuk?”
“Iya, orang di pos saja tidak menahan kita!” Song Yin sangat senang. “Benar tidak ada orang!”
Matahari terbenam, angin sepoi-sepoi menyegarkan, sangat ingin tinggal di sini.
Song Yin melihat gerbang kayu kastil itu terbuka, seorang anak kecil berumur 5 6 tahun berlari keluar, kemudian melihat Yu Jinglan , tiba-tiba anak itu berteriak : “Paman Yu! Aaa! Paman Yu!”
“Mo Mo!” Yu Jinglan melihat anak itu langsung tersenyum, senyuman cerah merayapi wajahnya, membuatnya terlihat sangat tinggi.
Diikuti suara tawaan anak itu, berlari dan masuk kedalam pelukan Yu Jinglan . “Paman Yu, kamu sudah datang ya? Daddy bilang kamu bakal datang, kamu beneran datang!”
“Iya, dimana daddymu?” Yu Jinglan bertanya pada anak laki-laki yang ia gendong.
“Sedang menunggumu, paman, siapa tante cantik ini?” Mo Mo melihat Song Yin dan bertanya pada Yu Jinglan .
Song Yin baru menyadari mata anak ini bewarna biru, anak yang sangat cantik, kelihatan seperti anak blasteran.
Yu Jinglan tersenyum pelan. “Manis sekali mulutmu, coba kamu tebak!”
“Aku tebak, ini adalah istri paman Yu, karena daddy bilang, dilarang membawa wanita yang tidak benar kesini, jadi yang paman Yu bawa tentu saja adalah istrimu! Benarkah yang kutebak?” Wajah mungil Mo Mo tersenyum, Mo Mo menunggu Yu Jinglan mengatakan siapa tante misterius ini?
“Bocah yang cerdas, benar, ini adalah istri paman, cantik?” Suasana hati Yu Jinglan sangat baik.
“Cantik! Benar yang kutebak, oh yee!”
Diperkenalkan olehnya, wajah Song Yin memerah, walaupun hanya didepan seorang anak kecil, namun hatinya terasa hangat, dan tak dapat menahan wajah merahnya.
“Hallo tante, aku bernama Guan XunMo, oh bukan, aku bernama Han Xunmo!” Penyanjung, anak kecil ini tepat seperti itu, mengedipkan sepasang mata biru yang bagaikan laut, menyapa Song Yin dengan tersenyum!
__ADS_1
“Hallo, Mo Mo!” Benar anak yang menyenangkan, seketika membuat Song Yin menyukai anak kecil.
Seketika, sesuatu melintasi pikirannya, dalam kehidupan dia dan Yu Jinglan , belum pernah dipaksa untuk hamil, Song Yin tidak pernah, Yu Jinglan juga tidak pernah, akankah dia hamil?
“Paman Yu, turunkan aku, aku mau menggandeng tangan tante, aku mau membawa dia untuk mengelilingi rumah kami!” Mo Mo turun dari pelukan Yu Jinglan , sambal berbicara sambal menggandeng tangan Song Yin.
Tangan yang halus menggandeng tangan Song Yin, Song Yin sungguh sangat menyukai anak ini, tidak takut pada orang baru, juga sangat antusias, “Tante, ayok, aku beritahu kamu, daddyku menyiapkan sangat banyak makanan enak, katanya ada tamu special, ternyata tamu spesialnya adalah kamu, pantas saja tadi pagi Mo Mo mendengar burung murai berkicau, ternyata tante yang mau datang…”
Mendengar suara bisikan Mo Mo, Yu Jinglan mengerutkan alisnya, kemudian melihatnya menggandeng tangan Song Yin berjalan kedalam, meninggalkannya seorang diri disana, Yu Jinglan tidak tahan dan berkata : “Mo Mo, memangnya aku bukan tamu spesial?”
Mendengar itu, Mo Mo menolehkan kepalanya, melirik Yu Jinglan , mengeluarkan suara tawaan, menaikkan bahunya. “Paman Yu cemburu ya? Tidak ada cara lain, wanita dipersilakan lebih dulu! Paman Yu, kamu tidak boleh berebut dengan tante, kamu harus menjadi pria sejati!”
Song Yin melihat rautan frustasi pada wajah Yu Jinglan , merasa sangat lucu, ternyata dia juga ada saat-saat seperti ini.
Diam-diam Mo Mo melirik Yu Jinglan , melihatnya tidak bergerak, kemudian berteriak : “Paman, cepatlah sedikit, orang sudah lapar, daddy bilang tunggu kamu datang, mau menyuruhmu memanggang domba!”
“Dasar bocah, iyaa!” Yu Jinglan melangkah mengejarnya.
Song Yin baru menyadari, ternyata tidak membeli makan, karena ada makanan disini, ini adalah penggunungan milik pribadi, terpencil di penggunungan, udaranya juga bagus, anak ini adalah anak dari penghuni penggunungan ini.
Muncul sosok bayangan tubuh yang tinggi, sinar matahari terbenam terpancar, setelan mahal buatan tangan, membuat tubuh tinggi itu tampak tegap, mempesona bagaikan dewa matahari, tampan, tinggi, mulia. Sama pria ini juga mempunyai mata biru yang cantik, Mo Mo sama persis dengan ayahnya, tidak perlu ditebak, Song Yin juga tau bahwa pria ini adalah ayah Mo Mo.
“Lie! Kenapa pakai jas?” Langkah kakinya mendekat, Yu Jinglan mengulurkan tangannya, keduanya berjabat tangan.
Mendengar pria itu berkata : “Bukankah kamu bilang mau membawanya datang? Jadi aku harus berpakaian lebih rapi, takut kamu bilang aku tidak menghargai tamu spesial!”
Sambil berbicara, pria itu melihat kearah Song Yin, tersenyum, ada senyuman yang sangat lembut dan hangat dimatanya : “Hallo, aku Han Lie, selamat datang Nyonya Yu!”
“Hallo! Panggil aku Song Yin saja, Tuan Han tak perlu segan! Kami yang mengganggumu!” Kata Song Yin dengan berhati-hati namun sangat sopan.
Han Lie tersenyum, “Silakan!”
“Daddy, jika mummy masih ada disini, dia bisa makan domba panggang dengan kita, kapan kamu akan mencari kembali mummy?” Kata Mo Mo tiba-tiba, membuat tubuh Han Lie kaku.
“Secepatnya Daddy akan mencarinya!” Ekspresi Yu Jinglan mengerutkan alis. “Istrimu masih belum memaafkanmu?”
Han Lie hanya tersenyum tak menjawab. “Ayok, masuk dulu!”
Masuk ke ruang tamu, Song Yin tertegun dengan desain dalamnya. Sebuah pilar merah besar berdiri di ruang tamu. Ruang tamu sangat besar. Mural yang didekorasi dengan indah mirip lukisan cat minyak dari masa tinjauan literatur Italia. Lantainya berlantai kayu, tangganya juga dari kayu solid, ada perapian di dinding, dan palang yang terbuat dari bata merah. Gaya dekorasinya unik dan retro, cantik dan elegan.
“Wah! Cantik sekali!” Kata Song Yin, pertama kali ia melihat kastil seperti ini, seperti di dongeng.
Yu Jinglan mengangkat alisnya. “Suka tidak? Jika suka, kita bangun kastil di penggunungan Kota Feng!”
Song Yin mengangguk, kemudian menggeleng kepala, “Kota Feng mana ada penggunungan besar seperti ini!”
Kota Feng adalah kota yang dekat dengan laut, ada penggunungan, namun sangat kecil, berbeda dengan kota R, lebih ke pedalaman.
“Kalau begitu ganti tempat, contohnya Kota Lu, bagaimana?”
“Kita mana ada waktu seperti ini!” Hati Song Yin sebenarnya sangat ingin, namun Yu Jinglan adalah presiden Yu Grup, dia mana boleh tidak berbisnis dan pergi tinggal di penggunungan, lagipula penggunungan yang besar juga membutuhkan tenaga untuk mengelolanya, bukanlah hal yang begitu mudah, sangat melelahkan.
__ADS_1