AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 150 Tertangkap


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ia merasakan tangan Mu Xue yang mendingin, maka ia langsung mengerutkan wajahnya. “Ada apa, kau kedinginan kah?”


Mu Xue menggeleng, “Tidak, tadi aku duduk terlalu lama!”


Hello! Im an artic!


Qin Yinuo segera terduduk, lalu mengecek kaki Mu Xue, lagi-lagi ia mengerutkan alisnya, “Kenapa kakimu juga dingin? Kau lebih baik berpakaian lebih tebal, sekarang ini musim dingin, kau tak boleh masuk angin!”


Sambil berkata, ia menjepit kaki Mu Xue dengan kedua kakinya, bergumam, “Aku akan menghangatkanmu!”


Kemudian Qin Yinuo berbaring lagi, meletakkan tangan kecil Mu Xue di atas dadanya, lalu menyelimutinya. Saat ini barulah ia puas.


Mendengar suara nafas yang panjang dan stabil, merasakan tubuh Qin Yinuo yang kuat dan memeluknya dengan sekuat tenanga, seolah di dunia ini tak ada lagi yang bisa membuat Mu Xue merasa seaman ini. Ini adalah tempat yang paling cocok untuknya, seolah asal berada disisinya, ia tak takut pada apapun lagi.


Hello! Im an artic!


Bersama dengan rasa hangat yang mendatanginya, hatinya pun ikut menghangat.


Tanpa sadar Mu Xue meletakkan tangannya di dada Qin Yinuo, merasakan tenaga yang tersirat di dalam ototnya, ia bahkan tak bisa menahan diri untuk mengelus dadanya. Ketika Mu Xue menyadari apa yang tengah dilakukannya, tangannya sudah sampai di pinggang Qin Yinuo yang padat.


Qin Yinuo menarik nafas, maka Mu Xue langsung menghentikan tangannya. Di dalam kamar ini hanya tersisa suara nafasnya yang gugup dan kacau. Mu Xue melepaskan tangannya dari tubuh Qin Yinuo dengan malu. Tapi kemudian bahunya telah ditarik masuk ke dalam pelukan Qin Yinuo!


Mu Xue menengadah dengan kalut, matanya bertatapan dengan Qin Yinuo. Seketika dirinya langsung tenggelam dalam kedalaman…


Wajah Mu Xue langsung memerah, tapi ia malah tidak tahu harus bagaimana menghadapi Qin Yinuo.


Qin Yinuo menatapnya selama sesaat. Tatapannya penuh dengan perasaan, kemudian bertanya lembut, “Sayang, maaf sudah membuatmu kelelahan. Sudah merasa lebih hangat?”


Mu Xue tak bisa menahan malu. Ia tidak berani menengadah, hanya menyembunyikan wajahnya pada dada Qin Yinuo. Hati Qin Yinuo melompat-lompat cepat.


Sudah berapa lama mereka tak berpelukan bersama?


Mu Xue mengangguk sambil memerah, “Ya, sudah baikan. Terima kasih!”


Bahkan mata Qin Yinuo juga ikut tersenyum.


Karena akhirnya dirinya bisa memeluk wanita dalam hatinya ini. Ia kira Mu Xue takkan memaafkannya, tapi Mu Xue benar-benar wanita yang baik hatinya, tidak menyalahkannya, dan malah menumpahkan tanggung jawab pada dirinya sendiri. Wanita seperti ini, bagaimana ia bisa tidak mencintainya?


“Beberapa hari lagi hari Natal. Tunggu kau boleh keluar rumah, kita keluar berwisata, oke?” Ia bertanya dengan suara rendah.


Memikirkan wisata, ekspresi Mu Xue langsung membeku, “Tidak! Aku tak mau pergi!”

__ADS_1


Hati Qin Yinuo langsung mengerti. Teringat akan bagaimana dirinya membuang Mu Xue seorang diri di Hokkaido, ia selalu menyesal. Ia takut hati Mu Xue jadi trauma.


Mu Xue bertanya lagi, “Nona Mo sudah tidak apa-apa kah?”


Qin Yinuo menggeleng, “Kita jangan bahas dia lagi. Mulai saat ini di kehidupan kita takkan ada kemunculan dirinya lagi. Dirinya denganku hanyalah masa lalu, masa lalu ya masa lalu. Xiao Xue, kita tidak bisa membuang masa lalu. Tapi kalau bisa, aku pasti akan membuangnya. Percaya sekali lagi saja padaku, oke?”


“Kau rela kehidupanmu tak ada Nona Mo kah?” Mu Xue tak berani peraya. Memikirkan karena Qin Yinuo yang penuh dengan rasa tanggung jawab ini, barulah ia jatuh cinta padanya. Kalau sedari awal tahu dengan keadaan ini, tahu kalau hati Qin Yinuo sama sekali tak tergerak padanya, takutnya Mu Xue juga takkan benar-benar mencintainya.


Meski pria yang dicintainya yang terus memikirkan wanita lain membuatnya sakit hati, tapi ini cukup untuk membuktikan kalau Qin Yinuo adalah pria yang bertanggung jawab. Kalau seorang pria tak memiliki tanggung jawab, bagaimana bisa mencintai?


Mungkin manusia memang rakus, menginginkan cinta khusus untuk berdua. Ia menginginkan rasa tanggung jawab seorang pria, menginginkan rasa cintanya, dan menginginkannya hanya mencintainya seorang, rasanya permintaan ini memang terlalu tinggi!


Qin Yinuo menarik tangannya, lalu mengecupnya. Ia mengecup jarinya yang jenjang dan lembut, lalu berkata dengan penuh perasaan, “Kita sudah membayar terlalu banyak untuknya. Kedepannya kita akan berbahagia dengan tenang! Segala dari dirinya tidak ada hubungannya dengan kita, dia yang akan mengurusnya sendiri. Bukan mantan suaminya yang menyiksanya, tapi dia yang melukai dirinya sendiri! Segalanya adalah tanggung jawabnya sendiri, tak perlu kita yang membayar untuknya. Ini salahku, maaf, Xiao Xue!”


“Kau sudah tahu semuanya?” Mu Xue tertegun, “Kau sudah tahu hal tentang Han Lie?”


“Ya! Temanku yang membantuku menyelidiki. Semua salahku, tak seharusnya aku seceroboh itu. Aku bersalah padamu, bersalah pada bayi kita! Istriku, percayalah padaku, kedepannya aku akan menambal kesalahan ini padamu. Kau lihat saja perilakuku kedepannya, oke?” Ia benar-benar menyesal.


“Ternyata ia benar-benar bukan disiksa, bagaimana mungkin Han Lie adalah orang seperti itu!” Mu Xue bergumam, tidak mendengar sumpah dan janji Qin Yinuo.


Mu Xue mengerutkan wajahnya, teringat akan Han Lie yang membawa nama jelek penyiksa sadisme terhadap istrinya. Benar-benar tak adil terhadapnya. Dia bilang tunggu setelah tubuhnya membaik, ia akan menceritakan ceritanya. Tapi sudah lama sekali Mu Xue tidak mengontak Han Lie, entah bagaimana keadaannya sekarang?


Kalau tidak ada Han Lie, entah apakah dirinya masih hidup sekarang. Mungkin sedari awal ia akan kehilangan darah dan mati. Teringat akan hal ini, Han Lie adalah penyelamatnya!


Mendengar gumaman Mu Xue, hati Qin Yinuo jadi sakit. “Xiao Xue, si Han Lie…”


“Kedepannya kau jauhi dia, dia punya tujuan yang tidak murni!” Qin Yinuo teringat akan Han Lie yang bilang ingin memisahkan mereka. Hatinya tidak nyaman. Sekarang dirinya belum mendapat persetujuan dari mertuanya, kalau ada lawan cinta lagi, takutnya dirinya akan babak belur.


“Kenapa? Dia punya tujuan apa?” Mu Xue bertanya, bersandar di pelukannya.


Bahu lebar Qin Yinuo tenang sekali, membuat Mu Xue merasa aman dan bahagia.


“Dia ingin mengejarmu, aku tak suka!” Ia menjawab dengan terlalu terburu-buru. Qin Yinuo segera membalikkan tubuhnya, memeluk Mu Xue, lalu menciumi bibirnya, “Kau ini milikku.”


Qin Yinuo sadar dirinya benar-benar sudah tua. Ia sudah berumur tiga puluh tahun, ia tidak menginginkan keberadaan seorang lawan cinta untuk berebut wanita dengannya!


Ia sudah memeriksa identitas Han Lie. Anak kedua dari bos perusahaan besar, berdarah campuran. Di Perancis ia memiliki perusahaannya sendiri. Muda, berbakat dan ganteng.


Hanya saja ia tidak tahu bagaimana Han Lie bisa menikahi Mo Yilan, lalu kenapa mereka cerai. Hanya saja berdasarkan informasi, ketika baru menikah mereka saling mencintai. Tapi cerai dua tahun setelahnya, alasannya tidak jelas.


“Bagaimana mungkin?” Mu Xue merasa agak lucu, “Han Lie takkan mengejarku, yang dicintainya hanya Nona Mo seorang. Hari itu ketika mendengar kabar tentang Nona Mo yang hilang, kau tak tahu seberapa khawatir dirinya! Kupikir dia pasti cinta sekali pada Nona Mo!”


Berkata sampai sini, tiba-tiba Mu Xue teringat akan sesuatu. Ia melototi Qin Yinuo, menatapinya yang tengah melongo, berkata, “Dan lagi, Nona Mo terlalu mencintaimu. Meski ketika mereka bersama, ketika ia ada di bawah tubuh Han Lie, yang dia teriakkan adalah namamu. Kupikir mungkin ini adalah alasan Han Lie cerai dengan Nona Mo! Seorang pria bagaimana mungkin bisa menerima ketika melakukan hal itu bersama orang yang dicintainya dan orang itu malah meneriakkan nama pria lain? Qin Yinuo, bajingan sepertimu ini jahat sekali!”

__ADS_1


Mu Xue tengah membantu meneriakkan ketidak adilan untuk Han Lie. Pria seperti apa yang bisa menerima dipermalukan seperti ini? Mo Yilan benar-benar telah melukai hati Han Lie.


Mendengar akan hal ini, Qin Yinuo semakin melongo. Bagaimana bisa begitu? “Xiao Xue, lelucon ini sama sekali tidak lucu. Kedepannya kita jangan ungkit-ungkit tentang Mo Yilan lagi, oke? Dan lagi kau jangan bertemu dengan Han Lie lagi, oke?”


“Kenapa tidak boleh bertemu?” Mu Xue melirik sekilas pada ekspresi Qin Yinuo yang tegang, ia menyipitkan matanya dengan penuh ancaman, “Apa yang kau takutkan? Tidak ada maksud apa-apa diantara kami, dan kau masih takut? Aku dan Han Lie itu teman, aku masih mau bertemu dengannya!”


“Sayang, di hatiku hanya ada kau!” Qin Yinuo tersenyum malas, lalu menunduk mengecup bibirnya, “Jangan bertemu lagi dengannya, aku tak mengizinkanmu!”


“Jangan cium aku lagi, kalau tidak aku panggil presiden untuk mengusirmu kelaur!” Ketika nafas Qin Yinuo semakin cepat, Mu Xue mengatakan kalimat ini. Ia menatapi Qin Yinuo yang tengah berapi-api langsung melongo, kemudian jadi kesal. Melihatnya Mu Xue tersenyum tipis.


Qin Yinuo menunduk, merebahkan dirinya di atas tubuh Mu Xue dan menciumi bau tubuhnya, berkata dengan tidak rela, “Sayang, susah sekali aku masuk kesini. Aku sudah mengerahkan segala tenagaku, lalu bersembunyi dari berbagai macam perlindungan, benar-benar tidak gampang. Kau janji padaku untuk tidak bertemu dengan Han Lie lagi, oke?”


Ketika ia mengatakannya, pintu yang terkunci tiba-tiba bergerak. Kemudian pintu itu didorong terbuka. Pei Lingfeng berdiri di depan pintu dengan marah dan memegang pistol di tangannya, berteriak marah, “Bagus sekali Qin Yinuo, kau memanjat memasuki rumahku! Aku harus membiarkanmu mencoba apa rasanya peluru!”


“Ah–” Mu Xue tertegun, langsung menjauh dari pelukan Qin Yinuo. Kemudian ia menyingkir ke samping, wajahnya merah sekali. Bagaimana presiden bisa masuk?


Qin Yinuo memutar bola matanya dengan tak berdaya. Tapi ia tidak berani membuat marah Pei Lingfeng, maka ia hanya bisa berkata, “Pak mertua, kau biarkan aku dan Xiao Xue berbicara baik-baik, oke? Xiao Xue sudah memaafkanku, maka Anda jangan ribut-ribut lagi, oke?”


“Turun!” Pei LIngfeng mengarahkan pistolnya pada Qin Yinuo, menyiratkan agar ia segera turun dari ranjang. “Kau berani sekali merangkak menaiki ranjang putriku. Sialan, kuhancurkan kau!”


“Jangan! Pak mertua!” Qin Yinuo berteriak dengan tergesa-gesa, lalu melirik sekilas pada Mu Xue. Sementara Mu Xue malah terlihat plos.


“Aku tidak tahu kapan ia masuk, tadi aku sedang tidur!” Jarang-jarang Mu Xue bisa berbohong, ia menaikkan bahunya dengan polos.


Siapa suruh Qin Yinuo sepelit itu, malah melarangnya untuk berteman dengan Han Lie. Jahat sekali, ia ingin memberontak, tidak akan mengikuti kata-katanya.


Qin Yinuo melirik Mu Xue yang kelihatannya tak ingin ikut campur dengan masalah ini, lalu mengerutkan alisnya. “Xiao Xue, jangan seperti ini, aku benar-benar salah. Kau tak boleh tidak menolongku!”


“Kau, segera keluar!” Pei Lingfeng menunjuk pada Qin Yinuo.


“Keluar lah, aku sudah mau tidur. Jangan bikin anak-anak bangun!” Mu Xue berkata, “Presiden, setelah dia keluar. Anda juga tidur, jangan begadang terus-terusan!”


Pei Lingfeng tak berdaya, sejak kapan Xiao Xue baru bisa memanggilnya “Ayah”, kenapa selalu memanggilnya “Presiden”, kedengarannya aneh sekali.


Qin Yinuo memutar bola matanya, segera memakai sepatunya dan turun dari ranjang. Ia merapikan dan mengancing bajunya, lalu berjalan ke depan pintu, “Pak mertua, kita berbicara baik-baik, oke?”


“Bicara paa? Putriku sedih sekali, aku tak memiliki kata-kata denganmu!”


“Tapi aku punya cara untuk memuaskan Anda!” Saat ini, Qin Yinuo sudah mengeluarkan kemampuannya sebagai pengusaha sebaik mungkin.


Mendengar kata-katanya yang penuh dengan kepercayaan diri, Mu Xue langsung kebingungan, menaikkan alisnya. Ia menengadah dan melihat tatapan Qin Yinuo yang berkilat, akhirnya Mu Xue tak bisa menahan diri untuk bertanya, “Kau mau ngapain?”


Qin Yinuo tidak menjawabnya, hanya mengerdipkan mata. Mu Xue melihat wajah ganteng Qin Yinuo menampakkan senyum puas.

__ADS_1


“Xiao Xue, tolong kau beritahu pak mertua untuk memaafkanku, agar kedepannya aku bisa keluar masuk dengan bebas. Kujamin aku akan menurutimu!” Qin Yinuo berkata dengan suara rendah, tidak sadar akan seberapa menyedihkan dirinya.


“Beraninya kau bernegosiasi dengan putriku. Kau ini tak mau hidup lagi ya! Xiao Xue, jangan pedulikan dia, aku segera mengusirnya!” Pei Lingfeng menarik kerah baju Qin Yinuo, lalu menariknya keluar.


__ADS_2