AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 59 Kejutan Tak Disangka


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Bagaimana dia bisa melahirkan lagi seorang anak?


Ceng Li merasa puas telah memberikan kejutan ini kepada Qin Yinuo. Wajah Qin Yinuo saat ini benar-benar sangat terkejut!


Hello! Im an artic!


“Anakmu? Dia adalah anakmu?” tanya Qin Yinuo. Siapa ayah dari anak ini? Bagaimana bisa dia memiliki anak lagi?


Qin Yinuo ingat dengan jelas, 5 tahun yang lalu Mu Xue hanya melahirkan seorang anak. Lantas anak siapa ini? Berapa umur anak ini?


“Iya, ini adalah anakku,” jawab Mu Xue. Dia tidak mengerti kenapa Qin Yinuo terkejut seperti itu. Qin Yinuo terdiam beberapa saat. Dia tidak percaya dengan yang dilihatnya.


“Nuo, apakah bisa kita mulai acara ini? Untuk apa kamu mengurusi rumah tangga orang lain?” ujar Ceng Li.


Hello! Im an artic!


Wanita ini … setelah melahirkan Tianyu dia langsung mencari laki-laki lain. Berapa usia anak ini? Mungkin berkisar 4 tahun.


Ternyata dia adalah wanita seperti ini! Pada awalnya Qin Yinuo mengira dia pantas menjadi nyonya keluarga Qin dan ibu bagi Tianyu, tapi ternyata dia tidak sebaik yang dikira. “Batalkan rapat ini!” perintah Qin Yinuo, “Aku membatalkan untuk mengembangkan game ini!”


“Kenapa?” Mu Xue terkejut.


“Nuo, kontrak sudah ditandatangan! Apa yang kamu lakukan?” Ceng Li merasa aneh, apa yang terjadi kepada Qin Yinuo?

__ADS_1


Mendengar ucapan Qin Yinuo, Chengcheng merasa sedih. Dia tetap berusaha tegar di depan orang-orang.


“Nuo, kamu bisa membuat anak itu ketakutan!” Ceng Li melirik Chengcheng. Anak itu menatap Qin Yinuo dengan tatapan yang sangat hancur. “Kalian semua, keluar! Sekretaris Mu, tinggal!” perintah Qin Yinuo. “Chengccheng, ikut paman Zeng menunggu di luar. Mami akan berbicara dengan paman ini!”


“Tidak!” Chengcheng menggelengkan kepala, “Mami, ayo kita pulang!”


“Chengcheng, dengarkan mami! Mami hanya ingin berdiskusi dengan paman ini!” pinta Mu Xue dengan lembut.


“Mami!” Chengcheng merasa khawatir. Dia menatap Qin Yinuo, dia tidak mengerti kenapa secara tiba-tiba dia membatalkan rencana ini.


“Kenapa?” Chengcheng bertanya. Dia mengira bahwa Qin Yinuo adalah orang yang baik, tidak disangka dia adalah orang yang arogan dan tidak menepati janji.


Qin Yinuo tidak menjawab.


“Mami, ayo kita pulamg. Tidak usah berbicara dengannya!” Chengcheng menggandeng tanga Mu Xue beranjak keluar dari tempat itu.


“Tunggu mami di luar, mami akan baik-baik saja.” Mu Xue berusaha membujuk Chengcheng.


“Baiklah, aku akan menunggu di luar,” Chengcheng mengalah.


“Jelaskan kepadaku!” Qin Yinuo memegang tangan Mu Xue.


“Apa? Sakit!” Mu Xue merintih kesakitan.


“Jelaskan! Cepat!”

__ADS_1


“Menjelaskan apa? Aku tidak mengerti!” Mu Xue tidak mengerti apa yang terjadi kepada Qin Yinuo.


“Siapa ayah dari anak itu?” tanya Qin Yinuo dengan berteriak.


“Tidak tahu!” jawab Mu Xue.


“Mu Xue! Jelaskan kepadaku!” Qin Yishou menggenggam tangan Mu Xue semakin erat.


“Kenapa aku harus menjelaskan kepadamu?” jawab Mu Xue dengan tersenyum dingin, “Ku rasa kamu terlalu jauh mencampuri urusanku. Apa pentingnya bagimu mengetahui ayah dari anakku?” “Mulai hari ini, kamu dipecat! Bereskan barangmu dan angkat kakimu dari sini! Game anakmu akan ku batalkan, anggap saja cek yang kemarin sebagai ganti rugi dari pembatalan kontrak!” Qin Yinuo beranjak meninggal ruangan tersebut.


Qin Yinuo beranjak keluar. Dia melihat anak kecil yang berdiri di samping Ceng Li. Dia masih sulit untuk menerima dan mempercayai ini semua. “Ayo kita pulang,” Mu Xue menggandeng Chengcheng.


“Mami jangan takut! Suatu hari nanti aku akan membuat paman itu menyesal!” ujar Chengcheng sambil memandang Qin Yinuo. Hatinya tidak merasa sedih, sebaliknya dia merasa hatinya semakin kuat.


***


Qin Yinuo kembali ke ruangannya, “Li, keluar!” perintahnya kepada Ceng Li.


“Baiklah!”


“Xiao Xue?” Ceng Li menghampiri Mu Xue.


“Terima kasih atas pertolongamu selama ini. Aku tidak apa-apa. Pekerjaan dapat dicari lagi,” ujar Mu Xue.


“Sungguh?”

__ADS_1


“Iya,” Mu Xue menjawab, “Aku sangat senang mengenalmu. Terima kasih atas pertolonganmu selama aku bekerja di sini.”


__ADS_2