
Hello! Im an artic!
Song Yin menatap mereka dan memang benar jika mereka pasangan serasi, Liu Manli yang setinggi 173 cm memakai sepatu setinggi 9 cm sehingga tingginya hampir sama dengan Yu Jinglan .
Pinggiran rok yang ketat bergoyang tertiup angin dan tubuh Liu Manli begitu ramping dan langkahnya sangat ringan dan murah hati, dia yang tinggi terlihat kecil sewaktu menari dengan Yu Jinglan .
Hello! Im an artic!
Yu Jinglan memegang tanganLiu Manli untuk istirahat setelah musiknya selesai.
Ye Jintang berkata kepada pemain musiknya kemudian musiknya berubah menjadi musik rumba yang enak.
Ye Jintang berjalan sambil tersenyum tanpa kata-kata dia memegang tangan Song Yin masuk ke lapangan, tangannya memegang pinggang ramping Song Yin dan mulai menari setelah mengangkat Song Yin.
Segera mata semua orang tertarik dengan tarian Ye Jintang dan Song Yin jika tarian Yu Jinglan danLiu Manli bagus maka tarianSong Yindan Ye Jintang bisa dikatakan sangat bagus.
Hello! Im an artic!
Tarian rumba adalah tarian yang mengambarkan cinta antara pria dan wanita dengan iringan musik yang lembut, gerakan wanita bisa memperlihatkan keindahan tubuh wanita. Jarak wanita dan pria kadang jauh kadang dekat dan terlihat sangat indah.
Song Yin tidak menyangka Ye Jintang menari dengan begitu baik sehingga dia yang sudah lama tidak menari menjadi bersemangat, seolah-olah semua masalah hilang bersama tariannya.
Ekspresi Song Yin perlahan-lahan menjadi santai dan menghayati irama musiknya sehingga menari dengan semakin baik.
Suasana hati Ye Jintang lebih bagus lagi dan ekspresinya sangat bagus sehingga perlahan-lahan mereka semakin kompak.
Terlihat senyuman cerah di wajah mereka!
Rok yang melambai dan gerakan tarian yang lincah membuat orang ikut mabuk.
Gaun panjang yang berkibar memperlihatkan senyuman yang cerah! Rok yang melambai mengikuti baju sang pria!
Alunan musiknya terkadang pelan dan terkadang cepat membuat orang yang mengelilingi mereka segera melupakan masalah dan kesedihan mereka! Mereka sangat elegan dan bahagia! Suasana hati mulai mengikuti irama musiknya berputar dan melayang…..
Postur tubuh Song Yin sangat mempesona dan postur tubuh Ye Jintang juga membuat orang kaget, mereka menari dengan lembut seperti sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara, bergairah dan antusias.
Mata Yu Jinglan melihat pasangan yang sedang menari dengan penuh kekaguman tapi segera menjadi dingin dan terlihat api yang sedang membara.
Berani sekali Song Yin bermesraan dengan seorang pria di depannya, apakah dia sudah bosan hidup?
“Lan! Mereka menari dengan bagus! Sehingga kita dikalahkan mereka! Menyebalkan!” Liu Manli menyentuh telinga Yu Jinglan dengan lembut lalu berkata dengan lembut, “Apakah kita mau menari cha-cha?”
Yu Jinglan menarik dasinya, mengambil anggur lalu meneguknya dan terlihat senyum jahat di bibirnya, apakah dia sudah bosan hidup sampai berani menantangnya secara terang-terangan!
Mata Song Yin sewaktu menari tanpa sadar melihat sosok Yu Jinglan dan dia tersenyum sewaktu bertatapan mata dengannya.
__ADS_1
Memprovokasinya?
Yu Jinglan tertegun!
Terlihat senyum jahat di wajahnya dan jika dilihat dengan teliti maka akan terlihat sinar berbahaya di matanya. Tapi dia menarik pandangannya kembali sambil bersulang elegan dengan Liu Manli yang berdandan tebal dan dia menutupi kekesalannya dengan baik sehingga tidak ada yang bisa melihat suasana hatinya yang sebenarnya. “Tidak, aku sangat lelah!”
“Bagaimana jika kita istirahat di kamar dulu?” Liu Manli merangkul leher Yu Jinglan dan bibirnya yang merah menempel di telinganya, “Lan, aku sudah lama mengagumimu!”
“Lainkali saja karena aku benar-benar lelah hari ini.” Yu Jinglan tersenyum penuh pesona sambil memegang pinggangLiu Manli.
Mereka berdua terlihat mesra danLiu Manli menempelkan tubuhnya di badan Yu Jinglan , dia sudah lama bersama Yu Jinglan tapi setiap kali selalu sama saja, setelah menggoda dan menciumnya tapi dia tidak pernah membawanya naik ke tempat tidur sehingga dia merasa malu.
Song Yin dan Ye Jintang menari sangat lama.
Sewaktu Song Yin melakukan sebuah gerakan mengangkat kaki tinggi, Yu Jinglan dan seluruh orang yang ada di sana bisa melihat celana pengaman hitam di bawah roknya, Yu Jinglan mengerutkan keningnya dan dia meletakkan gelasnya dengan keras.
Perempuan tidak tahu malu, dia bahkan berani memperlihatnya di depan orang banyak seperti ini?!
Yu Jinglan penuh amarah dan wajahnya terlihat suram, dia memberikan sebuah isyarat dan manajer Chen yang ada di samping segera mendekat dan Yu Jinglan berbisik di telinganya.
Manajer Chen segera pergi dan dalam sekejap sewaktu Song Yin dan Ye Jintang sedang menari pada puncaknya, musiknya berhenti dan seluruh aulanya menjadi gelap….. listriknya padam!
“Ah…..” Ada suara wanita yang berteriak.
“Mengapa listriknya padam?”
“Ah…..” Song Yin berteriak.
Ye Jintang berkata, “Song Yin jangan takut, aku ada di sini!”
“Para hadirin mohon maaf, mohon semuanya berdiri di tempat dan jangan bergerak karena kami akan segera memeriksa aliran listriknya, sekringnya terbakar dan akan segera selesai!” Manajer Chen berteriak kencang.
Song Yin berdiri di tempat dan merasa ada orang yang menghampirinya dan dalam kekagetan dia merasa ada yang memegang tangannya dan sebelum Song Yin sadar, dia sudah dibawa meninggalkan arena itu.
Orang itu berjalan dengan sangat akurat tanpa menyentuh seorang pun.
Dia merasa dirinya dibawa ke koridor dan lampunya menyala.
Song Yin baru sadar jika orang yang memegang tangannya adalah Yu Jinglan .
“Kakak besar Yu, kenapa itu kamu?!” Song Yin kaget karena dia tidak menyangka Yu Jinglan akan membawa dirinya keluar, dia menariknya ke sebuah ruang istirahat yang ada di samping aula sambil membanting pintungnya dengan kencang.
“Memangnya kamu mengharapkan siapa?” Hati Yu Jinglan sangat marah dan matanya terlihat dalam sambil mencibir, “Kenapa? Apakah masih belum puas menari? Apakah sangat nyaman menempel mesra dengan seorang pria? Apakah kamu pikir posturmu enak dilihat?”
Song Yin terdiam dan dia tidak nyaman dengan hinaan seperti ini.
__ADS_1
Dia tersenyum dan suaranya terdengar berat, “Aku rasa kamu masih harus belajar patuh dan sengaja membuatku marah bukan?”
Dia mengambil sebatang rokok lalu menyalakan serta menghembuskan asapnya dan menatapnya. “Katakan apa maksud kamu memprovokasiku hari ini? Apakah kamu ingin aku memperhatikanmu?”
Mata Song Yin melotot, apakah dia bisa melihatnya? Dia sedang memprovokasinya! Benar, dia marah karena dia boleh menari dengan wanita lain dan berbuat seenaknya sedangkan dia hanya bisa tunduk padanya? “Benar! Aku sedang memprovokasimu tapi bukan supaya kamu memperhatikanku tapi aku hanya ingin memberitahumu jika aku juga punya perasaan dan kamu sangat menyiksa orang!”
“Song Yin, memangnya kamu pikir siapa dirimu? Apakah kamu benar-benar menganggap dirimu putri Walikota Song? Mungkin kamu masih belum tahu jika ayahmu hanya memperalatmu!” Dia menyunggingkan mulutnya dengan dingin dan Yu Jinglan menarik Song Yin dalam pelukannya yang dingin sambil menghembuskan asap.
Song Yin sudah melakukan persiapan sehingga tidak tersendak oleh asap rokok tapi kata-kata Yu Jinglan membuatnya kaget. “Apa katamu?”
Dia mengisap rokoknya sekali lagi dan sewaktu dia menghirup napas, dia tiba-tiba menempelkan mulutnya tapi bukan untuk menciumnya, dia memasukkan asap rokok ke dalam mulutnya.
“Uhuk, uhuk…..” Song Yin tidak menyangka dia akan melakukan itu sehingga matanya merah karena tersendak dan tidak berhenti batuk. “Kamu menyiksa orang!”
“Memangnya kenapa?” Dia mengangkat alisnya dan suaranya terdengar kejam. “Aku mengatakan ayah walikotamu sedang memperalatmu!”
Karena terlalu bersemanga menari tadi maka tenaganya masih belum pulih dan dia tidak bisa melepaskan tangan yang ada di pinggangnya sehingga dia tidak meronta lagi tapi matanya terlihat dingin dan teguh sambil menatap Yu Jinglan dan itu bukan karena dia tidak menerima kekalahan tapi tatapan ketegaran dan dia berusaha berkata, “Kamu tidak perlu memprovokasi hubunganku dengan ayah, tidak berguna!”
“Bagus, di matamu sudah ada dendam.” Dia memperkuat tenaganya seolah-olah ingin mematahkan pinggangnya, Yu Jinglan tersenyum dingin dan menempelkan bibirnya yang tipis di pipi Song Yin dan berbisik pelan, “Apakah perasaan benci itu nyaman? Yinyin, wanita silumanku. Apakah akan mati jika tidak ada pria?”
Tatapan yang dingin dan penghinaannya menusuk jantungnya dan Song Yin perlahan-lahan menarik napas dan wajahnya memperlihatkan senyum dingin penuh provokasi, “Benar, aku wanita ****** yang tidak bisa dipisahkan dari pria, aku haus pria.”
“Wanita ******!” Perlawanannya berhasil menyulut emosi Yu Jinglan dan dia memegang dagu Song Yin dengan kencang seolah-olah mau meremukkan tulangnya.
Tapi kali ini Yu Jinglan melihat wajah yang sulit diatur dan amarahnya langsung meledak dalam sekejap dan dia menciumnya dengan buas.
Ciuman yang kasar membuat Song Yin kesulitan bernapas.
Dia tidak bisa menghentikan kekuatannya dan Song Yin menggigitnya dengan kuat, darah segar menetes dari bibir Yu Jinglan .
Brengsek, hari ini sudah dua kali, dia bahkan berani menggigitnya!
“Kamu sudah bosan hidup ya!” Suara yang suram terdengar di ruangan yang kembali sunyi, tanpa menghapus darah di bibirnya, Yu Jinglan merobek gaunnya dan juga ****** ********.
“Bukankah kamu suka selingkuh? Maka aku akan membuatmu puas!!”
Yu Jinglan mendorong tubuh ramping Song Yin ke tembok dengan mata dingin dan melupakan kelelahannya dan melampiaskan nafsu yang tidak dikeluarkan selama seminggu kepada Song Yin.
Karena tubuhnya tiba-tiba dijarah maka membuat Song Yin sakit sambil mengerutkan keningnya dan wajah Song Yin menjadi pucat. “Yu Jinglan , aku benci kamu!”
“Benarkah?” Dia menekan punggungnya dengan kuat sehingga tidak membiarkannya melawan dan bibir tipis Yu Jinglan terlihat tersenyum. “Benci saja!”
Badannya menekannya dan membalik dagunya dengan keras sehingga mereka berdua saling bertatapan dan kebencian di mata Song Yin membuat Yu Jinglan tertegun dan dia segera menekan kegelisahannya dan menyerangnya dengan lebih liar lagi……
Sakit!
__ADS_1
Badannya kaku karena panik sehingga badannya yang tegang membuatnya mundur, dia yang sakit berteriak, “Sakit! Sangat sakit! Ah…..”