
Hello! Im an artic!
Manajer Chen mundur diam-diam dan sesosok badan tinggi masuk ke dalam tapi Song Yin tidak menyadarinya dan pintunya ditutup.
Sosok yang tinggi berjalan masuk dan berada di belakang Song Yin sehingga Song Yin berbalik karena dia seperti merasakan sesuatu sambil berteriak. “Kamu….. kamu…… mengapa kamu ada di sini?”
Hello! Im an artic!
Di mana manajer Chen?
Kapan dia keluar, mengapa dia tidak tahu?
Dia mendapati ada garis merah di matanya ketika melihatnya dari jarak dekat dan kantung matanya sangat hitam seolah-olah sudah lama tidak tidur meskipun dagunya bersih tapi terlihat sangat kelelahan.
“Ini adalah kamarku!” Dia berkata dengan suara berat sambil melihatnya.
Hello! Im an artic!
“Hah!” Song Yin kaget, di sini adalah kamarnya? “Aku akan keluar sekarang!”
“Siapa yang mengizinkanmu keluar?” Dia mengerutkan alisnya.
Song Yintidak mengerti dan berkata, “Aku keluar kerja!”
Dia terdiam dan menemukan jika dirinya sendiri tidak berani keluar dan Yu Jinglan terlihat sangat lelah.
“Apakah kamu sudah lama tidak tidur?” Song Yin bertanya dan dia tidak ada maksud lain tapi meskipun orang asing setidaknya menanyakannya apalagi mereka adalah pasangan suami istri sekarang.
Dia menatapnya dengan serius, ada apa dengannya?
Dia tidak pernah melihat ekspresi seperti ini sejak mengenalnya bertahun-tahun, dia terlihat sangat lelah. Seolah-olah ada kesedihan yang menyelimutinya sampai terlihat di matanya yang membuat orang yang melihatnya merasa takut.
Dia juga tidak menghindar sambil menatapnya seperti ini dalam waktu yang lama.
Hatinya gelisah, apakah seminggu ini dia sibuk urusan kantor atau sibuk urusan asmaranya?
Dia tidak berani membayangkan maka dia hanya bisa menunduk sambil berkata pelan, “Kamu istirahatlah karena terlihat sangat lelah, bukankah kamu akan tampil pada sore ini? Kamu harus punya energi! Aku akan keluar bekerja!”
Dia ingin keluar tapi kakinya masih belum melangkah keluar dan dia sudah memeluknya lalu membawanya ke tempat tidur yang besar, “Kamu temani aku istirahat!”
“Tidak mau…..” Dia tidak ingin beristirahat di kamar hotel pada jam kerja dan dia juga tidak mau orang lain melihat pakaiannya tidak rapi karena dia tidak punya waktu untuk ganti pakaian!
Dia segera menciumnya dan menelan napasnya dan merasakan kehangatan tubuhnya serta memeluknya dengan erat. Tapi dia hanya menciumnya, hanya memeluknya saja.
Dia memeluknya di tempat tidur besar itu seolah-olah tidak membiarkan kepalanya mengenai bantal dan dia mengerutkan keningnya sambil melepaskan tangannya karena kepalanya sangat sakit, sepertinya benjolan itu ada di belakang kepalanya.
Dia memeluknya erat-erat sambil membenamkan wajahnya di depan dadanya dan dalam satu menit sudah terdengar suara napasnya yang stabil sewaktu Song Yin meronta untuk melepaskan diri, dia….. tertidur!
Hanya saja tangannya masih memeluk pinggangnya dengan erat dengan wajah tampan di depan dada dan matanya tertutup rapat dengan bulu mata yang panjang, sosoknya yang tinggi tertidur seperti ini sehingga Song Yin membeku.
Kepalanya sakit dan dia tidak berani bergerak dengan posisi miring karena takut bantal mengenai benjolannya.
Dia hanya melihatnya dan ada perasaan tidak jelas yang muncul.
Dia tidak bertemu seminggu dengannya dan sekarang dia memeluknya seperti ini, bersembunyi di kamar presiden suite untuk tidur, hanya tidur saja, sebenarnya dia sudah berapa lama tidak tidur? Apakah dia kelelahan karena kesenangan yang berlebihan?
Dia tidur sambil memeluknya dan Song Yin tidak mengantuk dan melihat langit biru di luar jendela, hatinya merasa sedih yang tidak tidak dapat dijelaskan.
__ADS_1
Waktu berlalu selama satu setengah jam.
Dia akhirnya membuka matanya dan tetap berada pada posisi seperti tadi yang terus melihatnya tidur selama satu setengah jam, dia membuka mata dan bertatapan dengan matanya dan hatinya bergetar karena dia ketahuan terus menatap wajahnya selama satu setengah jam.
Matanya melebar dan melihat wajahnya sendiri yang memerah di dalam matanya.
Hatinya bergetar karena merasa malu dan berusaha mendorongnya.
“Jam berapa sekarang?” Dia bertanya dan suaranya sedikit serak.
“Kamu tidur satu setengah jam!” Mata Song Yin yang bening bergerak dan wajahnya perlahan-lahan menjadi merah sambil menunduk dan terasa panas.
Dia menutup matanya lagi seolah-olah menenangkan dirinya, “Apakah teleponku tidak berbunyi?”
“Tidak!” Dia melihat matanya terbuka lagi sambil memperhatikannya.
Dia tidak berani bertanya kepadanya dan napasnya menjadi tidak teratur sehingga dia berusaha menekan hatinya yang sedang bergetar, “Kakak besar Yu, lepaskan aku!”
Dia tertegun dan sepertinya sedikit kaget karena dia masih memeluk pinggangnya dan memang benar jika tangannya terus memeluk pinggangnya.
Yu Jinglan mengatupkan bibirnya ketika melihat situasi ini dan matanya seperti bersinar lalu mengerutkan keningnya lagi sambil melihatnya dan tangan besarnya menyentuh kepalanya.
“Ah….. sakit!” Song Yin berteriak.
Yu Jinglan berkata. “Bodoh sekali, hanya orang bodoh yang bisa sebodoh ini!”
“Aku…..” Song Yin menelan ludahnya karena memang dia bodoh jika tidak bodoh maka tidak akan jatuh tapi kata-katanya terdengar penuh perhatian, apakah dia yang terlalu banyak memikirkannya atau dia mempermainkannya lagi?
“Tuang segelas air hangat untukku!” Dia melepaskan tangannya.
Dia sudah berdiri lalu menelepon. “Sekretaris Liu, siapkan data mengenai Resort dan hubungi semua pemegang saham untuk melakukan pertemuan jam 9 pagi besok dan sebelum itu bagikan sebuah salinan informasi untuk setiap pemegang saham! Antarkan makan siang yang mewah ke sini!”
Dia menutup teleponnya lalu melihat Song Yin memberikan air hangat kepadanya ketika dia berbalik dan dia melihatnya sebentar sambil mengambil air itu.
“Ambilkan baju untukku, aku mau mandi!” Dia pergi ke kamar mandi setelah minum.
“Baju?” Song Yin harus mencari bajunya di mana.
“Di dalam lemari!” Dia masuk ke kamar mandi tanpa melihat ke belakang.
Song Yin tertegun dan dengan patuh berjalan ke arah lemari pakaian lalu dia membukanya dan di dalam ada sederet setelan jasnya juga ada baju santai, dasi, kemeja dan semuanya ada, di bawahnya masih ada sepatu kulit resmi, sepatu santai juga ada sepatu olahraga dan dia merasa agak aneh karena dia teringat dia mengatakan kamar khususnya di hotel maka dia tiba-tiba sadar, apakah in kamar khususnya?
Ah! Benar, dia adalah bos, mana mungkin tidak punya kamar? Selain itu dia juga mengatakan jika ini adalah kamarnya!
Waktunya sudah jam 11.30 siang dan sudah saatnya jam makan siang dan seharusnya dia memerlukan baju untuk pertemuan jam dua nanti?
Song Yin mengingat karena acara resmi maka dia harus memakai setelan jas dan dia mengambil satu setel jas berwarna gelap dan dasi ungu muda bercorak, dia sudah selesai mandi setelah dia menyiapkan bajunya dan dia keluar mengenakan jubah mandi.
Song Yin mengeluarkan bajunya lalu mengantungnya sambil melihatnya, “Apakah ini boleh?”
Yu Jinglan meliriknya sambil mengangguk. “Ambilkan baju santai dulu dan baru ganti setelah selesai makan!”
“Oh!” Song Yin mencarinya di lemari dan mengambil sebuah baju santai berwarna cerah, “Apakah ini boleh?”
“Bawa ke sini!” Yu Jinglan tidak punya waktu melihatnya lagi dan pada saat ini ada suara pintu diketuk.
Song Yin kaget sambil bersembunyi di samping karena dia tidak ingin orang lain melihat dia bersamanya.
__ADS_1
Mata tajam Yu Jinglan meliriknya, seolah-olah mengerti lalu pergi membukakan pintu dan Song Yin mendengar suara pria, “Presiden, semuanya sudah disiapkan, ini data dan makan siangnya!”
“Ya! Terima kasih!” Yu Jinglan berkata.
“Tidak perlu presiden!”
Dia mendengar ada langkah kaki masuk dan suara pintu ditutup, Song Yin melihat keluar dan orangnya sudah pergi serta ada makanan yang komplit di meja makan.
“Tolong aku ganti baju!” Dia bahkan tidak melihatnya sambil berkata sambil memegang sebuah data.
“Ini…..” Song Yin kaget, ganti baju, aneh sekali, memangnya dia tidak punya tangan.
“Cepat!” Suaranya meninggi karena kesal.
“Oh!” Song Yin menghampirinya dan membawakan baju untuknya serta tidak berani melihatnya, dia sama sekali tidak berpikir dan langsung membuka jubah mandi sehingga berdiri telanjang bulat di depannya.
“Ah!” Song Yin berteriak malu.
Telinga Yu Jinglan terasa sakit, “Buat apa teriak? Memangnya tidak pernah melihatnya?”
Wajah kecil Song Yin terlihat merah dan matanya tidak berani melihat bagian bawah perutnya tapi tangannya jelas terlihat kaku ketika dia melihat bagian dadanya karena dia mendapati ada bekas gigitan berwarna merah di bagian lehernya.
Song Yin tertegun untuk beberapa saat dan bekas itu tidak kelihatan sewaktu dia memakai dasi tapi sekarang dia telanjang bulat maka bisa ditebak jika bekas gigitan itu pasti dilakukan oleh wanita.
“Ada apa? Apakah kamu masih mau terus menikmati badanku? Atau kamu merindukanku karena tidak bertemu selama seminggu?” Dia sepertinya tidak sadar jika dia melihat bagian itu maka dia membuka lengannya menunggu dia memakaikan baju untuknya.
Dia kembali sadar dan membantunya memakai baju hanya saja bekas gigi itu sangat menusuk mata karena bekasnya bulat penuh dan pasti wanita itu sangat ganas.
Hati Song Yin tiba-tiba merasa aneh.
Melihatnya terdiam, dia berkata dengan dingin, “Mengapa kamu melamun, cepat sedikit!”
Matanya sudah tertuju pada data yang ada di tangannya.
Song Yin mengambilkan celana panjang lalu memberikan kepadanya, “Kamu pakai sendiri celananya dan aku akan melihat apakah di luar perlu bantuanku atau tidak!”
Setelah itu dia berjalan keluar dan hatinya tiba-tiba merasa sedih.
“Makan dulu sebelum pergi!” Yu Jinglan memakai celananya sendiri sambil berkata dengan suara berat.
“kamu makan sendiri saja!” Dia tidak ada nafsu makan dan langsung pergi.
Hati Song Yin merasa tidak nyaman setelah dia keluar dari kamar presiden suite dan berjalan ke arah lift sambil menyunggingkan mulutnya dan langsung menuju ke ruang pertemuan, kebetulan Wen Xiaoxing sedang mencarinya, “Song Yin kamu pergi ke mana, aku sibuk sekali, kamu juga tidak bawa telepon juga tas, aku sudah mencarimu selama satu jam!”
“Apakah sudah selesai?” Suara Song Yin terdengar datar dan tidak menjawab pertanyaannya.
“Sudah, aku telah menyelesaikannya dan sekretaris Wu juga sudah memeriksanya, mari kita makan sekarang!” Wen Xiaoxing berkata.
“Aku tidak lapar!” Song Yin tidak ada nafsu makan.
“Kita harus berdiri sewaktu pertemuan maka kita harus makan supaya ada tenaga, ada apa denganmu? Aku dengat Yu Jinglan datang pagi tadi, apakah kalian bertemu?” Wen Xiaoxing bertanya.
“Kamu pergi makan saja!” Song Yin terlihat jelas tidak ingin mengatakan apa-apa dan juga tidak ada semangat dalam suaranya.
“Suasana hatimu sedang buruk?” Wen Xiaoxing bertanya sewaktu melihat wajah Song Yin yang terlihat aneh.
“Tidak, aku sedikit gugup karena baru pertama mengikuti pertemuan seperti ini, apakah ada banyak pengusaha yang datang nanti?” Song Yin mengalihkan topiknya.
__ADS_1