AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 441 Apa Cinta Sejati Atau Bukan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Yu jing lan merasa dibuat sampai marah, dia menahan dan berkata: “Aku tidak sedikitpun bermaksud untuk mempermainkan Song Yin, setidaknya pada akhir aku tidak bermaksud seperti ini….”


“Pada akhir tidak ada? Berarti awalnya sudah ada!” Lan Xin menangkap kekurangan yang ada di perkataannya, bertanya: “Kamu dari awal mempermainkan Yin Yin, sampai sekarang juga masih ingin mempermainkannya?”


Hello! Im an artic!


Yu jing lan merasa tidak bisa menjelaskan apa-apa, dia mengerutkan alis matanya.


“Aku tidak ada.” Dia dengan terpaksa berkata: “Aku tahu awalnya adalah kesalahan aku, tetapi akhirnya aku jatuh cinta kepadanya, aku suka dia, jadi aku baru datang mencarinya….”


“Kalian sudah bercerai!” Lan Xin mengingatkan. “Tidak ada hubungan apapun lagi!”


Dia menhembuskan nafasnya, sedikit mengelengkan kepala: “Ibuku yang bermaksud menyuruhku cerai, aku tidak bisa berbuat apa-apa di saat itu.”


Hello! Im an artic!


“Kalau begitu kamu sekarang sudah ada cara? Kamu tidak takut ibumu lagi? Kamu tidak takut penyakit jantungnya kambuh lagi?” Lan Xin tahu beberapa hari ini Song Yin tidak konsentrasi, lagipula perasaannya sangat buruk, terus menangis secara diam-diam, dia tahu di antara mereka ada masalah, tapi tidak tahu masalah apa, Song Yin hanya berkata jika Yu jing lan datang, jangan memperbolehkan Yu jing lan masuk ke dalam rumah.


“Aku tidak pernah takut, yang aku takutkan adalah Song Yin bisa terluka, jadi baru bercerai—”


“Kalau begitu kamu sekarang sepertinya sedang melukainya, mohon biarkan aku bertanya, apakah kamu bisa bersumpah atas kebahagiaan Yin Yin?” Putri aku meskipun dari kecil tidak hidup mewah, tetapi dia tetap adalah buah hatiku, sedikitpun tidak boleh dilukai, kamu bisa membawakan dia kehidupan yang bagaimana? Kamu berjanji kelak dia akan hidup dengan bahagia?”


Yu jing lan menundukkan kepala, iya, dia sepertinya sering membuatnya marah, terus-menerus melukainya.


“Apa kamu sudah berpikir baik-baik?” Lan Xin meneruskan perkataannya: “Di sini, aku ingin bertanya kepada kamu, apa itu cinta yang sebenarnya? Apakah kamu ingin menguasai Yin Yin, membuat dia selalu di sisimu, lalu kamu bisa mengontrolnya setiap saat, apakah ini yang dinamakan cinta sejati?”


Yu jing lan terbengong dengan seketika, apa itu cinta sejati?


Lan Xin berkata lagi: “jing lan , kamu Tanya dulu hatimu sendiri, aku selalu mengira kamu itu anak baik, Yin Yin menyukaimu, tetapi akhir-akhir ini aku melihat putriku sangat tidak senang, dia sendiri mengeluarkan air mata, sendiri menelan semua luka dan sakit, malahan tidak ingin mengatakan kepada aku apa yang terjadi. Sampai saat menonton televisi aku melihat kamu berada di depan semua orang kota Feng meninggalkan dia, dia masih tidak ada keluhan terhadapmu, tetapi seterusnya, aku tidak tahu kalian kenapa! Aku tidak bisa membiarkan putriku terluka lagi.”


“Aku….aku mencintainya!” Muka Yu jing lan memerah. “Aku juga berharap bisa memberikannya kebahagiaan….”


“Tetapi mungkin tidak ada kamu, dia akan lebih bahagia! Kamu bukan mencintai dia, tetapi kamu meleyapkannya! Coba pikir dahulu, kamu memberikan apa kepada dia? Selain mengatakan cinta dari mulutmu kamu memberikan apa lagi kepada dia?”


Yu jing lan ditanya sampai membalikkan kepalanya, menyalakan sebatang rokok, untuk menyembunyikan rasa kekecawaan dan kesakitan dalam hatinya.


“Kamu pergi saja! Kami di sini tidak menyambutmu!” Sesudah Lan Xin mengatakan ini, dia membuka gerbang dan berjalan masuk ke halaman, lalu menutup pintu, mengunci Yu jing lan di luar gerbang.


“Yin Yin–” Dia memanggil dengan suara kecil yang putus harapan, kembali ke mobilnya, dia bersandar di kursi, jejari tangan menancap ke rambutnya, dengan erat menarik rambutnya sendiri.


Apakah bukan cinta sejati? Hanya sekala menguasai saja?


Saat Lan Xin tiba di dalam rumah, Song Yin kebetulan sedang muntah, kamar mandi di lantai bawah mengeluarkan suara muntahan, Lan Xin merasa khawatir dengan seketika, “Yin Yin, kamu kenapa?”


Muntah sedikit, Song Yin mengangkat kepala melihat Ibunya, mencuci wajahnya lalu berkata: “Ibu, aku tidak apa-apa!”

__ADS_1


Lan Xin dengan curiga melihat muka pucatnya, mengerutkan alis, bertanya: “Apa kamu hamil?”


Song Yin terkejut, dengan tergesa-gesa menggelengkan kepala, “Ibu, tidak ada!”


“Yin Yin, aku adalah Ibumu!” Lan Xin menatap matanya. “Tidak peduli hal besar apa yang terjadi di rumah ini, tidak peduli apakah Ayahmu akan sembuh atau tidak, kamu masih ada Ibu, Ibu selamanya akan mendukungmu. Jangan mencoba membohongiku!”


“Ibu!” Song Yin mendengar perkataan Ibu, berdesah di dalam hati, dia awalnya mengira Ibu selalu mengkhawatirkan Ayah, tidak ada waktu untuk memantaunya, tetapi mendengar perkataannya, hatinya merasa terharu, tetapi masalah Ayah sudah membuat dia sangat khawatir dan lelah, dia tidak ingin membuat Ibunya sedih lagi. “Ibu, benar-benar tidak ada!”


Meskipun Lan Xin curiga, tetapi dia tidak bertanya lagi. “Kenapa mukanya begitu pucat? Sudah makan belum?”


“Oh, Ibu, aku sudah makan!” Song Yin tersenyum, dengan sedikit malu-malu: “Aku meminta maaf membuatmu khawatir, tetapi aku benar-benar tidak apa-apa!”


“Baiklah kalau begitu!” Lan Xin tersenyum berkata: “Kamu harus ingat makan lebih banyak, harus ingat makan sampai gemuk, tadi jing lan muncul di depan gerbang pintu!”


Song Yin terbengong.


“Apakah kalian ada masalah?”


“Ibu, aku sudah tidak ada hubungannya dengan dia lagi!” Song Yin mengatakannya dengan sulit.


Lan Xin menutup senyum tawanya itu, dengan serius dan lemah lembut menatap Song Yin. “Yin Yin, pernikahan bukan permainan anak-anak, tadi Ibu melihat dia di depan gerbang pintu, melihat cara dia berbicara, juga bukan tidak mencintaimu, tetapi Ibu berpikir mungkin dia masih tidak tahu bagaimana cara mencintai seseorang!”


“Ibu, kelak kita jangan membicarakan dia lagi!” Dengan suara kecil Song Yin berkata.


Lan Xin mengulurkan tangan menggapai bahunya, memeluknya.


“Anak bodoh, bagaimana baru bisa membuat kamu tidak begitu susah lagi?” Lan Xin dengan penuh kasih mengelus rambutnya, merasa hidungnya merasa asam. “Ibu sangat sakit hati melihat kamu begini.”


“Ibu, aku tidak apa-apa, bukankah kamu pernah berkata, orang harus melewati sangat banyak rintangan baru bisa berhasil, iya tidak?” Song Yin bersandar di dada Ibunya. “Tidak melewati rintangan tidak akan menjadi Buddha! Ibu jangan khawatir.”


Hanya saja orang itu, di dalam hatinya, sudah berakar begitu banyak tahun, bagaimana dengan seketika mencabutnya.


Sendirian berdiri di jendela kamar, memandang malam yang gelap di luar jendela, air matanya bercucuran, begitu mengkilau.


Di sudut gelap dan ribut bar.


Sebab kedatangan seorang pria membuat banyak mata yang seketika menjadi terang, menjadi tergoda. Walaupun wanita-wanita itu pada awalnya sudah memikirkan banyak kemungkinan, tetapi tetap dikejutkan oleh pria di hadapan ini sampai tidak bisa berpikir lagi.


Pria ini, walaupun di kegelapan, tetapi tetap begitu luar biasa, mengatakan dia adalah dewa langit, malahan dia lebih persis dengan setan, mengatakan dia setan, tetapi dia malahan mempunyai aura dewa langit.


Di alisnya seperti mempunyai kesedihan yang begitu mendalam. Mata seperti setan yang begitu dingin dan jahat tetapi malah memikat hati orang, gerak geriknya seperti mempunyai sihir yang ingin dihambakan oleh dunia. Sangat dingin sampai tidak berani didekati oleh orang.


Pandangan wanita-wanita begitu tergila-gila, bergerak mengikuti bayangannya, tidak bisa terlepaskan sedikitpun, tetapi semuanya takut akan aura dingin yang dikeluarkan dari tubuhnya itu.


Hanya ada satu orang, cantik mempesona, dengan pakaian channel musim panas, menunjukkan tubuhnya yang tinggi, dada bulat yang diselimuti itu mempunyai daya tarik terhadap seluruh pria, kaki panjangnya memakai stoking yang berwarna hitam, dengan sexy menggambarkan garis yang sempurna. Wanita ini melangkah dengan model catwalk ke arah Yu jing lan .


“Mm! Lan, lama tidak bertemu!” Liu Man Li berkata dengan lemah lembut, duduk di depan Yu jing lan .

__ADS_1


Sebuah suara pecahan terdengar jelas, gelas anggur yang berada di tangan Yu jing lan jatuh ke lantai, menutup sepasang mata hitamnya itu, memandang dengan bahaya kepada wanita yang datang mengganggunya, sesudah melihat jelas adalah Liu Man Li, dengan alis dingin: “Rupanya kamu!”


“Minum bir sendiri?” Liu Man Li bertanya dengan tersenyum.


Menarik pandangannya perlahan-lahan, Yu jing lan langsung mengambil botol bir dan meminumnya dengan mulut botol itu.


Liu Man Li melihat dia tidak menghiraukan dirinya, juga tidak mengusirnya pergi, segera melambaikan tangan ke pelayan meminta sebotol Brendi dan dua buah gelas. “Lan, sendirian minum bir betapa bosan, ayo minum bersama!”


Yu jing lan menutup mata panjangnya itu, tidak berkata apa-apa.


“Lan, kamu ini sungguh menyebalkan, begitu lama tidak datang mencariku, apakah habis manis sepah dibuang, sudah melupakanku?” Liu Man Li sengaja berkata dengan ambigu.


Yu jing lan akhirnya tidak tahan lagi, “Aku menggunakanmu? Kapan aku menggunakanmu, oh?! Maksud kamu adalah perusahaan menggunakanmu, bukankah juga sudah membayarmu?”


“Hanya bercanda, mengapa dibawa serius?!” Liu Man Li tertawa, “Lan, akhir-akhir ini aku melihat dari televise bahwa kamu dan Nona Song yang kedua membatalkan pernikahan, sedikit mengkhawatirkanmu!”


Yu jing lan mengkerutkan alis, matanya merasa curiga, berbalik pandangan ke Liu Man Li, berkata dingin: “Kamu begitu memperhatikan kehidupan pribadi aku?”


“Hehehe, memperhatikanmu adalah benar!” Liu Man Li tertawa lebar, sedikitpun tidak menyangkal. “Mendambakanmu begitu lama, kamu tidak memberikan kesempatan sedikitpun kepada aku, benar-benar membuat orang merasa marah dan tidak berdaya!”


“Benarkah?” Yu jing lan berbalik pandangan, membuka mulut: “mendambakan aku?”


“Tentu saja, bukankah sudah aku katakan dari awal?” Liu Man Li tersenyum berkata. “Lan, apa kamu mempunyai waktu malam ini? Kita pergi ke pantai meihat bintang?”


Yu jing lan mengerutkan alis.


Liu Man Li dengan segera duduk kemari, mendekat dengan Yu jing lan , sesudah itu tertawa dengan mempesona, tubuhnya yang padat itu mengintari tubuh Yu jing lan , “Lan, ayolah, mau tidak?”


“Nona Liu, harap kamu tahu harga diri!” Yu jing lan belum mabuk, mengulurkan tangan menjauhkan tangan Liu Man Li, “Duduk ke tempatmu!”


Terhadap model mobil Liu Man Li yang berada di bar pada malam ini, Yu jing lan merasa sangat tidak betah, tetapi juga merasa sangat heran mengapa dia bisa muncul di sini? Bukankah dia sedang memerankan drama televise? Apa tidak takut orang melihatnya?


“Lan, mengapa begitu serius? Orang hanya bercanda denganmu.” Liu Man Li mencibirkan mulut merahnya, membuat bentuk yang lucu, tangan yang satunya juga berada di dadanya melingkar-lingkar menggodanya.


“Bercanda?” Yu jing lan dengan jahat mengangkat sudut bibir, mengeluarkan sebuah tawa sexy yang memikat para orang, tetapi sangat mendinginkan sekali.


“Iya!” Liu Man Li tidak rela dan mengintari badan Yu jing lan dari belakang pundaknya, dadanya yang padat itu menempel erat di pundak dia yang kekar itu, seterusya dengan gerakan yang centil, lalu menggesek pundaknya. “Sendirian minum bir di sini betapa bosannya, atau kita pergi ke rumah aku, di rumahku ada anggur merah terbagus, anggur merah Italia yang disimpan di ruang bawah tanah selama ratusan tahun.”


Tidak tergoda sekiditpun oleh wanita cantik yang berada di belakangnya, Yu jing lan tetap tertawa, mengulurkan tangan menepuk-nepuk tangan yang mengintari pinggangnya itu, dengan suara kecil berkata: “Iyakah? Sediakan buat orang lain saja.”


Perkataannya tetap redup, tetapi Liu Man Li dengan tajam merasakan berat ringannya perkataan yang dikatakannya, dengan tidak rela melepaskan tangan, lemah lembut berkata: “Lan, tidak terpikir, saat itu kamu mengatakan kamu sudah menikah, tidak akan sembarangan, saat ini kamu sudah bercerai, mengira kamu sudah jomblo, bisa menjadi pria baik yang didambakan oleh wanita kota Feng, tidak terpikir masih begitu tulus!”


Melihat Yu jing lan tidak tergoda, Liu Man Li menjadi serius, dengan tersenyum kembali ke tempat duduknya, mengangkat gelas anggur, meminum sedikit.


Yu jing lan menutup sedikit matanya, pandangan dingin menjadi redup, tiba-tiba bertanya kepada Liu Man Li. “Kamu tahu artinya cinta?”


Mendengar perkataannya, Liu Man Li merasa terkejut, merasa tertegun, lalu dengan sebuah suara senang. “Cinta?! Mengerti sedikit!”

__ADS_1


“Tahu apa itu cinta sejati?” Yu jing lan terus memikirkan masalah ini, ini juga sebab dia tidak langsung mengusir Liu Man Li.


__ADS_2