
Hello! Im an artic!
Kelas pada hari Jumat ada di malam hari dan paginya dia ikut Feng Baiyi ke kantor, sekarang Feng Baiyi sedang ada pertemuan.
“Hujannya deras sekali!” Su Yan bergumam.
Hello! Im an artic!
Ponselnya tiba-tiba berbunyi.
“Halo!” Su Yan menjawabnya, “Lan Si, ada apa?”
“Apa? Aku segera ke sana, kalian ada di mana? Baik, aku tahu, aku akan segera ke sana!” Su Yan tidak bisa menunggu pertemuan Feng Baiyi selesai juga tidak membawa tasnya dan segera keluar.
Dia naik taksi ke daerah rumah sakit dan melihat Rong Hanchi berdiri di tengah hujan, dia tidak tahu apa yang terjadi, dia buru-buru turun dari mobil dan menghampirinya, “Kakak Chi, mengapa kamu berada di tengah hujan? Apakah kamu tidak peduli dengan nyawamu lagi?”
Hello! Im an artic!
Rong Hanchi membuka mata dengan bingung melihat Su Yan yang jatuh dari langit, kesedihan di mata kosongnya menghilang hanya terlihat tidak berdaya maka semuanya tidak penting lagi.
“Bicaralah, ada apa sebenarnya?” Su Yan merasa takut melihat dirinya yang tiba-tiba seperti ini, ada apa dengannya? Mengapa di dalam matanya terlihat seperti kehilangan nyawa.
Mata hampa Rong Hanchi perlahan-lahan melihat Su Yan yang mulai rapuh dengan diam, dirinya seperti jatuh dalam lubang hitam dan tidak bisa menemukan arti kehidupan lagi, jika sudah tidak ada Su Yan maka apa artinya hidup ini. Bahkan ayahnya sendiri memperalatnya, memangnya hidupnya masih ada artinya?
“Lan Si, ada apa?” Su Yan hanya bisa bertanya kepada Lan Si dan segera basah karena hujan.
Wajah Rong Hanchi terlihat pucat dengan sepasang mata yang kosong hanya ada kesepian.
“Kakak Chi?” dia memanggilnya dengan pelan dan air matanya langsung jatuh, Su Yan memegang lengannya dan berkata, “Kakak Chi, beritahu aku apa yang terjadi? Bisakah kamu tidak membuatku takut? Apakah kamu bisa beritahu aku?”
Dia masih tetap diam seperti patung dengan mata yang kosong sambil melihat kejauhan, matanya seolah-olah melihat akhir dunia dan sudah melihat semua kesedihan dunia.
“Lan Si, apa sebenarnya yang terjadi dengan Kakak Chi?” Dia melihat wajah Rong Hanchi yang hampa, Su Yan menghapus air matanya sambil melihat ke arah Lan Si, “Ada apa sebenarnya?”
“Nona, kalian bukan saudara kandung!” Lan Si menghela napas, “Tuan muda melihat laporan hasil DNA hari ini, semua ini adalah rencana tuan besar, laporan tes DNA yang dulu adalah palsu, tuan muda telah dibohongi oleh!”
__ADS_1
“Hah…..” Su Yan tertegun, “Apakah semuanya benar?”
“Nona, aku tidak melihat laporan itu, mungkin tuan muda terpukul karena dia begitu mencintaimu tapi tuan besar mempermainkannya sehingga dia tidak bisa menerima kenyataan ini maka menjadi aneh seperti ini!” Lan Si sembarang bicara.
Pantas saja Rong Hanchi terlihat seperti diselimuti kematian tanpa ekspresi seperti ini.
Su Yan mengambil handuk yang ada di tangan Lan Si untuk membantu menyeka badan Rong Hanchi, perlahan-lahan Rong Hanchi bisa melihat dirinya yang penuh hampa dengan mata dingin.
Su Yan berkata melihatnya diam, “Kakak Chi, jangan seperti ini? aku tahu kamu merasa sedih, jangan menyakiti diri sendiri ya?”
Tentu saja Lan Si membiarkan mereka berdua dan pergi, ruangan terasa sangat hampa, mata Rong Hanchi perlahan-lahan menatap Su Yan, itu adalah wajah wanita yang paling dia cintai.
Tapi, dia telah kehilangan dirinya karena perangkap ayahnya sendiri! Semua ini menjadi sangat lucu.
Setelah menghadapi kesedihan yang dalam dan tekanan dalam waktu yang lama, Rong Hanchi tiba-tiba hilang kendali sambil memegang lengan Su Yan, “Yanyan…..”
“Kakak Chi!” Su Yan merasa senang karena akhirnya dia bicara, “Kamu telah menakutkanku! Janji padaku untuk tidak diguyur hujan seperti ini lagi!”
Rong Hanchi langsung memeluknya.
Pada akhirnya, semuanya tidak bisa kembali lagi! Dia adalah kakaknya yang paling dia cintai, meskipun sekarang dia tahu jika dia bukan kakak kandungnya tapi semua ini tidak bisa kembali lagi.
“Yanyan, pergi denganku! Tanpa dirimu, Kakak Chi bagaimana bisa meneruskan hidup!” dia bergumam di telinganya.
Hatinya tiba-tiba merasa sakit karena mendengar kata-katanya, “Kakak Chi…… aku…..”
“Yanyan, Kakak Chi benar-benar sudah salah, semua salah Kakak Chi karena tidak membawamu melakukan tes DNA sejak awal sehingga dibohonginya….. tapi cinta Kakak Chi padamu tidak pernah berubah….. orang yang Kakak Chi cintai adalah kamu…..” Dia berkata sambil terisak, meskipun dia seorang pria tapi dia tetap menangis penuh air mata.
Cairan bening itu mengalir dari pipinya dan jatuh di lehernya. Cairan itu sangat panas dan mengenai kulit lehernya. Su Yan tiba-tiba merasa hatinya sangat sakit.
“Kakak Chi….. takdir sedang mempermainkan kita, tidak ada orang yang tidak bisa hidup tanpa orang lain, tidak ada! Kakak Chi, maafkan aku karena aku tidak bisa pergi denganmu!” Dia akhirnya menolaknya.
Ketika Rong Hanchi berpikir bahwa dia tidak memiliki dia dalam hidupnya, dia bisa memiliki tapi tidak dapat memiliki maka dia merasa ketakutan menyelimutinya, “Tidak! Yanyan, jangan meninggalkan aku! Kita bisa bersama, kamu begitu mencintaiku dulu, aku bukan kakak kandungmu maka kita bisa bersama, bisa, kita tidak perlu memikirkan masalah ini lagi, Yanyan, bersamalah denganku….. biarkan aku menjadi egois?”
“Kakak Chi…..” Dia tidak memberinya kesempatan untuk bicara, dia menunduk dan menciumnya untuk tidak membiarkannya bicara dan tidak ingin dia menolaknya.
__ADS_1
“Uh….. jangan…..” Su Yan menggelengkan kepala untuk menolaknya, dia mengulurkan tangan untuk menghentikannya, “Kakak Chi, lepaskan aku…..”
Dia memegang tangan yang mendorongnya dengan kuat sehingga dia mengerutkan keningnya, “Lepaskan…..”
…..
“Tidak…..” Dia bukan hanya tidak melepaskannya tapi memeluknya dan menekannya ke dinding sehingga Su Yan menjadi panik.
Tidak boleh, tidak boleh! Dia hanya tahu jika hatinya mengatakan, “Tidak boleh, tidak boleh!”
Dia tidak boleh melakukan ini dengan Kakak Chi. Dia memikirkan wajah tampan Feng Baiyi dalam benaknya dan tiba-tiba berteriak, “Jangan….. lepaskan aku, lepaskan aku…..”
Dia telah melalui hari yang penuh tekanan dan dulu dia pernah ingin bersamanya tapi akhirnya dia tidak melakukannya dan dia sekarang membenci dirinya karena hatinya bersikap lembut pada waktu itu, jika dia tidak peduli dan tidur bersamanya dan membawanya pergi maka mereka telah bersama sekarang, tidak ada Feng Linger, tidak ada Feng Baiyi! Hanya ada Rong Hanchi dan Su Yan!
“Tidak….. Kakak Chi, lepaskan aku! Jangan seperti ini!” Su Yan sangat takut dan dia merasa Rong Hanchi telah kehilangan akal sehatnya.
“Kakak Chi, jangan! Feng Baiyi tolong!”
“Yanyan! Jangan memanggil namanya! Kamu adalah milikku! Kamu adalah milikku!” Rong Hanchi berteriak dengan putus asa.
“Lepaskan aku?” Dia ingin segera pergi dan tidak mau memohon lagi…..
“Yanyan, aku menginginkanmu! Aku tidak mau menjadi kakakmu, aku ingin menjadi priamu, boleh tidak?” Dia bernapas terengah-engah, matanya terlihat seperti binatang buas dan menyentuh tubuh Su Yan dengan liar, dia mendekat di telingannya dan suara seraknya perlahan-lahan masuk dalam telinganya.
“Kakak Chi, aku tidak mau….. sudah tidak bisa kembali lagi, tidak bisa kembali lagi!” Su Yan berteriak karena panik dan menangis, “Benaran tidak bisa kembali lagi, tolong lepaskan aku!”
Air matanya yang panas mengenai tangan Rong Hanchi sehingga membuatnya kaget, dia segera sadar dan melihat Su Yan dengan kaget.
Su Yan menatap Rong Hanchi dengan berlinang air mata, “Kakak Chi, kita sudah semakin jauh sehingga tidak bisa kembali lagi! Kamu jangan lupa jika kamu dan Feng Linger telah…..”
Rong Hanchi menunduk melihatnya sambil mengerutkan keningnya dan hatinya sangat kacau dan kata ini membuat Rong Hanchi mengeluarkan keringat dingin.
Dia berbalik dan berdiri membeku di sana.
Dia, apa yang telah dia lakukan? Mengapa dia begitu impulsif?
__ADS_1
Tapi penolakannya semakin membuat hatinya sakit!