
Hello! Im an artic!
Seorang pria dewasa berumur 30 tahun, di wajahnya terdapat ketidakpedulian dan ketajaman, tajam seperti kapak yang bisa menyayat seluruh organ tubuh. Di bawah alis tebal hitam itu, sepasang mata melihatnya dalam, bibirnya berkomat kamit, aura ini membuat Gong Peixin menjadi tidak percaya diri.
“Lepaskan dia!” Qin Yinuo mengatakannya sekali lagi, tatapannya mengarah ke Zeng Li, sebuah tatapan yang berpapasan, Zeng Li memahaminya.
Hello! Im an artic!
Zeng Li segera berbicara pada Gong Peixin: “Paman Gong, lepaskan Xiao Xue ya. Anda tahu Gong Tian’er ada di tangan siapa, lalu untuk apa kamu membawa Xiao Xue seperti ini? Jika seperti ini, masalah akan semakin rumit!”
Gong Peixin tidak ingin harga dirinya jatuh begitu saja, tangannya yang memegang senjata itu gemetar, namun tetap diarahkan di kepala Mu Xue. Dia ragu, terus memikirkannya.
Zeng Li juga berkata “Paman Gong membawa pergi Xiao Xue, bukannya memperburuk kondiri, takutnya Qin Shi……”
Dia tidak melanjutkannya lagi, tapi maksudnya itu sudah sangat jelas yaitu bisa menyinggung Qin Shi. Apakah Keluarga Gong ke depannya masih ingin bertahan di dunia bisnis?
Hello! Im an artic!
Mei Xiyun menggelengkan kepala pada Gong Xinpei lalu segera berkata: “Tidak boleh, jangan dilepaskan! Pei Lingfeng bisa melakukan segala sesuatu. Mu Xue adalah jaminan kami di sini!”
Begitu Mu Xue mendengar ucapan itu, wajahnya semakin menjadi pucat, hatinya rasanya seperti disayat hingga darah bercucuran……
Tatapan elang dari mata Qin Yinuo dilirik ke arah Mei Xiyun, dia bersembunyi hingga ke belakang tubuh Gong Peixin, “Tuan, ayo kita kembali! Kita gunakan dia sebagai pengganti Tian’er! Jika Tian’er tidak kembali, kita juga tidak akan melepaskannya!”
“Nyonya Gong, apakah kamu mengira kamu bisa membawa pergi Xiao Xue?” Qin Yinuo mendatarkan ekspresi wajah, rupa tampan, dari tubuhnya memancarkan aura murka hingga membuat orang-orang tidak bisa berbicara.
Dia melangkah ke depan.
“Kamu jangan kemari!” Gong Peixin segera berteriak.
“Paman Gong takut apa? di tanganku tidak ada senjata!”
“Qin Yinuo, jika kamu mendekat lagi aku akan menembakmu! Paling tidak kita semua mati bersama!”
“Ha! Tidak tahu diri!” kepalan tangan Qin Yinuo diletakkan di sisi badan, menahan, tertawa dingin, “Gong Peixin, apakah kamu sungguh ingin bermusuhan denganku?”
Kali ini dia benar-benar tidak sungkan lagi, dia langsung memanggil nama lengkap Gong Peixin.
Gong Peixin tertegun, dia berkata: “Demi anak perempuanku, aku hanya bisa berjuang! Awas kamu, jika tidak, aku akan menembaknya!”
“Qin Yinuo, tidak apa!” saat ini Mu Xue buka mulut, namun suaranya itu terdengar sangat sedih, seperti sedang menahan kepahitan dalam hatinya!
“Xiao Xue, jangan takut! Semuanya akan baik-baik saja!” Qin Yinuo juga melihatnya, semua orang berkumpul mengerumuni lobi. Dia mencoba mencari kesempatan.
Mei Xiyun panik. “Tuan, ayo kita pergi, jika dia datang kemari……”
“Takut apa!” Gong Peixin tidak terlihat panik. “Qin Yinuo, awas, jika tidak aku akan menembak!”
Mu Xue menarik nafas panjang, dia tertawa dengan penuh penderitaan. Mu Xue menatap Mei Xiyun, dan bertanya: “Mei Xiyun, aku ingin tahu mengapa? Mengapa kamu memperlakukanku seperti itu?”
Mei Xiyun berhenti melihatnya, tidak berbciara.
Kepalan tangan Mu Xue bergetar, dia mengangkat kepala, meskipun ini adalah tubuh yang lemah tidak karuan, atau karena sedang diarahkan pisau, saat ini dia tidak takut pada apa pun.
__ADS_1
Tapi dia seperti itu membuat Qin Yinuo tidak tenang. wajah Xiao Xue tidak terlihat baik, dia mengira dia telah ketakutan.
Qin Yinuo melirik Zeng Li, tatapan mereka saling berpapasan, mereka benar-benar memiliki ikatan batin.
“Gong Peixin, baik, aku lepaskan kamu! Tapi jika Xiao Xue sempat terluka, maka Keluarga Gong kalian akan lenyap!” tatapan elang Qin Yinuo itu sekali lagi menyerang Gong Peixin, hingga membuatnya tertegun.
Saat ini, Zeng Li berteriak: “Ya! Tian’er telah kembali! Kalian lihat!”
Semua orang melihat ke arah pintu, Gong Peixin juga melihat ke arah pintu, Qin Yinuo saat ini segera menyerang, kecepatan ini membuat orang mata berkedip, kakinya itu menendang senjata yang dipegang Gong Peixin. Saat ini Zeng Li terbang menangkap senjata itu. Kemudian Qin Yinuo menggunakan kepalannya dipukul ke wajah Gong Peixin, tangan satu memeluk Xiao Xue ke dalam pelukannya.
Seluruh langkah ini dilakukan satu kali jadi, hingga Gong Peixin meresponnya, hidung dan mulutnya telah berdarah.
“Maaf ya, aku hanya sembarang bicara. Tidak ada yang namanya Tian’er, aku hanya bercanda dengan kalian, kenapa kalian percaya?” Zeng Li mengedipkan matanya dengan licik, lalu melihat senjata di tangannya itu, “Paman Gong, aku tidak tahu apakah senjata ini asli atau tidak, aku coba tembak di perut kamu gimana ya?”
“Ja-jangan tembak!” Mei Xiyun berteriak hingga hampir tidak bersuara: “Itu senjata asli!”
“Istriku, sudah tidak apa sekarang!” Qin Yinuo menghibur Mu Xue dengan suara lembut.
Mu Xue bersandar di dalam pelukan Qin Yinuo, lalu berbalik badan merangkul di lehernya, lalu menutup wajahnya di dalam dadanya, berkata penat: “Qin Yinuo, aku ingin pulang. Kita pulang ya?”
“Iya! Aku pulang!” dia menepuk punggungnya. “Jangan takut, ada aku!”
“Xiao Xue tidak apa kan?” Wu Jingxuan juga terkejut.
Mu Xue hanya bisa bersandar di dalam pelukan Qin Yinuo, tidak lagi berbicara, ia hanya menggelengkan kepala.
Gong Peixin dan Mei Xiyun saat ini sangat marah. Mi Le saat ini malah berkata: “Qin Yinuo, Paman Gong dan Bibi Mei hanya khawatir pada Tian’er. Semoga kamu bisa memahami perasaannya. Xiao Xue tidak masalah. Kalian pergilah!”
Mi Ling belum berbicara, tapi tatapannya tidak berpindah dari wajah Mei Xiyun. Dia akhirnya berjalan mendekat, “Bibi Mei, apakah kamu adalah BIbi Mei? Aku sadar kamu adalah ibu yang memiliki hati terkotor di dunia ini. Lucu sekali. Bahkan hidup matinya anak sendiri tidak dipedulikan, malah mengurus anak yang tidak ada hubungan darah. Kamu ini memang teladan bagi ibu tiri di seluruh dunia, apakah kita harus membuatkanmu sebuah patung, membangun sebuah kelenteng, dan menyembahmu? Agar seluruh dunia tahu, bahwa kamu adalah ibu tiri yang paling berjiwa besar dan paling tidak egois?”
Mi Ling tertawa: “Iya, wanita sepertimu hanya bisa berpura-pura, akting. Demi kehidupan makmur sendiri, rela menelantarkan anak sendiri yang masih kecil, kemudian menikah dengan keluarga kaya. Kamu mana mungkin mengakuinya!”
Mu Xue segera mengangkat kepala, berkata dengan sedih: “Mi Ling, jangan katakan lagi, aku mohon jangan katakan lagi!”
Mi Ling malah semakin semangat, “Xiao Xue, mengapa tidak mau dikatakan? Aku sudah menahannya cukup lama. Hari ini aku akan membongkar topengnya. Semuanya perhatikan ya, wanita bermarga Mei ini adalah ibu kandung Mu Xue. Tadi jika kita tidak salah lihat, dia menyuruh Paman Gong untuk mengarahkan senjata kepada Mu Xue, dia menggunakan anak kandung untuk diganti dengan anak tiri. Perilakunya ini sungguh membuat orang bingung!”
Ibu kandung?
Qin Yinuo merasa heran dan termenung, pantas saja, pantas saja wajah Mu Xue menjadi begitu pucat, pantas saja dia tampak sangat sedih. Ternyata Mei Xiyun adalah ibu kandungnya!
Mu Xue yang berada di dalam pelukan Qin Yinuo, tubuhnya bergetar, sedangkan tangan Qin Yinuo memeluknya semakin erat, dia, benar-benar pandai menyembunyikan sesuatu!
“Aaaa! Bagaimana mungkin ada ibu kandung seperti ini!”
“Iya, aneh sekali. Dia malah menyuruh suaminya membunuh anak kandung sendiri!”
“Anak kandung sendiri saja tidak terurus, masih mau jaga anak tiri. Konyol sekali!”
“……”
“Mi Ling, kamu jangan bicara lagi!” di dalam hati Mu Xue, wanita ini sudah lama menjadi orang asing.
Mi Ling sungguh sangat marah. Dia tidak melihat wajah Xiao Xue yang telah pucat, melainkan terus berbicara: “Xiao Xue, kenapa kamu begitu baik. Wanita ini tidak pantas menjadi ibu kandungmu. Aku di sini ingin bilang bahwa dia bukanlah manusia! Agar semua orang tahu, dia tidak pantas memiliki identitas sebagai seorang ibu!”
__ADS_1
Ekspresi wajah Gong Peixin semakin buruk, dia menatap Mi Ling, wajahnya yang dingin itu berubah menjadi emosi, berkata dengan muram, “Kamu diam!”
“Kamu menyuruhku diam?” Mi Ling tertawa dingin: “Jika bukan karena Gong Tian’er, kamu kira kamu bisa berdiri di sini mengikuti acara tunangan ini? Kamu kira aku suka keluarga kalian menjadi keluarga kakak iparku? Untung saja Gong Tian’er bukan orang yang berhati jahat seperti kalian, jika tidak jangan harap dia bisa menjadi kakak iparku! Aku curiga, sebenarnya kalian suami istri manusia atau bukan? Kamu jelas tahu bahwa Mu Xue adalah anak Mei Xiyun, tapi kamu berpura-pura tidak tahu. Apakah hati nuranimu sudah dimakan anjing?”
Mei Xiyun tidak bisa berkutik.
Semakin Mi Ling berbicara, dia semakin emosi, “Semuanya lihat ya, ayah ibu, aku tidak setuju kakakkmu menikahi Gong Tian’er. Bukan karena Gong Tian’er, tapi karena orang tuanya. Sungguh menyebalkan!”
“Mi Ling, aku mohon kamu jangan mengatakannya lagi?” Xiao Xue tidak ingin menggunakan masalah ini menjadi beban di dalam hati. Meskipun dia telah berubah menjadi kuat, tidak mempedulikan banyak hal, tapi jika dikatakan, hatinya ini seperti dibebani oleh sesuatu, bahkan untuk bernafas saja sakit sekali.
“Xiao Xue, ayo kita pulang!” Qin Yinuo memeluk Xiao Xue, lalu melirik Wu Jingxuan, kemudian berkata pada Zeng Li: “Bawa pulang JIngxuan, tolong jaga dia!”
Qin Yinuo mereka pun pergi.
Tapi sekarang Gong Peixin dan Meixiyun berubah menjadi tokoh pembahasan orang-orang. Mi Le sendiri masih termenung. Ternyata, Bibi Mei adalah ibu kandung Mu Xue!
“Paman Gong, silakan kalian pergi juga!” Zeng Li memerintahkan mereka dengan senjata. “Anakmu pasti akan kembali!”
Wu Jingxuan juga berkata: “Tuan Gong, Nyonya Gong, Gong Tian’er pasti bisa pulang dengan selamat. Kalian jangan khawatir!”
Saat ini hatinya juga tidak tenang, dia sepertinya tahu mengapa Pei Lingfeng melakukan hal ini! Awalnya dia tidak mengerti, tapi sekarang suasana hatinya sangat kacau.
Wu Jingxuan menolehkan kepala dan berkata pada Mi Le: “Mi Le, apakah dia mengancammu?”
Mi Le tertegun, kemudian menekan tombol rekam, memberikannya pada Wu Jingxuan. “Ini adalah rekaman yang tadi, kamu boleh coba dengar!”
Wu Jingxuan mengambilnya, mendengar suara rendah dari Pei Lingfeng: “Mi Le, Gong Tian’er ada di tanganku!”
“Apa yang kamu inginkan? Siapa kamu?” terdengar suara Mi Le dari belakang rekaman.
“Kamu tidak perlu pedulikan aku siapa! Yang paling penting, kamu tidak boleh menikahi Gong Tian’er!”
“Apa yang kamu inginkan? Kamu jangan lukai dia!”
“Aku ingin kamu menikahi Wu Jingxuan! Dia mencintaimu bertahun-tahun, dia tidak pernah melupakanmu! Aku tahu hatinya itu sedih, juga tahu kamu mencintai dia. Mi Le, sekarang kamu pergi melamar dia di hadapan semua orang. Kamu harus melamar Wu Jingxuan!”
“Jika aku melamarnya, kamu akan melepaskan Gong Tian’er?”
“Setelah kalian menikah, setelah kalian menikah aku akan lepaskan Gong Tian’er! Kamu harus ikuti perkataanku, segera nikahi Wu Jingxuan. Bukannya kamu mencintai dia? Segera, lamar dia. Jika tidak, jangan harap Gong Tian’er bisa kembali hidup hidup!”
“Baik, aku janji!”
Rekaman ini membuat Wu Jingxuan terdiam, agak lama baru menanggapinya. “Mi Le, maaf, aku akan menyuruhnya melepaskan pengantinmu, dia akan kembali tanpa terluka sedikitpun!”
Mi Le menatap Wu Jingxuan, “Dia adalah orang itu?”
Wu Jingxuan mengangguk kepala dengan kaku, “Mi Le, di dalam ini ada kesalahpahaman!”
Selesai bicara, dia segera berjalan menuju Zeng Li dan Zeng Yangyang, “Apakah kalian bisa membawaku pulang dulu?”
Gong Peixin dan Mei Xiyun tidak punya senjata, mereka juga tidak bisa mengancam, jadi mereka hanya bisa pulang, dan memikirkan taktik jangka panjang……
Villa Nomor 15.
__ADS_1
Setelah pulang, Mu Xue mengatakan dia ingin menyendiri, tidak ingin Qin Yinuo mengganggunya.