AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 184 Dia Belum Mati?


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Zeng Li menunggu seorang diri diluar. Teleponnya berdering, dan ia melihat nama Mo Yihui. Selama beberapa tahun ia selalu menghindar dari Mo Yihui, tak disangka wanita itu bisa menelepon padanya. Ia tidak ingin mengangkatnya, tapi pada akhirnya ia memaksakan diri untuk mengangkatnya, “Yihui, kau mencariku ada apa?”


“Zeng Li, memang kau hendak terus bersembunyi dariku kah? Kau sudah bersembunyi selama enam tahun, masih mau terus bersembunyi?” Mo Yihui bertanya.


Hello! Im an artic!


“Tidak…aku tidak bersembunyi darimu! Yihui, bagaimana mungkin aku bersembunyi darimu?”


“Kapan kau hendak bertanggung jawab padaku? Aku sudah memberimu waktu lima tahun untuk bebas, kapan kita menikah?”


“Yihui, ini…” Mengungkit masalah ini, Zeng Li selalu berkeringat dingin. Enam tahun lalu ia pernah mabuk sekali dan tidur dengan Mo Yihui. Memang malam itu ia sudah tidur dengan seorang wanita, dan setelah terbangun Mo Yihui terbangun di sampingnya, sementara di atas ranjang terdapat jejak warna merah.


Karena itu, ia sudah menghindar selama enam tahun.


Hello! Im an artic!


Bagaimana pun ia tak mengerti bagaimana dirinya bisa tidur dengan Mo Yihui si wanita cantik berwajah dingin. Akan ingatannya malam itu, ia tak pernah berpikir banyak. Karena kalau dipikirkan ia akan panik. Mo Yihui bilang memberinya waktu bebas selama lima tahun. Lima tahun kemudian, ia harus bertanggung jawab padanya, yaitu menikah. Tak disangka wanita itu akan meminta menikah di waktu-waktu seperti ini.


“Carilah waktu, dan aku akan mengunjungi paman dan tante, lalu kita akan diskusikan masalah pernikahan!” Mo Yihui berkata.


“Yihui, lebih baik kita berpikir baik-baik!”


“Kau tak ingin bertanggung jawab?” Suara Mo Yihui meninggi.


“Bukan…”


“Kalau begitu ya begitu saja!” Mo Yihui langsung memutus teleponnya.


Zeng Li tertegun. Astaga, kenapa mengerikan sekali? Mau menikah!


Saat ini, tiba-tiba teleponnya berbunyi. Ia hampir menjatuhkan handphonenya. Dan begitu melihat telepon dari Yangyang, ia langsung lega dan mengangkatnya, “Yangyang? Ada masalah apa?”


“Kakak, selamat!” Suara Yangyang tenang sekali, “Kudengar dari Kak Yihui katanya kalian akan segera menikah! Kakak pasti senang sekali kan?”


“Yangyang, tidak ada! Bukan…” Zeng Li menjelaskan dengan gugup. Tapi kemudian ia merasa agak aneh, untuk apa dirinya menjelaskan pada Yangyang? Yangyang kan bukan istrinya, heh!


“Yang penting selamat untuk kakak!” Yangyang tetap tenang sekali, sementara Zeng Li malah jadi gugup.


***


Ketika Qin Yinuo kembali, ia melihat Zeng Li terbengong seorang diri di telepon. Maka ia bertanya sambil mengerutkan alisnya, “Kenapa?”


Zeng Li tersadar dan menggeleng. Ia melihat sekilas pada handphone, Yangyang telah memutus telepnnya. Mo Yihui malah menelepon pada Yangyang. Wanita sialan, kenapa setiap kali ia selalu tidak akur dengan Yangyang, “Bagaimana kata An Qian?”


“Sudah dikontrol! Berita yang akan dikirimnya besok sudah ada di tanganku!” Qin Yinuo menggoyangkan sebuah usb di tangannya!


“Heh! Semudah ini?” Zeng Li hampir tak percaya, “Orang-orang tadi itu kau yang panggil?”


“Ya!” Qin Yinuo mengangguk, “Ada apa denganmu?”


Begitu Zeng Li memikirkan kalau Mo Yihui menginginkan pernikahan, maka ia langsung menundukkan wajahnya, “Nuo, kau bilang kalau pria tidur dengan wanita berperawan di zaman sekarang apa perlu bertanggung jawab?”


Bisa tidak dirinya tak usah bertanggung jawab? Ia benar-benar menyesal kenapa dulu dirinya bilang akan bertanggung jawab.


“Eh! Kau mencelakai siapa?” Qin Yinuo menutup pintu mobil.

__ADS_1


Zeng Li menyalakan mobil, “Yihui bilang ingin menikah denganku!”


“Eh!” Qin Yinuo juga kaget untuk sesaat, “Dia tidak berputus asa?”


“Ya, aneh sekali! Setan baru mau menikah!” Zeng Li mengomel pelan.


“Sungguh tak disangka, dia belum berputus asa!” Qin Yinuo mengerutkan alisnya, merasa ada yang aneh, tapi tak bisa dikatakannya, “Kau hendak bertanggung jawab padanya enam tahun kemudian?”


“Tunggu krisis perusahaan lewat, kau kirim saja aku ke Italia, atau Yunani juga boleh. Yang penting jangan di dalam negeri! Mati pun aku tak mau menikah dengan Yihui!” Memikirkannya saja Zeng Li ketakutan, ia tak pernah setakut ini.


“Kau tak memikirkan Yangyang?” Qin Yinuo bertanya.


“Yangyang?” Zeng Li mengeratkan bibirnya, dan setelah tertegun sesaat ia menoleh, “Dia itu adikku!”


“Kan bukan adik kandung!”


“Mungkin karena kami sudah terlalu dekat, sehingga tak ada keinginan untuk menikah!” Zeng Li teringat akan ekspresi Yangyang yang selalu berkata untuk menikahinya, memikirkan ciuman pertama diantara mereka, dan ia langsung mengeratkan bibirnya. Heh! Astaga! Dirinya semakin kesal.


Memikirkan ciuman itu, memikirkan Yangyang yang selalu menempeli dirinya belakangan dan memikirkan bagaimana dirinya juga selalu menghindari Yangyang, lalu memikirkan lagi nada suaranya yang kecewa ketika menyelamatinya dengan Mo Yilan tadi, rasanya hatinya jadi sakit.


“Kelihatannya kau bukannya tak berperasaan apda Yangyang!” Qin Yinuo menyadari sesuatu dalam ekspresinya–


Sebenarnya Mu Xue menemani Qin Maoxiang di kediaman Qin, tapi kemudian Qin Maoxiang mendapat sebuah telepon dan berkata ia hendak keluar, maka Mu Xue juga tak tahan sendirian di kediaman Qin, kemudian ia meminta sopir untuk mengantarnya ke “Ling Feng”.


Belum mobilnya mencapai “Ling Feng” langsung mogok. Sang sopir turun untuk memperbaiki mobil, sementara Mu Xue menunggunya. Saat ini, tiba-tiba pintu mobilnya dibuka dan dua orang menariknya keluar.


“Kalian– kalian ingin berbuat apa?” Mu Xue bergetar, melihat beberapa pria bertubuh besar di sekelilingnya. Mereka langsung menariknya keluar dan mengelilinginya. Sebelum dirinya sempat berteriak, langsung ada orang yang menyumbat mulutnya, dan ia mencium sebuah bau aneh dari handuk, kemudian ia langsung hilang kesadaran.


“Ah! Kalian ini siapa?” Ketika sang sopir menyadarinya sudah terlambat, mobil mereka sudah melaju pergi. Sang sopir ingin mengejar, namun mobilnya mogok.


“Dia kah orangnya? Gadis kecil ini cantik pula!” Mu Xue ditarik ke dalam sebuah mobil. Di sisi kiri dan kanannya ada orang yang menjepitnya, salah satu pria itu berkata, “Gadis ini sebegitu berharganya kah?”


***


Ketika Qin Yinuo menerima telepon tersebut, ia masih dalam perjalan pulang dari Kota H. Ketika menerima telepon tersebut, dirinya langsung bengong, lalu berkata pada Zeng Li, “Li, Xiao Xue dibawa orang. Pakai kecepatan tertinggi!”


Di tengah kekacauan, dirinya menelepon pada Feng Baiyi, “Yi, istriku dibawa orang!”


“Lokasi?!” Feng Baiyi hanya berkata sepatah.


Qin Yinuo langsung memberikan alamat sopir.


“Yi, cepat sedikit!”


“Satu jam! Paling cepat juga harus satu jam. Aku di Kota H, sekarang aku segera melakukannya sendiri!”


“Terima kasih!” Qin Yinuo berkata muram.


Ia menunggu dengan khawatir. Mobilnya melaju dengan cepat, akhirnya Zeng Li tahu kalau Xiao Xue telah diculik, “Sebenarnya musuh ini mau apa?”


“Bukan penculikan!” Qin Yinuo bisa merasakan dengan jelas kalau ini bukanlah sebuah penculikan, “Pasti mereka punya tujuan mengerikan!”


“Nuo, jangan khawatir!” Sambil mengemudi, Zeng Li sambil menelepon, “Kuhubungi ayahku!”


Qin Yinuo tertegun. Tapi karena terlalu khawatir, sehingga ia tak mengatakan apapun.


“Ayah, suruh pihak polisi atur beberapa orang periksa cctv daerah perkotaan! Plat mobil yang ingin kucari adalah…”

__ADS_1


“A8735…” Qin Yinuo langsung melaporkan nomor platnya.


Setelah Zeng Li mengatakannya, ia berpesan lagi, “Ayah, cepat sedikit. Ini soal nyawa orang. Ayah segera, sekarang langsung telepon, gunakan rekan-rekan ayah untuk mencari seorang wanita bernama Mu Xue! Ayah, dia adalah orang penyelamatku, kumohon!”


Qin Yinuo juga mulai menelepon Pei Lingfeng. Saat ini sudah setengah jam semenjak Xiao Xue dibawa pergi. Begitu Pei Lingfeng menerima telepon, wajahnya langsung memucat. “Du Jing, Du Jing, cepat suruh semua orang cari Xiao Xue!”


Karenanya, ketiga pihak mulai mencari Mu Xue di seluruh kota–


Entah seberapa lama kemudian, seluruh tatapannya gelap. Ketika Mu Xue terbangun, ia hanya melihat kegelapan. Ia bergerak, tapi menyadari kaki dan tangannya diikat. Rasanya di bawah tubuhnya ini adalah sebuah kasur. Matanya sudah diikat dengan sebuah kain hitam.


Ia tidak tahu ini dimana, hanya seluruh tubuhnya kedinginan. Di kasur ini tidak ada selimut, hanya ada papan rusak, ia bahkan tidak yakin kalau ini kasur atau bukan.


Satu-satunya yang diyakininya adalah, dirinya sudah diculik!


Ketakutan langsung melingkupinya, siapa yang telah menculiknya? Ia hendak berteriak, tapi tak ada suara yang keluar. Kenapa dirinya bisa kehilangan suara?


Dalam kegelapan dan keheningan, ia bisa mendengar suara tetesan air pada atas papan. Tes tes tes, bagai suara langkah dewa kematian.


Rasanya ada angin dingin yang bertiup melewati tirai jendela, meniupkan angin segar, juga meniupkan rasa dingin dan ketakutan di udara.


“Qin Yinuo, kau dimana?” Mu Xue bergumam tanpa suara. Dirinya takut sekali, saking takutnya sampai ia hanya ingin bertemu dengan Qin Yinuo.


Kenapa dirinya bisa tidak ada suara?


Kenapa matanya ditutup?


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki, hati Mu Xue juga ikut berkedut. Rasanya saking gugupnya hatinya hendak melompat kelaur. Kemudian sebuah tangan terulur, dan di tengah kekacauan hatinya ia mendenagar suara nafas kasar seorang pria.


“Kau siapa?” Ia menggerakkan mulutnya tanpa suara, tapi ia tak bisa berteriak.


Dagunya dicubit sakit sekali. Dirinya amat ketakutan, siapa yang mencubit dagunya? Ia tak bisa melihatnya, juga tak bisa berteriak, tapi ia masih terus berteriak, “Lepaskan aku!”


Tak ada orang yang menjawabnya, sementara di telinganya ia mendengar nafas kasaro orang itu, dan kemudian orang itu langsung memegang dadanya. Mu Xue menarik nafas, perasaan jijik melingkupinya.


Dirinya semakin melawan, tapi tangan dan kakinya diikat, ia tak bisa bergerak. Tangan orang itu memegang dadanya, menekannya dengan sekuat tenaga. Mu Xue tak bisa melihatnya, tapi ia bisa merasakan seberapa cabul orang itu.


Kacau, takut, dan perasaan jijik langsung melingkupinya. Ia ketakutan luar biasa, jangan!


Suara nafas pria itu semakin berat. Mu Xue merasakan ada orang yang mendekatinya, menekan dagunya hingga rasanya tulangnya hampir hancur. Hatinya kalut, jangan-jangan mereka hendak memerkosanya?


Tidak! Ia langsung menggeleng kuat-kuat, rasanya dagunya sudah hampir hancur. Sakit sekali. Bibir pria itu jatuh di wajahnya. Hampir saja mengenai bibirnya.


Kemudian terdengar suara langkah kaki lagi, sepertinya ada beberapa orang masuk.


Orang itu langsung berdiri dan melepaskannya, tapi hati Mu Xue semakin ketakutan…


Saat ini Mu Xue mendengar suara tawa yang cabul, “Cepat suntik dia! Aku sudah tak sabar menunggu tubuhnya yang menggeliat di bawah tubuh kami…Hahaha…Wanita cantik ini pasti hebat sekali…Teman-teman, cepat siapkan ****** kalian, jangan sampai pihak polisi mendapatkan ****** kita…Hahaha…Buat dia sampai tak bisa menemukan kita.”


Mendengar nada cabul yang menjijikkan itu, seluruh tubuh Mu Xue dilingkupi rasa dingin, ia bergumam, “Qin Yinuo, tolong aku…Qin Yinuo…”


Tiba-tiba lengannya ditarik. Belum sempat ia melawan, lengannya sudah disuntik dengan sebuah jarum.


“Cewek cantik, nanti abang-abang akan membuatmu senang!”


“Tak mau!” Ia tetap tak bisa berteriak. Ia tak tahu apa yang disuntikkan orang-orang itu padanya, pasti bukan sesuatu yang baik.


“Dengar-dengar dia punya hobi yang untuk, suka “bercinta” dengan orang yang memakai topeng. Ayo semuanya, pakai topengnya! Dan lepaskan tutupan matanya, biar dia melihat kita dengan jelas, berapa pria yang telah berhubungan dengannya! Hahaha…”

__ADS_1


Tali pengikat matanya dilepas. Mu Xue membuka matanya lebar-lebar. Pancaran lampu yang menusuk mata langsung membuatnya tak bisa membuka mata. Tapi setelah menyesuaikan diri, ia membuka matanya dan melihat lima pria berdiri di samping kasur. Sepertinya ini ada di dalam gudang, dan dirinya terbaring di atas sebuah kasur tua.


Sebenarnya apa yang hendak dilakukan mereka?


__ADS_2