AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 45 Teman Lama


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Bukan, anda adalah atasanku. Aku harus menghormatimu!” Jantung Mu Xue berdegup sangat kencang.


“Mu Xue, kamu berbeda dengan wanita lainnya!” ujar Qin Yinuo sambil menyetir mobilnya.


Hello! Im an artic!


“Tianyu sangat menyukaimu,” Qin Yinuo melanjutkan ucapannya.


“Aku juga menyukainya,” jawab Mu Xue sambil membayangkan wajah Tianyu yang menggemaskan. Pak, aku benar-benar meminta maaf atas kejadian kemarin. Tidak seharusnya aku bertindak seperti itu …”


“Memangnya apa yang kamu katakan? Aku sudah lupa,” jawab Qin Yinuo mendengar permintaan maaf dari Mu Xue. Lupa? Tidak mungkin! Mustahil dia melupakan apa yang telah Mu Xue ucapkan. Setiba di rumah sakit Qin Yinuo menemani Mu Xue untuk memeriksa bahunya, “Hati-hati, jangan sampai menabrak orang!”ujarnya sambil merangkul Mu Xue.


“Aku bisa sendiri,” jawab Mu Xue.


Hello! Im an artic!


Qin Yinuo menggandeng tangan Mu Xue melewati lorong rumah sakit. Tampak seorang dokter wanita muda berjalan menghampiri. Mu Xue merasa sosok tersebut tidaklah asing, dia merasa seperti pernah bertemu dengannya. Mu Xue tidak mengenalinya, atau apakah dia telah salah mengenali orang?


“Tuan Qin?” sapa dokter tersebut. Siapa sangka ternyata dia mengenali Qin Yinuo.


Qin Yinuo terkejut, “Dokter Li!”


“Wah! Lama tidak berjumpa, aku tidak menyangka akan bertemu dengamu di sini!” ucap dokter Li. Melihat wanita yang berada di samping Qin Yinuo membuat dokter Li tidak melanjutkan lebih jauh ucapannya. Mu Xue tidak bodoh, dengan suara kecil dia berbisik, “Pak, aku akan menunggu di sana!”


“Tuan Qin, lama tidak bertemu. Apa kabar nona Mo?” tanya dokter Li.

__ADS_1


Qin Yinuo termenung sesaat kemudian menganggukkan kepalanya, “Seharusnya baik-baik saja!” Sudah 3 tahun dia tidak bertemu dengannya.


“Rumah sakit kami telah mengembangkan sebuah alat, alat ini akan sangat membantu penyakit yang diderita oleh nona Mo!” ujar dokter Li.


Qin Yinuo terdiam beberapa saat, wajahnya tampak sangat kaku kemudian bertanya, “Apakah penyakitnya bisa disembuhkan?”


“Aku tidak berani menjamin 100%, tetapi setidaknya ada harapan yang besar untuknya. Aku tidak bisa menghubungi nona Mo, untung saja bertemu denganmu disini hari ini!” ujar doter Li sambil tertawa, tampaknya dia tidak tahu apa yang terjadi di antara mereka. “Baiklah, aku akan mengabarinya dan memintanya untuk datang mencarimu. Terima kasih atas informasinya,” ucap Qin Yinuo.


“Permisi …,” Mu Xue muncul sambil berkata, “Dokter, tunggu sebentar.”


Qin Yinuo keheranan melihat tingkat Mu Xue, “Apa yang kamu lakukan?” Dokter Li melihat ke arah Mu Xue, dengan ramah dia bertanya, “Ada apa nona?”


“Dokter, aku ingin bertanya apakah anda mengenal orang yang bermarga Mao?” Mu Xue teringat akan kejadian 5 tahun lalu. Dokter inilah yang memeriksa tubuhnya pada saat itu. Dengan tersenyum dokter Li menjawab, “Nona, orang bermarga Mao yang ku kenal sangat banyak. Aku tidak tahu orang mana yang anda maksud?”


“Apakah kamu masih mengingatku?” tanya Mu Xue menunjuk dirinya sendiri.


“Sudah ayo pergi. Jangan mengganggu dokter Li yang sedang bekerja!” ujar Qin Yinuo sambil menarik Mu Xue.


Mu Xue merasa sangat putus asa, dokter Li sudah tidak mengenalinya. Teringat anaknya yang diculik membuat Mu Xue teringat dengan tuan Mao yang dia temui di kantor Qin Shi. Dengan berani dia bertanya, “Pak, apakah ada orang yang bermarga Mao menjabat sebagai manager di kantor?”


“Tidak ada,” jawab Qin Yinuo.


Qin Yinuo melihat ada kejanggalan, “Kenapa? Apakah ada masalah?”


“Tidak, tidak ada!” jawab Mu Xue sambil menggelengkan kepala, “Mungkin aku sudah salah mengenali orang.”


“Mu Xue, anakku sangat menyukaimu,” ujar Qin Yinuo.

__ADS_1


“Hah?” Mu Xue tampak tidak mengerti.


“Jadilah kekasihku!”ucap Qin Yinuo.


“Pak!” ujar Mu Xue sambil memandangnya. Dengan tegas dia menjawab, “Tidak!”


Qin Yinuo menghela napas kemudian berkata, “Ayo pergi makan!”


Setelah makan Qin Yinuo berkata, “Ayo, aku bawa ke suatu tempat!”


“Kemana?” tanya Mu Xue.


“Sudah, ikut saja!”


Di dalam perjalanan mereka tidak saling berbicara. Suasana tampak sangat canggung. Qin Yinuo membawa Mu Xue ke suatu taman bermain anak-anak.


Dengan tatapan sendu Qin Yinuo berkata, “Sejak kecil anakku sudaah kehilangan ibunya. Itulah yang membuat dia sangat introvert, pemalu dan tidak percaya diri. Aku harap kamu dapat membantuku!” Dia tidak mengerti, “Bagaimana caranya membantumu?”


“Untuk sementara ini jadilah ibu untuk anakku, apakah kamu keberatan?”


“Pak!” Mu Xue mengerti, “Namun tampaknya itu sangat tidak elok, aku bukanlah ibunya. Seorang ibu tidak akan pernah dapat digantikan!”


“Tapi kamu bisa untuk sering-sering mengunjunginya, kan?” tanya Qin Yinuo.


“Baiklah, aku akan sering mengunjunginya,” jawab Mu Xue setelah berpikir sejenak.


Ketika mereka keluar dari mobil, entah apa yang Qin Yinuo katakan kepada guru TK tersebut. Guru tersebut berjalan masuk ke dalam kelas sambil tersenyum.

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian muncul seorang anak kecil, ketika melihat mereka berdua anak itu tersenyum kemudian berlari ke arah mereka berdua dengan sangat bahagia.


__ADS_2