AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 266 Urus Dirimu Sendiri Dulu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Wajah Yu Jinglan menjadi suram ketika dia mendengarnya dan dia merasa emosi dengan ekpresi yang sangat dingin. “Kamu urus dirimu sendiri dulu karena tidak akan terjadi apa-apa padanya!”


“Tapi…..”


Hello! Im an artic!


“Tidak ada tapi!” Dia berkata dengan kesal.


Song Yin langsung merasa takut melihat wajahnya yang dingin.


“Siapa yang menyuruhmu datang ke sini?” Apakah kejadian malam ini hanya sebuah kecelakaan saja? Mata Yu Jinglan terlihat penuh curiga.


“Aku sendiri yang datang mencari kakak! Aku meneleponnya dan dia mengatakan jika dia ada di sini.” Song Yin berkata pelan dan tanpa sadar tangannya menarik jasnya, di dalam hanya ada kemben dan dia memakai jas untuk menutupi dirinya dan dia merasa sangat hangat.


Hello! Im an artic!


“Kamu jangan urus masalah dia lagi kelak! Duduk dengan baik!” Wajahnya terlihat serius dan menyalakan mobilnya dan katanya ini bukan hanya perintah biasa saja. “Apakah kamu mendengarnya?”


“Oh!” Dia mengatakannya dengan berat hati. “Tapi dia adalah kakakku sehingga aku tidak bisa tidak peduli padanya!”


“Apakah kamu tahu jika kamu akan habis jika aku terlambat datang malam ini!” Amarahnya semakin besar ketika mengingat dia ditekan di tembok oleh tiga orang pria.


“Tapi pada akhirnya kamu datang!” Dia berkata pelan sambil mengendus hidungnya.


“Sial!”


“Maaf!”


“Heng! Bagaimana aku tahu aku datang tepat waktu atau tidak, siapa tahu kamu benaran takut atau bukab atau kamu sangat ingin tidak ada orang yang datang menolongmu! Lagipula kamu juga bukan perawan…..”


Kata-katanya membuat Song Yin menjadi pucat dan dia melirik Yu Jinglan yang sedang mengemudikan mobil dengan hati-hati.


Meskipun pria yang ada di sampingnya sangat dingin dan kata-katanya penuh cibiran tapi ketika dia memikirkan dia datang menolongnya dan memberikan baju untuknya dan Kakak besar Yu yang penuh perhatian, dia berpikir jika itu adalah Kakak besar Yu yang dulu dan hati Song Yin merasa hangat lalu dia menghela napas dan berkata, “Apakah perawan atau bukan sangat penting?”


Dia bertanya dengannya juga dengan dirinya sendiri.


Dia tahu jika dia mengkhawatirkan dirinya tapi pria ini bahkan sangat arogan menunjukkan perhatiannya. Mungkin dia harus merasakan dunia yang ada di dalam hatinya dengan baik.


Vila.


Song Yin sudah berada di kamar mandi selama satu jam lebih.


Dia sudah mencuci tubuhnya banyak kali sehingga kulitnya yang putih terlihat bengkak, Song Yin masih berada di kamar mandi dan air juga terus mengalir untuk mencuci bekas luka yang disebabkan pria lain…..


Kakak besar Yu menolongnya!


Dia seolah-olah seperti dewa yang turun dari langit.


Matanya sedikit bingung dan pintu dibanting dengan suara keras.


Song Yin melihat ke arah sana dengan kaget dan dia melihat sosok tinggi di depan pintu yang memakai baju tidur dan wajah yang tampan dan rambut hitamnya agak berantakan, matanya yang dalam disipitkan dan terlihat tidak sabar. “Kamu mau mandi berapa lama?”


Song Yin tanpa sadar menutup tubuhnya.


“Buat apa ditutup? Bagian mana yang aku tidak pernah lihat?” Yu Jinglan meraih handuk yang ada di samping lalu melemparkan kepadanya, tanpa sadar Song Yin menangkapnya. “Jika kamu tidak keluar dalam satu menit maka aku akan membongkar kamar mandinya!”

__ADS_1


“Aku segera keluar!” Dia melihatnya sudah berjalan keluar.


Song Yin keluar sambil menunduk dan wajahnya menjadi merah karena dia melihat tubuhnya tadi dan dia berjalan keluar dengan lemas.


Dia memakai handuk dan air di rambutnya masih menetes, dia baru sampai di pintu dan sebuah handuk dilemparkan ke kepalanya lagi dan Song Yin sekali lagi tanpa sadar menangkapnya dan dia kaget lalu melihat Yu Jinglan sedang memelototinya.


Dia menunduk sambil menyeka air di rambutnya yang panjang dan hatinya sangat panik tapi mulutnya masih bergumam, “Terima kasih Kakak besar Yu!”


“Datang ke sini jika selesai menyekanya!” Matanya berhenti di tempat luka yang dipegang oleh pria tadi sambil datang mendekatinya dan dia mengangkat dagunya dengan kasar dan hati Song Yin kaget serta wajahnya memerah.


Tiba-tiba Yu Jinglan menunduk dan sewaktu Song Yin kaget, Yu Jinglan telah menempelkan bibir di lehernya dan menghisapnya dengan kuat.


Sakit!


Lemas!


Tapi Song Yin tidak berani bergerak!


Yu Jinglan melepaskannya pada detik berikutnya sambil menatap bagian lehernya dan berbalik ke arah tempat tidur. “Ke sini, aku akan mengoleskan obat untukmu!”


Song Yin tertegun dan mendekatinya dengan patuh.


“Duduk! Buka handuknya!”


Duar! Wajahnya seperti terbakar! “Tidak, tidak perlu! Tidak perlu diobati!”


Karena seluruh badannya memar maka tidak apa-apa juga tidak diobati dan yang paling utamanya adalah karena dia tidak memakai apa-apa di dalamnya.


Tapi begitu dia selesai bicara, Yu Jinglan telah membuka handuk yang ada di badannya. “Jika kamu banyak omong kosong lagi maka aku akan menyiksamu sampai mati malam ini!”


Song Yin kaget, bos jangan berbuat seperti itu?!


Mata Yu Jinglan perlahan-lahan menyipit karena melihat lekukan tubuhnya yang indah dan sebuah sinar berbahaya terlihat di matanya tapi dia hanya mengeluarkan bola kapas alkohol dengan penjepit untuk membersihkan lukanya.


Meskipun dia melakukan semuanya secara pelan tapi Song Yin tetap merasa sesak.


Ada banyak bekas memar di badan Song Yin sehingga terlihat menakutkan, dia menuangkan minyak obat di telapak tangan lalu dia mengoleskannya di area yang memar itu dan Yu Jinglan memakai tenaga yang pas sehingga bekas memar yang terkena obat terasa sakit dan tangannya terasa panas dan membakar kulitnya yang membuatnya lebih sesak lagi tapi hatinya terasa hangat karena gerakannya yang penuh perhatian.


Tidak tahu kakak ada di mana sekarang?!


Mata Yu Jinglan berkedip-kedip tapi tidak mengatakan apa-apa dan waktu terus berjalan dan akhirnya tangannya meninggalkan tubuhnya lalu berdiri lalu berkata, “Aku sangat lelah, kamu juga istirahat lebih pagi!”


Dia berjalan keluar setelh mengatakan ini.


Song Yin perlahan-lahan membuka mulutnya sambil mengedipkan matanya dan tapi akhirnya tidak mengatakan apa-apa, sebenarnya dia ingin bertanya kepadanya apakah sudah makan atau belum karena dia masih belum makan.


Song Yin memakai baju dan turun, karena sudah beberapa hari tidak ada orang di rumah maka agak berdebu.


Rumah?!


Song Yin kaget dengan kata ini, mengapa otaknya mengeluarkan kata seperti ini?


Dia sebelumnya mengatakan jika Kakak ipar Zhang sedang cuti dan sekarang sudah seminggu lebih tapiKakak ipar Zhang masih tetap belum kembali dan dia mengatakan jika perlu seseorang membersihkan rumahnya lalu dia menggulung lengan baju tidurnya dan mulai menyeka meja dan membersihkan rumah.


Dia berjongkok di lantai dan terlihat seperti tidak lelah.


Sampai dia selesai menyeka seluruh ruang tamu dan ruang dapur bahkan tangganya juga, Song Yin menyeka keringatnya dan tampak puas sambil melihat jamnya, ya ampun ternyata telah menghabiskan dua jam.

__ADS_1


Lapar sekali!


Dia pergi melihat ke dapur karena sudah beberapa hari tidak membeli sayur maka hanya ada mie dan telur maka dia memasaknya.


Dia baru bersiap membawanya keluar dan memakannya.


“Apa yang kamu lakukan? Bukankah aku menyuruhmu tidur?” Tidak tahu sejak kapan Yu Jinglan muncul di belakangnya sehingga mengagetkan Song Yin.


“Ah, rumahnya agak kotor maka aku membersihkannya dulu dan sekarang aku memasak mie, kamu….. apakah kamu mau makan?” Yu Jinglan tidak menyangka dia akan muncul tiba-tiba.


“Kamu tidak tidur selarut ini, apakah kamu tidak lelah? Wanita bodoh!” Melihat tampangnya, Yu Jinglan merasa kesal lagi, “Belum makan?”


“Ya!” Song Yin mengangguk sambil menarik bajunya dan menunduk. Tapi untungnya meskipun suara Yu Jinglan sangat serius tapi dia sepertinya tidak mengejeknya tapi terdengar peduli. “Wanita bodoh!”


Dia memang bodoh tapi apakah dia sebodoh itu? Dia menggigit giginya sambil terlihat perhatiannya yang arogan.


Dia tidak tidur di tengah malam tapi membersihkan rumah, apakah dia wanita yang hampir diperkosa oleh para preman? Apakah dia tidak bisa bersembunyi untuk menangis? Dia telah menangis beberapa saat di mobilnya dan setelah mengotori jasnya dia bahkan membersihkan rumah seolah-olah terlihat orang yang tidak ada masalah lalu makan mie.


Sejujurnya dia merasa sedikit lapar karena sejak pulang dari kota R dia masih belum makan, dia melihat mie yang ada di panci dan sepertinya sangat banyak.


Kebetulan Song Yin mengangkat kepalanya saat ini dan mendapati jika dia sedang melihat mienya maka dia segera berkata, “Apakah kamu sudah lapar?”


Yu Jinglan menarik pandangannya sehingga Song Yin langsung menunduk setelah dia bertatapan dengan mata Yu Jinglan .


Mata hitamnya sangat dalam dengan emosi yang selalu bersamanya sehingga orang tidak berani melihatnya.


Kata-katanya membuatnya ekspresinya sulit dimengerti.


Matanya terlihat bingung disertai amarah yang mengelilinginya dan ekspresinya terlihat rumit ketika matanya melihat tubuh Song Yin.


“Kakak besar Yu, aku akan mengambilkan mie untukmu, kamu ikut makan juga karena aku masak banyak!” Song Yin berpikir jika dia tidak enak mengatakannya dan dia merasa dirinya malu untuk mengatakannya dan tampangnya terlihat imut.


“Ya!” Yu Jinglan berkata lalu berkata lagi, “Apakah tidak ada sayur lain lagi?”


Song Yin tidak menyangka jika dia akan bertanya seperti itu dan dia tersenyum. “Di dalam kulkas hanya ada mie dan telur lalu hanya ada acar, apakah kamu ingin memakannya?”


Yu Jinglan sepertinya ikut bersemangat ketika melihat matanya yang bersinar dan seolah-olah langsung bersemangat, Yu Jinglan ikut tersenyum. “Baik!”


Song Yin mengambil mie lalu membawanya keluar dan Yu Jinglan telah duduk di meja makan, wajahnya terlihat lelah, kantung matanya masih terlihat berat meskipun sudah tidur selama dua jam.


Song Yin meliriknya dengan hati-hati lalu dia membuka acar di dalam kantong dan terasi, “Apakah kamu tidak tidur dengan baik?”


“Ah….. agak sibuk sehingga tidak punya waktu untuk istirahat!” Yu Jinglan berkata dengan sederhana.


“Kamu tidur lagi setelah habis makan mie!” Kata penuh perhatian langsung meluncur dan dia sendiri langsung tertegun setelah selesai mengatakannya lalu menunduk kembali.


Mata Yu Jinglan terlihat menegang tapi tidak terlihat emosinya.


Song Yin mengatupkan mulutnya lalu kembali ke dapur lagi.


Yu Jinglan melihat mangkok yang ada di depannya dan sepertinya dia memberikan semua mie untuknya, dia memiringkan badannya, gas dinyalakan dan sibuk untuk beberapa saat lalu kembali membawa semangkuk mie lagi.


Song Yin menuangkan telur ceplok ke dalam mangkuknya sambil berkata, “Aku akan pergi belanja untuk mengisi kulkasnya besok, kamu ingin makan apa dan kamu boleh memberitahuku dulu supaya aku bisa mempersiapkannya!”


Yu Jinglan tidak bicara untuk waktu yang lama, Song Yin menatapnya dan dia baru berkata, “Aku pergi denganmu!”


Tangan Song Yin menegang sambil mengangga, apakah matahari terbit dari Barat?

__ADS_1


“Membeli barang lebih mudah karena ada mobil!” Dia menambahkannya lagi.


“Tapi bukankah kamu sibuk? Apakah kamu akan kelelahan?” Dia bertanya lagi seolah-olah sudah ada topik pembicaraan di antara mereka, dia awalnya merasa mereka tidak punya topik pembicaraan, yang ada hanya ejekan dan cibiran saja.


__ADS_2