AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 602 Kebahagiaan Di Hati


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Kuncinya sudah dikembalikan kepadanya!” Dia berkata, “Sewaktu hari hujan pada waktu itu, aku membantunya mengambil pakaian!”


Dia menjelaskannya dan Su Yan tiba-tiba merasa tidak enak mendengarnya karena ternyata benar-benar dia yang berpikiran sempit, “Hehe, aku tahu jika kamu tidak ada hubungan dengannya!”


Hello! Im an artic!


Dia tersenyum tanpa daya, “Apakah kamu yakin jika kamu tidak jatuh cinta padaku?”


Dia tertegun kembali lalu memegang wajahnya dan memberikan sebuah ciuman.


Seperti Feng Baiyi menciumnya ketika dia terakhir kali bertanya kepadanya, jika dia bertanya lagi kelak maka dia akan menciumnya untuk menjawab pertanyaan ini.


Setelah selesai menciumnya, Su Yan bersiap berdiri tapi dia memegang pinggangnya, “Kamu ingin pergi begitu saja setelah memeluk dan menciumku?”


Hello! Im an artic!


“Hah!” Mata Su Yan melotot.


“Kamu harus dihukum karena tidak percaya kepadaku!” Dia berkata dengan suara berat dengan wajah suram.


Su Yan tercengang dan merasa sedikit bingung, “Hukuman apa?”


“Diam.” Feng Baiyi meliriknya lalu mulai membuka bajunya.


“Feng Baiyi, aku sedang mengerjakan tugas!” Dia berkata dengan panik, dia tidak menginginkannya lagi bukan?


“Diam, mengerti tidak? Kamu selalu membuatku marah!” Suaranya agak meninggi kali ini dan dia sudah menggendongnya serta langsung masuk ke kamar tidur.


Su Yan melihat wajahnya dan merasa tidak nyaman, matanya terlihat membara sedangkan jantungnya berdetak kencang, “Kamu, aku takut dengan tampangmu……”


Suaranya sangat pelan dan dia seolah-olah mau menelannya sehingga dia merasa panik, “Xiao Bai, suamiku, mengapa tampangmu terlihat seperti mau memakan orang!”


“Kamu harus percaya padaku kelak!” Dia berkata.


“Itu karena tampangmu yang membuat banyak wanita menyukaimu!” Dia bergumam, “Ada wanita yang menyukaimu dan kamu juga membawa kunci rumahnya! Kunci rumah seorang wanita lajang, itu benar-benar hubungan yang terlalu mesra!”


Terdengar suaraa menghela napas, jari Feng Baiyi yang panjang memegang wajahnya lalu menatap matanya dalam-dalam sambil bergumam, “Apakah kamu mencintaiku? Apakah kamu akan cemburu jika tidak mencintaiku?”


Su Yan mengerutkan keningnya, “Apakah aku mencintaimu?”


Pertanyaannya kembali membuat dia lebih tidak berdaya, “Su Yan!”


Badan Feng Baiyi menekannya di antara tempat tidur dan dirinya.


Mulut bertemu mulut, mata bertemu mata, Su Yan menelan ludahnya dan tidak berani bergerak karena dia takut sebuah gerakannya akan memancing api, “Suamiku Feng Baiyi, kamu hari ini terlihat aneh. Baiklah! Aku mencintaimu, kamu mengatakan aku mencintaimu maka aku mencintaimu! Bukankah aku sudah menjawabmu tadi? Kamu tidak menjawabku sewaktu terakhir kali aku bertanya kepadamu dan aku menjawabmu menggunakan caramu! Apakah ada yang salah?”


Dia menatapnya untuk beberapa saat dan tidak ada kegembiraan, dia hanya merasa cinta yang dia katakan bahkan dirinya sendiri juga tidak tahu, dia menunggu suatu hari nanti dia akan mengatakan dengan penuh kasih sayang bahwa dia mencintai dirinya.


“Wawa, jika kamu meninggalkanku, apa yang akan terjadi padamu?”

__ADS_1


“Hah?” Su Yan merasa bingung melihat Feng Baiyi, bukankah sekarang baik-baik saja, mengapa dia tiba-tiba menanyakan pertanyaan yang aneh ini? “Kamu ingin meninggalkanku? Kamu ingin melarikan diri? Bukankah mengatakan tidak akan perpisah selamanya? Pergi kamu! Kamu tidak menepati janjimu!”


Emosinya sedikit tinggi.


“Kamu pasti akan hidup dengan baik, kamu akan bahagia, kamu tetap bisa melewatimu harimu dengan bahagia seorang diri, mungkin kamu akan sedih untuk beberapa waktu, tapi kamu akan tetap bisa seperti sekarang dan bisa menemukan kesenanganmu sendiri, bisa mencari teman baru dan bisa sangat bahagia seorang diri. Karena kamu tidak mencintaiku!”


Feng Baiyi berkata, tapi jika dia tidak ada Su Yan maka dia mungkin tidak akan seperti dirinya, dia akan mengingatnya setiap waktu, merindukan senyumannya dan akan terus mengingat hari-hari ketika bersamanya. Meskipun sebentar tapi dia telah memberikan semua hatinya!


“Feng Baiyi, kamu benar-benar aneh.” Su Yan berkata, meskipun apa yang dia katakan benar jika dia tetap akan bisa hidup seperti biasa ketika meninggalkannya tapi dia sudah terbiasa dengan senyumannya dan dia sudah tidak bisa hidup lagi meskipun belum meninggalkannya.


Tapi hatinya merasa sakit ketika memikirkan akan pergi, sangat sakit, perasaan sakit itu berbeda sewaktu meninggalkan Kakak Chi, perasaan sakit ini bahkan lebih menyakitkan daripada mati, dia tidak bisa menggambarkannya dan hanya merasa hatinya sangat kacau.


“Kamu bisa melihat jika Huilun memiliki perasaan kepadaku dan aku sangat senang kamu bertanya kepadaku tapi kamu bukan sedang cemburu.” Feng Baiyi menekan badan Su Yan dengan tangannya dan memeluknya, “Kamu jangan lupa jika aku adalah suamimu, priamu dan kamu adalah orang yang paling berhak bertanya kepadaku! Tapi aku ingin memberitahumu, aku juga baru tahu jika Huilun menyukaiku di rumah sakit pada waktu itu dan aku tidak tahu sebelumnya, benar! Maka aku ingin pindah dari sini dan kembali tinggal di vila!”


Su Yan menggerakkan badan yang ditekannya tapi dia menemukan jika dia sama sekali tidak bisa bergerak maka dia menyerah untuk berontak sambil bersandar di badan Feng Baiyi dan berkata dengan pelan, “Aku cemburu, hatiku sangat sakit, tapi apakah ini cinta? Apakah aku mencintaimu? Aku mencintaiKakak Chi sebelumnya, tapi aku tidak mati juga meskipun meninggalkannya dan mungkin tidak akan mati juga jika meninggalkanmu, menurutmu apakah terlalu keterlaluan jika seumur hidup ini mencintai dua pria? Aku seperti orang yang sembarangan!”


“Wawa!” Feng Baiyi terlihat senang, “Apa yang kamu katakan?”


“Pokoknya aku tidak suka wanita lain menyukaimu bahkan tidak boleh melirikmu! Aku merasa diriku menjadi sangat pelit, ” Dia tiba-tiba menjadi dominan, “Tidak peduli apakah itu cinta atau bukan tapi kamu adalah milikku dan aku akan membasmi semua wanita yang ingin menganggumu!” Dia berkata dengan serius.


“Haha!” Suasana hati Feng Baiyi menjadi bahagia, “Wawa! Apakah kamu sudah bisa membedakan arti cinta dan suka? Kamu sudah terbiasa dengan Rong Hanchi, itu bukan cinta!”


“Terserah apa katamu, pokoknya aku tidak mau wanita lain menyukaimu!” Dia menarik kepalanya dan mencium bibirnya.


“Kamu sedang menggodaku?” Feng Baiyi berkata dengan suara serak dan tiba-tiba dia menemukan jika posisi mereka sekarang sangat menantang.


Menggoda?


Kakinya sengaja bergerak di bawah badannya, memancing keinginannya.


“Apakah kamu menginginkannya?” Suaranya terdengar serak, Feng Baiyi menatap Su Yan yang menggerakkan badannya.


Dia sengaja melakukannya, dia memasukkan kakinya di tengah kedua kakinya.


Mata Feng Baiyi terlihat suram dan keinginannya terlihat di matanya, “Kamu sedang bermain api.”


“Katanya pria tidak bisa menahan godaan, sepertinya benar.” Su Yan sepertinya tidak peduli dengan peringatan Feng Baiyi dan dia memainkan tangannya di dadanya, “Oh, badanmu bagus sekali, bagaimana kamu melatih ototmu ini? Tapi biar bagaimanapun tidak akan sebesar dadaku!”


“Siluman kecil!” Feng Baiyi bergumam sambil menekan tangannya, “Kamu cari mati!”


“Jangan.” Su Yan terlihat tersenyum jahat, dia menekan telapak tangannya dengan kukunya.


Feng Baiyi tiba-tiba merasa badannya lemas, siluman ini benar-benar, dia jelas-jelas tidak melakukan apa-apa tapi membuatnya bereaksi.


Mata Su Yan melotot sambil melihat Feng Baiyi yang terlihat canggung.


“Uh…..” Terdengar suara renyah Su Yan, “Feng Baiyi, aku mau!”


“Aku suka mendengar kamu mengatakan mau!” Suara serak Feng Baiyi terdengar di telinga Su Yan, “Aku akan mencintaimu.”


Napasnya yang hangat mengenai telinganya sehingga membuat Su Yan menyusut dan berkata karena merasa agak menyesal, “Suamiku, kamu tidak benaran mau melakukannya bukan?”

__ADS_1


“Bagaimana menurutmu?’ Suaranya terdengar ambigu sambil tersenyum.


Tapi bel pintu berbunyi sewaktu Feng Baiyi membuka baju Su Yan.


“Hah! Ada orang datang!” Su Yan tercengang.


Bel berbunyi tidak pada waktunya dan Feng Baiyi mengerutkan keningnya, “Abaikan saja, kita lanjutkan!”


Tapi bel pintunya berbunyi terus.


“Seharusnya Chen Huilun bukan?” Su Yan berkata pelan, “Siapa yang akan datang selain dia?”


“Biarkan saja!” Feng Baiyi berkata, “Biarkan dia terus menekannya!”


Dia ingin masuk tapi bel rumah masih terus berbunyi dan seolah-olah tidak akan berhenti sebelum mencapai tujuannya.


Feng Baiyi dan Su Yan tertegun yang membuat keinginan Feng Baiyi menghilang, dia berada di atas badan Su Yan, “Wawa, kita pindah saja!”


“Haha…..” Su Yan tertawa dan mengangkat kepalanya, “Aku ingin lihat apa yang mau dia lakukan! Aku berani taruhan jika dia sengaja mengetuk pintunya! Selain itu sikapnya membuat orang merasa kesal, aku sama sekali sudah tidak merasa bersalah padanya tapi malah merasa sangat sial, mengapa aku bisa menabraknya ? Kenapa bukan seorang pria? Jika aku menabrak seorang pria dan siapa tahu jika itu adalah pria yang tampan, mungkin saja orang itu akan membuatku membayarnya dengan badan…..”


“Wawa…..” Wajah seseorang terlihat kesal.


“Haha, bercanda!” Su Yan segera tertawa sambil memiringkan badan dan memegang wajahnya, “Bagaimana ini? Dia masih terus mengetuk pintunya!”


Dia tersenyum ringan, “Huilun tidak seperti ini dulu! Ah, belnya berhenti!”


“Apakah kamu sedang membantunya bicara?” Nada suaranya terdengar kesal.


Dia memang tidak menekan belnya lagi tapi keinginannya menjadi hilang karena dia.


“Aku akan pergi menggambar!” Su Yan mengerutkan keningnya, “Kamu pergi masak untukku karena aku mau makan, oh ya, kapan kamu pernah masak untukku?!”


“Hah! Dulu!”


“Kenapa kamu masak untuknya?” Su Yan tidak tahu jika nada bicaranya sangat tajam.


“Wawa…..” Feng Baiyi bergumam dan suara seraknya terdengar memesona dan dia menekannya lagi, “Aku tidak akan masak untuk orang lain lagi kelak!”


Su Yan merasa hatinya tiba-tiba sangat senang.


“Kita lanjutkan!” Dia mencium cuping telinganya.


Terasa ada sengatan listrik yang mengalir, sehingga dia tidak bisa bergerak.


Tiba-tiba pipinya terasa merah dan matanya terlihat dalam. Badannya lemas dan sekali lagi jatuh dalam ciumannya. Hanya saja telepon berbunyi ketika akan masuk sekali lagi!


Su Yan kaget dan keinginannya hilang lagi.


“Itu adalah Huilun!” Feng Baiyi mengambil ponselnya dan merasa sangat marah, “Kita pindah rumah saja, kita pergi malam ini!”


“Tidak!” Su Yan menggelengkan kepalanya, “Aku tidak mau pergi karena aku mau dia yang pindah! Dasar, aku akan menjadi impoten jika begini terus!”

__ADS_1


“Wawa!” Feng Baiyi hampir muntah darah mendengarnya, “Wanita tidak akan impoten!”


__ADS_2