
Hello! Im an artic!
Qin Yinuo tertegun. Ia melihat ekspresi Du Jing yang serius dan mengangguk, “Tenang saja, dia takkan punya kesempatan untuk menyakiti Xiao Xue lagi!”
“Kau akan membunuhnya?”
Hello! Im an artic!
“Bukan, Xiao Xue takkan berharap aku berbuat seperti itu. Tapi kalau dia mau, aku bisa melakukannya untuknya!” Ia berkata, “Aku ada cara lain!”
“Apa?”
“Membuatnya lupa akan masa lalu dan dikirim ke luar negeri!”
“Maksudmu?” Du Jing mengerutkan alisnya.
Hello! Im an artic!
Belum selesai Du Jing mengatakan kalimatnya, Qin Yinuo mendapat telepon, “Yi, ada apa?”
“Mo Yihui sudah dijamin oleh keluarga Mo!” Feng Baiyi berkata di seberang telepon.
“Kenapa bisa dijamin?” Qin Yinuo tertegun. Jangan-jangan?
Ia curiga dalam hati, tapi tidak mengatakan apapun.
“Si tua Mo sudah membuktikan kalau dia punya penyakit otak, pihak kepolisian tak bisa menanggung akibatnya, maka mereka hanya bisa melepaskannya!” Feng Baiyi berkata.
“Aku mengerti, terima kasih!” Qin Yinuo tertegun.
Tuan Mo tiba-tiba mengeluarkan bukti akan penyakit jiwanya. Ternyata ia tahu Yihui adalah orang yang tak waras, tapi kenapa membiarkannya berkeliaran? Bukti itu pasti ada masalah!
Qin Yinuo tak bisa membayangkannya.
Du Jing tengah menunggu jawaban dari Qin Yinuo, “Kau ingin bagaimana?”
“Dihipnotis!” Qin Yinuo berkata.
“Ada gunanya kah untuk orang sakit jiwa?” Du Jing mengerutkan alisnya.
“Aku pergi mengurusnya dulu! Mungkin dia sama sekali tak sakit jiwa!” Qin Yinuo tak menyangka Tuan Mo akan muncul. Bukannya dia tak memedulikan kakak beradik Mo? Ia muncul dan mengatakan Yihui tidak waras. Ada apa dengan Tuan Mo?
Saat ini terdengar suara ribut-ribut dari lantai bawah. Mereka mendengar suara teriakan Zeng Li, “Paman sudah datang?”
Mu Xue yang sudah selesai berganti pakaian juga membuka pintunya. Pas sekali Pei Lingfeng dan Zeng Li naik ke lantai atas.
Begitu melihat Mu Xue, Pei Lingfeng berjalan mendekat dengan terburu-buru, bertanya dengan penuh perhatian, “Xiao Xue, bagaimana, tidak apa-apa kan?”
Dirinya gugup sekali, dan hati Mu Xue jadi hangat dibuatnya, “Aku tak apa-apa!”
Pei Lingfeng langsung memeluknya, “Jangan takut, kedepannya ayah akan mengutus beberapa bodyguard untuk melindungimu. Tidak akan ada kejadian seperti ini lagi.”
Mu Xue membenamkan dirinya dalam pelukan Pei Lingfeng, tidak berbicara. Dirinya yang ketakutan, yang telah mengalami semua ini sudah kelelahan sekali.
Qin Yinuo melihat Xiao Xue yang bergantung pada Pei Lingfeng, tatapannya jadi rumit.
“Pak mertua bawalah Xiao Xue pulang. Aku akan mengurus beberapa hal! Merepotkan pak mertua untuk untuk beberapa hari ini!” Qin Yinuo berkata dengan penuh hormat.
“Ya! Kau tenang sajalah!” Pei Lingfeng tidak mempersulit Qin Yinuo. Karena Qin Yinuo sudah mendapatkan tersangka itu duluan. Kalau ia terlambat, Xiao Xue sudah akan dicelakai.
__ADS_1
“Kutitip Xiao Xue!” Qin Yinuo berkata lagi.
“Ini adalah sebuah kecelakaan. Du Jing, kau atur orang untuk melindungi Xiao Xue. Ya, tidak, kau bertanggung jawab atas keamanan Xiao Xue. Kau tak boleh lepas darinya selama dua puluh empat jam, mengerti?” Pei Lingfeng memerintahkan.
“Baik! Paman tenang saja!” Du Jing menjamin.
Qin Yinuo berkata sekali lagi pada Xiao Xue, “Pulanglah dengan penurut. Jangan keluar rumah, begitu pulang aku akan langsung mencarimu!”
“Ya!” Ia mengangguk.
Qin Yinuo memeluk Xiao Xue di hadapan semua orang, membuat Mu Xue malu dan cepat-cepat melepaskannya.
Qin Yinuo tidak berkata apapun lagi, hanya berkata pada Zeng Li, “Li, ikut denganku ke kediaman Mo!”
“Baik!” Zeng Li mengangguk, lalu menoleh dan berkata pada Xiao Xue, “Xiao Xue, ayahmu adalah paman keduaku. Kita ini saudara sepupu loh. Aku pergi dulu!”
Mendengar kata-kata Zeng Li, Mu Xue langsung melongo. Ia sangat tidak mengerti. Lalu ia menatapi Pei Lingfeng, ayahnya mengeratkan bibirnya, “Kata-katanya benar! Sebenarnya aku ini bermarga Zeng…”
Di kediaman Mo.
Malam pukul sembilan.
“Tuan, Yihui kabur!” Nyonya Mo berlari keluar dengan terburu-buru, “Bagaimana ini, tadi dia masih ada. Sekarang dia sudah menghilang!”
“Sialan!” Tuan Mo berteriak pelan.
Ketika Qin Yinuo tiba, ia melihat kejadian ini, “Yihui menghilang?”
Begitu Tuan Mo melihat Qin Yinuo, ia agak kaget. Ia sudah mengetahui hal di kantor polisi, juga tahu apa yang dilakukan Yihui, “Qin Yinuo, Zeng Li, Yihui memang telah bersalah. Tapi karena dia tidak waras, lepaskanlah dia!”
Mendengar hal ini, Qin Yinuo menatapi wajah Tuan Mo dengan tajam, ekspresinya yang dingin jadi muram dan galak, berkata pelan, “Paman, vonis penyakit Yihui itu asli kah?”
Tatapannya yang tajam tak lepas dari wajah Tuan Mo. Termasuk Nyonya Mo juga kaget. Bukannya Yihui dan Yilan benar-benar ada penyakit ini? Ini kan memang penyakit keturunan Mo?
Apakah mereka benar-benar sama seperti ibunya? Ini penyakit genetik?
Kata-kata Qin Yinuo membuat semua orang tertegun. Nyonya Mo agak kaku, “Qin Yinuo, tak peduli bagaimanapun, kau kan orang yang hampir jadi menantu kami. Yilan tak punya jodoh untuk itu. Yihui juga telah berbuat salah. Demi Yilan, maafkanlah Yihui! Kami bermaksud mengirimnya ke rumah sakit jiwa bersama Yilan! Kau tenang saja, kedepannya tak akan ada kejadian seperti ini lagi!”
Zeng Li menyipitkan matanya yang tajam, “Bukannya Yilan sudah hampir sembuh?”
“Bagaimana mungkin sembuh?” Nyonya Mo melirik sekilas pada Tuan Mo, “Iya kan, Tuan?”
Tuan Mo mengerutkan alisnya dengan marah, “Tutup mulut!”
Nyonya Mo langsung terdiam.
“Tante, baru dilepas beberapa menit, sekarang sudah hilang?” Zeng Li tertawa ringan, lalu menelepon, “Halo, apa kalian sudah melihat ada orang yang keluar dari kediaman Mo?”
Ia mengeraskan suara rekaman telepon,lalu di hadapan semua orang, terdengar suara seorang pria yang berkata, “Li, meski kata ayahmu orang itu sudah dijamin, tapi kita juga perlu mengikutinya selama dua puluh empat jam sampai kasus ini selesai. Kami terus mengikuti mobil keluarga Mo sampai mereka masuk ke rumah. Setidaknya sebelum kalian masuk, tidak ada yang keluar!”
Zeng Li tersenyum, “Paman Mo, Nyonya Mo, kalian berbohong kan?”
Wajah Tuan Mo mengeras, “Qin Yinuo, ini adalah masalah pribadi kami!”
“Paman, aku hanya ingin tahu vonis penyakit itu asli atau tidak!” Tatapan tajam Qin Yinuo jatuh pada Tuan Mo, seolah hendak menyelidiki pikirannya. Suaranya terdengar rendah sekali, “Aku tak ingin kejadian ini terulang sekali lagi, keluarkanlah Yihui.”
“Tentu, tentu saja benar…” Tubuh Tuan Mo jadi tegang.
“Paman, apakah dia punya penyakit atau tidak hanya perlu diperiksa dokter untuk sesaat, bukan divonis berdasarkan kata-katamu, juga bukan berdasarkan hasil laporan di tanganmu. Aku ingin memeriksa ulang!”
__ADS_1
Zeng Li juga langsung sadar. Ia melirik sekilas pada Tuan Mo yang terlihat muram, kemudian ia langsung menyadari akan apa yang salah. Ia langsung kaget. Hasil laporan kesehatan itu palsu!
“Kalian curiga aku telah memalsukan laporan?” Tuan Mo tertegun.
“Memangnya bukan palsu?” Terdengar suara ringan seorang wanita dari laur pintu. Semua orang menghadap ke arahnya. Begitu melihat orang yang datang, semuanya kaget.
***
Yang datang adalah Mo Yilan dan Han Lie.
Wajah Mo Yilan saat ini penuh dengan ekspresi penderitaan, sementara Han Lie memeluk pinggangnya. Ia kurus sekali, rasanya kalau ditiup angin bisa terbang. Tapi tatapannya sekarang sudah jadi fokus, matanya juga bersinar. Begitu masuk dan melihat semua orang, tatapannya tidak lagi kosong.
“Yilan?” Tuan Mo kaget, “Lanlan, kau benar-benar sudah sembuh?”
Ekspresi Tuan Mo penuh dengan kejutan. Ia hampir saja mengalirkan air mata, seolah tidak percaya kalau ini adalah kenyataan.
Han Lie membawa Yilan ke sisinya. Han Lie berkata, “Ya, dia sudah sembuh! Ini bukan penyakit genetik. Asalkan ada cinta, maka ia bisa merasakannya, dan dia pasti bisa sembuh! Sejak kecil mereka berdua kekurangan rasa aman, sehingga barulah mereka jadi seperi ini.”
“Yang penting sembuh, yang penting sembuh!” Tuan Mo menolehkan wajahnya, “Aku yang salah! Aku yang tidak mengurus kalian dengan baik!”
Nyonya Mo juga bersemangat, “Lan Lan, kau benar-benar sudah sembuh kah?”
Mo Yilan menatapi nyonya Fu dan mengangguk, lalu memegang tangannya, “Ibu, aku sudah sembuh!”
“Benar kah, kau sudah kenal denganku. Lan Lan sudah kenal denganku! Tuan, dia sudah kenal denganku!” Tiba-tiba Nyonya Mo mengalirkan air matanya, “Bagus sekali, yang penting kau sudah sembuh!”
Mo Yilan melepaskan tangan Nyonya Mo, lalu tatapannya jatuh perlahan ke tubuh setiap orang. Awalnya Qin Yinuo. Ketika melihat Qin Yinuo, ia langsung jadi agak kaget dan kemudian tersenyum, “Nuo! Kita bertemu lagi!”
“Kau, Yilan, aku tahu kau pasti bisa sembuh.” Qin Yinuo tertegun selama sesaat. Hatinya jadi lega, bagai sebuah beban besar yang terangkat.
Mo Yilan mengangguk, lalu tidak mengatakan apapun pada Qin Yinuo. Ia menatapi Zeng Li, kemudian tersenyum dan berjalan ke arahnya, “Li, lama tak bertemu! Kau baik kah?”
Zeng Li tertegun, penuh dengan kejutan. “Yilan, kau benar-benar sudah sembuh! Bagus sekali! Kau bahkan kenal denganku, aku senang sekali.”
Mo Yilan mengulurkan tangan untuk memeluk Zeng Li, “Li, terima kasih. Will itu dokter yang kau carikan untukku kan?”
“Kau sudah tahu ya?” Zeng Li memeluknya dengan penuh semangat, “Kau benar-benar sudah sembuh. Betul, Will itu dokter yang kucari, tapi kalau uang sih Nuo yang bayar!”
Han Lie berjalan mendekat dengan anggun, ekspresinya tidak lagi dingin. Hanya tersisa ketenangan di dalamnya, berkata pada Qin Yinuo, “Aku akan membayarmu uang terseebut!”
“Tidak!” Qin Yinuo menggeleng, “Ini sudah seharusnya kulakukan!”
Karena ia sudah berhutang terlalu banyak pada Mo Yilan.
Mo Yilan memeluk Zeng Li selama sesaat, tapi tidak memeluk Qin Yinuo. Lalu ia berkata, “Lie sudah memberitahuku semua masalah hari ini! Aku sudah tahu apa yang dilakukan Yihui. Aku memohon maaf pada Mu Xue, dan semoga kalian terus bersama sampai tua nanti!”
“Terima kasih!” Qin Yinuo menggeleng. Ia tak menyangka akan mendapat ucapan dari Yilan, ia benar-benar tersentuh sekali.
Kemudian Yilan berjalan lagi untuk memeluk Han Lie, berkata pada semua orang, “Kalau tak ada Han Lie, takutnya seumur hidup aku akan terus seperti itu. Lie, terima kasih! Benar-benar terima kasih!”
Han Lie memeluknya, “Yilan, tak usah dipikirkan lagi. Kita harus melihat ke depan!”
“Ya!” Mo Yilan mengangguk dalam pelukannya.
Mereka berpelukan bersama, membuat mata Qin Yinuo dan Zeng Li memerah.
Semua orang berharap Yilan bisa berbahagia! Sepertinya ia sudah kehilangan terlalu banyak hal. Sekarang ia sudah normal, dan Han Lie masih ada di sisinya, semuanya sudah membaik!
Setelah sesaat, Mo Yilan baru menengadah dalam pelukan Han Lie. Kemudian ia memutar tubuhnya, menatap Qin Yinuo ,berkata pelan, “Nuo, maaf. Sepertinya aku sudah bermimpi aneh. Mungkin karena aku sudah tertidur terlalu lama, sekarang baru terbangun. Segala hal di masa lalu, kalau aku sudah berbuat salah, harap kau lupakanlah. Aku akan membawa Yihui pergi. Kami akan ikut Han Lie ke Perancis, harap kau berikan dia satu kesempatan!”
__ADS_1