
Hello! Im an artic!
Feng Baiyi menatap Su Yan, matanya terbuka lebar, membungkuk, menekan tubuh lemah Su Yan, menutupi bibir merah mudanya dan menatapnya dengan dingin: “Kamu hanya bisa menjadi milikku!”
“Tidak! Jangan sentuh aku!” Dia berteriak tak berdaya. “Aku tidak mencintaimu, yang aku cintai adalah…”
Hello! Im an artic!
Feng Baiyi menutup bibirnya untuk menghentikannya menyebut nama itu. “Jangan menyebut orang itu lagi, jika tidak, aku akan membunuhnya tanpa belas kasihan!”
“Um…” Dia menghindari bibir Feng Baiyi yang hangat.
Kedua matanya yang gelap dan dalam memperlihatkan cahaya yang tegas dan dingin, “Aku akan membuatmu sadar wanita milik siapa sebenarnya dirimu!”
Senyuman jahat muncul di sudut mulutnya dan dia menekan Su Yan dengan keras…
Hello! Im an artic!
Ketika semuanya sudah tenang dan ketika dia akhirnya tidak memiliki kekuatan lagi, Feng Baiyi mengambil ponsel, memfoto tubuh Su Yan, kemudian memperhatikan wajah kecilnya yang memerah dan berkata dengan sungguh-sungguh: “Sayang, fotomu juga ada padaku, aku hanya mengijinkanmu melihat fotoku, tidak boleh dikirim ke mana-mana dan fotomu juga tidak akan aku kirim ke mana-mana! ”
Su Yan menatapnya dan dia juga menatap Su Yan. “Aku benci padamu!”
“Aku tahu!” Katanya, matanya sedikit kesepian. “Aku tahu kamu menyukai Rong Hanchi.”
Nadanya agak mencela diri sendiri. “Tapi mau bagaimana lagi? Dia sudah menikah dengan Feng Ling’er! Feng Ling’er~lah istrinya.”
Su Yan tertegun dan memelototinya. Ya benar, Feng Ling’er-lah istri Kak Chi. Matanya menjadi muram, lalu menatapnya lagi, “Meski begitu, aku juga tidak akan menyukaimu!”
Kata-katanya membangkitkan amarah Feng Baiyi, dua wajah yang sama indahnya, dua pasang mata yang sama-sama memancarkan kekesalan. Keduanya saling memandang, tak satu pun dari mereka yang mengalihkan pandangan terlebih dahulu, juga tidak ada yang ingin kalah.
Feng Baiyi mengertakkan gigi dan akhirnya mengeluarkan kata-kata, “Baiklah, sayang, kamu memang memiliki karakter yang kuat, tetapi sekarang kamu adalah istriku!”
Saat dia berbicara, bel pintu berbunyi.
Feng Baiyi membungkus dirinya dengan handuk, lalu keluar untuk membuka pintu, sedangkan Su Yan meringkuk, mencerna apa yang baru saja pria itu katakan.
Hanya dalam satu menit, Feng Bai masuk dan melempar buku merah ke tempat tidur. Su Yan tertegun sambil mendengarkannya berkata: “Nyonya Feng yang sah, Feng Su Yan, ingat statusmu, sayang!”
“Kamu?” Su Yan tercengang. Dia membungkus dirinya dengan selimut, mengulurkan tangan untuk meraih buku itu dan dia menemukan ada cap merah yang bertuliskan dua kata besar yang tercetak di atasnya: akta nikah.
Dia membukanya dengan cemas dan menemukan bahwa ada foto yang semalam mereka ambil, yang ditimpa dengan cap timbul, ini benar-benar sertifikat asli yang dikeluarkan oleh departemen terkait. “Tidak, ini palsu, aku masih dibawah umur, umurku belum mencukupi!”
Dia tidak bisa terima, dia tidak bisa menerima ini secara tiba-tiba, tiba-tiba dia sudah menjadi istrinya.
“KTP mu sudah direvisi, ini yang baru!” Sambil berkata, Feng Baiyi melempar sebuah KTP.
“Ah…” teriak Su Yan.
Sialan, ini terlalu mengerikan, kemampuannya terlalu hebat, tanpa dia datang ke departemen pernikahan, pria ini sudah bisa mendapatkan akta nikah. “Aku tidak ingin menikah denganmu, siapa kamu?”
Feng Baiyi tidak mengatakan sepatah kata pun, dia keluar dan pergi ke kamar mandi untuk mandi. Kemudian dia mengganti pakaiannya dan melihat jam, pukul sepuluh. Tidak disangka akta nikah itu selesai begitu cepat, dia kira sore nanti baru bisa selesai!
Suasana hatinya cukup baik, dia mulai membereskan bahan-bahan makanan yang baru saja diantar dan mulai memasak untuk wanitanya.
Su Yan tertegun sangat lama, dia masih tidak bisa menerima kenyataan. Bagaimana bisa dia tiba-tiba menjadi istri Feng Baiyi?
Setelah selesai memasak, Feng Baiyi pergi memanggil Su Yan, tetapi tidak ada seorang pun di kamar itu dan dia sama sekali tidak mendengarnya berjalan keluar kamar, lalu kemana perginya dia?
Dia sedikit panik, mencarinya kemana-mana.
__ADS_1
Pintu lemari tertutup, Feng Baiyi seperti mendengar isak tangis dari dalam lemari.
Dia mengetuk pintu. “Sayang…”
Tiba-tiba tidak ada suara lagi, Feng Baiyi berulang kali mengetuk pintu untuk waktu yang lama, tetapi tidak ada jawaban sama sekali. Feng Baiyi sedikit khawatir, tanpa memperdulikan Su Yan, dia langsung membuka pintu lemari.
Cahaya masuk ke dalam lemari yang sangat gelap itu. Su Yan sedang meringkuk di dalam lemari, terisak-isak sambil menyeka air mata, memeluk kakinya, rambut panjang yang halus terurai di punggungnya.
Dia tampak masih gemetaran. Feng Baiyi pun membuka pintu lemari dan cahaya menyinari semakin terang, akan tetapi dia hanya duduk di sana tanpa reaksi apa pun.
“Sayang?” Feng Baiyi jongkok di depannya, menepuk-nepuk punggungnya dan merasakan tubuhnya yang dingin. Dia pun mengerutkan keningnya lagi, “Gadis bodoh, kenapa kamu duduk di sini?”
Su Yan masih tidak bersuara, dia hanya terus menggigit bibir bawahnya, sangat keras, terasa bau darah di antara bibir dan giginya.
Feng Baiyi memegang dagunya dan mengangkat kepalanya, dia pun menyadari bahwa Su Yan telah di banjiri air mata. Feng Baiyi tiba-tiba mulai merasa iba padanya, membuka kedua lengannya dan memeluk Su Yan dengan erat, “Ada apa? Kenapa kamu menangis? Apakah karena apa yang terjadi tadi malam ataukah karena akta nikah?”
Wajah Su Yan yang dipenuhi air mata tiba-tiba tersenyum, bibirnya melengkung, membuatnya terlihat sangat cantik, dia pun memotong perkataan Feng Baiyi, “Kenapa kamu ingin aku menjadi istrimu?”
Setelah duduk di ruang kecil itu begitu lama, dia sudah berpikir dengan sangat jelas bahwa dia tidak bisa kembali dengan Kak Chi lagi, kesuciannya juga sudah dirampas oleh Feng Baiyi dan dia berutang kesehatan pada Chen Huilun. Apa lagi yang pantas dia katakan?
Feng Baiyi menatapnya. “Apakah kamu tidak menyukai status ini?”
Su Yan tertegun dan tersenyum lagi. “Suka! Berapa banyak wanita yang memimpikan status ini?”
Tapi senyumnya membuat Feng Baiyi merasa semakin tidak tenang, dia sedikit gelisah, mengulurkan tangan dan memeluk Su Yan, lalu menggendongnya ke tempat tidur dan membungkusnya dengan selimut. “Sayang, kamu bohong!”
“Jika kamu ingin menjadi suamiku, berikan aku lima juta yuan. Aku tidak ingin mengumpulkan sumbangan dana dan ditindas oleh orang mesum lagi!” Ucapnya dengan percaya diri. “Tidak, aku ingin tujuh juta yuan, 2 juta yuan-nya akan ku gunakan untuk bersenang-senang!”
Karena bagaimanapun dia tidak bisa menghilangkan status ini dan Feng Baiyi bersedia menjadi suaminya, maka dia hanya bisa menganggap semuanya masuk akal. Jika dia meminta uang padanya, itu juga masuk akal. Sedangkan semalam, anggap saja dia dilindas oleh sebuah roda, anggap saja itu semua adalah sebuah mimpi buruk.
Feng Baiyi terkejut dan menjawab dengan cepat: “Oke!”
Tetapi dia merasa bahwa di dalam hati Su Yan, Su Yan tidak suka menjadi Nyonya Feng, Dia berpikir, mungkin caranyalah yang salah.
Kata-kata Su Yan yang tidak berperasaan itu, terdengar sangat kejam di telinga Feng Baiyi, membentuk pusaran air di dalam hatinya, rasa pahit di hatinya pun meluap.
Ketika melihat bekas air mata di wajah Su Yan, melihat tubuhnya gemetaran dan melihat senyum keterpaksaannya, kepahitan di hati Feng Baiyi semakin mendalam.
“Sayang, jangan pergi bekerja lagi, pergilah kuliah!” Dia sudah menghubungi pihak sekolah sejak beberapa waktu lalu, tapi tidak dia memberitahunya.
Su Yan tercengang, sedikit bingung.
“Pergilah kuliah di Universitas D, kamu boleh mengambil jurusan apa pun yang kamu inginkan!” Feng Baiyi menatapnya dengan sedikit tidak berdaya. Bagaimanapun, dia masih belum berumur delapan belas tahun, dia masih dalam usia untuk belajar. Sebelumnya, Rong Hanchi juga telah mengurus pendaftaran kuliah untuknya.
“Aku tidak akan berterima kasih padamu!” Katanya dengan penuh amarah. Tapi ada sedikit rasa terharu di hatinya, karena Feng Baiyi menyebutkan hal yang paling ingin dia lakukan, kuliah, itulah yang paling dia harapkan dan inginkan.
Feng Baiyi tidak bisa berkata-kata, membelai rambutnya dan berkata dengan lembut, “Ayo bangun dan makanlah!”
“Benar-benar mengijinkanku pergi kuliah?” Su Yan masih tidak percaya.
“Pergi minggu depan! Kamu ingin belajar jurusan apa?” Tanyanya.
“Emm, bagaimana kalau desain? Atau komunikasi visual? “Dia sangat gembira, bagaimanapun, dia masih anak-anak. Senyuman di wajahnya tidak bisa tertahankan, “Bagaimana jika aku belajar desain?”
Feng Baiyi tiba-tiba mengulurkan tangan dan memeluknya, dasar gadis kecil bodoh, mudah sekali puasnya.
Su Yan terkejut, mendengar Feng Baiyi menghela napas dan mendengar dia berkata: “Apapun yang kamu inginkan, selama aku bisa melakukannya, aku akan memberikannya kepadamu!”
“Kenapa?” Su Yan tertegun, hatinya kaget.
__ADS_1
“Karena kamu adalah milikku!” Dia menyentuh hidung Su Yan. “Ayo bangun dan makan!”
Feng Baiyi berdiri dan keluar, menata meja makan.
Sedangkan Su Yan menatap Feng Baiyi, dia merasa sangat asing, ekspresi lembut seperti itu, berasal dari seorang pria yang acuh tak acuh itu, apakah ini mimpi?
Su Yan pergi ke kamar mandi, mandi dan berganti pakaian.
Setelah itu dia duduk di meja makan, Feng Baiyi menyerahkan sumpit padanya.
Keduanya makan dengan tenang tanpa berbicara.
Namun, masakannya enak!
Su Yan pun makan dengan lahap.
Feng Baiyi menatapnya, bayi yang tadi menangis tersedu-sedu sekarang terlihat begitu tenang, seperti tidak terjadi apa-apa. Feng Baiyi meletakkan sumpit di tangannya dan menatap Su Yan dengan tenang.
Kemudian dia mengeluarkan sebuah kartu dari samping, meletakkannya di atas meja dan mendorongnya ke hadapan Su Yan. “Kartu duplikatku!”
“Oh!” Su Yan mengambilnya, seperti teringat sesuatu, dia pun kembali ke kamar untuk mengambil kartu Rong Hanchi. “Ini milik Kak Chi, tolong bantu aku kembalikan padanya!”
Feng Baiyi sedikit terkejut, tapi dia juga mengangkat bibir dan tersenyum, lalu mengambilnya, “Oke!”
Sore harinya, Su Yan pergi jalan-jalan sendirian dengan membawa kartu duplikat Feng Baiyi, pertama-tama dia pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Chen Huilun, lalu kemudian pergi ke toko obat untuk membeli alat kontrasepsi.
Harus membeli konstrasepsi yang untuk setelah selesai berhubungan. Tidak tahu apakah sudah terbunuh semua, jika ada yang berbuah, bagaimana dia bisa menjalankan hidupnya?
Berpikir bahwa Mu Siyuan melarikan diri kemarin malam, dia pun pergi ke kantor. Meskipun Feng Baiyi melarangnya untuk pergi bekerja, tapi Feng Baiyi tidak mengatakan bahwa dia tidak boleh datang ke kantor.
Dia naik taksi dan berhenti di depan pintu gedung, membuka pintu mobil dan berjalan menuju lobi Gedung Feng Group.
Begitu dia mendongakkan kepala, terlihat banyak sekali wartawan yang menunggu di luar gedung. Mereka semua menunggu di luar gedung, seperti ingin menangkap informasi terbaru secara langsung.
Kedua tangan Su Yan memegangi tasnya, hari ini dia mengenakan kaos denim, penampilannya sangat mirip seperti pelajar. Namun, begitu dia muncul, wartawan langsung memperhatikannya.
“Nona MudaSu sudah datang!”
“Itu benar-benar Nona MudaSu!”
“Nona MudaSu, ada kabar yang beredar bahwa hari ini adalah hari pernikahan Anda dengan Presiden Feng, apakah itu benar? Tolong katakan pendapat Anda!”
Su Yan tercengang, dia seperti tidak ada persiapan.
Dalam sekejab, sekelompok wartawan bergegas menghampirinya dan mengelilinginya.
“Nona MudaSu, katanya kalian sudah mendapatkan akta menikah!”
Su Yan terdiam, tatapan matanya sedikit bingung.
Situasi ini membuatnya bingung, tidak tahu harus berbuat apa.
“Nona Muda Su, bagaimana Anda bisa kenal dengan Presiden Feng?”
Setelah Mu Siyuan keluar dari mobil, dia melihat situasi ini. Ketika dia melihat bahwa orang yang sedang dikrumuni itu adalah Su Yan, dia terkejut dan ketika dia melihat mata Su Yan dipenuhi kebingungan, tatapan mata Mu Siyuan semakin dalam, dia pun memerintahkan penjaga keamanan untuk membubarkan kerumunan, lalu dia mulai bergegas menerobos kerumunan.
“Tuan Mu?”
“Semuanya! Jika kalian ingin wawancara, kalian bisa mewawancarai Presiden Feng, bukan malah menyerang seorang gadis kecil. Sudah, sudah, ayo bubar!” Mu Siyuan langsung melindungi Su Yan dan pada saat ini, petugas keamanan juga mulai menghalangi orang-orang.
__ADS_1
Para reporter sudah di tahan di luar, sedangkan Su Yan yang mungil seperti terseret masuk ke dalam gedung.
Su Yan merapikan pakaiannya yang berantakan karena dihimpit oleh banyak orang, lalu mengangkat kepalanya dan menatap Mu Siyuan . “Semua ini karena kamu. Kamu melarikan diri semalam, sehingga membuatku harus datang ke sini hari ini untuk membuat perhitungan padamu! Jika tidak, aku tidak akan bertemu dengan para reporter!”