AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 173 Mengakhiri Ini dengan Kematian


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Tidak! Tapi aku memang telah melukai orang dengan sengaja! Tapi orangnya tidak mati!” Mei Xiyun berkata pelan, “Orangnya ada di kamar pertama sebelah kiri lantai dua. Kalian pergilah lihiat! Tianer, ini adalah masakanku untuk ayahmu, ayahmu pasti suka sekali!”


Semua orang melihat ke arah piring itu. Di atasnya tergeletak sebuah daging yang pendek sekali. Sudah digoreng dengan minyak hingga mengerut kecil sekali, tak jelas daging apa!


Hello! Im an artic!


Kemudian para polisi naik ke lantai dua. Mereka menemukan di dalam kamar, Gong Peixin terbaring di atas kasur. Celana putihnya penuh dengan darah mereah, dan bagian tubuh diantara kedua kakinya lebih parah. Di atas lantai terdapat sebuah gunting yang penuh dengan darah. Mei Xiyun ikut naik, kemudian ia melihat semua orang yang terlihat melongo, berkata pelan, “Ya! Aku telah memotongnya, kemudian aku memasaknya jadi dua macam masakan, tidak ada duanya! Hahaha…”


***


Tiba-tiba Mu Xue menerima telepon dari Mi Lei. Saat ini dirinya ada di kediaman keluarga Pei dan semuanya sedang bersiap-siap makan malam. Tiba-tiba saja ia menerima telepon.


“Xiao Xue, kau datang sebentar ke kediaman Gong!” Suara Mi Lei rendahnya sampai terdengar aneh.


Hello! Im an artic!


“Kediaman Gong?” Mu Xue tertegun sesaat, “Kakak Mi, aku…”


Ia ingin bilang kalau dirinya tidak mau pergi, tapi langsung dipotong oleh Mi Lei. “Xiao Xue, ibumu meninggal! Tianer bilang mau bagaimanapun kau harus pergi sebentar.”


Otaknya berdebum, Mu Xue tertegun. Kata-kata berikutnya tak terdengar olehnya lagi.


“Kenapa?” Qin Yinuo menerima teleponnya, bertanya penuh dengan kekhawatiran, “Mi Lei, ini aku Qin Yinuo. Ada apa?”


“Mei Xiyun meninggal!” Mi Lei mengulangnya sekali lagi, “Xiao Xue mau menemuinya untuk terakhir atau tidak itu urusan kalian. Tapi Tianer bilang harus beritahu Xiao Xue, maka aku hanya bisa memberitahu seperti ini, datang atau tidak terserah pada kalian!”


Setengah jam kemudian.


Qin Yinuo membawa Mu Xue datang ke kediaman Gong.


Ada mobil polisi, para pelayan serta bodyguard keluarga Gong semuanya terlihat serius, tidak berekspresi sama sekali!


Dalam otak Mu Xue terulang kata-kata itu, “Dia sudah mati…dia sudah mati…”


Ketika mencapai ruang tamu keluarga Gong, Mu Xue melihat dua buah jenazah yang terbaring di lantai. Keduanya ditutupi dengan kain putih.


Gong Tianer duduk menggulung di atas sofa, sementara Mi Lei menenangkannya di samping. Ia hanya terisak pelan, menolak untuk bersentuhan dengan Mi Lei. Saat ini pengurus rumah berkata, “Nona, Nona Mu dan Tuan Qin telah tiba!”


Saat ini barulah Gong Tianer berhenti menangis. Ia menengadahkan wajahnya yang penuh dengan air mata, menatapi Mu Xue. Kemudian ia berdiri, berlari terseok-seok ke depannya, “Kakak Xiao Xue, maaf…”


Mu Xue melongo, rasanya seluruh tubuhnya mendingin.


“Kakak Xiao Xue, tante Mei mati ditembak oleh ayahku. Aku yang tak melindunginya denganbaik…beberapa tahun ini dia selalu menahan siksaan ayahku, keluarga Gong bersalah padamu…”


Mu Xue tidak punya suasana hati untuk mendengar kata-katanya, tapi suasana hatinya masih tergolong tenang, ia berkata pelan, “Yang mana dia?”


Qin Yinuo sudah tahu dari Mi Lei kalau Mei Xiyun membuat Gong Peixin pingsan dengan obat. Lalu ketika ia tak sadar, Mei Xiyun menggunting alat kelaminnya, dan setelahnya dimasak jadi dua macam masakan pula.


Ketika Gong Peixin terbangun dan tahu akan semua ini, ketika polisi tidak menyadari, ia membunuh Mei Xiyun, lalu menembaki dirinya sendiri.


Gong Tianer membuka salah satu kain putih, memunculkan wajah Mei Xiyun. Wajahnya tenang sekali, seolah membawa ketenangan yang bebas, tenang sekali.


Mu Xue sedih, namun tak ada air mata yang jatuh. Ia hanya menatapinya, menatapinya.

__ADS_1


Wanita yang pernah melahirkannya. Saat ini ia baru sadar, seumur hidupnya Mei Xiyun ini menyedihkan sekali. Di ingatan Xiao Xue, seolah ia tak pernah benar-benar tertawa, mungkin ia tak mencintainya ayahnya Mu Nanbei! Makanya ia menikah lagi, sehingga ia baru tak peduli pada hidup dan matinya Mu Xiao. Mungkin dirinya hanya terlalu egois!


Segala kebenciannya, segalanya menghilanglah bersama lenyapnya nyawanya ini! Mu Xue menarik nafas dalam-dalam, menelan air matanya. Ia menatap wajah itu sekali lagi, berkata dengan pahit, “Qin Yinuo, ayo pergi!”


“Kakak Xiao Xue?” Gong Tianer berteriak pelan, “Tante Mei harus dimakamkan dimana?”


Mu Xue menggeleng, ia melirik sekilas pada Mei Xiyun dengan rumit, “Aku tak tahu. Dia itu orang keluarga Gong, aku tak punya hak untuk bertanya!”


Ia langsung menegakkan punggungnya, tangan kecilnya mengepal membentuk tinju dan berjalan keluar begitu saja.


Qin Yinuo mengikutinya dengan penuh khawatir.


Mu Xue tidak menoleh, seolah sudah memutuskan. Dalam hatinya ia bergumam, “Ibu, pergilah yang tenang!”


Hanya saja baru keluar dari ruang tamu keluarga Gong, air matanya berjatuhan. Tapi ia tidak mengeluarkan suara tangisan. Qin Yinuo memeluknya dalam diam, langsung memeluknya dan membenamkan wajahnya di dadanya.


Qin Yinuo menghela nafas.


Mobil mereka melesat keluar dari rumah keluarga Gong, dan Qin Yinuo menghentikan mobilnya di tepi jalan.


Mu Xue duduk di kursi depan dengan tenang. Air matanya terus berjatuhan, terus berjatuhan, tapi ia tidak menangis.


“Xiao Xue…” Qin Yinuo mengulurkan tangan membantunya mengusap air mata.


Mu Xue langsung menengadah, rambut hitamnya menempel di wajahnya. Wajah kecil yang penuh dengan air mata, sepasang matanya membengkak menjadi sebesar walnut, dirinya terlihat kasihan sekali. Mu Xue menatapinya, kemudian bergumam bertanya, “Qin Yinuo, kenapa padahal aku membencinya, tapi melihatnya mati, aku masih sedih sekali sedih sekali?”


Qin Yinuo tertegun, matanya menyipit. Ia mengulurkan tangannya untuk menariknya ke dalam pelukan. Ia menepuk punggungya perlahan, “Xiao Xue, karena dia itu ibumu. Orang yang melahirkanmu! Kalau mau menangis ya menangis saja!”


Mu Xue menggigit bibirnya, akhirnya ia tak tahan lagi, bagai seorang anak kecil, tiba-tiba ia menangis tersedu-sedu–


Di ruang membaca rumah keluarga Pei.


Ia tengah merokok. Melihatnya masuk, ia langsung mematikan rokoknya. Ia tak ingin membuatnya serta anak mereka menghirup asap rokok, lalu berjalan membuka jendela.


“Tak perlu! Aku segera keluar!” Wu Jingxuan berkata pelan begitu melihatnya yang membuka jendela.


“Oh!” Tangannya berhenti membuka jendela, ia tidak lagi membukanya.


Wu Jingxuan berjalan sampai ke depan pintu, terdiam dan berkata, “Kau pergilah melihatnya untuk terakhir kali!”


“Siapa?” Pei Lingfeng menengadah menatapinya.


“Ibunya Xiao Xue!” Wu Jingxuan tak percaya ia tak mengerti, atau mungkin ia hanya tak ingin benar-benar mengerti, “Aku tahu di hatimu ada dirinya. Selama beberapa tahun ini, selalu ada dia!”


Pei Lingfeng agak kaget menatapi orang yang berdiri di depan pintu itu.


Wu Jingxuan membalikkan badannya dan tersenyum pelan, “Jangan menatapiku seperti ini. Sebenarnya aku sudah tahu, Mei Xiyun itu cinta pertamamu kan?”


Pei Lingfeng menatapinya tanpa berkata satu patah pun dengan diam. Ia diam sekali.


“Oh?”


“Ketika itu aku memerkosanya, kemudian aku masih memaksanya untuk aborsi…”–


Setelah Mu Xue menangis tersedu-sedu, ia terlihat tenang sekali. Qin Yinuo duduk di sampingnya, memegangi tangan kecilnya. Tangannya yang besar membungkus tangannya yang dingin, hati Mu Xue jadi hangat.

__ADS_1


“Qin Yinuo, kita terus bersama.” Mu Xue bergumam pelan, nada suaranya yang pelan pasti sekali. Tangannya memeluk Qin Yinuo dengan erat. Hatinya yang telah kosong selama bertahun-tahun akhirnya memiliki tempatnya sendiri.


“Baik!” Qin Yinuo mengangguk.


Mei Xiyun meninggal di hari natal.


Tiga hari kemudian pemakaman dilaksanakan.


Ia dimakamkan bersama di pemakaman bersama Gong Peixin dan ibunya Gong Tianer. Kedua wanita, satunya kiri dan satunya kanan.


Rasanya Gong Tianer langsung tumbuh dewasa dalam waktu semalam. Wajahnya tidak lagi menunjukkan kepolosan. Saat ini ia sudah dewasa, dan kedewasaan ini membuat orang-orang khawatir.


***


Mu Xue sakit!


Malam itu setelah pulan dari kediaman Gong, ia langsung demam tinggi. Ia terus bergumam. Qin Yinuo mengulurkan tangannya dengan khawatir untuk menyentuh wajahnya, kemudian baru ia sadari kalau panasnya mengejutkan.


“Ibu…” Ia terus bergumam pelan, bergumam pelan.


Handuk basah diletakkan di atas dahinya. Qin Yinuo menggenggam tangannya sambil menghela nafas. Ia berbisik di samping telinganya, “Aku tahu kau sedih, karena dia adalah ibumu! Tapi dirinya pergi dengan tenang, mungkin untuknya kematian adalah sebuah kebebasan, jangan sedih lagi!”


Bibir Mu Xue bergetar, menggumamkan sesuatu, “Tidak ingin…dia mati…”


Suaranya pelan sekali, QIn Yinuo menurunkan kepalanya dan mengecup bibirnya, mendengarnya berteriak, “Qin Yinuo…tidak mau dia mati..”


Hati Qin Yinuo sakit, gumaman Mu Xue penuh dengan dilema. Hati Qin Yinuo jadi sakit.


“Xiao Xue, aku tahu, aku tahu! Aku tahu apa yang kau pikirkan!”–


Mu Xue jatuh sakit selama tiga hari. Demam tingginya tak turun selama tiga hari, ia tak menghadiri pemakaman.


Setelah pemakaman berakhir, Gong Tianer mengajak Mu Xue untuk bertemu.


“Kakak! Boleh aku memanggilmu kakak?” Gong Tianer menatapi wajah Mu Xue dengan penuh harap. Melihat wajahnya yang juga pucat, ia tahu dalam hati Mu Xue bukannya tak peduli pada Mei Xiyun.


Mu Xue melihat wajah Gong Tianer yang awalnya sudah putih sekarang jadi makin pucat. Ia jadi lebih kurus dibanding sebelumnya, pipinya jadi merosot masuk, bulu matanya membentuk bayangan di wajahnya. Itu adalah gabungan dari kelelahan dan kekhawatiran. Beberapa hari ini, dirinya sebagai anak pasti kelelahan sekali.


Ia tumbuh dengan sendok emas, mana pernah mencicipi kesengsaraan. Tapi ia malah harus mengatur pemakaman seorang diri, lalu melakukan konferensi pers seorang diri, menjelaskan berita kematian Gong Peixin dan Mei Xiyun, menyangkal berita Gong Peixin yang *********** dipotong oleh Mei Xiyun.


Setelah melalui kejadian yang sebesar ini, Mu Xue seolah mengenal ulang Gong Tianer. Kalau bukan karena Mei Xiyun, setidaknya sekarang Gong Peixin masih hidup sampai sekarang. Tapi Gong Tianer tidak menyalahkan Mei Xiyun, ia bilang selama beberapa tahun ini hidup Mei Xiyun terlalu menderita! Keluarga Gong yang bersalah pada Mei Xiyun!


Melihat wajah kecil di depannya yang terlihat sedih, Mu Xue mengangguk, “Kedepannya aku adalah kakakmu. Tapi kau harus jaga dirimu baik-baik dulu!”


Mendengarnya menyetujui, Gong Tianer menampakkan sebuah senyuman, seyuman yang bersinar. “Kakak, kedepannya aku hanya punya dirimu seorang sebagai keluarga!”


Entah kenapa, mata Mu Xue tiba-tiba memerah. Ia teringat akan hari dirinya kehilangan Mu Xiao, ia sama dengan Gong Tianer yang berdaya dan menginginkan sebuah keluarga!


Sehingga ia bisa memahami suasana hati Gong Tianer saat ini. Ia mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan Gong Tianer.


Kedua perempuan muda ini duduk di dalam sebuah cafe, dan Gong Tianer memberikan sebuah folder ke hadapan Mu Xue, “Kakak, ini adalah lima puluh persen dari saham keluarga Gong. Aku mewakili Tante Mei untuk memberikannya pada kakak!”


Mu Xue tertegun. Ia tak menyangka Gong Tianer bisa memberikan saham padanya, “Tidak, aku tak membutuhkannya!”


“Kakak masih tak memaafkan Tante Mei kah?” Gong Tianer bingung.

__ADS_1


“Bukan! Tianer, terima kasih akan maksud baikmu, aku tahu ini adalah niat baikmu. Tapi aku benar-benar tak membutuhkannya.”


“Tapi Kak, ini adalah hal yang seharusnya kau dapatkan. Ayahku bersalah padamu, membuatmu menderita selama beberapa tahun ini. Aku mewakili ayahku dan Tante Mei untuk meminta maaf padamu. Harap kakak menerimanya!”


__ADS_2