AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 559 Sudah Keterlaluan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Firasat yang buruk muncul, tubuhnya langsung terasa dingin, jantungnya seperti berhenti berdetak, kecemasan dan kepanikan muncul. “Ada apa dengannya? Apa yang terjadi padanya?”


Tetesan darah menjalar dari tangga sampai ke luar.


Hello! Im an artic!


“Dia…” Feng Ling’er menangis sedih, menangis tak berdaya. Feng Dongnian tidak menyangka hal ini akan terjadi. Dia hanya ingin membantu cucunya. Dia hanya berpikir untuk memasak beras menjad nasi, mungkin setelah itu semuanya akan semakin baik. Dia tidak menyangka tindakannya sudah keterlaluan!


Su Yan tidak sabar untuk menunggu jawaban, dia pun berlari ke atas lagi. Saat dia melihat banyak noda darah di ruangan itu, dia benar-benar tercengang.


“Sayang…” Feng Baiyi mengikutinya, dia juga melihat ruangan itu, dia pun juga sedikit tercengang.


“Pelayan, di mana Rong Hanchi?”


Hello! Im an artic!


“Tuan muda Rong sudah pergi, berlumuran darah, sepertinya mengalir dari tangannya, Tuan muda, sungguh mengerikan!”


“Cepat kirim seseorang untuk mengejarnya!”


“Kak Chi…” Su Yan berlari keluar. Sambil berlari, dia sambil mengeluarkan telepon, menekan nomor dengan gemetar, telepon pun terhubung, “Lan Si, Lan Si, cepat temukan Kak Chi, dia terluka, cepat temukan dia dan bawa dia ke rumah sakit, lalu beritahu aku, beritahu aku di mana dia berada! Cepatlah, Lan Si, kumohon…”


Dia yang begitu sedih, begitu panik, begitu peduli, membuat mata Feng Baiyi tertuju pada wajah mungilnya yang pucat, wajahnya yang tampan terlihat sangat kusut, tatapan matanya dalam dan tajam, dia peduli pada Rong Hanchi dan Rong Hanchi juga selalu menjadi yang pertama di dalam hatinya, sepertinya tidak ada yang berubah meskipun Su Yan sudah menjadi wanitanya.


Semua pelayan Keluarga Feng mulai keluar untuk mencari, Feng Baiyi meraih tangan Su Yan dan memasukkannya ke dalam mobil. “Ayo kita temukan dia!”


Mobil berjalan di dalam kegelapan, mata Su Yan terus memperhatikan setiap mobil. Dia mencari mobil Kak Chi. Dia mengendarai Ferrari, Ferrari merah. Untungnya, hampir tidak ada yang menggunakan Ferrari di Kota Lu.


Feng Bai juga mengendarai mobil dengan sangat cepat, sesekali dia melirik orang di sebelahnya, ketika melihat ekspresi paniknya, hati Feng Baiyi merasakan perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


Tangannya memegang setir dengan erat, memperhatikan jalan di depannya, sambil membantu mencari.


Sampai akhirnya ada Ferrari merah di depan matanya, Su Yan segera berkata dengan panik: “Di depan, di depan! Dia di depan…”


Rong Hanchi tidak mengemudi dengan cepat. Dia merasa sedikit pusing, kepahitan memenuhi dadanya selama sepanjang jalan. Tuhan pun tahu betapa putus asanya dia, betapa tidak pedulinya dia, bahkan tidak masalah jika seumur hidupnya dia tidak memiliki anak!


Di dalam ketragisan, ada kesepian di mata yang menyedihkan itu, sampai akhirnya sebuah mobil memotong jalannya dengan cepat, menghalangi jalannya, dia pun mengerem tiba-tiba, darah di perutnya terasa mengalir lagi.


Dia mendongak dengan tatapan kosong dan melihat seseorang turun dari mobil, sesosok orang yang mungil dan cantik, membuat hatinya bergetar.


“Kak Chi…” Su Yan melompat keluar dari mobil Feng Baiyi, berlari ke sisi mobil Ferrari merah dan memukul pintu mobil dengan kuat, “Kak Chi…”


Rong Hanchi menurunkan kaca jendelanya, tanpa membuka pintu, dia takut Su Yan akan melihat darah di tubuhnya. “Yanyan, kenapa kamu ada di sini?”


“Kak Chi, buka pintunya, buka pintunya, buka pintunya…” teriaknya, tak terhitung jumlahnya!


Dan pada saat ini, mobil Lan Si juga tiba, “Nona muda, Tuan muda!”

__ADS_1


“Lan Si, dia tidak mau membuka pintunya, dia sedang terluka!”


“Yanyan, aku baik-baik saja!” Hati Rong Hanchi terasa hangat dan pahit, Su Yan mengejarnya, dia tidak menyangka Su Yan akan mengejarnya.


“Kak Chi, Kak Chi, tolong buka pintunya, biarkan aku melihatmu, biarkan aku melihatmu sebentar!”


“Aku baik-baik saja…” Rong Hanchi menggelengkan kepalanya, tapi dia tidak menyangka kepalanya semakin pusing karena digelengkan, “Aku baik-baik saja, Yanyan… kenapa kamu ada di sini?”


Dia bahkan sedikit terkejut, melihat wajah kecil Su Yan yang mempedulikannya, hatinya begitu bahagia.


“Kak Chi!” Teriak Su Yan dengan cemas, raut wajah Rong Hanchi tidak terlalu baik, yang tadi awalnya sudah terlihat lesu, sekarang tampak sangat-sangat pucat.


“Aku baik-baik saja…” Rong Hanchi menggelengkan kepalanya dan dia pun merasa semakin pusing, menyebabkan dia bersandar di kursi mobil dan bernapas dengan kencang.


Su Yan mengambil kesempatan ini untuk membuka pintu dari dalam dan Lan Si juga membantunya.


Feng Baiyi sudah memarkirkan mobilnya dengan baik, “Bagaimana keadaannya?”


“Kak Chi? Kak Chi?” Teriak Su Yan cemas, suara Su Yan bergetar karena tangannya menyentuh sesuatu yang lengket. “Ah, darah, banyak darah, dia pingsan? Kak Chi, jangan menakut-nakutiku, jangan menakut-nakutiku…”


“Cepat keluarkan dia dan bawa ke rumah sakit!” Feng Baiyi dan Lan Si menggunakan kekuatan mereka untuk bersama-sama menarik Rong Hanchi keluar, tangan mereka juga menyentuh sesutu yang lengket, membuat mereka berdua tertetugun.


“Kenapa Tuan muda bisa terluka? Tuan Muda!”


Su Yan masuk ke mobil, duduk di belakang, memeluk Rong Hanchi dengan erat, “Lan Si, ayo cepat jalan, pergi ke rumah sakit, huhu…”


Feng Baiyi hanya memandangi Su Yan dan tidak berbicara. Ferrari melaju dengan cepat. Feng Baiyi duduk di Veyron-nya, memandang mobil di depannya, mengerutkan kening dan kemudian menelepon Feng Ling’er. “Kami sedang dalam perjalanan ke rumah sakit, dia pingsan. Sebenarnya apa yang terjadi?”


Lampu di ruang gawat darurat padam.


Rong Hanchi sudah selesai dibalut dan didorong keluar.


“Kak Chi, bagaimana keadaanmu? Kak Chi?” Su Yan bergegas menghampirinya, melihat wajah pucatnya, melihat tangannya yang dibungkus kain kasa, begitu juga perutnya. Mengingat tubuhnya yang berlumuran darah saat di bawa ke rumah sakit, hati Su Yan terasa sakit.


“Aku baik-baik saja!” Rong Hanchi menggelengkan kepalanya, menatap Su Yan dengan obsesif. “Yanyan, aku baik-baik saja…”


Tangannya yang dibungkus kain kasa, memegang tangan Su Yan dan kedua tangan kecil Su Yan segera memegang tangannya, dengan lembut dan hati-hati. “Kak Chi, kamu membuatku takut setengah mati. Kupikir, kupikir aku tidak akan pernah bisa melihatmu lagi. Jangan menakut-nakuti aku lagi, oke?”


Lan Si mendorong ranjang rumah sakit, sementara Su Yan menemani Rong Hanchi di sampingnya. Mata Feng Baiyi tertuju pada tangan Su Yan yang dengan hati-hati memegang Rong Hanchi dan tiba-tiba matanya menajam.


Dia menatap Su Yan, sedangkan Su Yan, perhatiannya hanya tertuju pada Rong Hanchi.


Saat melewati Feng Baiyi, Su Yan berhenti sejenak, dia bukan tidak merasakan tatapan Feng Baiyi terhadapnya, tetapi saat ini, dia hanya peduli dengan Rong Hanchi.


“Chi…” Feng Ling’er yang datang terburu-buru itu, matanya merah dan bengkak karena menangis, air mata pun keluar lagi ketika dia melihat orang yang terbaring di ranjang.


Rong Hanchi memalingkan wajahnya, tidak melihat ke arah Feng Ling’er. “Yanyan, aku ingin masuk ruanganku!”


“Oke! Lan Si, ayo kita segera kembali ke ruang rawat!” Su Yan tidak tahu apa yang terjadi, tapi dia tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti Kak Chi-nya. “Kak Chi, masuklah duluan, aku akan segera menyusul!”

__ADS_1


Lan Si mendorong Rong Hanchi pergi dan Su Yan masih berdiri di sana. Dia pikir cinta Feng Ling’er akan membuat Kak Chi bahagia. Lagi pula, dicintai sampai seperti itu, dicintai dengan taruhan nyawa, bagaimana mungkin dia tidak bahagia? Tapi sekarang, melihat bekas luka di tubuhnya, tatapan Su Yan menjadi dingin dan melihat Feng Ling’er dengan tatapan dingin itu, dengan nada yang dingin, berkata, “Apa yang sebenarnya terjadi?”


“Aku…” Feng Ling’er tertegun sejenak, air mata mengalir di matanya dan dia diam tanpa kata. Apa yang harus dia katakan? Mengatakan bahwa suaminya bersumpah dengan menggunakan darah agar tidak tidur dengannya? Mengatakan bahwa dialah yang memaksakan segalanya?


Harga dirinya sudah lama hilang. Dia mencintai seorang pria dengan begitu menyedihkan dan dia juga dituduh bahwa dia bekerja sama dengan kakeknya untuk menipu pria itu agar berhubungan **** dengannya. Apa lagi yang bisa dia katakan? Apa lagi yang bisa dia jelaskan?


“Su Yan, Rong Hanchi-lah yang melukai dirinya sendiri!” Feng Baiyi berjalan mendekat, mengulurkan tangannya, memeluk adiknya, menatap wajah Su Yan dengan tatapan yang dipenuhi perasaan yang kompleks, “Dialah yang memilih untuk melukai dirinya sendiri!”


“Mengapa dia menyakiti dirinya sendiri?” Su Yan mengerang dan bertanya. Dia tidak bisa melihat Kak Chi terluka seperti itu atau mungkin dia tidak bisa menerima Feng Baiyi berbicara untuk adiknya. Su Yan sedikit emosi. “Feng Baiyi, aku hampir kehilangan Kak Chi, tidak bisakah aku bertanya pada adikmu?”


“Ini masalah hubungan suami istri diantara mereka, kamu tidak bisa ikut campur!” Feng Baiyi berkata dengan ringan, ekspresinya langsung kembali seperti ekspresinya yang biasa, acuh tak acuh dan sangat dingin.


Hanya sesaat, Feng Baiyi kembali ke ekspresinya yang acuh tak acuh. Wajah tampannya tidak menunjukkan senyuman dan auranya yang semena-mena benar-benar terasa. Terutama tatapan matanya yang tajam seperti burung elang itu, membuat seseorang merasa tertekanan, dia terus menatap Su Yan seperti itu, menatap matanya, seolah bisa melihat ke dalam tulang, “Tidak tega, benarkan?”


Dia tercengang sejenak dan hatinya tertegun. “Ya, aku merasa kasihan padanya, dia adalah Kak Chi-ku, aku tidak akan mengizinkan siapa pun untuk menyakitinya!”


“Dia masih suaminya Feng Ling’er, apa hakmu merawatnya?” Dia bertanya dengan dingin, tidak memberi Su Yan celah sama sekali.


“Aku…” Su Yan terdiam sejenak karena pertanyaan itu, dia tidak tahu harus berkata apa.


“Kak, jangan katakan apa-apa lagi!” Feng Ling’er membenamkan wajahnya di dada Feng Baiyi, “Kak… aku mohon, tolong jangan katakan apa-apa lagi…”


Suasana sekeliling langsung tenang, tatapan Feng Baiyi masih tertuju pada wajah Su Yan dan ada rasa ketidaknyamanan di wajah cemas Su Yan, Mata Feng Baiyi ang dalam masih tertuju pada wajahnya, “Ingat identitasmu, ingatlah kamu adalah milik siapa!”


Hanya dengan kalimat itu, Su Yan tertegun sejenak, menegakkan tubuhnya, berbalik dengan ekspresinya acuh tak acuh dan menjauh, “Sudah larut malam, kalian pulang saja dulu, setelah Kak Chi sudah membaik, kamu bisa datang lagi, Feng Ling’er!”


Setelah selesai berbicara, dia pun berjalan ke ruang rawat.


“Huhu…” Feng Ling’er menangis tersedu-sedu di pelukan Feng Baiyi. Teriakan penuh kesedihan yang tidak bisa tertahankan membuat seluruh area ruang rawat terasa sangat sunyi.


“Kenapa kamu menangis?” Katanya dengan pelan, wajah dingin Feng Baiyi terlihat rumit dan ambigu.


Di ruang rawat.


Su Yan berjalan masuk, tatapan Rong Hanchi terus melihat ke arah pintu sampai Su Yan masuk ke dalam ruangan, dia ingin bangun dan duduk, “Yanyan…”


“Jangan bergerak!” Su Yan melangkah maju untuk segera menghentikannya. “Kak Chi, berbaringlah!”


Lan Si berinisiatif untuk keluar, memberikan ruang untuk mereka berdua.


Hatinya sakit, melihat Kak Chi-nya yang tersenyum dengan wajah kelelahan, melihat keningnya yang mengerut dan tatapan matanya yang gelisah, tubuh Su Yan tergegun sambil menatapnya, “Kak Chi, mengapa? Mengapa kamu berbuat seperti ini?”


Melukai diri sendiri! Tiga kata ini membuat Su Yan merasa sangat terkejut, agar tidak membiarkan dirinya dikendalikan oleh efek obat? Bagaimana dia bisa begitu bodoh?


Rong Hanchi menundukkan kepala dan terdiam tanpa kata.


Dia tidak bisa mengatakan pada Su Yan bahwa dia belum pernah menyentuh Feng Ling’er, jika memberitahunya sekalipun, apa yang akan berubah? Rong Hanchi berpikir bahwa dia bisa mengendalikan perasaannya sendiri, tapi…


Tanpa banyak penjelasan, Rong Hanchi mengangkat kepalanya lagi, menatap wajah kecil Su Yan dengan tatapan mata yang rumit, bekas ciuman yang ditinggalkan oleh Feng Baiyi di leher ramping itu begitu menusuk pandangan mata, bahkan rambutnya masih berantakan, mulut kecilnya juga merah dan bengkak, semua ini menunjukkan bahwa barusan, betapa serunya Yanyan-nya dan Feng Baiyi.

__ADS_1


“Apakah kamu benar-benar menikah dengannya?” Tanyanya.


Mengingat akta nikahnya, mengingat apa yang terjadi antara dirinya dan Feng Baiyi, Su Yan mengangguk, “Kak Chi, berjanjilah padaku untuk tidak melakukan hal bodoh seperti ini lagi, oke? Kenapa? Kenapa kamu harus melakukan hal seperti ini? Kamu dan Feng Ling’er adalah suami-istri!”


__ADS_2