
Hello! Im an artic!
“Kamu tidak mencintaiku? Bukankah kamu mencintaiku? Apakah kamu bisa tahan tidak bertemu denganku?” Dia bertanya dengan serak, tidak bisa terima tidak bertemu, dia akan gila kalau begini.
“Bisakah kalau aku tidak mencintaimu lagi?” Mu Xue melihatnya, walaupun ucapannya sangat kejam, tapi dia takut akan tidak bisa menahan perasaannya sendiri dan menginginkan lebih banyak kalau tidak kejam, dia tidak ingin merendahkan diri sendiri. “Kalau dulu aku mencintaimu karena kamu bertanggung jawab, tapi sekarang? Kamu terus ragu, bagaimana aku bisa mencintai orang yang kakinya menginjak di dua perahu?”
Hello! Im an artic!
Tapi hatinya tertahan saat melihat wajah Yinuo yang terluka, sakit sekali, pria itu membalikkan badan, dia ingin maju kedepan menahannya, ingin memasuki rasa kesepiannya dan memberi kehangatan baginya yang tak berdaya, tapi……
Dia ditakdirkan tidak akan mendapatkan apa-apa dalam konflik ini, mungkin Mo Yilan tidak akan meninggalkan pria ini selamanya! Apa Mo Yilan bisa hidup kalau berpisah dengannya? Mana mungkin dia tega mengorbankan nyawa demi keegoisannya sendiri?
Walau dia egois dan bersama dengan Qin Yinuo, bagaimana dia menghadapi beban di hati nuraninya untuk seumur hidup ini?
Sudahlah, dia adalah orang yang tak berperasaan, dia rela menjadi orang yang tak berperasaan itu!
Hello! Im an artic!
“Baik! Aku pergi……” Suaranya sedih dan membuat orang ingin menangis.
Tapi Mu Xue masih bersikeras berkata: “Selamat tinggal!”
Qin Yinuo pergi, saat pintu ditutup dan berbunyi “Blam”, hati Mu Xue juga hancur oleh sesuatu……
Terdengar suara gemerisik dari dalam kuali, tercium aroma gosong, Mu Xue hanya merrasa jijik dan baru terkejut, rupanya telurnya sudah gosong.
Bau gosong memenuhi ruangan, dan dapur, mesin penghisap uap tidak bisa mengeluarkan bau gosong ini, dia semakin merasa jijik dan segera mematikan api, dia segera berlari ke kamar mandi……
Dia muntah tapi tidak ada yang dimuntahkan keluar……
Saat rasa mual itu akhirnya hilang, dia terpaku di wastafel, memandangi wajahnya di cermin dengan terpaku, wajahnya perlahan memucat……
Lalu, rasa takut dan putus asa menyelimutinya……
Sepertinya dia sudah telat haid dua minggu……
Apakah?
Tidak!
Dia sudah sangat kacau.
Tangannya tanpa sadar memegang perutnya, kalau masih hamil anak lagi, bukankah dia dan Qin Yinuo akan semakin rumit?
Mu Xue keluar dari kamar mandi dengan tertatih-tatih dan duduk di sofa, dalam air mata yang kabur itu, dia melihat pohon diluar jendela, daun yang lebar sudah tidak ada lagi, rupanya musim gugur sudah datang……
Daun akan meninggalkan ranting, harus pergi walaupun tidak rela……
Seumur hidup ini, dia hanya bisa melepaskan walaupun tidak rela, karena dia tidak bisa menginginkannya.
__ADS_1
Dia tidak bisa menginginkan semua hal yang terlalu sempurna.
Biarkan dia menanggung semua rasa sakit ini, dia hanya ingin Qin Yinuo tidak menanggung beban di hati.
Saat ini ponselnya tiba-tiba berdering, rupanya Qin Maoxiang meneleponnya, dia terkejut dan bertanya: “Tuan Qin, kapan anda memutuskan untuk membiarkan putraku Cheng Cheng pulang?”
“Apakah putramu hanya Cheng Cheng? Bagaimana dengan Tian Yu? Kamu bermaksud menginginkannya atau tidak?” Qin Maoxiang tiba-tiba bertanya.
Mu Xuer terpaku dan bertanya dengan sulit percaya: “Tuan Qin, apa yang anda bicarakan?”
“Aku bilang, aku putuskan untuk mengembalikan Tian Yu padamu!” Suara Qin Maoxiang terdengar serius.
“Tapi……” Ucapan Mu Xue dipotong sebelum selesai bicara.
“Nona Lin, ayo kita bertemu, aku ingin bicara denganmu!” Qin Maoxiang berkata. “Sekarang aku ada di dalam jalan kecil di rumahmu, keluarlah!”
“Eh! Sudah disini?” Mu Xue tiba-tiba merasa punggungnya dingin, karena merasa dirinya seperti diam-diam diikuti orang saja. Bagaimana tuan Qin bisa tahu jalan ke rumahnya?
Dia bilang mau mengembalikan Tian Yu padanya!
Mu Xue malah tidak merasa gembira, karena dia tahu, tuan Qin mungkin melakukan keputusan yang adil untuk Mo Yilan dan dirinya!
Bagaimanapun, dirinya juga lebih hebat dari Mo Yilan, karena dia bisa melahirkan anak!
Tersenyum pedih, kasihan pada perasaan orangtua di dunia! Tuan Qin mempertimbangkan demi putranya, tapi tidak tahu apa yang dipikirkannya didalam hati, peran ayah ini juga membuat orang sedih.
Kembali bertemu dengan Qin Maoxiang, wajahnya masih sangat dingin dan tidak tertawa, wajahnya tegas, melalui wajah ini, Mu Xue teringat pada orang lain, tidak tahu bagaimana keadaannya sekarang?
“Tuan Qin!” Mu Xue bicara dengan sangat tegang.
“Nona Lin, bagaimana kalau aku kembalikan Tian Yu padamu?” Qin Maoxiang bicara.
Walaupun berita ini sudah diberitahukan di telepon, tapi Mu Xue masih sangat terkejut, “Apa yang membuat anda merubah pemikiran?”
“Kamu dan Yinuo sungguh sudah putus?” Dia tidak menjawab dan balik bertanya.
Mu Xue tersenyum pelan. “Rupanya anda tahu segalanya!”
“Kenapa putus?” Qin Maoxiang mengernyitkan alis tidak mengerti.
“Tidak cocok!” Mu Xue melihat keatas. “Kenapa meminta terlalu banyak kalau tidak bisa bersama? Anda juga punya syarat untuk mengembalikan Tian Yu padaku kan!”
“Kamu pintar sekali!” Qin Maoxiang menatap Mu Xue dengan tajam, gadis ini sangat muda tapi sangat tenang, ada kesedihan yang belum habis dalam matanya.
“Tuan Qin, paman Qin, atau aku panggil paman saja lebih cocok, anda ini tetua, kakeknya Tian Yu. Aku sangat berterima kasih anda mengembalikan Tian Yu padaku, tapi aku tahu, sekarang aku tidak bisa membawa Tian Yu pergi!”
“Kenapa?” Qin Maoxiang terkejut.
“Karena aku tidak ingin putraku dimanfaatkan!” Mu Xue terlihat tenang. “Dia itu anak kecil, silahkan anda juga jangan memanfaatkannya. Paman, jangan bernegosiasi denganku dengan menggunakan anakku, aku juga tidak akan menyetujui syaratmu!”
__ADS_1
“Kenapa?” Qin Maoxiang sedikit terkejut. “Bagaimana kalau aku menyetujui kamu bersama dengan Yinuo? Apa kamu juga tidak akan menyetujui syarat ini?”
“Paman, anda ingin aku menjadi orang ketiga? Atau ingin membiarkan nona Mo Yilan yang menjadi orang ketiga?”
“Kamu sedang bernegosiasi denganku?” Qin Maoxiang terkekeh.
“Bukan! Aku tidak punya hak bernegosiasi dengan anda, aku hanya tahu, Tian Yu perlu seorang ayah dan juga ibu, tapi sudah ditakdirkan punya ayah dan tidak punya ibu, dan sebaliknya, semuanya sudah ditakdirkan dari awal! Anda bilang mau mengembalikan Tian Yu padaku dengan sayu syarat didalamnya. Dan syarat ini sangat menggoda, nona Mo Yilan sudah menunggu bertahun-tahun dan tidak mendapatkan hasil, aku malah mendapatkannya dengan mudah karena putraku, berdasarkan logikanya, aku harusnya bersyukur. Tapi, paman, aku ini orang bodoh atau mungkin keras kepala, aku hanya tahu kalau aku berbuat begini dan menyetujui syarat anda, mungkin seumur hidup aku akan berhutang budi pada nona Mo!”
Qin Maoxiang tidak menyangka dia akan menolak, dan alasannya begitu kuat. Dirinya menatapnya lekat-lekat, melihat kekuatan yang besar dalam mata gadis yang lemah ini. “Nona Mu, bisakah aku mengartikannya begini? Kamu tidak menyetujuinya karena ingin merestui Yinuo dan Mo Yilan?”
“Aku tidak sehebat itu, aku hanya ingin merestui diri sendiri!” Mu Xue berkata dengan tenang. “Tian Yu perlu kasih sayang seorang ayah, mungkin dia akan lebih baik bersama Qin Yinuo daripada denganku! Kalau aku dan Qin Yinuo tidak bisa bersama, Tian Yu juga tidak bisa ikut pergi bersamaku karena dia itu cucu anda. Dan anda bukanlah orang yang bisa melepaskan cucu sendiri dengan mudah! Kenapa aku harus membuat diri sendiri menderita dengan melawan anda yang kuat?”
Mu Xue bicara dengan sedih dan merasa hatinya sedih sekali, ada apa dengan dirinya sampai tidak menginginkan putranya? Tidak! Bukan tidak mau, tapi tidak boleh menginginkannya dengan begini!
“Maksudmu kalau aku tidak ada syarat dan mengizinkan kamu bertemu dengan Tian Yu, maka kamu akan menginginkan anak ini?” Qin Maoxiang mengerutkan alis.
“Benar! Paman, kalau anda mengizinkan aku bertemu Tian Yu tanpa syarat apapun. Aku jamin tidak akan membawanya pergi, dia itu cucu anda. Aku hanya ingin bertemu dengannya sesekali saja, aku yang bersalah terhadap Tian Yu! Aku sudah ditakdirkan bukan seorang ibu yang baik, tidak ingin meninggalkan trauma bagi jiwa anak yang masih kecil, aku hanya ingin memberi kasih sayang seorang ibu padanya kalau memungkinkan!”
“Kamu sungguh tidak ingin menjadi istri Yinuo?” Qin Maoxiang terkejut: “Bukankah kalian liburan ke Bei Hai Dao dengan sangat bahagia?”
“Paman, apa arti dari bahagia?” Dia menunduk, hatinya seperti disayat pisau.
“Maksudmu kamu tidak bahagia?” Qin Maoxiang mengernyitkan alis, apakah bawahannya menyelidiki dengan tidak lengkap?
“Awalnya sangat bahagia, tapi seiring dengan munculnya nona Mo, aku yang bukan siapa-siapa ini ditinggalkan di negara asing, anda rasa apakah aku harus bahagia?” Mu Xue melihatnya, saat ini pandangannya datar tanpa ekspresi.
“Kamu sedang marah pada Yinuo?” Qin Maoxiang kembali berkata.
Mu Xue menggeleng. “Tidak, aku tidak marah padanya, dia itu orang yang bertanggung jawab, dan sekarang sangat jarang ada orang yang bertanggung jawab, aku rasa dia itu orang yang perhatian dan pasangan yang sulit didapatkan, tapi bukan milikku!”
“Bagaimana kalau aku berharap kamu bersama Yinuo?” Dia menatap mata Mu Xue, tapi tidak melihat kebahagiaan, wanita ini seperti orang yang dingin dan tidak menginginkan apa-apa, dia tahu orang seperti ini paling sulit dihadapi.
Mu Xue tersenyum datar. “Paman Qin bisa berkompromi begini karena nona Mo tidak bisa melahirkan anak, kalau dari awal dia bisa melahirkan, aku rasa anda tidak akan menolak pernikahan mereka. Status keluarga yang sepadan, saling mencintai, anda punya alasana apa untuk menolak? Tapi semuanya karena nona Mo tidak bisa melahirkan anak, barulah kemudian punya anak dengan kontrak! Paman, anda tidak suka pada Mo Yilan karena dia tidak bisa melahirkan! Tidak suka padaku karena aku tidak sempurna, keluargaku miskin, kalau dibandingkan, aku punya lebih banyak alasan untuk tidak terpilih oleh anda. Aku pernah menjadi ibu pengganti, dan sekarang diantara kami, anda memilihku setelah mempertimbangkan sisi baik dan buruknya. Aku sangat berterima kasih anda sudah tidak merendahkanku! Tapi, aku tidak bisa menginginkan Qin Yinuo!”
“Kamu sangat pintar!” Qin Maoxing tersenyum sinis. “Tapi, mungkin seumur hidup ini aku tidak mengizinkan kamu bertemu Tian Yu kalau kamu tidak setuju?”
“Apakah paman kejam begini?” Mu Xue melihatnya dengan tenang tanpa takut. “Paman juga seorang ayah, mungkin juga bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi orangtua. Apakah hati paman sekeras ini?”
“Kamu rasa aku akan membiarkan Tian Yu bertemu denganmu? Apa aku akan membiarkan Tian Yu bertemu ibu kandungnya kalau ada orang lain yang mungkin menjadi nyonya di Qin Shi?”
“Kalau begitu, paman carikan ibu tiri yang baik untuk Tian Yu saja!” Mu Xue berdiri dengan lemas dan ingin pergi.
“Nona Mu, kamu sudah membuatku merubah pemikiranku terhadapmu! Kamu sangat cocok menjadi nyonya di Qin Shi, berani, juga cukup kejam! Aku pertama kali bertemu wanita yang sampai tidak menginginkan anaknya sendiri!”
Mu Xue menahan bibirnya dan terdiam, keras kepala sampai membuat orang sedih.
“Tidak ada yang ingin kamu katakan lagi?”
Mu Xue menarik nafas dalam dan tidak membiarkan air matanya mengalir.
__ADS_1