AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 167 Jangan-jangan Gay


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Qin Yinuo menunjuk ke arah itu, dan Mu Xue juga melihatnya. Wajah Cheng Cheng terlihat keren sambil mengerutkan alisnya, kelihatannya tidak sabaran sekali. Di sampingnya ada anak perempuan yang menariknya, seolah tengah mengatakan sesuatu. “Kenapa?”


“Cheng Cheng yang sekecil itu ternyata bisa menggoda perempuan!” Qin Yinuo menghela nafas, “Dan lagi sebanyak ini! Anak ini auranya hebat sekali, menggoda perempuan pun sebanyak ini jumlahnya!”


Hello! Im an artic!


“Qin Yinuo, kau sedang asal ngomong apa?” Mu Xue berteriak rendah, aku tak pernah bertemu orang yang tak bisa diandalkan sepertimu! “Mereka kan anak-anak!”


“Kau lihat, anak-anak perempuan itu benar-benar suka padanya. Ketika kecil aku juga sering dikerumuni anak perempuan seperti itu. Kau lihat satu itu, dia tengah menarik tangan Cheng Cheng. Tapi sepertinya dia lebih besar dari Cheng Cheng! Jangan-jangan masih sekecil itu mereka sudah bisa tahu cinta berondong?”


“Qin Yinuo, tutup mulutmu!” Kata-katanya semakin tak bisa dipercaya.


“Cheng Cheng! Anak baik, sini kemari!” Qin Yinuo melihat Cheng Cheng yang masih berlambat-lambat di belakang. Padahal dirinya sudah tidak sabaran sekali, tapi masih tidak membubarkan anak-anak perempuan itu. Maka Qin Yinuo tidak sabar untuk meneriakinya.


Hello! Im an artic!


Cheng Cheng mendengar suara Qin Yinuo. Begitu menengadah, ia benar-benar melihat Qin Yinuo, ia juga melihat mami. Wajahnya langsung senang, tapi kemudian ia teringat akan sesuatu. Maka ia menurunkan wajahnya dan bergaya keren.


**


“Wah! Mu Cheng, itu daddy dan mamimu kah?” Entah anak perempuan mana yang berteriak.


“Wah, Mu Xue, daddymu ganteng sekali! Kalau besar kau pasti seganteng ayahmu, aku mau menikah denganmu!” Anak perempuan yang selalu menarik lengannya langsung berteriak. Tingginya dan Cheng Cheng kurang lebih, kelihatannya tidak terlalu besar. Tapi ia agak berbeda dengan anak SD kelas satu.


“Aku tak mau menikahimu!” Cheng Cheng mengerutkan alisnya dengan gaya keren, “Lepaskan aku!”


“Jangan! Aku mau menikah denganmu! Mu Cheng, aku suka padamu!” Anak perempuan itu tidak mau melepaskan Cheng Cheng. “Bagaimana kalau aku menikah dengan ayahmu saja. Ayahmu juga ganteng sekali!”


Cheng Cheng melepaskan diri denga sekuat tenaga dari anak perempuan itu. “Aku tak suka padamu, kau itu perempuan bodoh!”


“Mu Cheng, ayahmu benar-benar ganteng sekali. Mirip artis. Ah, matamu mirip sekali dengan ayahmu!”


“Betul juga. Sisanya mirip dengan mamimu, mamimu cantik sekali!”


Sebenarnya Cheng Cheng tidak suka pada Qin Yinuo. Tapi begitu mendengar semua orang mengatai kalau Qin Yinuo adalah daddynya, maka sedikit perasaan bangga muncul dalam hati terdalamnya. Maka ia tidak menyangkal.


“Mu Cheng, aku suka padamu!” Anak perempuan yang baru dilepaskannya itu menempel lagi padanya.


“Lepaskan aku!” Mu Cheng mendorongnya dengan kuat-kuat, “Aku benci padamu!”


“Wa–“Anak perempuan itu mulai menangis.


Mu Xue dan Qin Yinuo melongo, “Qin Yinuo, menurutmu Cheng Cheng tidak suka pada perempuan ya? Kau lihat, ekspresinya benci sekali sama anak perempuan. Menurutmu, mungkin tidak dia itu gay?”


“Apa yang kau pikirkan?” Qin Yinuo mengetuk kepala Mu Xue. “Itu berlagak keren namanya! Ketika kecil aku juga begitu! Tidak suka sama anak perempuan!”


Qin Yinuo yang bersikap seperti itu seolah menganggap Cheng Cheng adalah anaknya. Sikapnya yang bangga membuat Mu Xue menghela nafas.


“Tapi Cheng Cheng kan bukan anakmu, hal ini sulit dijelaskan kan?” Mu Xue menggeleng. Mendengar anak perempuan itu yang sedang menangis, ia segera berlari dan menggendong anak itu.


“Anak baik, jangan nangis ya!” Mu Xue membantu menepuk debu dari tubuh anak itu. Saat ini ia baru sadar, anak itu imut sekali, warna pipinya pink dan lembut.


“Mami, jangan tarik dia!” Cheng Cheng berkata dengan gaya keren di samping.


“Anak kecil, kenapa kau ini sama sekali tidak gentleman? Dia itu perempuan, kenapa kau bisa memukul perempuan?” Qin Yinuo juga berjalan mendekat, lalu berjongkok dan bertanya pada Cheng Cheng.


“Untuk apa kau datang?” Cheng Cheng bertanya tanpa segan.


“Anak kecil, tak perlu segalak ini kan kalau bertemu?” Qin Yinuo menatapi Cheng Cheng dengan kaget, “Tak perlu sedendam ini dong?”


“Cheng cheng, cepat minta maaf!” Mu Xue berkata.

__ADS_1


“Tidak mau, mami! Aku tidak bersalah! Aku tidak mau menikahinya, tapi dia mau menikah denganku dan orang itu!” Cheng Cheng menunjuk Qin Yinuo.


“Eh! Apa?”


“Betul! Aku mau menikahi Mu Cheng, dan mau menikahi daddynya Mu Cheng!” Anak perempuan itu berdiri dan mengucek matanya, “Tante jangan bantu aku. Kita mungkin akan jadi saingan cinta!”


Mu Xue kaget, amat sangat kaget. Dunia ini sekacau ini kah?


Saat ini anak itu berjalan ke depan Qin Yinuo, berkata, “Paman, cepat suruh Mu Cheng menikahiku. Aku mau menjadi pengantin Mu Cheng, kalau tidak aku akan menikahimu loh!”


Qin Yinuo juga melongo, melihat anak perempuan itu yang masih mengeluarkan ingus. Mungkin usianya lima atau enam tahun, maka ia langsung perang dingin dengan anak itu.


“Bodoh!” Cheng Cheng berkata dengan dingin, lalu menggandeng tangan Mu Xue, “Mami, ayo pulang!”


Kalau bukan karena langsung melihatnya, Mu Xue pasti takkan percaya ada anak perempuan seperti ini. Ia pasti takkan percaya anak sekecil ini berkata kalau dirinya akan menjadi saingan cintanya.


Mungkin karena terlalu kaget, sehingga Mu Xue membiarkan putranya menariknya berjalan ke samping. Cheng Cheng melihat Qin Yinuo yang masih bengong di samping, maka berkata dengan dingin, “Kalau tak pergi maka nikahi saja si bodoh itu. Jangan pernah berpikir untuk menikahi mamiku!”


“Eh! Tunggu aku!” Qin Yinuo langsung tersadar, berkata pada anak perempuan itu, “Maaf, paman tidak suka anak kecil sepertimu. Kau tidak belajar dengan serius dan masih bilang ingin menikahi orang, kau ini belajar darimana?”


“Belajar dengan TV! Paman ini bodoh sekali!” Begitu anak itu melihat Cheng Cheng hendak pergi, ia mengejarnya lagi, menahan tangan Cheng cheng, “Mu Cheng, jangan pergi!”


“Mami, aku mau pindah sekolah!” Cheng Cheng menepis anak itu dengan benci.


Mu Xue benar-benar bengong. Qin Yinuo juga berjalan mendekat dan menggendong Cheng Cheng untuk menghindari tangkapan anak itu. “Anak kecil, anakku tidak suka padamu. Tapi paman masih ada anak lain, besok kubawa yang satu itu untukmu! Mungkin dia mau menikahimu!”


“Benar kah?” Fokus anak itu telah teralihkan.


“Tentu! Kau tunggu saja! Besok kuantar anakku yang satunya lagi datang!” Qin Yinuo langsung menggendong Cheng Cheng naik ke mobil, barulah akhirnya ia bisa melepaskan diri.


Di perjalan pulang, Mu Xue bertanya pada Qin Yinuo, “Besok kau benar-benar mengantarTian Yu datang?”


“Tidak!” Qin Yinuo menggeleng, “Aku bermaksud memindahkan Cheng Cheng ke sekolah lain! Tak perlu mengorbankan anak satunya lagi. Cheng Cheng, bukannya kau ingin pindah sekolah?”


“Tentu boleh!” Qin Yinuo berkata tanpa berpikir. Tapi kemudian ia tertegun, memikirkan Xiao Xue yang berkata jangan-jangan Cheng Cheng gay. Maka ia melirik sekilas pada Cheng Cheng yang mengerutkan wajahnya di belakang, bertanya, “Cheng Cheng tidak suka pada anak perempuan sama sekali?”


Cheng Cheng mengeratkan bibirnya, seolah diam sekali. Setelah beberapa saat barulah ia berkata, “Karena mereka itu merepotkan. Setiap hari mengikutiku, aku mau pergi bersekolah di tempat yang tidak ada anak perempuannya!”


“Cheng Cheng, maksudmu di sekolah banyak anak perempuan yang mengelilingimu?” Mu Xue belum benar-benar mengerti, “Tapi pergi ke sekolah yang semuanya anak laki-laki tidak sehat untuk tubuhmu!”


“Mami, aku tak mau terus disini. Aku benci sekali!”


“Kau benci apa?”


“Benci pada anak-anak perempuan itu!”


“Kalau mereka mengikutimu itu artinya suka padamu!” Mu Xue menoleh ke Cheng Cheng yang ada di belakang.


“Aku tak mau disukai mereka!” Mengatakan ini, Cheng Cheng jadi muram. Seolah hendak mengatakan sesuatu, namun tertelan kembali.


“Kenapa nak?”


“Mereka, mereka semuanya mau merebut ciuman pertamaku…” Cheng Cheng membeberkan informasi ini.


“Srrt” seesaat dan Qin Yinuo mengerem mobilnya. Untung saja semuanya memakai sabuk pengaman, kalau tidak pasti akan terlempar.


Cheng Cheng melirik sekilas pada Qin Yinuo tanpa daya, “Benar kok!”


“Bagaimana mungkin?” Qin Yinuo bengong. Tiba-tiba ia teringat pada dirinya yang masih kecil, seolah juga pernah menghadapi masalah yang sama. “Apa mereka semua bilang mereka ingin menikah denganmu, lalu ketika kau tidak fokus mereka akan menciumi wajahmu diam-diam?”


“Bagaimana bisa tahu?” Cheng Cheng tertegun.


“Karena ketika paman seusiamu juga pernah mengalami hal seperti ini! Baik, kita pindah sekolah. Kita harus mencari sekolah yang tidak ada anak perempuan bodoh!” Qin Yinuo menggertakkan gigi. Ia takkan membiarkan Cheng Cheng mengalami pengalamannya.

__ADS_1


“Qin Yinuo!” Mu Xue menariknya untuk sesaat. Ia khawatir Cheng Cheng benar-benar tidak suka anak perempuan. Bagaimana kalau ia gay?


“Bukan, Xiao Xue. Simpan khawatirmu. Hanya saja emosinya mirip sekali denganku. Ketika kecil aku juga tidak suka pada anak perempuan!”


“Paman juga pernah mengalamai kejadian yang sama?”


“Tentu!”


“Kalau begitu paman tercium tidak?” Cheng Cheng bertanya lagi.


Qin Yinuo melirik pada Mu Xue sekilas, langsung menggeleng, “Tidak, jelas tidak!”


“Kau bohong kan?” Mu Xue menatapinya, tatapannya penuh dengan bahaya.


**


Di rumah keluarga Qin.


Akhirnya sebulan setelah keguguran Mu Xue bertemu dengan tuan besar Qin.


Qin Yinuo menjemput kedua anak tersebut ke rumah keluarga Qin. Tuan besar Qin menyuruh Bibi Zhang untuk mempersiapkan makan malam yang mewah. Begitu melihat Mu Xue, ekspresi Qin Maoxiang jadi serius sekali, tidak berbicara.


“Paman, apa kabar!” Mu Xue agak berhati-hati. Hitung-hitung ini adalah pertama kalinya ia benar-benar bertamu kemari. Sebelumnya tidak dihitung, karena pertemuan itu rasanya agak berlebihan. Meski kemudian ia pedulian sekali padanya ketika di rumah sakit, tapi karena dirinya yang terlalu bersedih sehingga ia tidak banyak berbicara dengan Qin Maoxiang.


“Ya! Tubuhmu sudah membaik?” Qin Maoxiang menyipitkan matanya menatapi Mu Xue. Sepatah kata yang sederhana kelihatannya dingin sekali. Tapi di wajahnya yang tak berekspresi, Mu Xue bisa merasakan perasaan yang aneh di dalamnya.


Ia tahu tuan besar Qin adalah orang yang serius sekali. Ia tahu setelah ibunda Qin Yinuo meninggal, ia tidak pernah menikah lagi. Ia juga tahu selama bertahun-tahun ini ia tidak punya kekasih. Orang sepertinya sungguh patut dihormati.


“Ya! Sudah jauh membaik!”


“Kalau tubuhmu sudah sehat, maka cepatlah menikah!” Qin Maoxiang berkata dengan santai.


Mu Xue tertegun. Membahas masalah pernikahan, ia benar-benar belum mempersiapkan pemikirannya.


“Kenapa? Kau tak ingin menikah dengan Qin Yinuo kah?” Melihatnya yang agak tertegun, Qin Maoxiang agak tidak senang.


“Bukan, bukan begini, paman!” Mu Xue segera menyangkal. Ia hanya merasa rasanya ada masalah yang belum benar-benar diselesaikan. Meskipun perasaannya dengan Qin Yinuo dalam, tapi ia tidak terpikir untuk menikah dengan terburu-buru.


Pernikahan adalah masalah seumur hidup, seharusnya memutuskannya dengan berhati-hati kan?


“Kalau begitu ya menikah. Minggu depan saja, beritahu ayahmu. Meski sebelumnya ia sangat tidak sopan padaku, tapi karena melihat ekspresinya ketika itu yang kelihatannya khawatir sekali, maka aku tidak akan perhitungan. Aku memaafkannya!” Qin Maoxiang berkata dengan serius.


“Eh, ya!” Mu Xue sudah mengetahui tentang hal-hal yang dilakukan Pei Lingfeng sebelumnya dari Qin Yinuo. Ia merebut Cheng Cheng dan Tian Yu.


Fokus Qin Maoxiang tertuju pada Cheng Cheng. Sebenarnya anak itu aktif sekali, tapi entah ada apa dengannya dua hari ini, tiba-tiba berubah jadi pendiam.


Saat ini, Cheng Cheng duduk di atas sofa. Ia mengerutkan alisnya, ekspresinya keren. Kelihatannya seperti sedang ada masalah. “Anak nakal, apa yang sedang kau pikirkan? Kenapa alismu berkerut dalam sekali?”


Begitu menengadah ia langsung melihat Qin Maoxiang. Cheng Cheng hanya menaikkan tatapannya dan menyapa, “Kakek, aku sedang kesal. Jangan ganggu aku!”


“Heh! Memang ada apa yang bisa kau kesalkan?” Qin Maoxiang kaget. Kata “Kesal” ini keluar dari mulut anak berumur lima tahun, “Katakan padaku!”


“Kalau kubilang kau juga tidak mengerti!” Cheng Cheng menggeleng.


Pas sekali saat ini Qin Yinuo datang membawa Tian Yu, lalu memberikan Tian Yu pada Mu Xue, “Hari ini Cheng Cheng dikerumuni anak-anak perempuan. Ada seorang anak perempuan kecil yang bilang ingin menikah dengannya. Ayah, kau tak tahu, anak-anak zaman sekarang, benar-benar mengejutkan!”


“Ada hal seperti ini?” Qin Maoxiang mengerutkan alisnya, tapi bibirnya membentuk senyuman, “Aku ingat ketika kecil aku juga pernah kesal karena ini? Sepertinya ada yang bilang ingin menikah denganku?”


Mu Xue menengadah. Di dalam mobil ketika bertanya apakah ada yang menciumnya ketika kecil jawabannya tidak jelas, kalau dipikir-pikir pasti pernah ada kejadian seperti itu!


“Tian Yu, ada adik kecil yang bilang ingin menikah denganmu?” Qin Yinuo membuka pembicaraan, bertanya pada Tian Yu. Ia mencoba untuk mengalihkan perhatian Mu Xue, karena ia bisa merasakan tatapan curiga Mu Xue, dan tatapan seperti ini membuat hatinya tidak nyaman.


“Daddy, aku sudah memutuskan. Aku mau menikah dengan Mei Mei ya. Kami sudah berjanji, tunggu aku besar nanti, aku akan menunggang kuda putih dan mencarinya, lalu dia akan menjadi pengantinku!” Tian Yu mengumumkan sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2