AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 376 Diculik Lagi


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Dia tidak bergerak dalam waktu yang lama. Sepertinya dia sedang berbaring, dan nafasnya terdengar pelan. Apakah kamu sudah tertidur? Dia berbalik dengan punggung menghadapnya, mendapati dia sedang menatapnya dengan ekspresi yang sangat kompleks. Mata hitamnya tersirat dalam kegelapan, membuat hati menjadi bergetar. “Kak Yu …” terasa ada sesuatu yang ngajal dari ucapannya, tapi dia pura-pura tidak memperhatikan. “Ya.” Masih tetap menatapnya. “Tidurlah,” dia berbisik padanya. Kemudian dia membelakanginya lagi, tapi kali ini, dia mencoba menahannya. Sambil Memeluk tubuhnya, menghela sejenak. “Oke, tidurlah!” Dia berpikir, mungkin dia lagi lelah, meskipun dia sangat menginginkannya, tapi tetap harus menghormati wanita! “Aku hanya ingin memelukmu sambil tidur, oke ?!” Suaranya yang berbisik samar-samar terdengar di telinga Song Yin. Rasa ketegangan, kelembutan, dan ketidakpastian saat itu seperti ada lubang besar di dinding yang baru saja dibangun Song Yin. Dia mengulurkan tangannya, memeluk pinggangnya, dan meletakkan wajah kecilnya di dadanya. Dia berpikir, Mungkin besok dia bisa bertanya pada Luo Weihan, bagaimana bisa pria maskulin seperti Kak Yu itu homo seksual?


Mereka berpelukan erat seperti itu. Tidur nyenyak sampai fajar …


Hello! Im an artic!


Yu Jinglan pergi bekerja pagi-pagi sekali, dan Semalam Gongben meneleponnya mengatakan bahwa Nienian tinggal di hotel bersamanya, dan hari ini mereka akan pergi jalan-jalan.


Setelah Yu Jinglan pergi, Song Yin turun gunung sendirian.


Dia sudah membuat janji bertemu dengan Luo Weihan, sepertinya Luo Weihan agak terkejut, saat mereka berdua sedang duduk di kafe, Luo Weihan tersenyum, matanya melirik dengan bebas dan santai. “Song Yin, aku tahu kamu akan mencariku!”


“Kamu tahu?” Song Yin mengangkat alisnya. “Kakak Senior pernah mencariku!” Luo Weihan tersenyum. Untuk sementara waktu Song Yin tidak tahu harus berkata apa lagi.


Hello! Im an artic!


“Memang aku yang menculikmu!” Luo Weihan mengakui. “Kamu sangat pintar, aku tidak menyangka akan diketahui olehmu! Kancing itu emang edisi terbatas, tidak mungkin aku mengelaknya, hehe … Tapi aku merasa lega sekarang! Kamu ingin tahu kenapa menculikmu?”


Aku tahu! “Kata Song Yin.


“Kamu tahu?” Luo Weihan sedikit terkejut.


Song Yin mengangguk dengan serius, lalu mengambil foto dari tasnya dan meletakkannya di depannya. “Karena ini?” Luo Weihan tertegun, “Darimana kamu mendapatkan foto ini?”


“Tidak peduli bagaimana aku mendapatkannya, aku ingin tahu apa yang terjadi!” Song Yin menatap matanya.


Luo Weihan tersenyum dan bertanya: “Kamu tidak mempercayai Yu Jinglan ?”


Song Yin tiba-tiba tertegun ketika ditanya begitu, ya, apakah dia mempercayai Kak Yu? Bisakah dia benar-benar mempercayainya sepenuhnya?


Melihat ekspresinya yang bingung, Luo Weihan tersenyum: “Ini hanya foto candaan dan taruhan dalam keadaan mabuk. Saat itu, anggota mahasiswa kumpul untuk minum bersama. Jika kalah minum harus mencium anak laki-laki. Kakak Senior kebetulan kalah! Semua orang berteriak kalo dia pasti tidak berani melakukannya. Tenyata dia melakukannya!


“Ternyata begitu!


Hati Song Yin jadi lega!

__ADS_1


Setelah pamit dengan Luo Weihan, Song Yin sambil tersenyum pergi dan berjalan sendirian di jalan. Ternyata hanya kesalahpahaman dan hampir membuatnya mati ketakutan! Itu sekalian menguji hubungannya dengan Yu Jinglan .


Setelah turun dari bus, berjalan kaki sendirian menuju vila.Karena harus menempuh jarak yang lumayan jauh, Nampak sebuah mobil hitam terparkir di Jalan Panshan. Dua orang turun dari mobil dan memandang Song Yin sambil tersenyum dingin ada maksud.


“Apa yang ingin kamu lakukan?” Song Yin bertanya.


“kami hanya ingin mencicipimu!” Kata pria itu mengoda.


Song Yin membuka matanya, kepalanya sakit, dan ketika dia membuka matanya, dia melihat wajah yang sangat menawan di depannya.


Hati Song Yin tersentak, itu Jianyi! Saat ini, dia lagi bersandar di samping tempat tidur, menatap lurus ke arahnya. Dia mengenakan atasan hitam kasual. Dadanya setengah terbuka, memperlihatkan ototnya yang kuat dan seksi, tatapannya begitu tajam.


“Sudah bangun?” Jianyi membungkuk dan mendekati Song Yin, dengan senyuman yang tidak jelas.


Song Yin menatapnya dengan kaget, berusaha untuk duduk, dan tiba-tiba terasa pusing yang kuat, dan dia terjatuh lemas di tempat tidur. “Kamu, di mana saya?”


“Di apartemen yang baru saja saya sewa!” Senyuman jahat terpampang di sudut mulut Jianyi, dan ada pancaran gelap nampak di matanya.


“Kenapa aku disini ?!” Song Yin mencoba mengingat kejadian sebelum dia tak sadarkan diri, dan bertanya, “Kau menculikku?”


Jianyidengan sombong menjawab: “Nona, menculikmu? Apakah kamu kira kamu itu peri cantik? Aku menculikmu? Dilihat dari segi harta atau paras? paras masih masuk hitungan lah, harta, apakah kamu ada? ”


Waktu itu dia ketakutan mencoba melarikan diri karena kedua pria itu mengejarnya. Dia berlari ke arah bus. Waktu itu tengah hari dan hanya ada sedikit orang di jalanan, tiba-tiba sebuah mobil melaju kencang. Song Yin tidak sempat melihatnya. Dia berlari terus, mobil tiba-tiba berderit berhenti, dan dia tertabrak oleh mobil itu, tidak parah, karena terkejut akhirnya pingsan.


Kemudian apa yang terjadi berikutnya, dia tidak ingat apa-apa lagi! Apakah orang di dalam mobil itu Jianyi?


Jianyi menbentaknya, “Hampir diculik oleh orang. Yu Jinglan sudah berpesan kamu tidak boleh berkeliaran keluar, tetapi kamu tetap tidak patuh. Wanita sepertimu tuh harusnya diperkosa saja. Diperkosa terlebih dahulu lalu dibunuh saja!”


“Kamu emang sakit!” Song Yin Terkejut, wajahnya terlihat emosi, dan dia segera bangkit dari tempat tidur. Ketika dia hendak pergi darinya, Jianyi iba-tiba memeluk pinggangnya dengan tangannya yang besar, menarik tubuhnya ke tempat tidur lagi, dan tertindih olehnya. “Lepaskan aku …” Song Yin terkejut dan berusaha keras untuk berteriak.


“Jangan bergerak!” Jianyi meletakkan tangannya di atas kepalanya agar tidak bisa bergerak. “Lepaskan, biarkan aku pergi …” Song Yin mengerutkan kening, dan hampir sesak nafas karena tertindih olehnya. Dia hanya bisa menggunakan kakinya untuk menahan tubuhnya dan menendangnya.


“Sial, bukankah aku sudah menyuruhmu untuk tetap diam?” Jianyiberkata dengan geram, nafsu panas keliatan dari matanya, jika bukan karena tubuhnya yang lagi lemah, dari awal dia sudah menginginkannya. “Hei ,wanita, aku sudah menyelamatkanmu, Bukankah seharusnya kau balas budi dengan tubuhmu?”


“Lepaskan aku… Um…” Song Yin ingin sekali mendorongnya menjauh, tapi tiba-tiba dia menyerangnya dengan mencium bibirnya. Tidak sempat bereaksi hanya matanya membelalak. Ciumannya gila dan kasar, ******* habis kelembutan dan kemanisan di bibirnya dengan liar, lidahnya mengaduk-aduk di mulutnya, seolah-olah dia adalah sepotong madu. Yang tidak bisa habis rasanya.


Song Yin tidak berani untuk bernafas, matanya terpancar dingin dan terasa menjijikkan. Dia takut menghisap nafasnya ke dalam mulutnya sendiri. Dia membenci bau pria asing ini, jadi dia lebih baik memilih untuk mati lemas karena ciuman paksa itu daripada harus membalas ciumannya.

__ADS_1


“Bodoh, bernapas!” Jianyi akhirnya melepaskannya, matanya yang berkilau dan bibirnya yang lembab seperti aroma manis permen, membuatnya merasa ingin menikmatinya setiap saat.


Song Yin mengerutkan kening dan nafasnya terengah-engah, mengangkat tangan kanannya, untuk menamparnya. “Kamu … brengsek!”


Tapi pergelangan tangannya dengan cepat dicenkram olehnya, dan ditariknya lebih dekat dengannya, dengan cibiran di wajahnya: “Aku semakin tertarik padamu, jadi aku menginginkanmu!


Song Yin dengan hati yang berkobar dan menatapnya dengan geram:” Kamu bajingan, aku ini istrinya Yu JingLan , dia adalah temanmu, bagaimana bisa kamu memperlakukan istrinya seperti ini ? ”


Jianyi dengan cepat, tubuh Song Yin dipeluk erat di lengannya, telapak tangannya yang besar menyentuh wajahnya, matanya bersinar seperti memancarkan gelombang panas yang menyengat: “Emang kenapa kalau istrinya? Song Sitong yang saat itu pacarnya. Aku juga menidurinya? menurutmu kau … ”


” Pergi! “Sebelum Jianyi menyelesaikan kalimatnya, Song Yin cepat memotongnya,” Jika kamu berani menyentuhku, aku akan membunuhmu.


“menbunuhku? Apakah kamu memiliki kemampuan itu?” Jianyi menyipitkan matanya dan tangannya tiba-tiba menyelinap dari bawah kemejanya meraba ke pakaian dalamnya.


Tubuh Song Yin bergetar, dan amarah yang dalam muncul di matanya, berjuang mati-matian: “Singkirkan tangan kotormu, dasar penjahat kotor!”?”


Mata Jianyi berkedip, dan mulutnya menyinggir. “Ya, aku penjahat, tapi jika kuberitahu, kalau Yu Jinglan yang memintaku melakukannya? untuk menguji kesetiaanmu, kesetiaanmu terhadapnya!”


“Tidak mungkin! “Song Yin menggelengkan kepalanya. “Dia tidak akan melakukan itu!”


Jianyimelihat wajahnya yang dingin penuh kebingungan, dan sengaja bertanya: “Mengapa kamu begitu percaya pada Yu Jinglan ? Apakah kamu lupa? Song Sitong pacarnya yang dulu, dia juga membiarkan saya menidurinya, jadi kamu ini siapa? ”


“Kamu tidak perlu sengaja memanasi! “Kata Song Yin . “Aku percaya Kak Yu!”


“Gadis bodoh! Apa menurutmu dia peduli padamu?” Jianyi melepaskannya, tersenyum tipis, bangkit, “Sini dan dengarkan ini!”


Selesai berbicara, dia memutar sebuah perekam suara. Terdengar Suara berat Yu Jinglan : “Orang macam apa dia, aku juga ingin tahu!”


“Apa kamu yakin ingin aku mengujinya? Apakah kamu tidak takut saya menidurinya?” Ini suara Jianyi. “Kalau iya, berarti dia tidak pantas bersamaku!” Suara Yu Jinglan .


Song Yin tercengang, apa arti percakapan ini?


Jianyi mematikannya, dan melihat Song Yin sambil tersenyum. “Gadis bodoh, apakah kamu masih percaya pada kak Yu mu? Dia sendiri yang memberi saya ijin untuk mendekatimu!” “Benarkah?” Song Yin tersenyum lembut, “Kamu kira hanya dengan percakapan ini , dapat membuatku percaya jika kamu benar? Apakah kamu ingin mengatakan bahwa Kak Yu membiarkanmu mendekatiku?”


“Itu memang benar!”


“Maaf, aku tidak akan mempercayaimu! aku percaya pada Yu Jinglan !” Song Yin berdiri. “Jianyi, biarkan aku pergi. Kejadian hari ini aku anggap tidak pernah terjadi. Apapun maksud yang kau miliki, itu di luar kendaliku. Aku bahkan tidak ingin tahu. Bolehkah aku pergi sekarang?”

__ADS_1


Song Yin kaget mendengar rekaman itu, tapi rekaman bisa aja dipalsukan. Jianyi pasti mempunyai maksudnya sendiri. jadi dia tidak akan mempercayainya! seperti foto antara Yu Jinglan dan Luo Weihan ini. Dia tidak ingin memikirkannya lagi. Kepercayaan adalah hal terpenting antara suami dan istri.


“Kamu tidak percaya?” Jianyi mengangkat alisnya, memikirkan arti dari kata-katanya. Dia tidak habis pikir karena wanita ini benar-benar aneh, dia tidak mempercayainya, bahkan terhadap pria menarik seperti dirinya tidak bergeming sama sekali.


__ADS_2