
Hello! Im an artic!
Qin Yinuo tidak memperhatikan emosinya untuk beberapa saat, dan masih tertawa. Tawa yang keras membuat sudut bibirnya yang ditekan rapat menggambar lengkungan ke atas, dan wajahnya yang tampan dan tegas bertambah kelembutan, menawan dan mempesona yang membuat orang tidak dapat membuka mata mereka.
“Apakah kamu sedang marah?” Suaranya membawa tawaan, dia menaapnya dengan lembut, akhirnya menyadari ekspresinya sepertinya sedikit berubah.
Hello! Im an artic!
Dia berbalik badan melihatnya, sambil memayunkan bibir, “Kamu jangan memanggil seperti itu, masih belum pasti siapa yang akan menjadi istrimu?”
Memikirkan bahwa dia dulu pernah mendiskusikan pernikahan dengan Mo Yilan, dan jika bukan karena Tuan besar Qin terus-menerus menentang, mungkin mereka sudah akan menikah, begitu mendengar dia memanggil kata “Istri” ini dengan begitu lancar, entah sudah berapa banyak kali dia memanggilnya sehingga menjadi begitu terampil.
Tatapannya berkedip, terlintas sedikit curiga, kemudian lanjut berkata dengan yakin : “Hanya kamu! Xiao Xue, istriku hanya ada kamu!”
“Kamu juga pernah mengatakan perkataan ini dengan orang lain, ya kan?” Dia mulai serius, hatinya murung. “Kamu menyebut panggilan ini dengan begitu terampil, pasti juga sering memanggil sebelumnya, ya kan?”
Hello! Im an artic!
Qin Yinuo tertegun, terkejut melihat tampilan Mu Xue mengerutkan kening, tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya, setelah menghela napas, lalu berkata dengan gumam : “Xiao Xue, apakah kamu benar-benar marah? Baiklah, aku tidak akan memanggil lagi!”
Dia sedikit kecewa, hatinya juga ikut murung, dia pertama kali memanggil panggilan ini, dengan hati nuraninya.
Dia melihatnya berkata seperti itu, dan menjadi semakin yakin, ternyata dia benar-benar pernah memanggil Mo Yilan “Istri” sebelumnya, dia menolehkan wajahnya, pandangannya mengarah ke luar jendela, suasana hati yang awalnya cukup bagus mulai berkabut dalam seketika, lalu berkata dengan santai : “Ayolah, setir mobil!”
Dia menyalakan mobil, suasana kembali menjadi membosankan.
Qin Yinuo tidak berani berkata, takut dia akan tidak senang jika dia berkata.
Tetapi semakin dia tidak berkata, hatinya semakin kacau.
“Apa yang ingin kamu makan?” Suaranya menjadi berhati-hati, takut dia akan tidak senang dan tidak peduli padanya lagi, dia yang sekarang sangat takut, bagaimanpun di saat dia ingin membalas utang bersalah pada Mo Yilan, dia juga berutang pada Xiao Xue di saat yang bersamaan.
Dia akan membalasnya dengan seumur hidupnya!
Qin Yinuo membawanya ke sebuah restoran yang mewah, dan memesan sebuah ruangan yang suyi.
“Untuk apa kamu membawaku ke sini?” Mu Xue dibawanya masuk, dia tidak suka tempat yang sanagt mewah dan mahal seperti ini, apalagi duduk di dalam ruangan.
“Makan!”
“Mahal sekali!” Dia berteriak pelan.
Pelayan itu tampak sedikit menghina ketika dia mendengar kata-kata Mu Xue, seperti sedang melihat orang miskin, ini segera membuat wajahnya sedikit malu dan menggigit bibirnya dengan erat.
Qin Yinuo melirik pelayan itu, matanya setajam pisau, begitu menakutkan sehingga pelayan itu segera menundukkan kepalanya dan tidak berani menertawakan Mu Xue lagi.
Qin Yinuo membalikan kepala melihat tampilan Mu Xue yang menggigit bibir, hatinya sakit, ini adalah wanitanya, sepertinya dia selalu mengkhawatirkan tentang sembako, hatinya menjadi ikut kesakitan. “Aku mampu merawatmu, kamu terlalu kurus, harus dirawat!”
“Beri kami hidangan dengan standar tertinggi, dengan campuran nutrisi yang masuk akal!” Kata Qin Yinuo.
“Tetapi……” Mu Xue ingin mengatakan sesuatu.
“Tidak boleh tolak!” Katanya pelan, kemudian berkata kepada pelayan itu : “Kamu sudah boleh keluar! Jangan masuk jika tidak ada kepentingan!”
“Baik!” Orang itu segera keluar.
Tak lama kemudian, semua makanan sudah dihidangkan.
__ADS_1
“Mohon jangan ganggu kami lagi!” Qin Yinuo mengingatkannya sekali lagi.
Hingga ketika ruangan tersisa dua orang saja, Qin Yinuo menariknya duduk di atas kakinya. “Xiao Xue!”
Dia menatapnya, sangat tidak nyaman duduk di atas kakinya, tetapi dia malah melingkari pinggangnya, tidak mengizinkannya pergi. “Xiao Xue, dengarkan aku, aku hanya pernah memanggilmu istriku, dan hanya akan memanggilmu saja di masa depan!”
Akhirnya, dia jujur kepadanya dengan serius.
Hatinya bergetar, sedikit sulit untuk dipercaya, tetapi ekspresinya sangat serius.
“Aku berpikir ini adalah pengungkapan perasaanku yang paling tulus, panggilan ini, bukan bisa diucapkan terhadap wanita siapapun, aku memanggilmu istri, dari lubuk hati yang paling dalam!”
Hatinya menjadi cerah seketika, dia memejamkan mata, air mata jatuh terharu.
“Jangan nangis!” Nada bicaranya sangat lembut, jari tangannya yang panjang mengusap air matanya.
“Apakah kamu benar-benar tidak pernah memanggil Mo Yilan dengan panggilan ini?” Dia bertanya dengan suara pelan, bertingkah seperti orang yang sangat cemburu, dan bahkan sedikit merendahkan dirinya, tetapi itu adalah ekspresi yang paling benar di hatinya.
“Tidak!” Dia menggeleng!
Dia tersenyum sambil membawa air mata di wajahnya.
“Istriku?” Panggilnya lagi, kali ini, dia tidak menolaknya, tetapi melingkari lehernya, dan berinisiatif memberikan bibirnya sendiri.
Keempat bibir saling bersentuhan, hati Qin Yinuo berdetak kencang, kejutan memenuhi seluruh dadanya, dan segera berubah dari pasif menjadi aktif, lidahnya mengulur memasuki mulutnya, mengisap lidah kecilnya……
Dia menciumnya, tangan besarnya memasuki pakaiannya, tubuhnya mengenakan jasnya, bisa menutupi sweater-nya yang diangkatnya di dalam, tangannya bergerak dari pinggulnya yang montok dan memegang hingga ke bawah pakaiannya, kemudian ke dadanya, menggoda bagian sensitifnya.
Jahat, dia sama sekali tidak ada tenaga untuk melawannya……
“Qin Yinuo! Kamu…… Lepaskan aku!”
“Hentikan!” Tubuhnya setelah kehamilan tampaknya sangat sensitif, sama sekali tidak dapat melawannya. “Aku mohon padamu jangan teruskan lagi.”
“Jangan bagaimana?” Dia tertawa, menghentikan ciumannya yang menyiksanya, tetapi matanya malah seenaknya melihat keindahan di depan matanya itu, benar-benar tidak ingin melepaskannya.
Dia mendesah, sama sekali tidak bisa melawannya.
Dia melihat wajah kecil Xiao Xue yang cantik itu penuh dengan kemerahan, bulu matanya yang panjang setengah tertutup, menutupi matanya yang hitam bagaikan giok hitam, kulitnya yang putih memerah, seperti buah yang menggoda.
Qin Yinuo hanya merasakan jantungnya berdesir, dan bertanya dengan suara sedikit serak, “Xiao Xue, aku sudah tidak sabar!”
Qin Yinuo menatap wajah kecil Mu Xue, tatapannya yang tergoda itu membuatnya mabuk, jarinya juga tidak tahan menyentuh wajahnya yang merah itu, mengangkat wajhanya, dan tatapan kedua orang berpapasan.
Dia tidak berani melihat tatapannya, karena tatapannya sangat menawan, seolah ingin mengisap jiwanya kapan saja.
Dalam seketika, Mu Xue memandangnya dengan tertegun, bibir tipis Qin Yinuo terangkat, wajahnya perlahan-lahan mendekati Mu Xue dan berkata dengan suara rendah : “Istriku, wajahmu, seperti udang matang……”
Barulah Mu Xue sadar kembali, lalu mengulurkan tangan mendorongnya, wajahnya semakin memerah, “Qin Yinuo, kamu jahat……”
Cukup memalukan baginya untuk tergoda pada **** pria, dia masih menertawakannya lagi, ketika dia hendak meninggalkan kakinya, lengannya malah ditarik oleh sebuah tenaga yang kuat, tubuhnya tidak stabil, dan jatuh ke dalam pelukannya yang kuat, sebelum dia sadar kembali, bibirnya sekali lagi dicium oleh bibirnya yang hangat itu.
Bibir yang hangat, basah, maskulin, mendominasi, dengan lembut menghisap bibirnya, terasa gatal dan mati rasa, mata Xiao Xue melebar, tubuhnya kaget, dan tangannya dengan kaku menahan di dada Qin Yinuo yang kuat.
Tubuh Qin Yinuo yang gagah dan kuat bagaikan sebuah dinding, memeluk Mu Xue dengan erat, sweater sekali lagi terangkat, dan setelan gaunnya juga dibuka olehnya!
Mu Xue hampir tidak bisa bernafas.
__ADS_1
Dia menciumnya dengan gila, sepertin ingin melampiaskan semua kerinduan dan cintanya dalam ciuman ini.
Dia menciumnya dengan seenaknya dan gila, nafasnya hangat, tangan besarnya bergerak di seluruh tubuhnya, dia membuka bibir merah Mu Xue yang tertutup rapat dengan lidahnya, bersedia memasukkan lidahnya kedalam, mencicipi keharuman di dalam bibir dan giginya.
Mu Xue hanya merasa lidahnya mengikuti dengan erat, mengamuk dengan liar, mengisapnya, mengejarnya dengan tidak sabar, mengejar lidah kecilnya yang tidak tahan menghindar itu, sama sekali tidak memberinya kesempatan untuk bernapas.
Bibir merahnya menjadi merah dan bengkak karena hisapannya yang mendominasi, menjadi semakin indah, membuat suasana hati Qin Yinuo mengambang, dan seluruh orangnya kecanduan …
Dia mengisap bibir merah Mu Xue yang lembut itu dengan semakin kuat, hingga hampir mencium Mu Xue hingga pingsan. Antusiasmenya juga terpancing karena dominasinya, dan pikirannya berdengung, dan sudah lupa malam apa ini!
Mungkin, mereka sudah terlalu tertekan! Menjalani hari-hari yang penuh tekanan, antusiasme dalam tubuh perlu dilepaskan, dan sedikit tidak sabar!
Qin Yinuo tidak dapat mengekspresikan emosi rumit yang bercampur di dalam hatinya.Hanya ekspresi nostalgia yang menyakitkan dan tak terkendali di wajah tampannya yang tegas menunjukkan kontradiksi dan perjuangan batinnya.
Dia menginginkan wanita yang di dalam pelukannya ini, keindahan ini membuatnya tidak tahu harus bagaimana melepaskan wanita ini, ketika dia tersenyum dan memenuhi dia dengan Mo Yilan, dia tidak akan bisa melupakan keterkejutan saat itu dalam hidup ini!
Mungkin cinta memang harus melalui beberapa kesulit, harus sanggup menahan hujan dan badai, barulah bisa melihat pelangi. Dia yakin mereka akan bersama! Pasti bisa!
Mu Xue terengah-engah oleh ciuman Qin Yinuo, dia hampir sesak, tetapi tangannya meninggalkan aliran panas pada tubuhnya.
Dia berkata bahwa dia hanya memanggilnya istri, dan dia pun langsung tidak tahan untuk menyerah!
Saat ini, dia berpikir, meskipun akan turun ke neraka, dia juga tidak peduli lagi! Biarkan semua masalah ini ke neraka! Tetapi ——
Wajah Mo Yilan melintas di benaknya lagi, wajah yang begitu menakutkan seperti hantu, hatinya tiba-tiba ketakutan!
Dia dengan jelas merasakan perjuangannya, dan segera bergumam : “Xiao Xue, jangan pikirkan, jangan pikirkan apa-apa, aku mencintaimu! Hanya mencintaimu……”
Dia tahu bahwa dia sangat keberatan dalam hatinya?
Mata Mu Xue terasa panas, mengalirkan air mata.
Dia merasakan rasa asin yang sepat, semakin menyayanginya dalam hati.
Dia mengulurkan lidah, menjilat air mata yang ada di wajah Mu Xue. Lidahnya membawa kehangatan, menjilat wajah Mu Xue, lalu ke telinga, menutupi daun telinganya dalam mulut.
Seluruh tubuh Mu Xue gemetar, dia berjuang ingin mendorong wajah tamapn Qin Yinuo yang mendekat di telinganya itu, tetapi Qin Yinuo mengisap daun telinganya, tidak tahan untuk menggores telinganya dengan ujung lidahnya, dan menggoda Mu Xue dengan seenaknya.
Mu Xue sedikit kesal, dia tahu bahwa dia seharusnya mendorongnya, tetapi seluruh tubuhnya lemas saat ini, seperti tergerak oleh godaan yang disengaja Qin Yinuo.
Tidak seharusnya seperti itu! Masalah mereka masih belum diselesaikan, tidak seharusnya seperti itu!
Semua telah kacau, Qin Yinuo tida bisa menunggu lagi! Dia menggunakan satu tangan melingkari pinggang Mu Xue yang ramping, kemudian menutupi tubuh bagian atasnya dengan jas, agar tidak terlihat oleh orang yang tiba-tiba menerobos masuk.
Satu tangan lagi mengangkat pinggul montoknya, dan dengan kuat menahannya ke arah selangkangannya, dia ingin Mu Xue tahu bahwa dia sudah jatuh hati padanya, begitu tidak sabar!
Mu Xue yang dalam pelukan segera menegangkan tubuh, dia mengangkat kepalanya dengan gemetar, tatapannya ketakutan dan tidak berdaya, ketika melihat nafsu di mata Qin Yinuo, dia segera panic dan menundukkan kepalanya, dia mulai mendorong dadanya, ingin melepaskan diri dari Qin Yinuo.
Tetapi, dia malah melepas stokingnya dengan satu tangan, melepas tali pinggangnya, dia menggunakan tangan yang gemetar mengangkat satu kakinya yang panjang, dan bangkit memasukinya di saat menciumnya dengan kuat, menelan tangisannya yang menyakitkan.
Dengan cara yang sangat aneh, dia memasuki tubuhnya yang sudah kebanjiran …
Pada saat dia berseru kaget, dia dengan keras menahan desahannya yang hendak dikeluarkan.
Kemudian, Qin Yinuo menciumnya dengan pelan.
Bibir merahnya yang bagaikan kelopak bunga membawa sentuhan yang lembut, lebih lembut dari sutra kelas tertinggi, lidahnya terjerat di dalamnya, dan sentuhan yang bagaikan sengatan listrik membuatnya tergesa-gesa menuju titik puncak.
__ADS_1
Mu Xue memejamkan mata, seluruh tubuhnya tidak bertenaga, bagaikan sekumpulan kapas yang lembut.
Ketegangan dan kegembiraan itu hampir membuat Mu Xue hancur!