
Hello! Im an artic!
“……” Mu Xue tertegun, ia menengadah melihat wajah yang hampir tertawa namun juga seolah tidak tertawa, hanya merasa sepasang kakinya melemah.
Lalu Xue menunduk, tidak ingin bertatapan dengannya.
Hello! Im an artic!
Saat ini, rasanya ia ingin berubah menjadi udara, tidak ingin berhubungan sedikit pun lagi dengan orang ini. “Tuan, maaf, di restoran ini tidak ada pelayanan seperti ini!”
“Benar kah? Panggil bos kalian kemari!” Qin Yinuo berkata dengan suara dingin, lalu melangkah naik ke lantai dua.
Mu Xue tertegun, tidak mengikutinya ke atas.
Saat ini Manajer Feng turun dari lantai atas, begitu melihat Mu Xue yang berdiri diam dengan polosnya, ia langsung jadi marah, menaikkan alisnya. “Mu Xue, kenapa kamu tidak melayani tamu?”
Hello! Im an artic!
Pas sekali Qin Yinuo berhenti, lalu manajer Feng menyambut dengan senyuman. “Tuan, Anda kemari, Anda adalah teman bos kami! Silahkan!”
“Ya! Nyonya, aku ingin minum secangkir kopi buatan nona ini, apakah permintaanku ini berlebihan?” Nada suara Qin Yinuo hambar sekali, tapi malah terdengar pasti. “Perlu aku cari Mi Lei?”
“Tuan, permintaan itu tidak berlebihan, Xiao Xue, kalau tuan ini ingin minum kopi buatanmu maka apa yang kamu tunggu?”Manajer Feng mendesak, karena manajer hall hanya bertugas tersenyum menyambut tamu, memangnya pekerjaan itu apanya yang tidak enak dikerjakan, tentu saja ia tidak boleh tidak menyenangkan tamunya.
Sepasang tangan Qin Yinuo dimasukkan ke dalam kantong celananya, “Ya! Kalau begitu aku pergi dulu!”
“Tuan datang seorang kah?” Manajer bertanya sambil tersenyum.
“Benar!” Ia berkata dengan nada rendah, lalu ia menoleh pada Mu Xue, tatapannya dalam tak berdasar.
Maka Mu Xue hanya bisa pergi menyeduh kopi, lalu ia mengantarnya langsung ke meja Qin Yinuo, sementara saat ini Mi Lei juga sudah mendengar kabar ini, ia tahu Qin Yinuo datang, langsung keluar dari kantor untuk menemuinya.
Dari jauh sekali, terdengar suara tawa Mi Lei: “Nuo! Presiden perusahaan besar sepertimu kenapa punya waktu untuk datang?”
Qin Yinuo mengaduk kopi dalam cangkir, tersenyum. “Sengaja datang untuk melihatmu!”
Mu Xue melirik sekilas pada Mi Lei, lalu membalikkan tubuhnya dan pergi, tapi Qin Yinuo malah berteriak: “Nona!”
“Xiao Xue!” Mi Lei juga menoleh, begitu melihat Mu Xue yang hendak berjalan pergi, “Xiao Xue, dulu kamu kerja di perusahaan Qin kan? Kemarin kamu sudah mendiskusikan detail pesanan dengan Presiden Qin, dulu kalian pasti sudah kenal!”
“Tidak! Kami tidak kenal!” Mu Xue berkata dengan kaku.
Qin Yinuo tiba-tiba duduk tegak, sudut bibirnya tersenyum, ia memakai jas hitam yang klasik, tinggi tubuhnya 1,8 meter, meski sedang duduk pun ia terlihat tinggi. Sementara bibirnya membentuk senyum jahil, tapi tatapannya itu membuat orang yang melihatnya jadi tidak tenang.
Mu Xue langsung menunduk.
Aura bossynya mengucur keluar, seolah ia memilikinya sejak lahir, ia menatapi Mu Xue seperti itu, kelopak matanya terus bergerak, dan ketika tatapannya bergejolak, seolah memubat tubuh orang jadi gugup.
Mi Lei kaget, lalu hatinya seolah menyadari sesuatu, rasanya hari ini Xiao Xue dan Qin Yinuo agak aneh!
“Benar, nona ini sepertinya pernah kerja di perusahaan kami, tapi sepertinya sebelumnya belum pernah bertemu ?Betul tidak?” Sepasang mata Qin Yinuo menatapinya dengan licik, Mu Xue begitu berdiri di depannya jadi gugup.
Ia berdiri di samping meja, bibirnya bergerak, tapi tidak ada kata-kata yang keluar, lalu mengangguk.
Benar! Tidak kenal! Tidak kenal! Belum pernah bertemu! Belum pernah bertemu! Mu Xue berteriak dalam hati.
“Belum pernah bertemu?” Mi Lei tertegun. “Sayang sekali ya.”
Tapi kenapa ia merasa hubungan diantara Mu Xue dan Qin Yinuo tidak semudah ini? Jangan-jangan ia yang berpikir berlebihan? Mi Lei semakin tertarik, ketertarikannya mengental sehingga dirinya pun merasa aneh! Eh, ia tidak boleh terlalu ingin tahu.
“Tuan, kak Mi, kalau tidak ada apa-apa lagi, aku turun dulu!” Mu Xue berkata dengan sopan.
Ketika Mu Xue membalikkan tubuhnya dengan berdebar-debar, tiba-tiba ia berkata: “Tunggu, nona yang cantik!”
__ADS_1
Ia tertegun, dalam hati ia langsung memaki-maki Qin Yinuo, tapi malah terpaksa bertanya sambil tersenyum: “Tuan masih butuh pelayanan apa?”
Qin Yinuo tersenyum. “Tidak perlu, kopi buatan Nona enak sekali!”
“Terima kasih!” Mu Xue berterima kasih dengan sopan. “Saya sudah boleh turun kan?”
Tatapan Qin Yinuo dingin, ia menahan emosi yang memuncak dalam hatinya. Lalu ia meletakkan cangkir kopi itu, melihat wanita yang berdiri di samping, wanita ini benar-benar berpura-pura tidak mengenalnya!
Mi Lei merasakan ada sesuatu yang salah, lalu merasa ia muncul pada waktu yang salah, apakah ia harus melarikan diri sekarang? Diantara tatapan galak kedua orang itu, Mi Lei melarikan diri!
Dan yang aneh adalah, kedua orang tersebut tidak menyadarinya!
Ada sesuatu! Pasti ada sesuatu!
“Nona, aku mau satu porsi steak sapi! Medium!” Qin Yinuo berkata.
“Baik!” Mu Xue mengerjapkan mata besarnya yang indah, lalu tersenyum cerah, “Tuan harap tunggu sebentar!”
Mu Xue memanggil pelayan yang bertugas memesan menu, “Kalau tuan memesan makanan, harap katakan pada nona satu ini!”
“Aku mau psan padamu!” Qin Yinuo jadi bersikap kekanak-kanakan.
“Qin Yinuo!” Mu Xue melototinya, kalau bukan pria ini yang mengganggunya, ia tidak akan meneriakkan namanya, tapi ini benar-benar kelewatan, baru sehari malah datang cari masalah!
Qin Yinuo malah tak memedulikan panggilannya, ia mengelus dagunya dengan sebelah tangan, lalu menatapi wanita ini dengan penuh ketertarikan, “Ya! Nona, aku kenal denganmu kah?”
Wajah Mu Xue memerah, pria ini adalah perwujudan dari setan.
Qin Yinuo berpura-pura tidak tahu apa-apa, sialan, sementara dirinya tidak tahu apa yang diinginkannya.
Qin Yinuo melihatnya yang diam tak berbicara, lalu berkata pada pelayan di samping, “Nona, kamu turunlah! Aku mau satu porsi steak sapi!”
“Baik!” Pelayan itu menjawab dengan ekspresi tergila-gila dan aneh, ini pertama kalinya ia bertemu dengan pria seganteng itu, auranya kuat sekali, entah apa hubungannya dengan asisten Mu.
Mu Xue langsung menaikkan alisnya, lalu kembali tenang.
“Nona kan tahu namaku, aku juga ingin tahu nama nona!” Ketika ia membalikkan tubuhnya, ia berkata.
Mu Xue rasa detak jantungnya jadi makin cepat, di hadapan sepasang mata itu, rasanya dirinya bisa dilihat sepenuhnya. Sementara ia sedang berpura-pura tidak kenal dengannya, suasana aneh ini membuat dirinya merasa tidak enakan.
Ada apa ini?
“Tuan, ini tidak termasuk dalam pelayanan restoran kami, harap Anda menikmati makanan Anda!” Mu Xue membalikkan badannya dan berjalan perig, kalau ia tidak pergi lagi, takutnya ia akan menyirami orang itu dengan kopi!
Qin Yinuo tersenyum, tatapannya malah terus mengikuti tubuh yang bersembunyi dibalik tiang.
Mi Lei tahu dirinya tidak memiliki tempat bersembunyi, maka ia hanya bisa berjalan kemari. “Nuo, sepertinya kamu tertarik pada Xiao Xue?”
Sementara Qin Yinuo duduk bersandar di kursi, cangkir kopi di tangannya, ia menggoyangkannya perlahan. Tatapannya malah terus menatapi punggung Mu Xue yang berjalan pergi bagai mata elang, seolah Mu Xue adalah incarannya.
Aura yang dikeluarkannya dari sekujur tubuh, aura maskulin yang jelas sekali.
“Aku tidak kenal dengannya!” Ia mengerjapkan matanya sambil berkata pada Mi Lei.
“……” Mi Lei tak bisa berkata apa-apa.
“Kamu malah menyerahkan jabatan Presiden dan bersikeras membuka restoran, kenapa?” Qin Yinuo membuka bahan pembicaraan.
Mi Lei tersenyum kering, alisnya yang tajam terangkat. “Hobi!”
“Nama restoranmu adalah Penungguan! Menunggu siapa?”
“Cuma nama kok!” Sudut bibir Mi Lei terangkat, ia duduk di depannya. “Penungguan adalah sebuah siksaan, penungguan adalah sebuah ketidakberdayaan, entah masa depan akan bagaimana, tapi penungguan adalah harapan yang penuh dengan harapan, karena terlalu banyak memori di masa lalu, tapi malah berharap akan masa depan yang cerah!”
__ADS_1
“Sejak kapan kamu jadi sepuitis ini?” Qin Yinuo menggoyangkan cangkir kopinya, kopi yang hitam ini sudah beberapa hari ini tidak diminumnya!
“Dengar-dengar acara Sabtu nanti adalah acara perjodohanmu?”
“Dengar dari siapa?”
“Paman!”
“Kalau begitu hitungannya iya!” Sudut bibir Qin Yinuo terangkat, tatapannya mencari sebuah sosok, begitu melihat wanita itu datang membawa segerombol orang naik ke lantai dua, tatapannya jadi dalam.
“Kalau begitu anakmu akan punya ibu tiri!” Mi Lei menghela nafas. “Anak yang kasihan sekali!”
“Tidak juga!” Qin Yinuo berkata santai sampai meneguk kopi.
“Jangan-jangan kamu sudah menemukan ibu kandung anak itu?” Mi Lei seolah tertarik. “Nuo, ibu dari anak itu sebenarnya siapa?”
“Seorang wanita!” Qin Yinuo memegang cangkir, sudut bibirnya tersenyum, mengeratkan bibirnya, rasa kopi ini sungguh enak!
“Aku tahu wanita, kalau pria mana bisa melahirkan!” Mi Lei menjawab kesal, setiap kali membahas mami Tian Yu, orang ini jadi asal-asalan.
“Bos Mi, bukannya sudah saatnya kamu mengurus bisnismu?”
“Aku semakin menyadari kalau kamu datang makan kesini bukan karena makanan!” Mi Lei menatapi Mu Xue yang jauh dengan tatapan dalam, lalu tersenyum licik. “Mungkin Sabtu nanti aku harus beri libur sehari pada Xiao Xue!”
“Kalau kamu tidak ingin bangkrut, boleh!” Qin Yinuo berkata sambil tertawa.
“Mengancamku?” Mi Lei mengangkat alisnya.
“Bisa dibilang begitu!”
“Kalau begitu sudahlah! Sebenarnya aku tidak bermaksud pergi ke acara itu, tapi kelihatannya sekarang aku juga harus pergi ke rumahmu!” Mi Lei berdiri, mengangkat bahunya. “Nuo, makan pelan-pelan, aku pergi dulu!”
“Pinjamkan dia padaku setengah hari!” Qin Yinuo berkata pelan.
“Siapa?” Mi Lei sengaja berpura-pura tidak mengerti.
“Kalau tidak ingin mati maka cepat!” Sepatu kulit Mi Lei ditancapkan sebatang tusuk gigi dengan cepat.
“Hei! Ini sepatu kulit yang baru kubeli!” Mi Lei berteriak sambil menunduk.
“Kalau tidak kena kakimu sudah harus bersyukur!” Saat ini, steak sapi Qin Yinuo sudah dihidangkan, lalu ia mulai makan dengan anggun.
Mi Lei melihat tusuk gigi itu pas sekali ada diantara sepatu kulit dan kakinya, tidak sampai masuk ke dagingnya, untung saja! Ia menghela nafas lega. “Nuo! kamu harus mengganti uang sepatuku!”
“Mau sebatang lagi?” Nada suara Qin Yinuo tetap hambar, ia melihat jam di tangannya sebentar, lalu berkata: “Sepuluh menit kemudian, aku hendak keluar dengannya! Sore ini kamu panggil orang lain untuk berdiri di hall!”
“Bossy sekali!” Mi Lei menghela nafas sesaat, lalu ia memanggil orang disamping untuk memanggil Mu Xue.
“Kakak Mi, ada apa?” Ia melihat Qin Yinuo di kejauhan, Mu Xue khawatir Qin Yinuo sedang membuat masalah.
“Xiao Xue!” Mi Lei tiba-tiba tidak tahu harus bagaimana mengatakannya, kenapa rasanya seperti sedang memaksa Wanita baik-baik untuk berbuat sesuatu yang jahat? Dia ini kan penanggung jawab restoran, bukan nyonya pemilik prostitut, kenapa rasanya ia sedang tidak membuka restoran, tapi sedang menjual pertunjukan!
“Ya?”
“Anu, Presiden Qin katanya ada masalah dan butuh bantuanmu! Sore ini kamu bisa tidak perlu kerja lagi.” Mi Lei mengatakannya dengan cepat, lalu melirik sekilas pada Qin Yinuo. “Nuo, kalau ngomong begitu bisa kan?”
Kemudian, tanpa menunggunya menjawab, Mi Lei berkata lagi dengan cepat: “Aku masih ada urusan lain, kalian mengobrol lah! Pergi dulu ya!”
“Kakak Mi!” Mu Xue melongo, kemudian ia melototi Qin Yinuo, tanpa mengatakan sepatah kata pun, ia berbalik dan pergi.
Qin Yinuo tidak mengatakan apapun, ia terus makan, suasana hatinya malah bagus sekali.
Mu Xue tidak memedulikannya, ia kembali ke hall utama, hatinya malah jadi khawatir.
__ADS_1
Sebenarnya ia harus bagaimana baru bisa memutuskan hubungan dengan pria ini?
Bisnis di restoran lumayan, setelah segerombol orang pergi jadi lebih tenang, Mu Xue berdiri di hall utama, tengah berbicara dengan tamu.