AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 66 Kau Ini Tak Bisa Diandalkan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Karena kalimat Cheng Cheng, tiba-tiba hatinya berdenyut sakit, dia ini masih anak kecil, masih sekecil ini, ia tidak seharusnya menyerangnya begitu, tapi begitu memikirkan kalau ia adalah anaknya Mu Xue, hatinya jadi kesal tanpa alasan yang jelas, awalnya ia suka pada anak ini, sekarang ia juga ikut tertekan.


“Paman, kata mama pergi cuci tangan dan makan!” Cheng Cheng menengadahkan kepalanya, menunggu Qin Yinuo berbicara.


Hello! Im an artic!


Ia ingin bilang dirinya bukannya tidak suka padanya, tapi begitu ia hendak berkata, ia malah jadi hanya bergumam sesaat. “Ayo pergi!”


Cheng Cheng menoleh, wajahnya penuh dengan kekecewaan, paman tidak bilang telah memaafkannya, kalau begitu paman masih tidak suka padanya, untuk suatu waktu, wajah kecilnya berkedut.


Melihat tubuh kecil itu pergi membawanya ke kamar mandi, alis Qin Yinuo berkedut.


Kalau ada orang yang melihat mereka berdua berkedut bersamaan, pasti akan menyadari kenapa mereka berdua mirip sekali? Atau mungkin, itu karena hubungan darah!


Hello! Im an artic!


Cheng Cheng sendiri pergi membuka kran air, kemudian mengambil sabun, sambil mencuci tangan sambil berkata pada Qin Yinuo: “Paman, sebelum makan perlu mencuci tangan dua kali! Dengan begitu baru bisa bersih!”


Qin Yinuo menaikkan alisnya, meski kebersihan yang dikatakan anak ini cocok dengannya, tapi anak sekecil ini kalau mengajarinya aneh sekali rasanya.


“Paman, kamu dengar tidak? Kalau tidak cuci tangan mami tidak akan beri makanan!” Cheng Cheng sudah selesai mencuci tangan, lalu memberikan sabun pada Qin Yinuo.


Qin Yinuo melihat tangan kecil itu, garis tangan yang jelas, mirip sekali dengan tangannya, ia mengulurkan tangan untuk menerima, tangan besarnya menyentuh tangan kecil itu, lalu hatinya bergetar dengan aneh.


Cheng Cheng malah berteriak. “Paman, aku sudah cuci tangan, kamu mengotori tanganku lagi, kata mami ini namanya juga terinfeksi!”


Selesai berkata, ia membuka keran lagi, lalu mencuci tangannya dengan serius.


“Tanganku tidak kotor!” Qin Yinuo berkata dengan tidak senang, sebelumnya dirinya yang selalu merasa jijik pada orang, ini pertama kalinya orang lain jijik padanya!


“Paman cepat sedikit!” Cheng Cheng mendesak.


“Kalian belum selesai cuci tangan ya?” Mu Xue sudah membawa nasi dan lauk pauk ke atas meja.


“Mami, aku datang!” Cheng Cheng segera berlari keluar, langsung duduk di tempat yang paling disukainya. Mu Xue pergi mengambil bubur, tapi masakannya sudah siap semua, orang itu masih belum kunjung datang.


Mu Xue melirik sekilas ke arah kamar mandi, “Cheng Cheng anak baik, tunggu paman sebentar, mami pergi lihat dia!”


Qin Yinuo melihat rak kecil di dalam kamar mandi, hanya ada dua botol shampo dan sabun, bahkan tidak ada sabun pencuci muka, lalu sabun, sementara macam-macam sabunnya tidak sedikit, ia menaikkan alisnya sedikit, kehidupan Mu Xue benar-benar sederhana.


Sampai sekarang ia masih tidak mengerti, kenapa ia tidak menggunakan tujuh setengah juta yuan itu, harus tahu, betapa banyak wanita yang melihat uang sebanyak itu pasti akan langsung menggila!


Awalnya ia mengira wanita ini hanyalah wanita mata duitan, tapi memikirkan amplop yang masih tersegel dan dikembalikan itu, dan ia hanya ingin bertemu dengan anaknya, ia rasa dirinya telah salah menilainya.


Sebenarnya ia ingin memberitahunya perlahan kalau Tian Yu adalah putranya, tapi tak disangka sekarang malah muncul anak yang lain, dan ini telah merusak semua rencananya. Membuat Qin Yinuo terpukul! Ia kira rencananya dulu itu sudah sempurna!

__ADS_1


“Masih belum selesai mencuci tangan kah? Bukannya kamu sudah lapar?” Mu Xue berbalik untuk menanyainya, mengusik pemikirannya.


“Mu Xue!” Ia menatapnya melalui kaca di dinding, wajah putihnya, kulitnya yang lembut, wanita yang tidak menggunakan sabun pencuci muka dan wajahnya bisa sebaik ini, ketika memikirkan hal ini bagian bawah tubuhnya mengeras, bahkan resleting celananya sampai mengembang. Tidak mungkin, bahkan ketika sakit pun barang ini masih berfungsi? Qin Yinuo menarik nafas dalam-dalam untuk menutupi ketidaknyamanan dirinya.


“Ya?” Mereka saling bertatapan melalui cermin, begitu melihat mata hitam pria itu seolah memiliki dorongan emosi yang lain, seolah membuat hati Mu Xue jatuh.


“Presiden, sudah boleh makan!” Ia berbalik, tatapan pria ini penuh dengan intimidasi, ia tidak suka mleihat matanya, sehingga ia berbalik dan tidak melihatnya. “Cepatlah!”


“Handuk!” Ia berkata dengan nada rendah.


Mu Xue tertegun, membalikkan badan dan melihat handuk yang tergantung, ia segera berkata: “Kamu pakailah ini, baru dicuci, tidak ada yang pakai!”


Qin Yinuo menerimanya, mengelap tangannya, lalu Mu Xue melihatnya meletakkan kembali handuk itu ke tempat asalnya, berkata: “Nanti setelah makan aku bantu Anda pesan taksi!”


Secepat ini sudah mengusirnya pergi, wanita ini sungguh mengesalkan. “Aku belum sembuh!”


“Tapi rumah kami tak cukup ditinggali orang lagi!” Mu Xue tidak perlu menampung seorang pria, apalagi atasannya.


“Kamu tega membiarkan seseorang yang sakit untuk naik taksi seorang diri?”


“Aku sendiri yang membantumu memesan taksi!” Mu Xue berkata.


Qin Yinuo menyadari wanita ini tidak memedulikan dirinya, hatinya kesal. “Heh! Kalau begitu aku tidak makan lagi!”


Sambil berkata ia berjalan ke arah kamar.


Mu Xue tertegn, atas dasar apa orang ini tidak makan?


“Segera!” Mu Xue mengejarnya. “Presiden, kamu jangan kekanak-kanakan lagi, cepat makan, kamu sudah tidak makan seharian!”


Baru memasuki kamar, ia mendengar suara Qin Yinuo yang mengerang, “Aku demam lagi, tidak ingin makan!”


“Ah! Demam lagi?” Mu Xue tidak sempat merespon untuk sesaat, “Setelah infus untuk menurunkan demam, seharusnya demammu sudah turun. Kenapa masih demam pula? Kucoba!”


Sambil berkata, ia menyentuh dahi Qin Yinuo dengan tangannya, “Tidak panas kok?”


Sementara dirinya tiba-tiba memegang tangannya, ekspresi wajahnya seolah hendak tertawa dan sekaligus juga tidak, tatapannya yang dalam memancarkan ekspresi yang tidak terbaca. Ia tiba-tiba sekali menangkap tangannya. “Bagaimana tidak panas? 39.5 derajat, itu dokter yang bilang!”


Gerakannya membuat Mu Xue melototkan matanya, menatapi tangannya yang menggenggamnya dengan erat. “Presiden, lepaskan tangan Anda!”


Jangan-jangan ia sedang menggodanya?


Tangan Mu Xue masih digenggamny, membuatnya melotot marah padanya, “Presiden, kamu ingin berbuat apa? Cepat bangun dan makan, anakku sedang menunggu!”


“Tapi kan kamu menyentuh dahiku, masa kamu boleh menyentuh dahimu, aku tidak boleh menyentuh tanganmu…” Matanya memincing, ia menatap lagnsung pada Mu Xue, kulitnya yang putih jadi memerah, dan bibirnya jauh lebih memerah lagi, maka Qin Yinuo menelan ludahnya, ingin melewati malam bersama wanita ini, perasaan itu muncul lagi dalam pikirannya.


“Presiden…” Mu Xue melongo, kata-kata pria ini sama sekali tak bisa diandalkan, ia tengah menarik tangannya kembali sekuat tenaga, tapi pria ini malah tidak melepaskannya. “Kamu ini tak bisa diandalkan!”

__ADS_1


Ia menyesal telah membawa pria ini pulang, benar-benar mengesalkan.


“Tak bisa diandalkan? Ini pertama kalinya ada yang berkata seperti ini padaku!” Nada suaranya tidak berekspresi, Mu Xue tidak bisa mendengar kemarahan pria ini. Ditengah kekagetannya, ia menarik tangannya sekali lagi, karena ia terlalu mengerahkan tenaga, pria itu malah melepaskan tangannya dengan jahat, sehingga tubuh Mu Xue tumbang ke belakang.


“Ah–” Ia kagetnya sampai langsung memejamkan mata.


Dan lengannya yang panjang langsung terulur, menangkap pinggangnya, “Lihatlah sendiri, inilah akibatnya kalau kulepaskan tanganmu!”


Rambutnya yang tebal menutupi sebelah matanya, terlihat samar-samar. Mu Xue langsung membuka matanya, dirinya tidak terjatuh, dan keduanya saling bertatapan, wajah Mu Xue langsung memerah.


Tatapannya menyapu wajah kecilnya, bibirnya mengeluarkan tawa. Ia menengadahkan dagu wanita ini ke sudut yang sempurna, lalu menciuminya.


Hanya saja bibirnya itu panas sekali, langsung membakar Mu Xue.


Mu Xue melihat wajahnya yang ganteng sekali, kedua tangannya mengerat jadi tinju. Menunggu hingga bibirnya melepaskannya, Mu Xue tidak bisa menjelaskan perasaannya saat ini, wajahnya benar-benar memerah, tiba-tiba pria ini berdiri tegak dan mendorongnya, berbalik, rasa sakit menyeruak di hatinya, ciuman ini, membuatnya teringat akan tuan rubah itu, hati Mu Xue langsung mendingin, berkata dengan dingin: “Presiden, harap tahu diri!”


Dirinya bukan wanita yang bisa berciuman dengan pria manapun, ia hanya ingin melewati hari-hari dengan damai, dan gaya Qin Yinuo yang menyentuhnya begini membuatnya tidak berdaya.


Ia tidak ingin bermain-main dengan pria, maka wajahnya mendingin, membalikkan badan dan berjalan keluar.


Hanya saja belum ia membuka pintu, sebuah tangan di belakang langsung menahannya, ia membalikkan badan dan ingin marah, tapi karena mereka berdirinya terlalu dekat, dekatnya sampai hatinya tidak karuan, ia langsung menahan nafas.


Qin Yinuo menguncinya, sudut bibirnya terangkat, berkata: “Tahu diri? Baik! Tidak suka diriku yang memperlakukanmu seperti ini?”


Mu Xue melongo sesaat, wajahnya semakin dingin. “Presiden, aku bukan pelacur, kamu jangan terlalu mempermainkan orang dong!”


Ia bisa menahan tuan rubah, karena ia menyembunyikan anaknya, tapi ia tidak bisa menahan Qin Yinuo, dirinya bukan pelacur!


Setelah melirik Mu Xue yang galak, Qin Yinuo menaikkan alisnya perlahan, lalu menghadapi wania ini yang tengah berapi-api, “Baik, ayo pergi makan.”


Qin Yinuo berjalan keluar duluan, begitu melihat meja persegi yang telah penuh dengan masakan, semuanya masakan chinese, biasanya dirinya makan masakna western, karena praktis.


Mu Xue memasak ayam pedas, kentang iris, tahu daging, telur yang digoreng dengan tomat, dan masih ada semangkok milet, itu adalah masakan spesial untuk Qin Yinuo, karena ia sudah demam, seharusnya ia makan yang agak hambar sedikit. Sementara ayam pedas adalah kesukaannya dan Cheng Cheng.


“Sudah bisa makan belum?” Cheng Cheng sudah tidak sabaran. “Paman kenapa tiba-tiba bengong begitu?”


Qin Yinuo berdiri di samping meja makan, melihat meja yang penuh dengan masakan, tiba-tiba hatinya terasa hangat, sudah lama sekali ia tidak memiliki perasaan seperti ini, ternyata yang dikatakan Tian Yu tidak salah, wanita ini bisa memasak, dan lagi kelihatannya enak.


Qin Yinuo yang awalnya tidak berselera langsung duduk di atas kursi, tapi sebelum makan ia berkata. “Aku belum makan obat kan?”


Ia tidak ingin demam terus, sungguh tidak enak rasanya. Apalagi wanita ini terus mengusirnya, ia juga tidak ingin membuang mukanya dengan terus tinggal, dirinya sudah dibilang tidak bisa diandalkan, memang Presiden perusahaan Qin sepertinya pernah direndahkan?


“Sehabis makan setengah jam kamu makan obat, kalau makan obat dengan perut kosong akan merusak lambungmu, kamu sudah tidak makan seharian, nanti aku akan mengingatkanmu untuk makan obat!” Mu Xue memberikannya semangkok milet, wajahnya tidak berekspresi, dingin sekali, tapi nada suaranya penuh dengan perhatian, apalagi dirinya bukan orang yang kejam, terutama pada orang sakit.


“Paman, aku juga akan mengingatkanmu!” Cheng Cheng memberikannya sepasang sumpit. “Paman, anda cepat coba, masakan mamiku enak sekali loh, sebelumnya ketika paman Li datang ke rumah, dia makan banyak sekali! Dan terus memuji kalau mamiku sungguh hebat!”


“Zeng Li pernah datang?” Suara Qin Yinuo langsung merendah, bahkan dirinya sendiri pun tidak tahu seberapa dingin suaranya, ekspresi wajahnya seberapa muram.

__ADS_1


Mu Xue mengangguk, ia tidak punya kewajiban untuk memberitahunya kan? Ia berkata dengan tidak senang: “Bukannya Anda yang menyuruh Manajer Zeng untuk datang?”


“Aku?” Sejak kapan dirinya membiarkan Zeng Li bekerja hingga datang ke rumahnya? Sialan, kenapa ia tidak tahu tentang ini, ternyata ia pernah memasak untuk Zeng Li, sialan! “Siapa yang mengizinkanmu masak untuknya?”


__ADS_2