AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 54 Kembali Ke Rumah


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Baru saja duduk, dia melihat Qin Yinuo muncul dari arah lift.


“Selamat pagi, Pak!” Xiang Jing menyapanya.


Hello! Im an artic!


“Pagi!” Qin Yinuo menjawab sambil tersenyum.


Apa? Qin Yinuo menjawab? Sambil tertawa? Apakah dia baru saja memenangkan lotre?


Qin Yinuo tampak berbeda dari biasanya … Ada apa ini?


“Sekretaris Mu, selamat pagi!” Qin Yinuo menyapa.


Hello! Im an artic!


“Selamat pagi, Pak!” Mu Xue bangkit berdiri sambil menjawab sapaan tersebut.


“Sekretaris Mu, tolong bawakan aku segelas kopi!” perintah Qin Yinuo.


“Baik!” Mu Xue bangkit berdiri kemudian dengan cepat membuatkan segelas kopi.


Di dalam pantry Mu Xue mengaduk kopi sambil melamun. Dia memikirkan kapan bisa bertemu dengan anaknya?


Apakah ada yang bisa memberitahunya? Apa yang harus dia lakukan?


Dia merasa sangat putus asa. Air matanya terjatuh dan dia terjatuh di atas lantai. Dia meringkuk di pojokan sambil menangis.


Tidak berapa lama muncul sebuah sosok di hadapannya, “Apa yang kamu lakukan? Bersembunyi menangis di sini?”

__ADS_1


Perlahan Mu Xue mengangkat wajahnya, dia melihat Qin Yinuo berada di hadapannya.


Qin Yinuo menarik Mu Xue kemudian memeluknya.


Saat ini Mu Xue seperti boneka hidup, dia tidak bereaksi maupun memberontak. Dia hanya tahu bahwa pelukan ini tidak berhak dia dapatkan!


Dengan dingin Mu Xue berkata, “Pak, lepaskan aku! Kopi sudah selesai ku buat.” Melihat Mu Xue yang seperti ini, hati Qin Yinuo sangat sedih.


Mu Xue meninggalkan Qin Yinuo kemudian beranjak pergi.


Ketika keluar dari pantry, Qin Yinuo berpapasan dengan Ceng Li, “Nuo, cuaca hari ini sangat baik. Ayo ke pantai!”


“Ayo,” Qin Yinuo menerima ajakan Ceng Li. Mereka berdua pergi ke pantai dan berjalan menyisiri pasir-pasir untuk menuju ke kolam berenang.


“Sebentar, kenapa dengan bahumu? Kucing liar mana yang menggigitmu? Hahaha,” Ceng Li menggodanya sambil tertawa.


Qin Yinuo melihat bahunya yang terluka karena bekas gigitan.


“Dasar pelit! Apa ruginya memberitahuku?” Ceng Li mengomel sambil bersiap untuk berenang.


Setelah berenang beberapa saat mereka menepi untuk beristirahat.


“Li, tolong urus game yang akan kita kembangkan itu! Setelah launching, aku akan mulai mempromosikan game ini,” ujar Qin Yinuo.


Membicarakan game ini membuat hati Ceng Li berdegup kencang, “Nuo, apakah kamu tidak penasaran wanita seperti apa yang melahirkan anak sepintar ini?”


“Lumayan penasaran. Setelah launching aku akan mengundang ayah dan ibunya untuk berkenalan secara resmi!” ujar Qin Yinuo dengan tersenyum.


Dia benar-benar ingin bertemu kedua orang tua anak itu.


“Ku rasa dia tidak memiliki ayah!” ujar Ceng Li menggelengkan kepalanya”Kenapa?”

__ADS_1


“Tidak semua orang memiliki ayah, sama seperti tidak semua orang memiliki ibu! Itu jawaban yang anak itu berikan kepadaku,” ujar Ceng Li.


“Dia tidak memiliki ayah?”


“Iya. Tunggu saja sampai kamu bertemu dengan ibunya! Pasti akan membuatmu terkejut! Benar-benar anak dan ibu yang akan membuatmu merasa kasihan.”


“Apakah seleramu sudah berubah? Haha,” goda Qin Yinuo.


“Wanita itu sangat cantik, baik, putih dan pintar …,”


“Kamu bahkan sudah merencakannya?”


“Tunggu saja sampai kamu bertemu dengan wanita itu. Jangan sampai kamu ingin berebut denganku!” ujar Ceng Li.


“Haha, jangan bercanda!” Qin Yinuo menjawab.


Setelah pulang kerja, Mu Xue pergi ke sekolah untung menjemput Chengcheng kembali ke rumah.


Besok adalah hari yang sangat penting untuk Mu Xue.


Hari jumat telah tiba. Acara pembukaan proyek kerja sama dengan WVL akan berlangsung annti malam.


Pada sore hari Mu Xue bekerja sama dengan Wu Jingxuan untuk mempersiapkan segalanya dengan baik.


“Xiao Xue, kenapa kamu terlihat lebih kurus sekarang?” tanya Wu Jingxuan dengan khawatir.


“Aku baik-baik saja, mungkin karena terlalu sibuk akhir-akhir ini.”


“Beristirahatlah sebentar, aku lihat kamu tampak kelelahan,” ujar Wu Jingxuan.


“Tidak perlu, sungguh aku baik-baik saja!” Mu Xue menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Ayo lah!” Wu Jingxuan membujuknya, “Lihat dirimu, tampak lemah dan kelelahan! Aku tahu bagaimana rasanya bekerja di bawah Qin Yinuo, dia pasti memberikanmu banyak sekali pekerjaan!”


__ADS_2