
Hello! Im an artic!
Mu Xue tertegun, ia tidak tahu apa perbuatan Tuan Rubah itu termasuk pemerkosaan atau tidak, karenanya ia mengangguk, berkata dengan pahit: “Memang pernah diperkosa!”
Qin Yinuo langsung mematung, tiba-tiba tidak bisa berkata-kata, “Uhuk uhuk uhuk…”
Hello! Im an artic!
“Presiden, pergilah ke rumah sakit, demammu parah sekali!” Meski pria ini bossy, sangat tidak beraturan, tapi karena mereka saling kenal, dirinya juga pernah menolongnya, sehingga Mu Xue berkata dengan perhatian: “Pergilah infus di rumah sakit!”
Wanita ini diperkosa?
Otak Qin Yinuo seperti sedang disambar petir, ia tertegun, setelah berteriak seesaat, wanita ini masih hendak pulang ke restoran untuk mendiskusikan menu masakan dengan koki!
Qin Yinuo menyalakan mobil, wajahnya muram, setelah berjalan beberapa jauh, ia berkata: “Kamu masih bisa kembali kerja!”
Hello! Im an artic!
“Tidak perlu, aku di baik-baik saja di Penungguan!” Mu Xue berkata dengan hambar.
“Kecepatanmu untuk mencari kerja sungguh cepat!” Wajah Qin Yinuo muram, ia menatapi jalan dengan serius.
“Demi hidup!” Nada suaranya sangat hambar.
Qin Yinuo tidak berkata-kata lagi, hanya bertanya: “Kemana?”
“Penungguan!”
Mobil turun dari area gunung dan langsung melesat ke Penungguan, pas sekali mereka melewati rumah sakit, Mu Xue tidak bisa menahan diri untuk berkata: “Presiden, pergilah dulu ke rumah sakit untuk mengambil obat, ata infus, aku bisa naik bus umum dari rumah sakit!”
“Tidak perlu!” Ia berkata dengan dingin.
“Kalau tidak pergi berobat bagaimana bisa?” Ia sudah terbatuk, kalau tenggorokannya radang kan lebih parah lagi.
Tiba-tiba ia menyadari wanita ini cerewet sekali, dirinya bahkan sudah memecatnya, untuk apa ia perhatian padanya?
Ketika mobil melewati rumah sakit, Mu Xue langsung berkata: “Presiden, stop mobilnya!”
Ia tidak berhenti, maka Mu Xue terus berkata; “Stop! Ke rumah sakit!”
Ia tetap tidak menghentikan mobil, maka Mu Xue langsung menarik rem tangannya.
“Sialan!” Qin Yinuo berteriak, menghentikan mobilnya. “Kamu tahu tidak tindakanmu ini berbahaya sekali?”
“Siapa suruh kamu tidak mau menghentikan mobil” Ia berkata.
***
Sampai di rumah sakit, begitu mengecek suhu tubuhnya, sang dokter langsung menulis surat untuk rawat inap.
“Aku hanya demam!” Qin Yinuo melototi si dokter.
“Sudah 39.5 derajat, Anda yang masih bertahan ini aku benar-benar salut. Nyonya, harap Anda pergi memberi deposit terlebih dahulu, lalu mengurusi proses rawat inap, sampai demamnya turun baru boleh keluar dari rumah sakit!” Dokter berkata dengan cepat.
Mendengar panggilan sang dokter, Mu Xue langsung hendak menjelaskan, “Dia bukan su-…”
“Berikutnya!” Dokter memotong kalimatnya. “Nyonya, cepatlah pergi!”
Wajah Mu Xue memerah, lalu melirik sekilas pada Qin Yinuo, wajahnya tenang sekali, bibirnya mengatup rapat, tidak berekspresi.
Ia langsung menunduk, sementara begitu Qin Yinuo melihat wajahnya yang memerah langsung tidak berkata apa-apa.
__ADS_1
Setelah mengurus proses rawat inap, Mu Xue berkata: “Presiden, Anda pergilah infurs, akan ada suster yang membantu Anda, aku sudah berkata padanya!”
“Kamu mau kemana?” Qin Yinuo setengah terbaring di atas ranjang, begitu mendengar Mu Xue hendak pergi, ia langsung bertanya.
“Aku pergi kerja!”
“Tidak boleh!” Ia memerintahkannya bagai anak kecil. “Kamu membuang seseorang yang sakit di rumah sakit, ini apa-apaan?”
“Tapi ini hari pertamaku kerja!” Dia tidak boleh izin di hari pertama kan?
“Aku akan meminta izin untukmu!” Ia mengambil handphone dan menelepon, “Mi Lei, aku, Qin Yinuo, karyawanmu Mu Xue kupinjam sebentar!”
Entah apa yang dikatakan orang seberang, Mu Xue melototinya dengan marah, pria ini kapan baru bisa mengubah sikap bossynya? Ia menatapi telepon tanpa daya, entah kakak Mi Lei akan marah atau tidak.
“Aku ingin mendiskusikan bahan masakan, jenis masakan, membicarakan detail benar, hari ini dia tidak akan kerja! Ok?!” Selesai berkata ia langsung memutus teleponnya.
Mu Xue mengernyit, benar-benar tidak bisa berkata-kata. “Aku tidak bilang mau izin kerja!”
Selesai berkata, ia berbalik dan pergi.
“Kamu kenapa?” Qin Yi Nue berteriak sambil menatap punggungnya.
Mu Xue tidak berkata-kata, memikirkan pria ini belum sarapan, kalau tidak makan tubuhnya semakin sulit sembuh, ia tidak ingin menjaganya seharian, karena ia memboncenginya menuruni gunung, jadi orang ini tidak tergolong jahat, maka ia memutuskan untuk membantunya membeli sekotak nasi.
Berpikri demikian, ia tidak lagi ragu, Mu Xue berjalan ke kantin rumah sakit, Qin Yinuo masih terbaring di atas ranjang, tapi wajahnya menghijau, bagai anak kecil yang marah.
Setelah Mu Xue memasuki ruangan, Qin Yinuo akhirnya menengadah, menatap Mu Xue dengan dingin, wajahnya dingin tidak berekspresi, kedinginan ini seolah mereka pertama kalinya bertemu, seolah mereka berdua tidak berhubungan sama sekali.
“Orang sakit harus makan!” Mu Xue memberikan mangkok sekali pakai ke meja di sampingnya, lalu meletakkan sendok kecil ke dalamnya, memberikannya padanya. “Makanlah sedikit!”
Ia menengadah, matanya menatapinya, tapi tidak menerimanya.
“Kamu tidak pergi?” Suaranya yang rendah dan dingin terdengar, ia kira wanita ini hendak pergi! Ia tengah kesal-kesalnya, tak disangka wanita ini kembali, hatinya jadi senang, bahkan dirinya sendiri juga kesal, melihat wanita ini, ia perlahan jadi tenang.
“Makanlah sedikit!” Ia berkata.
“Letakkanlah!” Ia menatap peralatan makan itu, ia tidak suka rasanya yang seperti gabus itu.
“Kamu tidak makan?” Mu Xue menaikkan alisnya.
“Rasanya tidak enak!” Ia berkata dengan pilh-pilih: “Aku alergi dengan ini!”
Mu Xue melirik pada peralatan makan itu, akhirnya mengerti. “Bagaimana kalau aku pesan satu lagi, lalu meminta mereka untuk menggantinya dengan mangkok keramik?”
“Tak perlu repot-repot!” Suaranya yang rendah karena batuk jadi terdengar serak, Qin Yinuo menggeleng. “Aku tidak punya selera!”
Melihat nasi dalam mangkok, Mu Xue jadi agak kecewa, ia berkata dengan keras kepala: “Kalau tidak sarapan kamu tidak punya tenaga, tidak baik untuk tubuh, lama-kelamaan akan merusak ususmu! Presiden kan orang sebesar ini, bisa tidak jangan pilih-pilih makanan, harus tahu di dunia ini masih banyak orang yang kelaparan!”
“Tak kusangka kamu ini perhatian sekali padaku!” Ia tiba-tiba berkata dengan licik, tatapannya jatuh pada bibirnya yang merah. Suaranya jadi seperti tengah menyindir, tatapannya yang jatuh pada Mu Xue jadi dingin. Kalau ia tidak punya anak itu, ia akan membiarkan wanita itu masuk ke dalam keluarga Qin, tapi sekarang, setelah ia tahu wanita ini memiliki anaknya sendiri, ia tidak akan setuju…
“Heh!” Mu Xue menggerutu, rasanya hatinya berdenyut sakit, ia tidak memedulikan sindirannya, berkata dengan penuh kesabaran: “Meski orang asing juga perlu diperhatikan dong, apalagi Presiden dulunya juga atasanku, aku berharap kamu cepat sembuh!”
“Berdasarkan kata-katamu, ke depannya kalau aku tidur dengan wanita mana, perlu kamu perhatikan juga? Kalau wanita itu tidak bersih maka hitungannya ia juga sakit?” Ia berkata dengan dingin, tatapannya yang penuh dengan sindiran dingin menatapi Mu Xue, “Sekarang kamu bukan lagi sekertarisku, memangnya masih perlu mengkhawatirkanku?”
“Kamu?” Dirinya yang berbaik hati membelikannya nasi dan dipandang sebelah mata sudah ditahannya, sekarang masih perlu mendengar sindiran dinginnya, Mu Xue langsung membalikkan badannya, menatapinya sama dinginnya lalu berkata, “Terserah mau makan atau tidak, kalau tidak sembuh kamu sendiri yang sengsara.”
Tak perlu berkata lebih banyak, ia langsung berbalik dan berjalan keluar, ribut-ribut tanpa alasan, pria sebesar ini, masih main emosi, pilih-pilih makanan, dan omongannya masih seburuk ini pula!
Lalu terdengar bunyi keras “Bruk”, Mu Xue menutup pintu ruang pasien, lalu duduk di kursi panjang luar ruangan. Meski ia sudah diluar, tapi ia masih khawatir, pria sialan, bagai anak kecil yang ribut-ribut.
“Bruk” sesaat! Mendengar suara dari dalam ruangan, Mu Xue kagetnya sampai segera membuka pintu, ia melihat Qin Yinuo meninju meja di samping.
__ADS_1
“Tanganmu!” Ia langsung pergi menarik tangannya, memeriksa infus di tangannya, untung saja, jarum infus itu tidak sampai tertarik.
***
“Tinjumu itu keras kan?” Mu Xue tak menyangka ia akan menggunakan tangannya yang sedang diinfus untuk memukul meja.
“Ini tangaku!” Ia berkata dengan kesal.
Tadi karena ia mengira wanita ini sudah pergi, maka ia jadi kesal sendiri, tapi tak disangka dirinya bagai anak kecil yang emosi pada wanita ini. Ia memiringkan kepalanya yang sedang demam tinggi itu, tidak berkata lagi.
Mu Xue duduk di kursi samping, melihat wajah pria itu yang kelelahan, bibir yang pecah-pecah, ia menghela nafas panjang. “Presiden, orang sakit kalau emosian juga normal! Aku bisa pura-pura tidak melihat dan mendengarnya!”
“Kamu ini cerewet sekali!” Tatapannya tajam sekali, mampu melukainya.
Mu Xue menjawab dengan bangga, “Wanita memang cerewet!”
Kemudian, keduanya tidak berbicara, setelah Qin Yinuo diinfus setengah langsung ketiduran. Kemudian ruangan jadi hening sekali, Mu Xue melihat Qin Yinuo yang wajahnya memucat di atas ranjang, ia melototinya dengan ekesal, lalu menyelimutinya.
Wajahnya sungguh ganteng, bulu matanya panjang, dan membentuk sebuah bayangan di bawah kelopak matanya. Hidungnya mancung sekali, seolah banyak sekali tulang di hidungnya itu. Dagunya runcing, bibirnya penuh, bahkan kulitnya pun mulus, di dagunya banyak anak kumis, dirinya penuh dengan daya tarik yang maskulin.
Ketika Qin Yinuo tertidur jadi tenang sekali, ia tertidur sampai sore, ketika membuka matanya, infus sudah ditarik kembali, ia bahkan tak tahu infusnya kapan habis!
“Sudah bangun?” Mu Xue berdiri, langsung mengelus suhu di dahinya. “Tidak panas lagi!”
Tangan kecilnya lembut sekali, ketika mengelus dahinya itu, hati Qin Yinuo bergetar, menatapi wanita itu, “Kamu tidak pergi?”
Mu Xue mengangguk. “Ya! Kata suster, asal demammu turun maka kamu boleh pulang, aku segera meminta termometer untukmu!”
Selesai berkata ia pergi ke kantor para suster untuk meminta termometer, setelah diperiksa, ia sudah tidak panas lagi, maka terpaksa mengakui kehebatan obat itu. “Sudah bisa pulang, hanya perlu mengambil sedikit obat!”
Qin Yinuo membuka selimut dan turun dari ranjang, tak sengaja tersandung, ia hampir jatuh.
“Ah!” Mu Xue segera memapahnya. “Hati-hati!”
“Kamu berbaring sebentar, aku pergi ambil obat!”
“Sama-sama!” Ia memincingkan matanya, nada suaranya tetap sama seperti dulu yang penuh dengan perintah, meski sudah sakit seperti ini, tapi ia tetap bossy.
“Baiklah!” Mu Xue rasa mungkin dirinya di kehidupan lalu pernah berhutang pada pria ini, sehingga baru diperintahinya seperti ini sekarang. Setelah selesai mengurusi proses di rumah sakit, mengambil obat, tubuh Qin Yinuo tetap lemah, setelah makan obat demam rasanya ia agak ngantuk, tidak bisa mengemudi.
“Presiden, aku pesan taksi untuk antarkan Anda pulang!”
“Tidak mau!” Ia berkata dengan dingin.
“Kenapa?” Mu Xue tidak memahaminya.
“Ayahku akan khawatir!” Ia berkata lagi.
Maka hatinya langsung menengang, ia menatapi pria itu dengna bingung, ternyata pria ini detail sekali orangnya, ia takut ayahnya akan mengkhawatirkannya? “Kalau begitu kuantar Anda kemana? Mansion Ming Hao kah?”
“Baik!” Qin Yinuo mengangguk, lebih baik ia kesana dulu, ia masih ingin tidur.
Hanya saja begitu menaiki taksi dan sampai di mansion Ming Hao, Qin Yinuo tiba-tiba berkata, “Kuncinya ada dalam mobil!”
“Kalau begitu ini artinya kita tidak bisa masuk?”
“Ke rumahmu!” Ia memerintah, kalau kembali untuk mengambil kunci, ia bisa penat sekali.
“Hah?”
“Tak usah cerewet, Tuan, ke jalan Yong Xiang!” Qin Yinuo memerintahkan.
__ADS_1