AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 116 Menangis Sedih


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Paman Qin, tidak ada ibu yang tidak merindukan anaknya sendiri, aku sangat rindu padanya. Tapi apa anda mau melepasnya? Kalau iya, aku tidak perduli apakah Tian Yu itu penerus Qin Shi atau tidak, aku punya kemampuan dan percaya bisa membesarkan dia, tapi apa ini adil baginya? Terus menerus diperebutkan antara ayah dan ibu itu tidak baik untuk perkembangannya! Maka, aku hanya bisa kejam! Benar, aku orang yang kejam, tapi aku tidak cocok menjadi nyonya di Qin Shi, aku tidak sekejem paman yang menyiksa cucu sendiri yang masih kecil dan memanfaatkannya!”


Benar! Dia hanya bisa kejam!


Hello! Im an artic!


Seperti banyak orangtua yang bercerai dan merebut anak, tapi tidak tahu begini mungkin akan membuat jiwa anak trauma dari kecil, perbuatannya kejam, agar Qin Yinuo tidak terlalu menderita saat mendidiknya, saat Mo Yilan sudah sembuh, juga tidak akan membuat anak itu terlalu menolaknya menjadi ibu barunya!


Selalu ada seseorang yang harus melepaskan dan merestuinya! Dan dirinya bersedia menjadi orang itu!


“Aku tidak pernah bertemu ibu sekejam kamu!” Qin Maoxiang sangat tidak menyangka dan juga marah sekali.


“Paman bisa menghalangi pernikahan putra sendiri dengan kejam karena ingin dia bahagia, paman menyayangi putra sendiri, tapi menunjukkan dengan cara yang tidak cocok, membuat Qin Yinuo menderita begini! Dia tidak ingin anda marah, maka tidak menikahi Mo Yilan, lalu kemudian muncullah keadaan itu! Aku rasa, Qin Yinuo itu mencintaimu, karena dia pada akhirnya akan mengingat ibu kandungnya yang meninggal karena melahirkan dia, akhirnya dia akan mengingat hal ini, dia mempermasalahkan hal ini sama sepertimu walaupun sudah 30 tahun berlalu!”


Hello! Im an artic!


“Kamu sepertinya sangat mengerti Yinuo!”


“Aku hanya merasa dia sangat menderita punya ayah sepertimu! Dia tidak menikahi Mo Yilan dan memberikan cucu padamu karena tidak ingin anda marah, dan saat itu dia dan aku tidak ada perasaan apapun! Sekarang, nona Mo sakit, dia tidak keberatan pada yang telah terjadi dan hatinya akhirnya merasa bersalah, rasa bersalahnya pada nona Mo membuatku terharu! Sangat jarang menemui pria begini! Juga mohon paman berpikir dari sudut pandangnya, dia sangat menderita! Jangan menyiksa hatinya lagi! Aku sudah selesai bicara, selamat tinggal, paman!”


“Kamu sungguh tidak menginginkan Tian Yu?” Qin Maoxiang terkejut, dia tidak menyangka Mu Xue akan memilih begini, gadis ini lebih hebat dari yang dipikirkannya, dia tidak bisa diancam, tidak bernegosiasi, kepintaran ini sedikitpun tidak sesuai dengan umurnya!


“Bukan tidak menginginkannya, tapi ingin dia lebih baik maka harus melepaskan. Paman, anda ini kakek kandung Tian Yu, aku ingin Tian Yu ikut denganmu, kamu tidak akan membuatnya menderita!” Mu Xue membalikkan badan dan terlihat sedih sekali.


Memilih begini saja!


Mu Xue bergegas pergi, air matanya mengalir seperti hujan.


Du Jing baru menghentikan mobil dan melihat seorang wanita keluar dari kafe, badannya sedikit familiar, dia terkejut sebentar, “Xiao Xue?”


Mu Xue sama sekali tidak melihatnya, dia sedang menangis dan tidak melihat apapun dengan jelas dan hampir tersandung.


Du Jing maju kedepan menopangnya, dia juga tidak melihatnya dengan jelas, hanya berkata: “Terima kasih, terima kasih!”


Lalu terus berjalan kedepan sambil menangis dengan lebih sedih lagi!


Dia berjalan ke trotoar disamping, dia berjongkok diatas lantai di tempat yang tenang sendirian, menangis tersedu-sedu, mengeluarkan semua kesedihannya. Menangis hebat sampai dia tidak bertenaga berdiri lagi.


Lalu, dia mengusap air matanya dan terus berjalan, kerumunan orang yang lalu lalang yang melihat Mu Xue mengira dia wanita yang putus cinta!


Du Jing mengikutinya sepanjang jalan kesana, Mu Xue berjalan sampai sebuah halte bus dan istirahat duduk di bangku, lalu menangis lama sekali, Du Jing tidak membujuknya dan melihatnya dari samping, membiarkan dia menangis.


Dia tidak tahu apa yang telah terjadi, bukankah dia selalu tersenyum? Tangisan ini membuatnya merasa aneh.


Dia menangis dengan sedih dan menderita sekali, rasa sakit itu seperti ada bagian terpenting dalam dirinya yang dilepaskan.


Dia istirahat di bangku lama sekali dan baru melihat Du Jing saat berdiri, dia melihatnya dengan terkejut saat tahu pria ini berdiri disampingnya.


“Du Jing?” Mu Xue bengong. “Kenapa……Kamu bisa ada disini?”

__ADS_1


Du Jing mengedipkan matanya dan terlihat kasihan padanya, wanita dihadapannya menangis hebat sekali, matanya yang besar dipenuhi air mata, apa sebenarnya yang membuat seseprang bisa menangis sampai sesedih ini, terlihat putus asa……


Apartemen Minghao.


Qin Yinuo melihat Mo Yilan meringkuk di atas sofa saat masuk, kedua tangannya memegang kepalanya sambil menangis, badannya bergetar dan bergumam pelan. “Huhu……Nuo pergi! Tidak menemukan Nuo lagi……”


Qin Yinuo merasa sedih, dia teringat universitas T beberapa tahun lalu, Yilan memakai pakaian barat berwarna putih, rambut panjangnya tergerai sampai ke pundak, berdiri di pintu ruang mengajar umum, menarik perhatian banyak orang……


Dan Yilan hanya tersenyum dan berjalan kearahnya, mengacuhkan pandangan kagum dari yang lainnya, lalu menunduk melihatnya sambil tersenyum, ada lesung pipit yang manis di pipinya.


Saat itu dia orang yang paling berbakat dan dingin di jurusan keuangan, Yilan adalah idola tercantik di jurusan desain, mereka berpacaran dan membuat iri banyak pria dan wanita lain.


Eh! Ini kejadian berapa lama yang lalu?


Dan dia pernah sangat mencintai Mo Yilan yang sekarang, kenapa Lan Er yang dicintainya ini menjadi begini?


Saat ini, dia meringkuk di atas sofa, terlihat takut dan tak berdaya, membuat hati Yinuo sedih, saat ini dirinya akhirnya mengerti pilihan Xiao Xue itu benar, bagaimana dia bisa egois meminta Xiao Xue menanggung ini bersamanya kalau tidak mendapatkan solusi?


Apa cinta harus seberat dan seegois ini?


Tidak!


Bagaimana dia bisa meminta wanita yang tak bersalah untuk menanggung tanggung jawab ini?


Tapi, bagaimana barulah tidak egois? Dia tidak bisa menahan perasaannya!


Mo Yihui baru keluar dari kamar mandi sambil memegang handuk basah, dia sedang ingin membantu Mo Yilan mengelap wajah, dia melihat Qin Yinuo berdiri di depan pintu, pria itu sedang memandang Mo Yilan dengan pandangan kacau.


Qin Yinuo masih melamun, dia melihat orang yang di sofa yang sudah menjalani perawatan selama sebulan, ada wajah yang kurus yang tersembunyi dibawah rambut yang kembang itu, sampai tulang wajahnya terlihat, wajah itu mungkin tidak sebesar telapak tangannya.


Tapi, mata hitam yang bersinar itu membelalak lebar.


Di seluruh wajahnya, sepertinya hanya ada sepasang mata besar ini yang terbuka, datar dan tidak fokus, hanya sedang bergumam pelan: “Nuo tidak ada, dia tidak ada……”


Hanya terus mengulang ucapan ini!


Hati Qin Yinuo tertahan, bagaimana menghubungkan wanita dihadapannya dengan Lan Er nya? Dia merasa bersalah, dialah yang berhutang padanya!


Kalau tidak ada kecelakaan mobil itu, kalau Yilan masih bisa melahirkan, mungkin dia tidak akan menjadi seperti sekarang!


Dulu dia begitu menarik, cantik dan percaya diri sampai menjadi idpla seluruh pria di universitas T, tapi yang dihadapannya ini, wanita yang pikirannya kacau dan terus memanggil namanya ini masih mencintai dirinya!


Kalau tidak cinta, kenapa bisa mencari pria lain setelah dirinya berkhianat? Yinuo rasa saat itu dia pasti kesal sekali ya?


“Kakak ipar?” Mo Yihui memanggil.


Qin Yinuo akhirnya tersadar, tenggorokannya bergerak sebentar. “Yihui, kamu bilang apa?”


Mo Yihui bergumam sendiri lalu melihatnya. “Kamu masih mencintai kakakku?”


Apa masih mencintai Lan Er?

__ADS_1


Qin Yinuo bisa menjawabnya?


Kalau tidak ada Mu Xue, Xiao Xue! Nama ini bergelut didalam hatinya, sebuah rasa sakit yang tajam.


Pikirannya kacau, tidak bisa menganalisa dan berpikir. Pandangannya terasa menghindar dan penuh rasa sakit, “Aku hanya ingin dia segera sembuh!”


“Kalau seumur hidup dia tidak membaik?” Mo Yihui bertanya dengan memaksa.


Qin Yinuo menarik nafas dalam, “Aku akan menyembuhkannya!”


“Tapi kamu sudah tidak mencintainya lagi!” Mo Yihui mengungkapkan apa yang dipikirkannya.


Qin Yinuo memutarkan badan pelan, “Benar, tidak bisa kembali lagi, aku tidak bisa membohongi diri sendiri, seseorang bisa membohongi orang lain, bisa berpura-pura tapi tidak bisa membohongi hati sendiri!”


“Nuo……Nuo……Kamu sudah kembali?” Mo Yilan yang mendengar suara tiba-tiba mengangkat kepalanya, saat melihat orang yang berdiri di ruang tamu, dia segera tersenyum malu, tanpa sadar menarik pakaiannya sendiri, “Ah! Ganti baju, ganti baju!~”


“Kakak!” Mo Yihui berjalan kesana, berjongkok disamping sofa dan segera memanggil: “Kakak, sadarlah, pria ini sudah tidak mencintaimu lagi, tidak mencintaimu lagi!”


“Sembarangan!” Mo Yilan tiba-tiba terlihat tegas sambil melotot pada Mo Yihui. “Kamu bicara sembarangan! Nuo mencintaiku, Nuo selalu mencintaiku, dia pernah bilang dia hanya mencintaiku seorang, hanya mencintaiku seorang……Ah……”


“Kakak, dia sudah tidak mencintaimu lagi dari awal, aku mohon kamu sadarlah kembali!” Mo Yihui memegang pundak Mo Yilan dan menggoyangkan badannya, berusaha menggoyangkan agar dia tersadar. “Kakak, pria ini tidak pantas kamu cintai, tidak pantas!”


“Tidak mau! Kamu ini siapa!” Mo Yilan mendorong Mo Yihui sampai terjatuh. “Sembarangan, kamu sembarangan bicara, hati Nuo tidak akan berubah, Nuo paling lemah lembut! Kamu pasti cemburu padaku, benar, kamu iri padaku!”


Qin Yinuo mengerutkan alis, Lan Er! Menarik nafas dalam, akhirnya dia mengerti, bukan Yilan tidak mencintainya, tapi dia terlalu kecewa pada diri sendiri, maka baru……


Saat ini, dia ingin sekali kesana dan berteriak padanya: “Lan Er, aku sungguh tidak pantas kamu cintai!”


Tapi, dia akhirnya tidak bergerak!


“Kakak, kamu jangan tenggelam dalam khayalanmu lagi, kamu sudah menderita deminya, apa kamu lupa telah melakukan pemeriksaan kandungan yang memalukan itu demi melahirkan anak untuknya? Apa kamu lupa? Dia mengkhianati cinta kalian karena tidak bisa melahirkan, kakak, sadarlah, aku bawa kamu pergi, kita pulang, aku ini Yihui!”


“Ah——Pergi!” Mo Yilan memeluk dirinya sendiri dan berteriak keras, dia yang sekarang perasaannya kacau, takut dan memeluk diri sendiri.


Akhirnya Qin Yinuo tidak tahan lagi dan langsung pergi kedepan sofa, setengah berlutut diatas karpet, “Lan Er, jangan takut, aku ada disini!”


“Nuo……Nuo……” Mo Yilan bergumam dan terlihat takut: “Ada orang jahat, ada orang jahat!”


Mo Yihui melihat kakaknya yang ketakutan dan langsung menyadari tindakannya sendiri sambil berkata: “Kak, maaf, aku yang salah!”


Dia tidak ingin menyakitinya, dia ini sedang sakit!


Mendengar permintaan maaf, badan yang gemetar itu seperti meringkuk sebentar dan masih tegang, tangannya menggenggam tangan Qin Yinuo dengan erat, Qin Yinuo menunduk melihat sepasang tangan yang mirip dengan cakar ayam, sendinya terlihat jelas, tidak lagi putih dan lembut, punggung tangannya penuh bekas luka seperti terkena ujung puntung rokok saja……


“Lan Er!” Qin Yinuo memanggil dengan panik.


“Kakak, kakak ipar sudah datang, kamu jangan khawatir, dia tidak akan meninggalkanmu!” Mo Yihui melembutkan suaranya, memberikan handuk pada Qin Yinuo. “Bantulah dia mengelap, tidak baik untuk badannya kalau menangis terlalu lama!”


“Lan Er, ayo angkat kepalamu!” Qin Yinuo berkata pelan setelah menerima handuknya.


“Tidak! Tidak mau……” Dia menggeleng dan lebih menunduk lagi.

__ADS_1


__ADS_2