AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 114 KamuMilikku


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Lalu sesaat dia terkejut, karena Yangyang kembali menarik kepalanya ke bawah dan mencium bibirnya, akal sehatnya memberitahu dirinya kalau dia harus mendorongnya pergi, tapi dia malah menyadari dirinya bengong sampai melupakan segalanya, rasa indah itu membuatntya mabuk, tiba-tiba dia menjadi inisiatif menurunkan kepala dan memeluk pinggangnya erat, menyambut bibir lembutnya dengan liar.


Ujung lidah yang lembut menyentuh bibir Yangyang, terasa lembab, itu nafas Zeng Li, ada rasa terluka terbersit di mata Yangyang saat dia inisiatif menciumnya.


Hello! Im an artic!


Kakak Li, kapan kamu baru mengerti perasaan Yangyang padamu? Atau kamu ini sedang berpura-pura?


“Tok tok” Tiba-tiba pintu kamar mandi diketuk, menghentikan kedua orang yang sedang berciuman.


Mereka yang berciuman mesra itu seperti tersengat listrik dan segera berpisah.


“Ah——” Wajah Zeng Yangyang memerah karena gairah barusan,kedua tangannya bersandar di badan Zeng Li dengan lemas, matanya yang indah itu melihat pria di hadapannya yang juga terkejut dengan tidak puas, tapi dia akhirnya tertawa keras saat melihat bibirnya yang semakin bengkak. “Haha, Kakak, bukalah pintunya!”


Hello! Im an artic!


Dia tahu Mo Yihui yang mengetuk pintu, dia merasa bangga karena Kakak Li sudah diberi tanda olehnya, Mo Yihui tidak mungkin bisa merebutnya lagi walaupun ingin! Dia ingin membuat Mo Yihui kesal!


Zeng Li menjilat bibirnya dan menggeleng kesal, tidak perlu bercermin juga tahu kalau bibirnya sudah memerah, karena bibir Yangyang juga sudah memerah! Bagus juga, lagipula dia juga tidak ingin ada hubungan dengan Mo Yihui, berharap dia akan tahu mundur begitu mengetahuinya, jangan menyakiti semuanya.


Tapi, astaga! Kehilangan kontrol sesaat ini bisa mencelakai orang! Hatinya hampir melompat keluar!


“Yangyang, maaf, Kakak……” Zeng Li ingin menjelaskan tapi tidak tahu bagaimana caranya.


“Sstt! Bukalah pintunya, kak Yihuio sudah menunggu!” Zeng Yangyang sudah membuka pintu tapi badannya masih belum lepas dari pelukan Zeng Li, dia melihat Mo Yihui seperti mengumumkan saja, lalu tersenyum berkata: “Kak Yihui, apa kamu mau menggunakan kamar mandi? Aku dan Kakak Li keluar dulu!”


Mo Yihui hanya melihat mereka sekilas dan pandangannya menjadi lebih dingin. “Kalian berdua kakak beradik ini sungguh punya hobi khusus, tidak bicara di ruang tamu malah bersembunyi membicarakannya di kamar mandi.”


“Ah! Benar! Terima kasih kak Yihui sudah mengingatkan, Kakak Li, kita keluar saja! Biarkan kak Yihui menggunakan kamar mandi!” Yangyang melirik Mo Yihui dengan bangga, sikap sombong ini membuat Mo Yihui semakin tidak senang.


Zeng Li menghela nafas tak berdaya, dan tidak merasa canggung karena dilihat oleh Mo Yihui, hanya sedikit takut. “Yihui, kamu gunakanlah kamar mandinya, aku dan Yangyang keluar dulu!”


Kedua orang keluar dari samping Mo Yihui, Mo Yihui memejamkan mata dan menahan amarahnya.


Setelah keluar, Zeng Li duduk di sofa disamping dan tidak melihat Zeng Yangyang karena terlalu terkejut, dia telah mencium Yangyang.


Dan Yangyang diam-diam melihatnya dari samping, wajahnya memerah, Yangyang ingin tertawa begitu melihat bibir Kakak Li yang bengkak dan merah itu, dia sungguh tidak tahan.


Zeng Li mengerutkan alis dengan kesal dan merasa kacau karena telah melibatkan Yangyang.


Tapi, hati Yangyang yang duduk diseberangnya sungguh keras, ternyata dia tidak merasa canggung bahkan tertawa, Zeng Li semakin kesal! Dia merasa ini seperti berdosa, oh! Walaupun Yangyang bukan adik kandungnya, tapi dirinya melihatnya dewasa, perasaan ini dosa!


Mo Yihui berjalan kemari dan membawa cermin kecil untuk Zeng Li. “Lihatlah!”


Zeng Li tidak mengerti dan menerima cermin kecil itu, tiba-tiba dia mengumpat, “Sialan!”

__ADS_1


Dia melihat bibirnya yang bengkak didalam cermin itu dengan bengong, rupanya bengkak seperti ini. Siluman kecil sialan, gigitannya kuat sekali.


“Kak Li, kamu baik-baik saja?” Zeng Yangyang tertawa jahil, dia tahu Kakak Li akan marah karena bibirnya sudah bengkak begitu.


“Yangyang, kamu ini sengaja!” Suaranya terdengar dalam daa kesal, kali ini Zeng Li sungguh canggung sekali.


Pandangan Mo Yihui terlihat dingin dan Yangyang tertawa senang, “Benar, Kakak Li, aku ini sengaja, aku beritahu padamu, kamu ini milikku, serigala lainnya jangan berharap bisa merebutmu!”


Wajah Mo Yihui langsung kesal saat mendengarnya. “Yangyang, tidak disangka kamu masih seberani ini setelah 5 tahun tidak bertemu!”


Yangyang menghela nafas. “Aduh! Kak Yihui, kamu masih dingin seperti dulu, sampai membuat hati orang merinding, lebih baik kamu tersenyumlah, kalau tidak, bagaimana para pria berani mendekatimu!”


Zeng Li tidak menyangka begitu kedua wanita ini bertemu dan akan sama seperti dulu, akan saling menyindir begitu bertemu. “Pelankan suaranya, Yilan sedang tidur!”


“Ya, benar, kak Yihui, kecilkan suaramu, kak Yilan sedang tidur, lebih baik kita jangan menganggunya!” Yangyang tersenyum puas,mungkin dia tidak merasa senyumnya ini sangat polos dan bahagia.


Mo Yihui tidak lagi mengerutkan alis dan masih sangat sinis sambil berkata datar: “Zeng Li, kamu pergilah dulu, kalau Yangyang bersedia membantuku menjaga kakak disini, kamu juga pulang istirahatlah, lagipula kamu juga sudah lelah seharian!”


“Eh!” Penyihir hebat, Zeng Yangyang mengumpat dalam hati, dia ternyata berani meminta Zeng Li pergi agar dirinya tidak bisa bersama Zeng Li, lalu dirinya memutarkan mata berkata: “Kak Yihui, bagaimana kalau kamu pulang saja, aku dan Kakak menjaga disini, kamulah yang pulang dan istirahat, besok kamu menjaga kak Yilan dengan Kakak Nuo, aku dan Kakak juga pulang menjenguk orangtua, Kakak, bagaimana menurutmu?”


Zeng Li terpaku dan mengangguk. “Benar, sepertinya aku sudah lama tidak pulang dan sudah harusnya pulang!”


***


Tertidur sampai pagi hari, saat Qin Yinuo terbangun, dia melihat wanita yang terbaring disampingnya, bulu matanya yang lembut meninggalkan bayangan, Qin Yinuo tidak tahan dan menunduk mencium keningnya.


Mu Xue yang sedang bermimpi itu mengerutkan alis dan masih belum terbangun, sudah lama dia tidak tertidur begitu lelap, dia mencari dan bersandar di dada yang hangat itu, berbaring di pelukannya dan mencari posisi yang nyaman untuk terus tidur.


Ada rasa manja yang tidak seharusnya dalam mata itu.


“Terus tidurlah!” Qin Yinuo memanjakannya sambil bergumama pelan, menunduk danmencium bibir Mu Xue dengan lembut, kelembutan itu, terasa seperti kelembutan miliknya.


Tidak lama, Mu Xue terbangun dan tidak membuka mata, dia langsung dapat menyadari ada tangan hangat yang sedang menyentuh wajahnya dengan lembut, dimulai dari alis, perlahan-lahan, rasa lembut yang tidak biasanya, seperti sedang menyentuh benda yang paling berharga didunia ini saja.


Jari tangan itu menjelajah sedikit demi sedikit, dari alis sampai kedua mata, hidung sampai biir, hatinya bergetar, alisnya juga bergetar pelan, hidungnya ngilu dan ingin menangis.


“Gadis bodoh, aku pasti ada solusinya, percayalah padaku!” Dia bergumam dengan penuh perasaan, tidak menyadari kalau Mu Xue sudah terbangun, dia menarik tangannya dan kembali memeluk Mu Xue untuk tidur di lengannya, dan tangannya memeluk pinggangnya erat, ini posisi pria dan wanita yang paling lembut dan mesra.


Dalam keheningan, hanya bisa mendengar suara nafas masing-masing, nafas Mu Xue semakin memburu.


Qin Yinuo akhirnya menyadari dia sudah bangun. “Xiao Xue?”


Dia membuka matanya dan melihat wajah yang dekat itu, ada rasa sakit hati yang galau dalam pandangannya dan memanggil serak: “Qin Yinuo!”


“Hm?” Dia menatapnya, dua barisan bulu mata yang lentik dan hitam itu seperti kipas yang yang meninggalkan bayangan di wajahnya yang lembab, hidung yang mancung, bibir yang merah merona, dia cantik seperti dewi yang keluar dari lukisan.


Membuatnya tidak tahan ingin mencium bibirnya lagi……

__ADS_1


Mu Xue mendorongnya.


“Eh!” Dia bergumam pelan. “Xiao Xue……”


Penolakan Mu Xue membuat Qin Yinuo sedikit sedih.


Sebenarnya dia hanya ingin mengecupnya, dia memang bergairah di pagi hari, tapi saat mengingat semuanya kacau begini, melihat Mu Xue yang berbaring dalam pelukannya, gairah itu menghilang, hanya ingin mengecupnya, memeluknya sambil tidur, sudah cukup dengan membiarkan Mu Xue berbaring begini dalam pelukannya.


Mu Xue merasa tidak tenang sekali, dia tidak akan menjadi orang ketiga dari siapapun sebelum semuanya selesai, juga tidak ingin Yinuo punya perasaan yang tersisa, itu akan lelah sekali!


“Xiao Xue……Aku tidak bermaksud lain, aku hanya ingin mengecupmu, tidak akan berbuat lebih jauh!” Dia menjelaskan, dia sedih sekali melihatnya yang takut itu.


Mu Xue mengerutkan alis, tiba-tiba Qin Yinuo memiringkan badan dan mengecup bibir merahnya dengan cepat, dia tidak ingin Mu Xue bersikap asing pada dirinya, tidak mau!


Sekejap, darah mengalir ke otak lalu segera mendorong Qin Yinuo pergi, mengusap bibirnya sendiri, pria ini mengira dia ini apa!


Dia menghela nafas begitu melihat Mu Xue yang terpaku mengusap bibirnya dan terdiam: “Sudahlah, jangan hapus lagi, aku tidak menciummu lagi saja!”


Mu Xue terpaku, tapi tiba-tiba terpikirkan kata kejam dalam pikirannya saat melihat pandangan Qin Yinuo yang suram, apakah dia sedikit kejam?


“Kamu sudah harusnya pulang……” Dia berkata dengan tak berdaya dan sedih.


Dan saat ini, ponsel berdering dan mengejutkan mereka berdua.


Dia menerima telepom dari Mo Yihui. “Yihui? Apa Yilan ada masalah?”


Badan Mu Xue langsung kaku begitu mendengarnya bertanya begini, tapi Qin Yinuo tidak menyadarinya, dia turun dari ranjang diselimuti selimut tipis dan pergi ganti baju.


“Tidak ada apa-apa, baguslah kalau begitu! Sebentar lagi aku akan kembali!” Dia tidak tahu ekspresinya yang senang dan lega saat mengatakan ini akan melukai Mu Xue dalam-dalam, membuatnya ikut lega dalam hati dan juga sedih sekali dalam waktu bersamaan.


Mu Xue membalikkan badan dan keluar dari kamar tidur, dan dia masih menelepon.


Setelah selesai menelepon, Qin Yinuo menyadari dia sudah tidak ada disampingnya, sungguh sialan, dia terlalu panik dan tidak menyadari kepergiannya!


Hati Qin Yinuo tertahan, turun dari ranjang mencarinya, menyadari dia sudah selesai ganti baju dan sedang memasak saerapan di dapur, Mu Xue melihatnya keluar dan hanya memberi pandangan datar dan berkata: “Sarapan dulu baru pulang, jagalah nona Mo dengan baik! Ah benar, dia baik-baik saja kan?”


Qin Yinuo merasa sedih mendengar nadanya yang datar, ini salahnya karena tidak menjaga perasaannya, dia sungguh pantas dimarahi.


Dia bersandar di pintu saat berjalan ke dapur sambil melihatnya. “Xiao Xue, aku pasti ada solusinya, mohon percayalah padaku, ya?”


Mu Xue menahan bibirnya dan terdiam.


Hatinya ragu saat melihatnya terdiam, tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan, hatinya seperti berada di sisi jurang, maju sedikit dan akan terjatuh ke jurang tak berdasar.


“Xiao Xue, bicaralah!”


“Qin Yinuo, silahkan kamu mencariku lagi kalau kamu memang mempunyai solusinya dan sudah menemukan solusinya? Sebelum itu, aku tidak ingin bertemu denganmu lagi!” Dia berkata dengan sedih.

__ADS_1


Hati Qin Yinuo bergetar dan ada rasa terluka, “Maksudmu, aku tidak bisa bertemu denganmu sebelum menemukan solusinya, ya?”


“Benar!” Mu Xue berkata pelan.


__ADS_2