AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 336 Ibu Yang Tidak Mau Anak


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Yu Jinglan merenung sejenak, tidak membahas ini lagi, hanya muncul sesuatu pada tatapannya.


Para pelayan yang dipekerjakan di kastil semuanya paruh baya, ada seorang wanita paruh baya, bibi Qian membawakan susu domba segar, Han Lie tersenyum dan memperkenalkannya : “Susu domba segar yang baru saja diperas, sangat berprotein!”


Hello! Im an artic!


Song Yin benar-benar terkejut melihat ini semua untuk pertama kali.


“Tante, sangat enak, kamu tidak berani minum?” Wajah merona Mo Mo menunjukkan harapan, menatap Song Yin, “Benar sangat enak, Mo Mo setiap hari meminumnya, lihat betapa cantiknya aku!”


“Hehe, iya! Aku coba!” Song Yin tersenyum dan mengangkat gelasnya, mencicip sesuap, bau yang sangat segar, ada sedikit bau amis, namun bau amis itu tertutupi oleh aroma segarnya, sangat lezat, meminum sesuap, Song Yin menjilati susu di bawah bibirnya.


Ekspresi menikmatinya membuat orang sangat menyenangkan, mata Yu Jinglan menegang saat dia selesai mencicipi susu domba dan menjilat susu domba yang meluap dari bibirnya. Sial, hanya satu tindakan yang membuatnya sangat menginginkannya! Tatapannya menjadi dalam dan tajam, dan Han Lie disamping melihat adegan ini, senyumannya sangat dalam.


Hello! Im an artic!


“Tidak bohong bukan?” Mo Mo seperti orang dewasa.


“Hm, sangat lezat!” Song Yin mengangguk.


“Mo Mo, bawa tante pergi lihat kamar yang sudah kamu dan daddy siapkan untuk paman Yu mereka!” Han Lie mengeluarkan sebatang rokok, mendorongnya kepada Yu Jinglan , dan dia sendiri juga mengambil sebatang, menyalakan punya Yu Jinglan , kemudian punya dirinya.


“Pergilah!” Yu Jinglan mengizinkannya.


Song Yin baru bergandengan dengan Mo Mo dan berjalan ke lantai 2.


Menunggu mereka naik ke lantai 2, Han Lie melihat bayangan mereka sudah menghilang, baru menolehkan kepala, tersenyum, menatap Yu Jinglan yang raut wajahnya sangat lembut : “Kehidupan setelah menikah lumayan baik.”


“Apa lumayan baik?” Yu Jinglan menaikkan alisnya, bertanya kembali, ada senyuman ketidak berdayaan dalam tatapannya. “Sebaliknya kamu, sudah menikah 2 kali, istri yang ini juga tak bisa dipertahankan, apa rencanamu?”


Istri pertama Han Lie, Mo Yilan sudah menjadi biarawati, dan istri keduanya Guan Xiaojin, putri dari seorang pegawai di kota Lu, pernikahan keduanya, Han Lie baru tau setelah pernikahan, ternyata istri keduanya sudah mengandung anaknya 7 tahun lalu, ia juga baru mengetahui fakta itu setelah menikah, ini membuatnya sangat terkejut, dan terpuruk sementara waktu, dan keduanya karena beberapa kesalahpahaman, Guan Xiaojin mengajukan perceraian, Han Lie mengancamnya untuk tidak cerai dengan memutuskan hak asuh anaknya, namun ia tidak menduga bahwa Guan Xiaojin adalah ibu yang bahkan tak menginginkan anak, seorang diri pergi meninggalkan suami dan anaknya, pergi dari rumah, sudah pergi selama 2 bulan, tidak ditemukan hingga saat ini.


“Tidak menemuinya!” Han Lie mengerutkan alis, penderitaan melintas di matanya. “Aku yang berbuat salah, wanita berhak melarikan diri!”


“Kamu adalah pria baik baru!” Yu Jinglan tertawa tanpa suara, ekspresi menertawakannya, “Namun kamu juga pantas mendapatkannya! Mantanmu sudah menjadi biarawati, kamu masih pergi menemuinya, Guan Xiaojin mana menahannya!”


“Jangan menertawakanku, kamu juga tidak akan berjalan dengan baik!” Han Lie melihatnya begitu menertawakannya, tidak tahan berkata menyangkal.


Yu Jinglan masih tersenyum, namun tatapannya berubah, memberikan penindasan yang kuat, “Aku tidak akan! Aku sangat percaya dengan hubunganku.”


“Setiap pria itu tidak berdaya, pasti ada saat berbuat salah!” Han Lie sangat yakin.


“Kamu sangat memalukan wajah pria! Begitu tidak percaya diri!” Kata Yu Jinglan , mengulurkan kaki menendang Han Lie.

__ADS_1


Han Lie tertawa tanpa suara, menghisap rokoknya. Tidak lama senyuman pudar dari mata birunya, sentuhan kesedihan melonjak, “Percaya diri lebih penting atau anak lebih penting?”


Yu Jinglan terdiam ditanya olehnya, “Jangan tanya aku, aku tidak punya anak, juga tidak menginginkannya seumur hidup ini, tentu percaya diri lebih penting. Jika tak memiliki percaya diri, dianggap sebagai pria apa? Tangkap saja Guan Xiaojin kembali, kemudian bicara hukum dengannya, anak saja sudah dilahirkan, apa sulitnya? Kenapa kamu tidak bisa menyelesaikan ibu dari anakmu? Bodoh sekali!”


“Xiao Jin tidak suka kekerasan!” Han Lie menggelengkan kepala, “Cara ini hanya cocok pada Song Yin, dan juga hanya Song Yin lah, wanita kecil yang bisa diam bersamamu.”


“Iya dong, pria harus ada tampang seperti pria, aku naik keatas melihat kamarku dulu, tidak ada yang pernah tinggal kamarku kan?”


“Sudah bilang menyisakan satu untukmu, selain kamu yang pernah tidur, tidak ada orang yang berani menyentuhnya, hingga mati juga tidak ada orang yang akan menyentuhnya, tenang saja!”


“Terima kasih!”


Tangga kayu itu mengeluarkan suara langkahan.


Kamar paling ujung di lantai dua.


“Tante, disini sangat cantik bukan?”


“Cantik, Mo Mo selalu tinggal disini?”


“Bukan, daddy baru membawaku kesini, aku baru tinggal, hmm, 1, 2 sepertinya 2 bulan lebih!” Kata Mo Mo sambil menggerak-gerakkan jari kecilnya, kemudian wajah kecilnya memuram. “Aku sudah lama tidak melihat mummy ku!”


Hati Song Yin menegang, kelihatannya sangat kasihan. “Dimana mummy?”


“Mummy sudah tidak mau Mo Mo dan daddy!” Mo Mo kelihatannya sangat sedih, namun dengan cepat menaikkan kepalanya, berkata pada Song Yin : “Tapi daddy bilang akan mencari mummy kembali!”


Song Yin berdiri didalam kamar, yang menarik dari ruangan ini adalah gaya dekornya yang berbeda, furniturnya terbuat dari kayu, pernik antik, dan juga gorden bercorak batik yang sangat traditional, dekorasi corak china dan western sangat menyatu, warnanya sangat menyatu.


Membuka jendela, warna hijau yang indah diluar, ladang hijau yang luas, tidak ada gedung tinggi, tidak ada listrik, tidak ada fasilitas modern, sekilas ada penggunungan dan tanaman hijau subur, seolah-olah berada di alam, dengan suasana tenang hamparan bunga persik yang datang dengan angin, berkeliaran di lingkungan seperti itu, suasana hati benar-benar santai.


Mo Mo memanjat ke jendela, berkata pada Song Yin : “Tante, malam hari di sini bisa melihat bintang loh! Bintang yang sangat cantik, itu tidak bisa dilihat di kota!”


“Benarkah?” Song Yin sudah lupa, sudah berapa tahun ia tidak melihat bintang yang cantik.


“Tante, kata daddy, kamar ini nanti dipakai kamu dan paman Yu!”


“Hm! Terima kasih!”


“Tante, kamu istirahat dulu, ada apa panggil saja aku!” Orang dewasa kecil menepuk dadanya, Mo Mo membantu Song Yin menutup pintu, baru saja pintu ditutup, terbuka lagi.


Song Yin menolehkan kepala, melihat Yu Jinglan masuk.


“Suka sini?” Suara berat Yu Jinglan terdengar malas, dada besarnya bersentuhan dengan punggung Song Yin, tangan besarnya memeluk pinggang Song Yin, membawanya ke samping jendela, membentuk postur yang mesra dengan memeluknya.


Ketika berbicara, nafas pria ini terasa di telinga Song Yin yang sensitif, tubuh Song Yin tegang dan terasa panas, mengangguk dengan malu-malu. “Hm, suka!”

__ADS_1


“Malam ini menginap disini, besok pagi pergi berkemah, ada sungai kecil dibelakang kastil, mata air di penggunungan dan ada ikan-ikan kecil didalamnya!” Kata Yu Jinglan ditelinganya, menikmati kehijauan di luar bersama-sama.


“Besok baru berkemah?” Song Yin menolehkan kepala, bibir Yu Jinglan menyentuh wajahnya, tanpa sadar, wajah Song Yin memerah.


Matanya bertatapan dengan mata Yu Jinglan , tatapan Yu Jinglan bagaikan alam semesta menatap Song Yin sejenak, Song Yin kehilangan akal sehat untuk sejenak, mengedipkan matanya, begegas melepaskan diri dari pelukannya.


“Kenapa? Ingin pergi sekarang? Aku tidak masalah, namun hari sudah begitu malam, hanya kita berdua…. ” Yu Jinglan tersenyum jahat, intonasi mesranya berbisik.


“Kamu, jangan begitu… ” Song Yin sedikit gugup.


“Jangan kenapa?” Yu Jinglan mengangkat alisnya. “Jika tidak, kamu mengira buat apa aku membawamu kesini? Tentu saja merilekskan seluruh jiwa dan raga kita! Istri yang kusayang!”


Wajah Song Yin memerah, Yu Jinglan sengaja, melakukan ini di rumah orang, sengaja membuatnya malu. Dan memanggilnya istri, Song Yin tidak menganggap dia sedang serius, Yu Jinglan pasti akan menahan!


Yu Jinglan meraih bahunya, menatapnya, tatapannya sangat dalam. “Aku meletakkan pekerjaanku dan menemanimu keluar, bukankah kamu harus membayarku?”


“Kamu sendiri yang mau datang, aku tidak menyuruhmu menemaniku… ” Song Yin bergegas menghindari tatapannya, membelakangi tubuhnya, berusaha menjauhi pria ini, sudah tau pasti berbahaya jika berkemah dengannya.


“Kenapa? Takut?” Yu Jinglan sedikit lucu dengan reaksi Song Yin, menariknya kedalam pelukan, “Istirahat dulu, jika tidak lelah, keluar bantu aku mengolah daging domba, nanti malam kita mengadakan barbekyu sayuran dan juga domba utuh kayu pinus!”


“Aku bantu kamu!” Song Yin bergegas berkata, ia harus berada di tempat banyak orang, jika tidak ia sangat takut.


Aroma samar sabun di tubuhnya, dan aroma melati di rambutnya yang mengembang, membuatnya menarik napas dan melepaskannya. “Ayok! Matahari sudah mau terbenam!”


Ketika keduanya turun Song Yin mendengar Mo Mo bertanya pada Han Lie : “Daddy, aku rindu mummy, dimana mummy?”


“Sayang, daddy akan mencarinya kembali!” Han Lie menggendong anaknya, “Maaf, salah daddy!”


“Daddy harus cepat loh!” Mo Mo memandang Han Lie dengan sedih, melihat wajah daddy memuram, ia segera menundukkan kepalanya, dan berusaha berekspresi sangat sedih, “Daddy, kamu benar tak dapat menemukan mummy?”


Han Lie melihat anaknya dengan tak berdaya, menganggukkan kepala. “Daddy akan meminta bantuan ke kantor detektif!”


“Kalau begitu daddy harus cepat ya!”


Song Yin dan Yu Jinglan berdiri di tangga mendengar percakapan kedua ayah dan anak itu, Yu Jinglan berbicara dengan keras : “Nomor telepon pun tidak ada?”


“Han Lie menggelengkan kepala.


“Mummy sudah tidak mau Mo Mo!” Mo Mo semakin terpuruk!


“Wanita itu cukup kejam!” Yu Jinglan tidak pernah melihat ibu yang tidak mau anak.


Kemudian, ketika sedang barbekyu, Song Yin tidak melihat Mo Mo, mencarinya ke sekeliling, melihat dia sedang bersembunyi dibalik sebuah batu besar sedang bertelepon. “Mummy, sinyalku tidak baik, teman daddy datang, ada tante cantik juga, kapan kamu akan pulang?”


Song Yin terbengong, sedikit bingung, dia sedang menelepon ibunya?

__ADS_1


“Hm, daddy bilang akan mencari kembali mummy, namun dia tidak menemukanmu, mummy, kamu bersembunyi dimana? Benarkah, hahaha. . . . . Tante Su Yan menyembunyikanmu ya, ohya, bagaimana dengan adik Xiao Bai? Hm, aku sangat merindukannya! Mummy, aku lebih merindukanmu, daddy sudah tau dia salah, kamu kembali yahh?…ha?! Masih begitu lama ya, yasudah, Mo Mo akan merindukanmu setiap hari…hm. . . .hm…tenang saja mummy, daddy tidak tau aku meneleponmu!”


__ADS_2