
Hello! Im an artic!
“Kak, apakah kamu baik-baik saja hari itu?” Song Yin bertanya penuh perhatian sewaktu bertemu dengannya.
“Seharusnya orang yang ada masalah itu kamu?” Song Sitong mengerutkan keningnya dan wajahnya terlihat kesal. “Song Yin, aku beritahu kamu, kamu jangan mencariku dan tidak perlu terlihat penuh perhatian terhadapku dan aku paling tidak tahan melihat sikap pua-pura seperti ini! Kamu dan ibumu sama, terlalu palsu!”
Hello! Im an artic!
“Kak!” Song Yin kaget, dia tahu jika Song Sitong tidak suka dengannya dan ibunya terutama setelah tahu jika dia juga anak ayahnya sehingga Song Sitong sangat dingin kepadanya. “Kamu tidak boleh bermain seperti ini terus, cari pekerjaan!”
“Heng! Kenapa? Aku juga tidak minta uangmu meskipun aku tidak kerja bukan?” Song Sitong mendengus dingin lalu dia minum seteguk air. “Kalian jangan ikut campur masalah pribadiku! Videonya tidak ada lagi dan kalian jangan berharap bisa mengendalikanku!”
“Kak!” Song Yin merasa kaget dan dia juga tidak tahu apakah Yu Jinglan punya cadangan videonya atau tidak. “Apakah kamu tidak berpikir jika kita harus tegar demi bibi!”
Song Yin tidak mau terlalu banyak bicara supaya tidak dianggap sedang berkotbah, tapi dia benar-benar takut kakak terjerumus! Dia benar-benar tulus perhatian padanya!
Hello! Im an artic!
“Tegar? Kapan aku tidak tegar? Bagi orang yang suka merebut pacar kakak sepertimu, seperti ibumu, aku hidup lebih jujur dibandingkan kalian, kalian tidak layak mengungkit masalah kebaikan dan ketaatan di depanku!” Song Sitong berdiri setelah mengatakannya.
“Baik! Kita tidak ungkit lagi! Mari kita makan!” Pelayan telah menghidangkan makanannya.
“Kamu makan sendiri saja, aku tidak ada selera makan bersamamu!” Song Sitong memelototi Song Yin dan dia menyipitkan matanya sewaktu melewatinya. “Song Yin, kamu jangan sombong karena Yu Jinglan tidak akan bersamamu selamanya, kita lihat saja nanti! Dia akan membuangmudan akan lebih mengerikan daripada menyingkirkanku! Sebaiknya kamu punya persiapan supaya tidak terlalu menyedihkan! Aku lupa memberitahumu jika suamimu, adik iparku meneleponku untuk bertemu di kantornya, bagaimana? Apakah kamu pernah pergi ke kantornya?”
Ada perasaan dingin di belakang punggung Song Yin sambil bengong melihat Song Sitong yang melangkah pergi dan tiba-tiba dia merasa badannya lemas.
Kakak besar Yu janjian dengan kakak?
Song Yin merasa bingung, bukankah dia melakukan perjalanan bisnis?
Dia tidak ingin percaya dan ketika dia menelepon ke Grup Yu dia mendapatkan kabar jika presiden ada di kantornya dan dia harus melakukan janji dulu jika ingin bertemu dengannya.
Grup Yu.
Pada saat ini, di dalam ruang kantor presiden…..
Yu Jinglan sedang membalik dokumen di atas mejanya, Yu Jinglan yang sedang bekerja ada aura lain yang terpancar yaitu dewasa dan tenang yang memancarkan sebuah aura pemimpin.
“Presiden, nona Song sudah datang…..”
Yu Jinglan menghentikan gerakannya setelah dia mendengar suara sekretarisnya di telepon lalu meletakkan telepon di samping dan kedua tangannya diletakkan di pegangan kursi, sepasang matanya yang tajam melihat ke arah pintu.
Song Sitong masuk bersama sekretaris, dia tidak tahu kenapa Yu Jinglan mencarinya tapi dia merasa pasti bukan sesuatu yang baik!
__ADS_1
Ruang kantornya masih semewah dulu tapi dia tidak punya niat memperhatikannya dan hanya berdiri di pintu sambil menatapnya.
“Sekretaris Li kamu keluar dulu dan perintahkan kepada semua orang untuk tidak masuk!” Tidak ada ekspresi di wajah Yu Jinglan dan dia memberikan perintah dengan dingin kepada sekretarisnya.
Sekretaris Li segera keluar dan menutup pintunya.
“Tidak tahu ada apa presiden besar Yu mencariku?” Song Sitong berjalan mendekat sambil duduk di depan mejanya dan menatap matanya.
Yu Jinglan mendengus dingin sambil bersandar pelan di kursi lalu berkata dengan pelan, “Aku rasa kamu pasti tahu dengan jelas alasannya!”
“Aku tahu dengan jelas?” Song Sitong mengerutkan keningnya lalu matanya berputar dan terlihat mencibir, “Apakah ingin aku menemanimu tidur? Selain itu aku tidak bisa memikirkan alasanmu mencariku!”
Yu Jinglan tersenyum. “Kamu merasa dirimu hebat atau sedang meremehkanku?”
“Aku tidak pernah merasa diriku hebat dan aku tetap dirinya yang asli, tapi kamu adalah orang yang licik dan sayangnya aku tidak melihatnya dengan jelas!” Song Sitong mencibir dan nada suaranya tajam. “Sehingga waktuku terbuang sia-sia selama beberapa tahun!”
Matanya menjadi tajam dan alisnya mengerut sambil melihat Song Sitong yang terlihat tenang, dia benar-benar pintar berpura-pura! “Aku tidak pernah mengatakan aku orang baik sedangkan kamu bahkan mau mencelakai adikmu sendiri, memangnya kamu lebih baik dariku?”
Wajah Song Sitong terlihat kaget untuk beberapa saat lalu dia tertawa dan berdiri sambil berjalan ke depan meja kerja untuk duduk di atas pahanya, “Lan, apakah sangat menarik jika Yinyin diperkosa pria cabul? Lalu merekam videonya, bagaimana reaksimu?”
Mata Yu Jinglan terlihat membeku yang memancarkan kedinginan yang mengerikan tapi dia segera tertawa, “Hahaha….. itu pasti sesuatu yang menarik, kalian kakak adik sangat suka merekam video!”
Song Sitong tidak menyangka jika dia akan berkata seperti itu, dia pikir Song Yin berbeda di depannya, jika tidak, mengapa dia menikah dengan Song Yin? “Kamu tidak takut melihatnya?”
“Ha! Aku wanita ******? Tapi bukankah pada waktu itu kamu mendapatkan banyak kepuasan dari tubuh wanita ****** sepertiku? Lansayang, apakah kamu sama sekali tidak merindukan hubungan kita?” Tangan Song Sitong memegang belakang dasi Yu Jinglan lalu membuat gerakan memutar di dadanya.
“Kenikmatan yang aku dapatkan dari wanita lain lebih banyak lagi, setiap wanita itu lebih kenyal dan lembut darimu, kamu sudah aus Tong tong sayang!” Yu Jinglan melihatnya dengan penuh penghinaan.
Song Sitong tidak merasa seperti itu dan tangannya terus memutar, dia masih punya kesempatan jika dia tidak menolaknya dan perlahan-lahan tangannya masuk dalam bajunya sambil membuka kancing kemejanya karena dia tahu daerah sensitifnya dan tahu bagaimana memancing reaksinya.
Yu Jinglan hanya melihatnya juga tidak mendorongnya dan hanya duduk begitu saja dan tangan Song Sitong bermain dengan berani di tubuhnya.
“Bukankah tempat yang aus lebih mudah dipakai?” Song Sitong tersenyum.
Yu Jinglan tersenyum jahat, “Benar juga! Tapi aku tidak suka berbagi dengan orang banyak! Bagaimana ini?”
Ekspresi wajah Song Sitong berubah lalu tersenyum lagi, “Benarkah? Tidak ada orang yang menyuruhmu berbagi!”
“Jika begitu, apa yang sedang kamu lakukan?” Yu Jinglan tersenyum melihat wajah Song Sitong, mata mereka bertatapan dan dia berkata dengan tenang, “Menginginkanku?”
“Kamu sudah ada reaksi!” Tangan Song Sitong telah diletakkan pada bagian bawahnya yang panas dan terlihat tumpukan kecil di bawah celana.
“Keterampilanmu bertambah pesat, kamu sudah latihan dengan berapa banyak pria?” Yu Jinglan melihat Song Sitong yang seksi di dalam pelukannya sambil tersenyum, tidak dipungkiri jika selain wajahnya, Song Sitong juga punya badan yang seksi dan dulu dia lumayan puas bersamanya.
__ADS_1
“Lan, senyummu penuh nafsu!”
Wajah Yu Jinglan terlihat tersenyum tapi tidak bisa menebak emosi di matanya lalu tangannya diletakkan di pahanya untuk menyentuhnya dengan lembut. “Apakah kamu pikir kamu berhasil?”
“Apa?”
“Menggodaku! Apakah kamu pikir kamu berhasil?” Dia tersenyum dengan lebih jahat lagi.
Song Sitong tertegun, dia tidak mengerti dengan Yu Jinglan yang seperti ini, jelas-jelas dia sudah bereaksi dan sangat keras tapi dia masih tidak melakukan apa-apa.
Detik berikutnya tangannya menyentuh titik lemahnya dan serangan yang tiba-tiba membuat Song Sitong menarik napas. Setelah itu roknya robek menjadi beberapa serpihan.
Tangannya memegang titik lemahnya sehingga wajahnya memerah karena dia tidak bisa menolaknya selamanya tetap seperti itu, jika dia tidak tergoda dengan pria lain maka dia pikir orang yang berada di sisinya bukan Song Yin tapi dirinya.
Dia menggerakkan tangannya lagi dan seluruh bajunya jatuh di lantai dan bajunya tidak bisa dipakai lagi!
“Apakah kamu menginginkannya?” Suaranya kasar.
Dia memegang burung panasnya sambil menatapnya penuh nafsu. “Kita semua ingin!”
“Maaf, aku tidak ingin!” Setelah itu, dia menarik tangan yang memegangnya dan mendorongnya dengan kuat sehingga Song Sitong terjatuh.
Dia berdiri tanpa simpati lalu menyeka tangannya dengan tisu basah yang ada di atas meja.
“Cepat keluar!” Suaranya terdengar dingin dari atas kepalanya dan kesadarannya sudah kembali sepenuhnya. Dia kalah! Matanya terlihat bingung melihat wajahnya yang tampan.
Bajunya hancur berserakan, bagaimana dia bisa keluar? “Apakah kamu tidak takut aku membawa pengaruh buruk bagimu jika aku keluar seperti ini?”
Di sini adalah kantornya dan mungkin dia juga salah satu orang yang berdampak jika dia keluar seperti itu.
“Ha! Maka aku tidak perlu mempedulikan pelacur yang datang menawarkan dirinya sendiri! Maaf, aku ada pertemuan, mohon segera keluar dari kantorku!”
Song Sitong tidak berani percaya dia sekejam ini, dia tidak menyerah tapi dia juga tidak bisa keluar seperti ini, dia berdiri dengan tubuh bugilnya yang indah.
“Keluar!” Dia berkata dengan dingin sambil menatap tubuh bugil di depannya lalu mengalihkan pandangannya pada dokumennya.
“Lan, kamu jelas-jelas sudah ada reaksi!” Song Sitong berteriak. “Meskipun kamu tidak menginginkanku dan menyuruhku keluar tapi kamu juga tidak boleh membiarkanku keluar seperti ini kan?”
Dia melihat wajah tampan Yu Jinglan yang serius melihat dokumennya, matanya tajamnya terlihat bijaksana, bibirnya terlihat seksi dan tegas dan Song Sitong sekali lagi mendekatinya serta langsung memeluknya sambil menyentuh dadanya.
Bruk, dia didorong ke lantai dan pada saat ini teleponnya berbunyi.
Yu Jinglan menatapnya dengan dingin. “Pergi!”
__ADS_1