
Hello! Im an artic!
Keluarga Rong.
“Mengapa?” Rong Hanchi dengan wajah suram melemparkan barang di tangannya di atas meja. Hatinya merasa sakit, wajah dinginnya terlihat sakit dan putus asa, “Apakah kamu tahu jika kamu telah menghancurkan hidupku?”
Hello! Im an artic!
“Chi, apa yang kamu katakan?” Song Baikuan merasa kaget dan tangannya gemetaran karena dia tidak tahu Rong Hanchi mengatakan hal apa.
Dia kaget sewaktu dia melihat beberapa foto yang ada ada di dalam amplop, itu adalah foto mobilnya yang berada di hotel pada malam itu.
“Kamu yang memasukkan obatnya bukan!” Rong Hanchi menjadi lebih tenang tapi ekspresinya masih terlihat putus asa dan terlihat penuh dendam, semuanya telah terlambat, “Apakah ikatan pernikahan keluarga Feng dan Rong begitu penting? Segitu pentingnya sehingga kamu menghancurkanku?”
“Chi! Feng Linger sangat baik!”
Hello! Im an artic!
“Kamu juga yang merekam dan menyebarkan videonya bukan?”
“Chi…..”
“Aku hanya mau jawaban, benar atau tidak?” Rong Hanchi berkata.
Akhirnya Song Baikuan berkata setelah terdiam beberapa saat, “Benar!”
Sebenarnya dia sudah tahu sewaktu dia mendapatkan hasil penyelidikannya tapi Rong Hanchi masih berharap karena dia tidak ingin memikirkan ayahnya sejahat itu tapi kenyataan membuatnya kecewa.
Dia menatap Song Baikuan dalam-dalam dengan diam lalu perlahan-lahan berbalik dan berjalan ke luar, kegelapan membuat bayangannya menjadi lebih panjang.
Rong Hanchi tidak tahu bagaimana dirinya pulang ke vilanya.
Pembantunya memberitahu kepada Feng Linger jika tuan muda memerintahkan kepadanya supaya Feng Linger tidak pergi dan dia akan segera kembali.
Dia habis menangis, meskipun matanya masih merah tapi dia merasa lebih tenang karena telah melampiaskan kemarahannya.
Dia menunggunya di ruang tamu dan dia melihat tampangnya yang hancur begitu pintu terbuka, dia tertegun sambil berjalan menghampirinya dan bertanya penuh perhatian, “Apakah kamu baik-baik saja?”
Rong Hanchi perlahan-lahan melihat ke arahnya, dia melihat kerapuhannya seperti dirinya, mereka sangat mirip dalam masalah percintaan, mereka berdua adalah orang yang putus asa.
“Wajahmu terlihat kurang bagus!” Feng Linger berkata pelan.
Dia masih tetap menatapnya dengan tatapan penuh simpati seolah-olah melihat dirinya yang lain.
Feng Linger berkata lagi, “Chi, aku pulang dulu! Kamu jaga dirimu baik-baik!”
Dia ingin pergi.
Dia memegang pergelangan tangannya sewaktu dia melewatinya, “Apakah boleh jangan pergi?”
Suaranya sangat pelan tapi terdengar seperti memohon, “Apakah kamu bisa menemaniku malam ini?”
Dia kaget dan bingung dan matanya yang bengkak terasa perih lagi, “Kamu membutuhkanku? Atau kamu ingin bertanggung jawab?”
“Apakah itu penting? Apakah harus sejelas itu?”
“Jika kamu membutuhkanku maka aku akan tinggal! Aku akan pergi jika kamu mau bertanggung jawab!” Dia berkata.
“Aku membutuhkanmu!” Dia sangat kesepian malam ini.
Dia menangis, air matanya jatuh. Apakah dia bisa berharap hubungan mereka bisa berubah? Apakah dia bisa berpikir seperti itu?
__ADS_1
“Baik! Aku akan tinggal!” Dia memejamkan matanya dan air matanya jatuh.
Dia bergerak dan menarik dirinya dalam pelukannya sambil menyandarkan wajahnya di pundaknya. Dia sedang menghiburnya atau menghibur diri sendiri, dia bahkan tidak tahu. Dia hanya merasa sangat lelah, tidak pernah selelah ini, tidak pernah!
Dia tidak tahu jika Feng Linger sudah lama mengharapkan pelukan seperti ini! Dia juga tidak tahu jika hatinya saat ini terasa sedih!
Lalu dia membungkuk dan menggendongnya naik ke atas.
Ke dalam kamar baru mereka!
Hanya dia yang tinggal di sini setelah menikah karena dia selama ini tinggal di ruang kerja!
Tidak diduga jika pada saat ini dia masuk ke kamar pengantin bersamanya!
Feng Linger kaget dan hatinya panik karena dia tidak tahu mengapa dia menggendongnya naik ke atas, dia hanya bisa bergumam, “Chi…..”
Dia tiba-tiba menciumnya…..
Rong Hanchi tahu jika dia tidak mencintainya!
Tapi dia sudah tidak bisa bersama Su Yan maka siapa pun boleh bersamanya! Pada saat ini dia juga tahu jika dia ingin bercinta dan membuatnya tinggal, dia harus bertanggung jawab! Karena dia yang telah menyentuhnya! Situasi pada saat ini berbeda dengan waktu menikah dulu! Hatinya sangat kacau, tidak pernah sekacau ini!
Aroma ini adalah aroma yang familier, yang membuat tubuhnya merindukan perasaan seperti ini pada malam itu!
Ciuman yang datang tiba-tiba membuat Feng Linger kaget, semakin dia meronta maka lengan itu memegangnya semakin kuat dan menempel erat di dadanya yang panas, mata cantik yang bulat menatap wajah dingin yang tampan, hidungnya yang mancung menyentuh pipinya.
Dia menggigil, ciuman panas dan udara napas pria yang kuat seperti sengatan listrik yang mengalir di tubuhnya…..
Dia sekali lagi jatuh dalam pelukannya!
Tanpa sadar dia membalas ciumannya, mungkin dia hanya membutuhkan tubuhnya maka dia hanya ingin memberikan cinta kepadanya…..
Rong Hanchi pada saat ini akhirnya mengerti!
Atau sifat buas di dalam dirinya telah dinyalakan!
Akhirnya dia bersama Feng Linger tanpa obat-obatan, tanpa minuman keras!
Dia melakukan tujuh kali dalam semalam!
Tanpa sadar dia sangat haus atau suasana hatinya yang sangat kacau sehingga dia butuh pelampiasan, pokoknya dia hilang kendali!
Feng Linger masih tertidur sewaktu dia bangun keesokan harinya, dia kelelahan!
Rong Hanchi merasa aneh melihat ada wanita asing dalam pelukannya, dia bangun, turun, mandi dan berganti pakaian.
Lan Si buru-buru datang, Lan Si buru-buru menghampiri Rong Hanchi yang berdiri di lantai atap untuk berolahraga, dia memegang sebuah surat dan sebuah koran pagi, “Tuan muda, surat kaleng yang datang pagi-pagi…..!”
Dia melihat surat di tangan Lan Si dan segera membukanya dan wajahnya langsung suram, tangannya memegang erat di tiang atap.
“Tuan muda?” Dia pertama kali melihat wajah Rong Hanchi yang seperti itu yang membuat Lan Si kaget, wajah Rong Hanchi dingin dengan mata yang sedingin es.
……
Sebuah amarah meledak di dadanya, Rong Hanchi meremas surat di tangannya, “Segera siapkan mobil, aku mau bertemu Yanyan! Cepat!”
“Ya!” Mereka berdua segera turun.
Di halaman sekolah D.
Rong Hanchi masuk ke dalam kelas Su Yan, semua orang kaget, dia berbicara dengan dosen bahasa Inggris dengan bahasa Inggris yang lancar lalu membawa Su Yan pergi.
__ADS_1
“Kakak Chi? Ada apa? Kamu mengatakan ada urusan mendesak kepada dosen? Kamu mau membawaku ke mana?” Tangan Su Yan digenggamnya erat-erat yang membuatnya sakit dan terlihat seolah-olah takut dia akan hilang.
Setelah keluar dari kelas, koridor kampus sangat sepi karena sedang ada kuliah, Rong Hanchi membawanya ke sebuah sudut ruang kelas, “Yanyan!”
Dia masih belum menjawabnya lalu memeluknya erat-erat dalam pelukannya.
“Ada apa?” Su Yan mengangkat kepalanya.
“Pergi ke rumah sakit denganku!” Suaranya bergetar karena pada saat ini dia masih belum percaya, dia mau hasilnya, dia mau mengetahui hasilnya.
“Buat apa?”
“Untuk mengambil darah, hanya sebentar!” Dia melepaskannya lalu menariknya masuk ke dalam lift.
Su Yan diambil darahnya dengan bingung lalu Rong Hanchi juga diambil darahnya, lalu Rong Hanchi berkata kepada dokter untuk menyuruhnya segera menyelesaikannya dan dia segara tahu hasilnya tapi paling cepat hasilnya akan keluar setelah 48 jam.
“Kakak Chi, ada apa ini?”
“Dua hari lagi akan ketahuan, Yanyan, kamu jangan tanya dulu ya? Aku akan memberitahumu apa yang terjadi setelah dua hari kemudian!”
Dia melihat mata hitam Rong Hanchi sambil mengangguk. “Baiklah!”
Dia selalu percaya dengan Rong Hanchi. Ini adalah ikatannya selama sepuluh tahun bersama Kakak Chi.
Sudah jam sebelas pagi sewaktu Feng Linger bangun, di sampingnya tidak ada Rong Hanchi, wajahnya memerah melihat bekas ****** yang dilakukan olehnya yang membuat wajahnya terasa panas.
Hanya saja, dia tidak pulang selama dua hari dan Feng Linger tidak tahu apa yang terjadi dan dia tidak muncul setelah kejadian malam itu.
Rong Hanchi membawa Su Yan untuk melakukan perbandingan tes DNA.
Dia mendapatkan kabar jika dia dan Su Yan bukan saudara kandung, semua itu hanyalah rencana Song Baikuan.
Rong Hanchi teringat laporan DNA yang diberikan Song Baikuan kepadanya waktu itu, dia tidak mencurigainya dan dia merasa menyesal sekarang, kenapa dia begitu ceroboh dan langsung mempercayai kata-kata ayahnya. Dia ingin jawaban yang sebenarnya.
Hasilnya sudah keluar!
Su Yan benar-benar bukan adiknya, mereka tidak ada hubungan sama sekali.
Hari sedang hujan sewaktu dia mendapatkan hasilnya, anginnya bertiup, awan gelap berada di atas langit Kota Lu dan dalam hujan sebuah sosok terlihat sangat dingin, Rong Hanchi berdiri diam di jalanan rumah sakit, hujan membasahi wajahnya, tidak jelas apakah itu hujan atau air mata.
Wajahnya terlihat sedih sewaktu dia melihat hasil laporan itu, matanya terlihat sedih seolah-olah mau merobek badannya.
Tidak bisa kembali lagi!
Tidak bisa kembali lagi!
Rong Hanchi mengepalkan tinjunya sambil berteriak sedih dalam hujan.
Tidak tahu berapa lama dia berdiri di situ. Lan Si datang dan menemukan jika dia sedang kehujanan dengan badan basah kuyup dan wajah yang pucat, bibirnya juga terlihat pucat, matanya tetap tajam dan terlihat penuh kebencian.
“Tuan muda, naik ke mobil! Tuan muda, kamu akan sakit.” Lan Si membawa payung menghampirinya tapi dia tidak bergerak.
“Lan Si, aku telah ditipu! Aku ditipu dengan menyedihkan! Dia menipuku sehingga aku kehilangan Yanyan sehingga semuanya tidak bisa kembali lagi hari ini. Yanyan bukan adik kandungku! Dia yang merencanakan semua ini, aku ditipu olehnya!” Suara Rong Hanchi terdengar serak, sosok yang tinggi seolah-olah terpaku sambil menatap Lan Si.
“Tuan muda, kita pulang ke rumah dulu, seluruh badanmu basah kuyup!” Dia melihat jas hitamnya yang basah dan Lan Si berkata dengan khawatir, “Aku tahu jika tuan muda merasa sedih, aku tahu semuanya!”
Rong Hanchi diam dan suaranya terdengar serak, “Jangan pedulikan aku, aku ingin menenangkan diri!”
Lan Si tahu dengan temperamen Rong Hanchi dan dia juga tahu jika selama ini dia melewati hari dengan Yanyan selama sepuluh tahun ini, dia tahu betapa pentingnya Su Yan bagi tuan muda, dia juga tidak menyangka semuanya akan seperti ini sampai hari ini.
Rong Hanchi berjalan ke depan dan Lan Si terus mengikutinya.
__ADS_1