
Hello! Im an artic!
Mendengar nada bicaranya seperti sedang menyalahkan Qin Yinuo, Mu Xue langsung membalas: “Bukan begitu, karena sedang ada urusan mendadak, dia pergi dengan tergesa-gesa sehingga tidak terpikirkan hal ini!”
“Dia meninggalkanmu di sini, kamu masih membelanya, nona, kamu terlalu baik hati! Tidak pernahkah orang tuamu memberitahumu? Sebagai seorang wanita, sebaiknya jangan berbaik hati secara berlebihan kepada orang, sebab nanti kamu akan mudah diintimidasi!” Jarang sekali Pei Lingfeng mau berkata-kata sebanyak itu, seakan dia sedang menceramahi seorang anak muda.
Hello! Im an artic!
Mu Xue agak malu mendengarnya, tetapi dia bisa mendengar kekhawatiran dalam nadanya. Dia berkata: “Tidak akan, Tuan Pei, tetapi terima kasih atas kebaikan Anda, Qin Yinuo benar-benar ada urusan, dia pergi dengan terburu-buru!”
Dia percaya bahwa Qin Yinuo bukan sengaja mau meninggalkannya di sini! Pasti telah terjadi sesuatu yang sangat serius. Dia hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri. Dia mengikuti Qin Yinuo ke sini tanpa membawa uang. Ini sekaligus juga pelajaran bagi dirinya, lain kali saat keluar, dia sendiri juga harus membawa uang!
“Nak, mengapa kamu begitu polos? Tahukah kamu bahwa semua pria tidak bisa dipercaya!” Pei Lingfeng menasihatinya lagi dengan tulus.
Mu Xue terpana oleh kata-katanya dan bertanya kembali. “Kalau begitu, aku juga tidak bisa mempercayaimu?”
Hello! Im an artic!
Pei Lingfeng tercengang. Bagaimana dia bisa lupa bahwa dirinya juga seorang pria, dan dia mencoba membela diri: “Aku jelas berbeda! Aku orang yang baik!”
Mu Xue tiba-tiba ingin tertawa, tetapi melihat ketulusan Pei Lingfeng menasihatinya, dia merasa sangat bersyukur, namun karena Pei Lingfeng tetap tidak meminjamkan uang kepadanya, jadi dia harus memikirkan cara lain!
“Aku akan masuk!” Sambil bicara, dia berjalan memasuki hotel.
“Tunggu, kamu butuh berapa banyak uang?” Tanya Pei Lingfeng tiba-tiba.
Mu Xue langsung berbalik dan bertanya dengan keheranan: “Tuan Pei, apakah Anda bersedia meminjamkan saya uang?”
Benar-benar tidak terduga, semula Mu Xue mengira dia tidak akan meminjamkan uang untuknya!
“Apalah artinya uang? Anggap uang itu bajingan, jangan khawatir menghabiskan uang sekarang, toh nanti uang bisa dicari lagi. Katakanlah, kamu butuh berapa?” Pei Lingfeng mengeluarkan dompetnya, mengeluarkan sebuah kartunya dan menyerahkannya kepada Mu Xue, “Kata sandinya adalah 1234567, gunakan saja sesukanya! ”
“Tuan Pei ?!” Mu Xue tidak tahu ada berapa banyak uang di dalam kartu kredit itu, tetapi melihat Pei Lingfeng bermurah hati kepadanya, bahkan memberitahunya kata sandi kartu kreditnya, dalam hatinya dia merasa sangat berterima kasih kepadanya. “Saya tidak tahu berapa banyak uang yang ada di dalam kartu ini, bagaimana saya bisa mengembalikannya kepada Anda?”
“Kenapa? Takut tidak ada uang di dalamnya? Apa kamu takut aku akan memerasmu?” Tanya Pei Lingfeng sambil tersenyum. Saat ini, Mu Xue merasa senyumnya sedikit ramah, mungkin karena dia mirip dengan Zeng Li!
“Setidaknya saya harus tahu berapa, bukan?”
“Sekitar satu juta, tidak terlalu banyak. Jika kamu merasa kurang, katakan saja!” Dia sangat royal dan sama sekali tidak pelit soal uang.
“Ah! Sungguh banyak, apakah kamu tidak takut bila aku tidak membayarnya kembali?”
“Kalau begitu kamu tidak perlu membayarnya kembali!” Pei Lingfeng melambaikan tangannya. “Jika kamu benar-benar merasa sungkan padaku, ikutlah denganku temani aku minum, saat ini aku sedang kesal!”
Mu Xue tercengang, “Apakah orang seperti Anda juga bisa mengalami masalah yang membuat Anda kesal?”
Pei Lingfeng bingung dan bertanya, “Mengapa tidak bisa?”
Mu Xue menjelaskan sambil tersenyum: “Karena tahapan perubahan manusia menurut pengalaman orang-orang terdahulu, di jenjang usia tiga puluhan mulai berkemampuan untuk mandiri, pada usia empat puluhan memiliki prinsip yang kuat untuk dijadikan pedoman hidup, lalu pada usia lima puluhan belajar untuk tidak menyalahkan pada nasib dan menerima bahwa dia hanya akan menuai apa yang ditanamnya, di usia enam puluhan sudah dapat membedakan yang baik dari yang buruk, dan pada usia tujuh puluh seseorang sudah berpemikiran yang matang dan mahir mengatasi segalanya, usia Anda pasti sudah melewati masa pembentukan prinsip bukan? Lalu apa lagi yang akan membuat Anda resah?”
“Gadis kecil, kamu sangat berpengetahuan!” Pei Lingfeng tertawa. “Ayo kita pergi, tapi jangan minum bir, kita minum kopi saja! Melihat kamu selalu penuh kewaspadaan, jadi lupakan saja, tidak harus minum bir!”
“Ya!” Mu Xue tidak bisa mengelak lagi, bagaimanapun juga orang ini telah sangat bermurah hati kepadanya, berani meminjamkan uangnya padahal mereka baru saja berkenalan. Mu Xue merasa bahwa tidak seharusnya dia terus berpikiran jelek tentang Pei Lingfeng.
Keduanya duduk santai di kafe dan mengobrol di sana.
“Apa pekerjaan ayah Nona Mu?” Pei Lingfeng bertanya, sambil menyesap kopinya.
Mata Mu Xue mendadak murung, “Ayahku meninggal sudah lama. Sewaktu hidup dia bekerja sebagai supir truk!”
“Maafkan!” Pei Lingfeng tidak berharap akan mendengarnya, “Lalu bagaimana dengan ibumu?”
Mu Xue tertegun sejenak, lalu berkata secara perlahan, “Ibuku juga telah tiada!”
Meskipun Mei Xi Yun masih hidup, tetapi di dalam hati Mu Xue, ibunya dianggap telah meninggal sejak beberapa tahun yang lalu, semenjak dulu ibunya memutuskan untuk meninggalkan dirinya dan juga Mu Xiao!
__ADS_1
“Oh!” Pei Lingfeng tidak mengatakan apapun lagi setelahnya.
Mu Xue berkali-kali ingin bertanya tentang hubungan Pei Lingfeng dengan Wu Jingxuan, tetapi dia selalu merasa canggung untuk menanyakannya. Berulangkali dia telah mencoba untuk bertanya, tapi akhirnya selalu tidak jadi. Dia hanya khawatir tentang persoalan cinta antara Mi Lei dan Wu Jingxuan dihadapkan terlalu banyak lika-liku, tetapi Pei Lingfeng terlihat seperti bukan orang yang jahat!
“Kapan kamu akan pulang?” Pei Lingfeng bertanya lagi.
“Aku akan segera kembali ke China besok pagi.” Sudah sejak awal dia ingin kembali, tetapi Qin Yinuo tidak pernah mengizinkannya. Saat ini Qin Yinuo disibukkan oleh sesuatu, tiba saatnya Mu Xue untuk kembali.
“Aku juga akan kembali besok pagi, atau kita berangkat bersama saja!” Pei Lingfeng tersenyum.
Dia tidak berkata apa-apa. Mu Xue juga tidak tahu masalah apa yang membuatnya kesal. Dia hanya meminum secangkir kopi, lalu berkata ingin kembali untuk beristirahat, kemudian Mu Xue juga kembali ke kamarnya sendiri.
Saat melihat punggung Mu Xue pergi, Pei Lingfeng tampak berpikir mendalam, entah apa yang sedang dia pikirkan!
Mu Xue kembali untuk berkemas, ketika selesai beres-beres, tiba-tiba seseorang mengetuk pintunya. Dia membuka pintu dan ternyata yang mengetuk pintunya adalah pengemudi yang mengantar mereka baru-baru ini, “Nyonya, tuan memintaku untuk mengantarmu kembali ke China, dia memiliki urusan dan harus terbang ke Perancis untuk mengurusnya! Anda telah dipesankan tiket untuk penerbangan besok pagi. Selamat beristirahat malam ini, dan ini adalah tiketnya!
“Perancis?” Mu Xue sedikit khawatir. “Apakah terjadi sesuatu?”
Sopir itu menggelengkan kepalanya. “Saya tidak tahu mengenai hal ini!”
“Oh! Oke, kalau begitu, saya akan mengemasi barang-barang saya!” Mu Xue bingung, “Terima kasih!”
“Sama-sama, nyonya!” Kata pengemudi itu, lalu pergi.
Hati Mu Xue semakin tidak tenang, dia mendengar panggilan itu sepertinya dari Kakak Zeng, tetapi karena masalah apa Qin Yinuo mendadak harus terbang ke Perancis malam ini juga?
Barang bawaannya tidak banyak sehingga dia hanya membutuhkan waktu sebentar untuk berkemas. Mu Xue mengelus bagian bawah perutnya, dia tidak tahu apakah ada anak yang dikandung di dalamnya. Dia tidak mengharapkannya sekarang, karena suasana hatinya masih belum benar-benar siap!
Keesokan harinya, Mu Xue dan Pei Lingfeng kembali bersama. Selama perjalanan mereka terus mengobrol tanpa henti, tetapi hampir semua pembicaraannya tidak bermutu. Hingga saat itu Mu Xue masih belum paham apa sebenarnya hubungan Pei Lingfeng dan Wu Jingxuan. Dia hanya merasa bersalah kepada Mi Ling, juga pada Kak Mi Lei!
Segera setelah turun dari pesawat, di area kedatangan, Mu Xue berkata kepada Pei Lingfeng: “Tuan Pei, ini kartu Anda, saya tidak jadi menggunakannya, tapi terima kasih banyak!”
Pei Lingfeng mengambil kembali kartunya, hanya tersenyum: “Sama-sama! Nona Mu, perlu kuantar?”
“Tidak, saya bisa naik bus!” Jawabnya tersenyum.
Mu Xue tercengang. “Kak Wu, beruntung sekali karena ditemani oleh Tuan Pei ketika Qin Yinuo mendadak harus pergi untuk urusannya. Tiba-tiba aku bertemu dengan Tuan Pei dan akhirnya kita kembali bersama-sama!”
Wu Jingxuan mengangguk, lalu dia melirik ke Pei Lingfeng, yang tampak sedikit terkejut.
“Aku pergi dulu!” Mu Xue takut mengganggu mereka.
“Baik, pergilah!”
Setelah Mu Xue pergi jauh, Wu Jingxuan berkata tajam: “Jangan berpikiran untuk macam-macam dengan Xiao Xue, dia terlalu polos!”
Pei Lingfeng meraih tangannya, menariknya lalu tiba-tiba mencium bibirnya, tepat di pintu keluar masuk bandara di tengah keramaian.
Saat Mu Xue menoleh ke belakang, dia benar-benar terpana saat menyaksikan hal itu. Ternyata benar, Kakak Wu benar-benar memiliki hubungan dengan Pei Lingfeng! Dan hubungan antara mereka adalah kekasih! Astaga! Apakah penantian Kakak Mi untuk Kakak Wu akan sia-sia selamanya?
Mu Xue tercengang kaget!
“Pei Lingfeng! Dasar bajingan!” Wu Jingxuan berteriak pelan.
Pei Lingfeng menundukkan kepalanya dan menatap Wu Jingxuan dengan pandangan bercanda sambil berkata dengan suara yang rendah, “Xiao Xuan, mengapa kamu selalu tidak mau percaya perasaanku untukmu? Di hatiku hanya akan ada kamu.”
Wu Jingxuan tidak menjawab lalu mendorongnya pergi. “Cepatlah pergi!”
Melihat sikap Wu Jingxuan acuh tak acuh, Pei Lingfeng berbisik kepadanya, “Xiao Xuan, aku serius.”
“Pei Lingfeng, apakah menurutmu aku masih anak kecil berumur tiga tahun?” Wu Jingxuan akhirnya mendongak dan menatapnya. “Hentikan sandiwaramu!”
Mu Xue tidak tahu harus kembali ke mana. Dia tidak memiliki kunci Villa nomer 15, jadi dia memutuskan untuk kembali ke tempat Mi Ling dulu!
Melihat Mu Xue kembali sendirian, Mi Ling terkejut. “Kenapa kamu kembali sendirian?”
__ADS_1
“Qin Yinuo sedang ada urusan!” Jawabnya singkat.
Mi Ling langsung emosi. “Dia meninggalkanmu tanpa uang sepeser pun di Hokkaido, lalu pergi begitu saja?”
“Tapi setelah pergi dia menyuruh sopir untuk mengantarkan tiket pesawat untukku!” Kata Mu Xue.
“Ini tidak benar, hal apa yang membuatnya terburu-buru pergi ke Perancis dan meninggalkanmu? Pikirkan, saat ini dia sudah bukan presiden direktur perusahaan keluarga Qin. Kira-kira karena masalah apa dia pergi meninggalkanmu? Baginya ada hal apa yang lebih penting daripada kamu?”
Mendengar ucapan Mi Ling membuat Mu Xue mendadak gelisah.
“Telepon dia!” Mi Ling mengambil ponsel Mu Xue dan langsung menghubungi Qin Yinuo, tetapi sampai terakhir panggilan itu tetap tidak diterima.
Meskipun merasa cemas dan panik, ada perasaan lain yang ganjil di hatinya. Sebenarnya apa yang telah terjadi?
***
Tiga hari sejak Mu Xue kembali ke China, Qin Yinuo sekali pun tidak pernah meneleponnya. Mu Xue tidak tahu sedikitpun tentang apa yang terjadi, terpaksa dia mendatangi Zeng Li untuk mencari tahu.
Zeng Li sama sekali tidak mengira Mu Xue akan datang untuk mencarinya, dia seolah-olah ingin berkata sesuatu lalu mengurungkannya.
“Kakak Zeng, apa yang terjadi? Ada apa dengan Qin Yinuo?” Mu Xue khawatir sesuatu terjadi padanya.
Zeng Li menggelengkan kepalanya.
“Xiao Xue, tidak ada apa-apa, tidak terjadi apapun!” Zeng Li sudah mengetahui hubungan antara Qin Yinuo dan Mu Xue. Setelah keduanya meninggalkan KTV hari itu, Mi Ling telah memberi tahu semua orang tentang hubungan mereka. Mu Xue adalah ibunya Tian Yu!
Jadi tidak heran jika Qin Yinuo begitu terhadapnya!
Ketika memikirkan kembali kejadian-kejadian sebelumnya dengan teliti, Zeng Li akhirnya bisa tahu mengapa keinginan Nuo untuk memiliki Mu Xue begitu besar. Tetapi pada saat ini Mo Yilan ingin kembali, apalagi barusan terjadi masalah yang begitu besar, apa yang sebaiknya dia dilakukan?
Zeng Li merasa sebaiknya dia tidak mengatakan apapun kepada Mu Xue, dan hanya berharap Nuo akan bisa menangani semuanya dengan baik!
“Kakak Zeng, kamu menyembunyikan sesuatu dariku!” naluri Mu Xue mengatakan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan darinya.
“Xiao Xue!”
“Katakan padaku, aku ingin tahu!”
“Xiao Xue, sungguh tidak ada apa-apa!” Kata Zeng Li.
“Kalau begitu beri tahu aku di mana Qin Yinuo sekarang? Aku ingin tahu apakah dia baik-baik saja! Katakan saja di mana Qin Yinuo saat ini? Bisa kan, kamu memberitahuku? Apakah masih di Perancis?”
“Xiao Xue, dengarkan aku, Nuo sudah kembali! Hanya masih ada masalah yang perlu diatasi olehnya! Selesai mengatasi masalahnya, dia akan kembali padamu!” Zeng Li hanya bisa memberitahunya itu.
“Baiklah! Aku tidak akan bertanya lagi!” Mu Xue mengangguk. “Aku pulang dulu!”
Sesampainya Mu Xue di apartemen Mi Ling, Mi Ling tidak ada di sana dan tidak ada orang di rumah. Untuk sementara Mu Xue hanya bisa tinggal di sana lagi, dan mulai mencari pekerjaan baru. Suasananya begitu sepi, Mu Xue akhirnya mengambil ponselnya lalu membuka kontak Qin Yinuo sambil melamun. Setelah lama ragu-ragu, akhirnya dia tidak bisa menahan diri untuk membuat panggilan telepon itu.
Kali ini, panggilan teleponnya akhirnya tersambung, perasaannya ikut gugup.
“Hei!” Jawab pria bersuara berat itu, seolah suara itu berasal dari ruang dan waktu yang berbeda. “Xiao Xue, apakah kamu sudah kembali ke rumah?”
“Iya! Aku telah kembali!” Mu Xue hanya merasa suaranya terdengar sedikit lelah, karenanya suara Mu Xue ikut sedikit bergemetar ketika berbicara. “Qin Yinuo, apakah kamu baik-baik saja?”
“Kamu dimana? Aku akan ke sana untuk mencarimu!” Katanya.
“Aku di apartemen Mi Ling!”
“Tunggu aku, setelah sepuluh menit, aku akan sampai!” Dia seperti sedang mengemudikan mobil karena Mu Xue dapat mendengar suara klakson mobilnya.
“Oke! Berhati-hatilah di jalan!” Katanya.
“Iya!”
Entah mengapa, Mu Xue merasakan ada yang aneh dengan suaranya, dia selalu merasa seakan-akan terjadi sesuatu, tapi apakah itu? Perasaan Mu Xue saat ini sangat tidak tenang!
__ADS_1
Sepuluh menit kemudian.
Qin Yinuo muncul di apartemen.