AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 125 Sulit Untuk Menyembunyikan Rasa Bersalah


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Apakah kamu bukan Yun Er? Mei Xiyun?” Pei Lingfeng sangat emosional, dia berkata sambil ingin menggenggam tangannya.


Gong Peixin malah berjalan mendekat, dan langsung menarik Mei Xiyun ke belakangnya.


Hello! Im an artic!


Mei Xiyun tiba-tiba bereaksi. ” Peixin, aku tidak mengenal tuan ini, dia mungin telah mengenal salah orang!”


Reaksinya yang terburu-buru membuat wajah Gong Peixin semakin membiru, “Diam!”


Pei Lingfeng tersadar kembali, tatapannya masih tetap jatuh pada wanita yang di belakang Gong Peixin, melihat dia begitu buru-buru menyangkal fakta bahwa dia mengenali dirinya, hati Pei Lingfeng penuh dengan kesepian dan kesedihan yang tiada batasnya.


“Yun Er, tidak menyangka kamu sudah berubah, kamu bahkan tidak berani menyapaku! Ini suamimu, ya?”


Hello! Im an artic!


“Tian’er, bawa tantemu pulang!” Gong Peixin mendengus dingin, kemudian mendorong wanita yang di pelukannya ke Gong Tian’er.


“Ayah, kita masih belum makan!”


“Tidak makan lagi!” Gong Peixin melirik Pei Lingfeng dengan dingin. “Semua orang mengatakan bahwa Presiden LingFeng, Pei Lingfeng berbakat namun tidak sopan, bahkan lebih kejam terhadap wanita, tetapi tidak menyangka hari ini Anda bahkan berani menggoda wanita aku, Gong Peixin, Pei Lingfeng, apakah kamu masih ingin dipenjara lagi?”


“PeiXin, mari kita pulang!” Mendengar perkataan Gong Peixin, Mei Xiyun semakin takut, kemudian berkata dengan suara pelan sambil menarik pakaian Gong Peixin : “Mari kita pulang!”


Tatapan Pei Lingfeng menjadi suram, kemudian berubah tenang kembali dan lanjut berkata : “Eh! Tidak menyangka tuan adalah Presiden Gong Industri kimia Keluarga Gong, maaf, maaf! Bahkan lebih tidak menyangka ternyata reputasi saya begitu buruk! Baiklah! Jika tidak kenal, maka tidak kenal saja lah!”


Begitu membalikkan kepala, Pei Lingfeng melihat Mu Xue, “Xiao Xue?”


Wajah Mei Xiyun tiba-tiba kehilangan darah, seluruh orangnya jatuh ke belakang.


“Ah! Tante! Tante, kamu kenapa?” Teriak Gong Tian’er dengan khawatir.


Mei Xiyun pingsan.


Gong Peixin tiba-tiba menjadi khawatir. “Cepat, segera antar ke rumah sakit!”


Pei Lingfeng ingin melangkah maju, tetapi malah dihalang oleh Gong Peixin, dia langsung menggendong Mei Xiyun, dan turun dari lift.


Tatapan Mu Xue mengerat, menggenggam tinju, tetapi tidak melangkah maju.


Dia tidak menyangka bahwa Mei Xiyun dengan Presiden Pei saling mengenal, sedangkan reaksinya benar-benar sangat aneh, dia sepertinya selalu ingin menyangkal hubungannya dengan mereka semua “kenalan lama” ini!


“Ayah angkat, Nyonya Gong itu seperti sangat takut padamu!” Du Jing merasa sedikit aneh.


Pei Lingfeng melihat Gong Peixin menggendong Mei Xiyun turun dari lift dari kejauhan, dan Mi Lei juga mengejarnya, Gong Tian’er juga buru-buru menelpon, tatapannya semakin kesepian.


Tatapannya yang terkejut mengandung kepahitan yang tak ada habisnya, rasa sakit yang menyilaukan membuat panca inderanya yang parah kusut kesakitan, kepalan tangannya mengendur dan mengepal lagi, menekan keinginannya untuk mengejar.


“Presiden, makanlah!” Mu Xue mengatakan satu kata dengan santai, tidak melihat orang-orang yang berpergian itu! Tidak melirik, sama sekali tidak! Dia mati maupun hidup, itu semua sudah tidak ada hubungan lagi dengannya!


Tetapi, Pei Lingfeng malah bergumam dan bertanya. “Xiao Xue, apakah dia adalah ibumu, Mei Xiyun?”


Dalam seketika, tubuh Mu Xue menegang, matanya sakit.


Du Jing dan Han Lie juga ikut tercengang. Orang itu adalah ibu Mu Xue?


Mu Xue menggigit bibir, dan lanjut menjawabnya dengan yakin : “Ibuku, Mei Xiyun sudah meninggal bertahun-tahun yang lalu, Presiden, mungkin Anda benar-benar sudah mengenal salah orang!”


Pei Lingfeng malah mengalihkan pandangannya ke arahnya, tatapannya tajam, seperti menembus roh Mu Xue, begitu pasti. “Xiao Xue, dia adalah ibumu, aku tidak mengenal salah orang!”


Dia dapat mendengar detak jantungnya sendiri, begitu berat, dan teratur, menabrak dadanya berkali-kali.

__ADS_1


Dia memejamkan mata, tidak lagi berkata, tetapi berjalan ke tepi meja dan duduk, lalu mengangkat gelas air hangat itu, sayangnya sudah dingin, dia minum seteguk, ingin menekan kepahitan dalam dirinya.


Du Jing melihatnya dengan khawatir, sedikit terkejut, apakah wanita itu adalah ibu Mu Xue?


“Bawa segelas air hangat lagi!” Du Jing melihat dia masih meminum air dingin, kemudian segera memanggil pelayan.


Setelah air hangat datang, Mu Xue malah mengangkat kepala, dan tersenyum tipis kepada ketiga orang itu, “Presiden, kalian semua duduklah, kita bicarakan setelah makan saja, bukankah hari ini ingin menyambut kedatangan Tuan Han?”


Dia menjelaskan dengan tenang, membuat Pei Lingfeng terpaksa duduk.


Wajah Du Jing ada sedikit kekhawatiran yang tersembunyi, sedangkan Han Lie malah sedikit terkejut, mungkin dia tidak menyangka Mu Xue akan begitu tenang!


“Tuan Han, maaf, mungkin hari ini aku telah memilih restoran yang salah!” Mu Xue meminta maaf dengan tulus.


Wajah tampan Han Lie tertegun, saraf wajahnya menjadi tegang, kemudian mengeluarkan dua kata : “Tidak apa-apa!”


Semakin Han Lie berkata seperti itu, Mu Xue pun semakin merasa bersalah, dia juga tidak menyangka makan di sini akan bertemu dengan Mei Xiyun, dan juga tidak menyangka bahwa presiden mengenal Mei Xiyun, dia semakin merasa tidak tenang. “Maaf, hari ini aku tidak mengatur dengan baik!”


“Bukan salahmu.” Kata Pei Lingfeng dengan murung.


“Makanlah! Steak sapi sudah dingin!” Suara Han Lie yang berat terdengar, tidak banyak emosi, sangat tenang.


Mu Xue menggigit bibir dan mengangkat mata, melihat-lihat Pei Lingfeng yang disamping, senyuman di wajahnya tidak muncul lagi, sangat tipis, seperti mengapit kesedihan yang tipis.


“Xiao Xue, makanlah, jangan makan yang dingin!” Ekspresi Du Jing menjadi lebih lembut memandang wajah kecilnya yang membawa rasa bersalah.


Wajah kecilnya itu sulit untuk menyembunyikan rasa bersalahnya, dia mengatup bibirnya, tampak gelisah dan tidak selera.


“Paman Pei, makanlah, ada beberapa orang yang sebenarnya lebih baik bertemu tetapi tidak saling mengenal!” Han Lie tiba-tiba berkata dengan pelan, mengatakan sebuah kalimat yang sederhana : “Jika hidup ini tetap indah seperti yang pertama kali kita lihat, maka tidak akan ada penderitaan dan kesedihan yang dirasakan sekarang.”


Kalimat Han Lie ini membawa arti yang sangat dalam, membuat ketiga orang itu tercengang!


Hanya saja, siapapun tidak berbicara lagi, makan siang ini terasa sangat berat.


Setelah selesai makan, bawahan sudah menyetir mobil kemari, Pei Lingfeng melangkahkan kaki pergi. “Hari ini aku tidak pergi ke perusahaan lagi, Han Lie, datang ke rumahku jika ada waktu! Du Jing, kamu antar Xiao Xue kembali ke perusahaan!”


“Nona Mu, sangat senang berkenalan denganmu, dan aku sangat minta maaf atas kejadian pagi ini!” Han Lie melirik Mu Xue dan berkata dengan santai.


“Oh! Tidak apa-apa, Tuan Han jangan memperdulikannya!” Semua perhatian Mu Xue tertuju pada mobil yang pergi itu, Kesepian yang ada ketika Pei Lingfeng pergi itu membuat hatinya merasa sedih, dan sakit.


“Kalau begitu, sampai jumpa!” Mata Han Lie menatap Mu Xue dengan dalam, kemudian baru bersalaman dengan Du Jing, kemudian pergi.


Di mobil dalam perjalanan pulang.


Akhirnya Du Jing tidak tahan bertanya : “Xiao Xue, apakah kamu benar-benar tidak mengenal wanita itu?”


Tangan Mu Xue tegang, tangan yang memegang tas menjadi erat, “Du Jing, kamu jangan tanya lagi, aku tidak ingin mengungkitnya!”


“Dia begitu emosional melihat ayah angkat, apakah ada terjadi apa-apa?” Tanya Du Jing dengan cemas, keningnya mulai mengerut. “Xiao Xue, aku dan ayah angkat tidak mempunyai kerabat satupun!”


Tangan Mu Xue semakin mengerat, terjadi apa-apa? Tidak mungkin, dia hanya pingsan saja.


“Xiao Xue?” Du Jing memiringkan mata melihatnya seperti sedikit bengong, dan mulai sedikit cemas.


“Em? Du Jing, sudah berapa lama kamu mengenal Presiden?”


“Tujuh belas tahun!” Du Jing berpikir sejenak lalu menjawa. “Kamu mengenal di penjara! Aku dan ayah angkat pernah dipenjara.”


Setelah Du Jing mengatakan kalimat ini, nafasnya sedikit ditahan, kemudian refleks melihat ke Mu Xue yang di samping, dan dia terlihat sedikit terkejut.


Ternyata benar-benar seperti itu, rumor itu benar. Tetapi mereka semua kelihatan seperti orang yang cukup baik, mengapa bisa dipenjara?”


“Apakah kamu akan memandang rendahku karena ini?” Tanya Du Jing dengan suara rendah.

__ADS_1


“Tidak, tidak akan!” Mu Xue menggeleng. “Aku hanya sedikit tidak percaya!”


“Mengapa?”


“Karena kamu dan Presiden kelihatan seperti orang yang sangat baik, mengapa bisa dipenjara? Bukankah semua orang yang dipenjara sangat mengerikan? Ataupun sering melakukan kejahatan! Maaf, aku benar-benar sulit untuk mempercayai bahwa kalian pernah dipenjara!”


“Eh! Xiao Xue, kamu benar-benar sangat baik hati!” Du Jing tersenyum, wajahnya sangat kaku, karena jarang tersenyum.


“Apakah itu benar?” Tanya dia. “Lalu mengapa itu bisa terjadi?”


“Jika aku berkata bahwa aku pernah membunuh orang, apakah kamu percaya?” Tatapan Du Jing memandang ke depan, dan berkata dengan murung.


“Bagaimana mungkin! Du Jing, kamu semakin tidak masuk akal!” Mu Xue menggeleng. “Jangan-jangan selanjutnya kamu akan mengatakan padaku bahwa presiden adalah pemimpin geng yang menyelundupkan senjata atau narkoba,ya?”


“Jika aku berkata seperti itu, apakah kamu percaya?” Du Jing tidak menjawab, tetapi malah bertanya kembali.


“Aku tidak percaya!” Mu Xue menggeleng.


“Xiao Xue, sebenarnya di dunia ini, tidak ada yang lebih penting daripada keluarga!” Kata Du Jing lagi.


Ekspresi Mu Xue kaku, lalu menundukkan kepala. “Du Jing, iya, apa yang kamu katakan itu benar, keluarga sangat penting! Makanya aku akan begitu berusaha untuk menemukan putraku, oleh karena itu, aku bersikeras menginginkan bayi yang di dalam perut ini! Aku hanya ingin menjadi orang yang baik hati sama seperti ayahku!”


“Nyonya itu adalah ibumu, ya, ayah angkat begitu meyakinkannya!”


“Ah, kita sudah tiba!” Mu Xue memotong pembicaraannya, kemudian membuka sabuk pengaman, terlihat sangat jelas, dia tidak ingin mengungkit Mei Xiyun, sehingga dia mengalihkan topik——


Di rumah keluarga Qin.


“Tuan muda, akhirnya Anda pulang, Anda sudah lama tidak pulang!” Bibi Zhang tidak menyangka akan bertemu dengan Qin Yinuo di sore hari, “Aku segera pergi menelpon Pak Tua!”


“Tidak perlu, Bibi Zhang, aku pulang untuk mengambil beberapa barang, oh iya, bagaimana keadaan Tian Yu akhir-akhir ini?” Barulah Qin Yinuo ingat, sepertinya dia sudah sebulan lebih tidak bertemu dengan putranya.


“Tuan muda kecil sudah dijemput oleh Nona Mu!” Kata Bibi Zhang dengan senang : “Tuan muda, ternyata Nona Mu adalah ibu Tian Yu, ya, dia juga mempunyai seorang putra lagi, Cheng Cheng, anak itu sangat lucu!”


“Dijemput olehnya? Kapan itu terjadi?” Qin Yinuo terkejut, “Bagaimana mungkin ayah mengizinkan Xiao Xue menjemput pergi anak itu?”


“Bagaimana bisa saya tahu itu!” Gumam Bibi Zhang. “Sudah pergi pada pagi kemarin, katanya biarkan Tian Yu tinggal bersama Nona Mu selama satu bulan! Pak tua juga berkata bahwa akan memberikan Perusahaan Qin kepada Cheng Cheng, putra Nona Mu, tetapi anak itu sangat ambisius, sama sekali tidak menginginkan Perusahaan Qin, dia berkata bahwa ingin membangun perusahaan sendiri dan menjadikan Nona Mu sebagai direktur!”


“Eh!” Qin Yinuo semakin tercengang. “Ayah berkata akan memberikan Perusahaan Qin kepada Cheng Cheng?”


“Iya! Aku mendengarnya sendiri!”


“Telepon beri tahu kepada dia bahwa aku sudah pulang!” Qin Yinuo mengerutkan kening dengan bingung, Xiao Xue ini juga, mengapa tidak memberi tahunya, jangan-jangan pak tua sudah menyetujuinya?


Bibi Zhang segera pergi menelpon.


Qin Yinuo mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan kepada Xiao Xue. “Xiao Xue, kamu gadis ini benar-benar pintar menyembunyikan isi hati, sama sekali tidak memberi tahuku bahwa kamu sudah menjemput Tian Yu pergi!”


***


Di ruang buku rumah keluarga Qin.


Setelah Tuan besar Qin menerima panggilan telepon dari Bibi Zhang, dia pun segera pulang dalam setengah jam kemudian, ketika melihat Qin Yinuo, wajahnya ditarik, sepertinya sangat tidak senang, dan berkata dengan dingin : “Akhirnya kami ingin pulang?”


“Ayah! Apakah kamu benar-benar sudah mengizinkan Tian Yu mengakui ibunya?” Qin Yinuo langsung menuju topik.


“Kamu jangan pedulikan masalah Mo Yilan lagi, aku setuju kamu menikah dengan Mu Xue!” Qin Maoxiang juga langsung menuju topik.


“Ayah! Benarkah?” Qin Yinuo mengangkat alis.


“Benar, ingat syarat awal ku!” Kata Qin Maoxiang lagi dengan dingin.


“Tetapi aku harus mengurusi masalah Mo Yilan, Xiao Xue akan mengerti!”

__ADS_1


“Kamu sudah tidak ada hubungan lagi dengannya!”


“Tetapi aku banyak berutang padanya!”


__ADS_2