AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 242 Kamu Terlalu Kurus!


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Yu Jinglan meliriknya dan ekspresinya biasa saja. “Kita pergi makan!”


Wanita itu menggandeng tangan Yu Jinglan dan kembali ke meja mereka, Yu Jinglan melihat Song Yin yang sudah duduk dan Ye Jintang mengambilkan makanan untuk Song Yin. “Song Yin, makan banyak sedikit karena kamu terlalu kurus!”


Hello! Im an artic!


Mata Yu Jinglan yang tajam melirik ekspresi wajahnya dan matanya terlihat bersinar.


Song Yinmenunduk seperti biasa tapi dia masih bisa merasakan tatapan mata Yu Jinglan yang tidak jauh darinya.


“Terima kasih, aku bisa mengambilnya sendiri!” Song Yin berkata dan dia tidak makan makanan yang diambilkan oleh Ye Jintang tapi makan makanan yang dia ambil sendiri.


“Aku juga mau!” Wen Xiaoxing melihat ekspresi Ye Jintang yang canggung maka dia segera berkata.


Hello! Im an artic!


“Baik!” Ye Jintang mengambilkan makanan untuk Wen Xiaoxing.


“Song Yin, katanya kamu sudah menikah? Katanya suamimu adalah bos besar sebuah perusahaan, benar tidak?” Wen Xiaoxing tiba-tiba bertanya selama periode itu.


Song Yinkaget sedangkan pria yang ada di meja sebelah juga kaget.


“Song Yin, apakah kamu benar-benar sudah menikah?” Ye Jintang berhenti makan dan matanya terlihat suram.


“Kepiting ini enak, kalian makanlah!” Song Yin tidak menjawabnya untuk menghindari topiknya.


Dia bisa merasakan tatapan mata tajam yang melihat ke arahnya seolah-olah menembus hatinya dan dia tidak suka menjadi pusat perhatian dan dilihat orang terutama mengenai kehidupan pribadinya.


Song Yin meletakkan sumpitnya sambil mengupas kepiting dengan tangannya.


“Makanlah, rasanya enak dan banyak daging!” Ye Jintang bisa melihat jikaSong Yintidak mau menjawabnya maka dia tidak bertanya lagi lalu tersenyum elegan.


Tapi Wen Xiaoxing berkata, “Alangkah bagusnya jika aku juga menemukan seorang pria kaya sehingga aku bisa hidup enak dan tidak perlu bekerja lagi dan tidur sepuasnya, setelah bangun akan melakukan perawatan, belanja dan enak sekali melewati hari-hari seperti itu!”


“Kamu? Mungkin kehidupan yang akan datang!” Ye Jintang mendengus dingin.


“Ye Jintang, kamu jangan meremehkan orang!” Wen Xiaoxing berkata penuh semangat.


Song Yintersenyum tapi tidak bicara, dia tidak sengaja melihat Yu Jinglan yang ada di depannya dan hatinya merasa panik lagi sehingga matanya yang tertutup poni terlihat tidak tenang, tiba-tiba kaki kepiting menusuk kulitnya yang lembut.


“Aduh!”


“Aduh! Berdarah!” Ye Jintang segera menarik tangannya sambil bertanya dengan lembut, “Kenapa kamu tidak hati-hati, apakah kamu baik-baik saja?” Dia berkata dan menghentikan darahnya dengan tisu.


“Ya ampun, tanganmu berdarah saat makan, apakah kamu baik-baik saja?” Wen Xiaoxing berkata.


“Tidak apa-apa!” Song Yin menarik tangannya sambil memegang tisu untuk menyekanya.


“Lan, kenapa kamu berhenti makan?” Wanita bergaun putih menemukan jika pandangannya menjauh kembali dan dia segera menarik perhatian Yu Jinglan sambil menatap ke arah meja Song Yin.


Yu Jinglan tersenyum sambil memegang sumpit dan makan lagi serta tanpa sadar melihat ke meja sebelah. Kemudian dia berhenti lagi sambil melambai ke arah pelayan, pelayan menghampirinya dan dia berkata dengan pelan kepada pelayan itu lalu pelayan mengangguk sambil melihat ke arah Song Yin dan pergi.


Tidak lama kemudian pelayan membawa dua buah plester, “Nona, seorang tuan memberikannya untukmu!”

__ADS_1


Tiba-tiba, Ye Jintang, Wen Xiaoxing dan Song Yin tertegun.


Tanpa sadar Song Yin melihat ke arah Yu Jinglan yang sedang menatapnya lalu mengedipkan matanya sehingga Song Yin kaget karena itu adalah tatapan mata seorang monster, dia bukan hanya tidak berterima kasih tapi juga merasa kesal!


“Tuan yang mana?” Wen Xiaoxing bertanya penuh rasa ingin tahu.


“Pria itu mengatakan jika dia adalah orang penting bagi nona!” Pelayan itu pergi sambil tersenyum.


Song Yin menghela napas sambil tertegun dan menatap Yu Jinglan yang ada di seberangnya.


Matanya yang bersinar sedang bertatapan dengan matanya sehingga hatinya terasa tertusuk duri yang membuatnya segera menarik pandangannya dan menunduk.


“Lan, kenapa kamu tidak makan?” Wanita cantik itu merasa bingung.


“Makan, hari ini nafsu makanku lumayan baik!” Suara tidak bermoral Yu Jinglan terdengar dari meja seberang.


Song Yin hampir tidak makan karena sedang diawasi mata tajam Yu Jinglan , kebetulan Yu Jinglan juga pergi bersama wanita bergaun putih sewaktu mereka bertiga pergi.


Song Yin terus menunduk sewaktu duduk di dalam mobil Ye Jintang dan tidak banyak bicara, dia hanya menjawab jika ditanya oleh Wen Xiaoxing dan Ye Jintang.


Pada saat pulang kerja di sore hari, sebuah mobil melewatiSong Yinsewaktu dia baru ke luar dari gedung pemerintahan kota dan wajah muda Ye Jintang terlihat ketika jendela diturunkan. “Song Yin, kamu mau ke mana? Aku antar kamu sekalian!”


Song Yin kaget sambil tersenyum dengan sopan dan menggelengkan kepalanya, “Tidak perlu, terima kasih karena aku masih ada urusan!”


“Aku antar kamu!” Ye Jintang masih sangat ramah.


“Benaran tidak perlu!” Song Yin menggelengkan kepalanya.


Dia tahu identitas dirinya yang sudah menikah.


“Aku tidak akan memakan dirimu!” Ye Jintang juga tidak tahu mengapa setiap kali dia melihat mata Song Yin maka dia bisa merasakan ada kesedihan dan terlihat seperti wanita yang ada di dalam komik, matanya bisa bicara dan sangat cantik sehingga membuat orang bergetar sehingga membuat orang ingin memperhatikannya.


Dia baru mau menolaknya dan melihat sebuah mobil Bugatti yang familier datang mendekat!


Ye Jintang mengerutkan keningnya karena dia juga menyadari kedatangan mobil itu.


“Selamat tinggal!” Song Yin tersenyum padanya sambil mengangkat telepon. “Halo?!”


“Naik ke mobil!” Terdengar suara rendah Yu Jinglan dari ujung telepon.


“Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri!” Song Yin tidak ingin naik mobilnya.


“Aku menyuruhmu naik!” Suara Yu Jinglan terdengar serius.


“Benaran tidak perlu!”


“Naik!” Dia berkata sekali lagi dengan suara tegas lalu teleponnya ditutup.


Song Yin menghela napas panjang sambil menuju ke arah mobil Bugatti dan naik ke mobil Yu Jinglan .


Mata Ye Jintang perlahan-lahan menyipit sewaktu melihat Song Yin naik ke mobil Bugatti sambil menginjak pedal gas dan mobilnya meluncur keluar.


Song Yin bertatapan dengan mata hitam Yu Jinglan sewaktu dia naik ke mobil, dia memiringkan kepalanya untuk melihatnya sambil tersenyum.


“Kakak besar Yu!” Song Yin memanggilnya dengan pelan.

__ADS_1


Yu Jinglan bertanya, “Hubunganmu dengan orang itu lumayan dekat?”


“Hanya rekan kerja saja!”


Yu Jinglan memegang dan menarik pinggangnya sehingga menempel di tubuhnya, dia mencium aroma wangi dan matanya perlahan-lahan berubah menjadi dalam. “Apakah rekan kerja yang bisa mengambil keperawanan tubuhmu?”


“…..” Jarak wajah mereka berdua sangat dekat sehingga mereka berdua bisa merasakan napas hangat masing-masing.


“Yinyin, kamu membuatku merasa asing dan kejutan yang kamu berikan kepadaku sangat besar!” Wajah Yu Jinglan yang tampan terlihat bingung sambil menatap Song Yin secara langsung.


Dia benar-benar tidak menyangka jika dia akan memberikan perawannya kepada pria lain dan dia tidak menemukan siapa pria itu setelah dia menyelidikinya.


Kata-kata Yu Jinglan membuat Song Yin tertegun, “Kakak besar Yu, aku selamanya adalah Song Yin tapi di matamu selama ini hanya ada kakakku, itu saja! Sedangkan kita berdua memang orang asing. Song Yin tetap Song Yin dan selamanya akan tetap seperti ini!”


“Kenapa? Apakah setelah hubungan intim kita pagi tadi kamu mau menyangkal hubungan kita berdua?” Nada suara Yu Jinglan perlahan meninggi dan terdengar ketidakpuasan di dalamnya.


Song Yin tersenyum meskipun dia tidak tahu apa maksudnya tapi dia berkata, “Kakak besar Yu, tidak peduli apa yang terjadi kita hanya orang asing meskipun telah tidur bersama tapi tetap orang asing.”


“Orang asing yang boleh tidur bersama?” Wajah Yu Jinglan terlihat senyuman yang tidak jelas.


Tangannya yang putih panjang meraih dagu Song Yin sambil menatap mata Song Yin yang besar dan mereka berdua bertatapan seperti ini dalam waktu yang lama.


“Terserah apa katamu! Kamu juga bisa memakai kata teman ranjang untuk mengartikan hubungan kita.” Song Yin merasa dirinya hampir menjadi patung sedangkan mata hitam Yu Jinglan hampir menelannya.


“Apakah kamu tidak ingin menikah denganku?” Kerutan alisnya semakin dalam.


“Siapa yang tidak ingin menikah denganYu Jinglan ? Yu Jinglan yang sangat menarik di Kota Feng dan banyak wanita yang memimpikan bisa menikah denganmu, mengapa aku tidak ingin?” Song Yin balik bertanya.


“Wanita pembohong!” Yu Jinglan melihat bibir merah Song Yin dan dia tanpa ragu mencium bibir merahnya…..


Song Yin tidak menolak dan membiarkan dia menciumnya.


Dia menjadi panik sewaktu Yu Jinglan menekan tubuhnya di kursi.


“Jika aku dan kamu bermain mobil goyang di depan balai kota maka ayahmu pasti sangat senang melihat kemesraan kita berdua!” Nada bicaranya terdengar biasa saja sambil menatapnya dengan mata elangnya.


“Jangan, jangan seperti ini!” Song Yin tidak bisa menebaknya karena pria ini tidak ragu dalam melakukan sesuatu, dia menjemputnya pulang kerja secara misterius dan tidak mau berada di kamar pengantin di malam pertama juga secara misterius memperkosanya pagi ini dan datang menjemputnya sekarang selain itu dia makan bersama wanita lain siang ini.


Mata Yu Jinglan menatap wajah cantik Song Yin yang terlihat takut lalu menatap ke lehernya yang cantik, tulang selangka yang seksi serta dada yang tinggi……


Napasnya mulai cepat, ekspresi wanita ini terlihat takut dan keseksiannya membuatnya bereaksi yang membuat godaan yang berbeda.


“Yinyin, angkat kepalamu!” Mata Yu Jinglan semakin dalam dan sebuah keinginan yang kuat muncul sehingga tangan besarnya meraba dada Song Yin.


Song Yin tanpa sadar melihat ke arah luar jendela dan dia tahu jika orang yang di luar tidak bisa melihat ke dalam mobil tapi dia merasa tidak nyaman karena mobilnya berhenti di depan balai kota dan dia merasa takut.


Dia perlahan-lahan mengangkat kepalanya sambil menghela napas dan tampangnya terlihat menakutkan dengan mata yang terlihat membara.


Yu Jinglan perlahan-lahan mendekati Song Yin sambil berbisik di telinga Song Yin, “Apakah kamu tidak menolaknya?”


“…..” Song Yin menggigit bibirnya dengan diam.


“Kenapa? Bukankah kamu sangat pintar berpura-pura?” Yu Jinglan tersenyum dingin dengan mata mencibir dan merendahkan.


Mencibir!

__ADS_1


Merendahkan!


__ADS_2