AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 548 Menyelesaikan Kekacauan dengan Cepat dan Tegas


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Dia telah mengejarmu, kamu boleh memilih untuk turun!” Feng Baiyi berkata dengan suara yang dalam, wajah tampannya dipenuhi tatapan dingin.


“Ah…” Su Yan tertegun, itu benar-benar Kak Chi. Dia tidak menyangka Kak Chi akan menyusulnya, hatinya langsung menjadi tegang. Dia hanya tahu bahwa dia tidak bisa keluar dari mobil saat ini.


Hello! Im an artic!


Sedangkan mobil Rong Hanchi tidak terlihat akan berhenti. Feng Bai tetap mengemudi dengan santai dan stabil, dia tidak terburu-buru untuk lari dari Rong Hanchi atau bisa di bilang dia ingin memberi Su Yan waktu untuk berpikir.


Dalam keheningan dan kepanikan, telepon Su Yan berdering, dia terkejut saat melihat bahwa yang meneleponnya adalah Rong Hanchi, dia pun mengangkat telepon itu, “Kak Chi, pulanglah!”


“Yanyan! Turun dari mobil itu, ikutlah denganku, jangan menikah dengannya!” Tangan Rong Hanchi yang memegang telepon menjadi tegang, matanya melebar, alis tajamnya mengerut dan dia menatap mobil Veyron Feng Baiyi dengan tatapan dingin yang menyeramkan.


“Kak Chi, jangan mengikutiku lagi. Aku tidak ingin melihatmu lagi. Karena kamu telah membuangku, maka kamu tidak akan pernah menemukanku lagi! Jika kamu menyesal, kenapa dulu kamu memperlakukanku seperti itu?” Dia menguatkan hatinya, dia ingin segera menyelesaikan kekacauan ini dengan tegas dan cepat. “Aku bukan orang yang hanya akan datang saat di panggil dan pergi saat tidak dibutuhkan!”


Hello! Im an artic!


“Jangan menikah dengannya!” Rong Hanchi hanya mengucapkan kalimat ini.


“Kak Chi, jangan paksa aku, jika kamu memaksaku lagi, aku akan mati!” Kalimat itulah yang menyebabkan mobil Rong Hanchi berhenti tiba-tiba.


“Yanyan, aku tidak akan memaksamu, aku akan membereskan urusanku dan memberikan kebebasan untuk diriku sendiri, aku tidak memaksamu, aku akan menunggumu!” Rong Hanchi menutup telepon.


Su Yan memegang teleponnya, tubuhnya terasa lemas, apakah Kak Chi akan menceraikan Feng Ling’er? Memikirkan hal ini, dia menelepon Rong Hanchi kembali dan berkata dengan tegas: “Kak Chi, aku dan kamu tidak bisa kembali seperti dulu lagi, kita tidak bisa kembali bersama lagi, bahkan jika saat ini kamu masih lajang, itu tetap tidak mungkin, kamu sudah kehilangan Yanyan dan kamu tidak akan pernah menemukan Yanyan lagi!”


Setelah berbicara, dia langsung menutup telepon!


Su Yan mengerutkan alisnya, dia sangat tidak tenang, dia tidak menginginkan akhir seperti ini. Dia dapat melihat bahwa Feng Ling’er sangat mencintai Kak Chi, dia juga bilang bahwa dia akan mati jika tidak bersama Kak Chi!


Bagaimana dengan dia?


Dia tidak akan mati, bukan?


Ya, Tidak akan!


Mobil dengan cepat melaju ke garasi apartemen, Su Yan menangis, dia menggigit bibirnya untuk mencegah tangisannya pecah. Feng Baiyi mengulurkan tangannya, menarik tubuhnya dan memeluknya. “Menangislah jika kamu mau, ini terakhir kalinya aku mengijinkamu menangis untuk dirinya!”


Suara pria yang berat dan dalam itu melayang di atas kepalanya, dia pun terkejut.


Pria itu memeluknya dengan erat dan membelainya.


Su Yan tampak seperti kapal yang mengembara. Setelah melewati banyak rintangan dan badai, akhirnya dia menemukan pelabuhan untuk dia labuhi. Dia membiarkan dirinya dipeluk oleh Feng Baiyi dan air matanya terus berjatuhan.


Dia menangis tersedu-sedu di dalam pelukan pria itu. Di malam yang sunyi, tangisannya terdengar sangat menyedihkan.


Di dalam mobil yang gelap, Feng Baiyi memeluknya erat-erat, air matanya melukai hati Feng Baiyi. Tanpa bisa melihat wajahnya dengan jelas, Feng Baiyi menundukkan kepalanya, kedua tangannya memegang lengan Su Yan dan mencium keningnya, “Sayang, ayo kita pulang!”


Sebuah ciuman yang lembut.


Jatuh di dahi Su Yan.


Dia tercengang dalam kegelapan dan tiba-tiba keluar dari pelukan Feng Baiyi. Dia benar-benar sudah gila, bagaimana bisa dia mencari kehangatan dari dalam diri Feng Baiyi.

__ADS_1


“Sayang, ayo kita menikah besok!” Masih dengan kalimat yang sama dan belum juga bisa terdengar emosi apapun dari nada bicaranya.


“Aku masih di bawah umur, tidak bisa mendapatkan akta nikah!” Setelah dia mengucapkan kata-kata itu, dia pun turun dari mobil.


Bibir tipis Feng Baiyi sedikit mengerut dan ada sedikit senyuman di wajahnya, hanya saja Su Yan tidak menyadarinya. Dia menyeka air matanya dan menggosok hidungnya. Dasar orang gila, beraninya bilang ingin menikah, memangnya pernikahan itu permainan? Kan tidak saling mencintai, menikah apanya?


Berdiri di bawah gedung apartemen, Su Yan menatap langit dengan tenang sambil bertanya-tanya apakah Kak Chi sudah pulang?


“Masih memikirkan dia lagi?” Suara rendah terdengar dari belakang.


Su Yan berbalik dengan cepat, pria di belakangnya, aura kesalnya begitu kuat dan dengan cepat memancar di seisi lobi lantai satu apartemen. Mungkin jika dia tidak dengan cepat menaklukkan hati Su Yan, Su Yan akan terus memikirkan pria itu. Sebenarnya dia tidak ingin terlalu keras pada Su Yan, tetapi dia menyadari bahwa jika dia terlalu sopan, dia akan tidak akan pernah mendapat kemajuan.


Su Yan menutup matanya lagi, memalingkan wajahnya ke sisi lain, dan dengan keras kepala tidak berniat untuk memberi penjelasan. Dia juga menolak menjawab semua kecurigaan Feng Baiyi. Mnemangnya Feng Baiyi ingin mengendalikan pikirannya?


Feng Baiyi melangkah maju, mencubit dagunya dan menarik wajah Su Yan ke arahnya. “Aku akan memberimu sepuluh menit lagi. Jika sepuluh menit kemudian kamu masih memikirnya, kamu akan menanggung akibatnya!”


Kalimat seperti itulah yang membuat hati Su Yan marah, dia menutup matanya kembali dan berteriak. “Suka-suka diriku ingin memikirkan siapa, kamu tidak berhak mengaturku!”


Feng Baiyi hanya mencubit dagunya dengan sedikit lebih keras, tetapi tidak menggunakan kekuatan yang terlalu besar, Dia hanya menatap Su Yan dengan tenang dan di dalam matanya terlintas sedikit rasa sakit, tapi Su Yan yang sedang menutup matanya tidak menyadari hal itu.


Setelah waktu yang cukup lama, tanpa menunggu reaksi lain dari Feng Baiyi, Su Yan perlahan-lahan membuka matanya lagi, dia pun melihat mata Feng Baiyi sedang menatap ke wajahnya. Setiap bergerak satu inci, rasa ingin memiliki pun semakin besar, tapi aura kekesalannya pun juga semakin bertambah. Di dalam mata itu, kebencian dan kelembutan saling beradu.


Su Yan tercengang, tatapannya melebur ke dalam mata Feng Baiyi, ada sedikit perasaan heran, juga ada sedikit perasaan bergetar. Sorot mata Feng Baiyi membuat Su Yan dapat melihat dasar matanya yang begitu dalam.


Tatapannya dan tatapan Feng Baiyi bertemu menjadi satu.


Terlena.


Terjerat.


“Feng Baiyi!” Su Yan bergumam di pelukannya, menatapnya, tidak mampu menjelaskan perasaannya saat ini, bingung, sedih, gelisah dan stress. “Hatiku sakit, sangat sangat sakit!”


Dia membenamkan wajah kecilnya di dalam dada Feng Baiyi, hanya ingin mencari tempat yang hangat, dia merasa jantungnya akan meledak, dia tidak tahan lagi! “Hatiku sangat sakit, tapi kenapa aku tidak mati?”


Feng Baiyi membeku sejenak, matanya berkedip, lift pun naik. Dia tidak menjawab, hati yang sakit tidak akan menyebabkan kematian karena hati yang sakit hanya bisa menyebabkan keinginan untuk mati. Mungkin rasa sakit itu tidak sudah cukup menyakitkan, mungkin juga rasa sakit itu masih kurang menyakitkan atau mungkin setelah mati akan terlahir kembali.


Menggendong Su Yan keluar dari lift, membuka pintu dan memasuki rumah.


Su Yan tahu bahwa dia telah memasuki apartemen, “Turunkan aku, jangan paksa aku, aku benar-benar sangat sangat sedih hari ini!”


Feng Baiyi tidak akan melepaskannya.


Su Yan mengangkat matanya dan menatap Feng Baiyi, “Aku tahu kamu bukan orang jahat. Aku tahu kamu hanya sedikit memiliki sifat yang aneh, hanya penampilan luarmu saja yang dingin. Aku tahu aku takut padamu, tetapi aku juga tahu bahwa kamu sangat baik. Jadi, tolong biarkan aku merenung sendirian, oke?”


Bukannya dia tidak ingin memberinya kesempatan, tapi dia tidak bisa membiarkan Su Yan memikirkan pria itu lagi, karena melihatnya terluka, hatinya juga akan ikut terluka. Sedangkan, dia tidak bisa menjelaskan apa-apa, sebagai seorang pria, memberi kasih sayang, tidak harus dengan kata-kata manis, tidak harus dengan janji, dia hanya ingin menjadi pria yang menepati janji dengan melakukan tindakan, hanya itu saja!


Setelah waktu yang cukup lama, Su Yan tidak bisa melepaskan dirinya, dia tidak memiliki kekuatan lagi, jadi dia hanya bisa terus berbaring di pelukan Feng Baiyi.


Tubuh kedua orang itu saling menempel erat, hasrat kerinduan pun muncul dan membuat napas Feng Baiyi semakin cepat dan tergesa-gesa, matanya berkali-kali menatap ke bibir Su Yan.


“Lihat aku!” Kata Feng Baiyi.


Su Yan mendongak.

__ADS_1


Bibir Feng Baiyi hampir menyentuh bibirnya, nafas Feng Baiyi menyembur ke ujung hidungnya, menyebabkan rasa gatal. Su Yan tercengang, lidah Feng Baiyi sudah masuk ke bibir merahnya, menjarahnya dengan keras.


Kedua daun bibir yang lembut itu digigit dengan kasar, terasa sakit dan berdarah.


Tinju Su Yan mendarat di bahunya, sambil mengeluarkan serangkaian suara gemetar. “Lepaskan aku… Umm…”


Feng Baiyi menurut dan melepaskannya, meletakkannya di lantai, lalu memeluk pinggangnya, mengambil napas dan kemudian dengan lembut menenangkan dan membelai bibirnya yang mati rasa dan sakit itu, ujung lidahnya menjilat bagian bibirnya yang merah dan ada sedikit bercak darah.


Rasa sakit semakin terasa di dadanya, dia menahan punggung Su Yan yang sedikit condong ke belakang dan mendorongnya ke dalam pelukannya.


Su Yan menutup matanya, wajahnya bertumpu pada lekuk leher Feng Baiyi, dia tidak melawan atau menyambutnya, “Feng Baiyi, kenapa kamu memperlakukanku seperti ini? Bisakah kamu membiarkanku sendirian? Kenapa hatiku begitu sakit? Kenapa kamu memperlakukanku seperti ini?”


Dia benar-benar tidak mengerti, sama sekali tidak mengerti!


Apa yang sebenarnya pria ini inginkan? Dia sangat sangat lelah! Dia tidak ingin memikirkannya, tetapi dia juga tidak bisa tidak memikirkannya. Dia tidak tahu apakah dia sedang terjerat dengan masalah Kak Chi ataukah terjerat dengan pria yang berulang kali semena-mena padanya, hatinya sangat kacau.


Feng Baiyi semakin memeluknya dengan erat, lalu berkata dengan dingin, “Bukankah kamu memberi tahu mereka bahwa aku gay? Kalau begitu aku akan membuktikan kepadamu bahwa aku bukan gay!”


“Aku tahu kamu bukan gay, aku salah! Seharusnya aku tidak menantangmu, tolong biarkan aku sendirian!” Dia berbalik.


Feng Baiyi tidak mengejar.


Pakaian Su Yan setengah basah, dia mengambil piyamanya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, mengganti pakaiannya dan ketika dia keluar, dia melihat Feng Baiyi sedang merokok di balkon.


Begitu dia membuka pintu, Feng Baiyi sedang memegang puntung rokok, mengabaikannya dan masuk ke kamar mandi. Lalu terdengar suara air mengalir. Su Yan menghela nafas, kembali ke kamarnya, menutup pintu, dan menguncinya.


Air matanya kembali mengalir, rasanya akhir-akhir ini dia terus saja menangis, dia merasa dirinya tidak seperti dirinya yang dulu. Dia yang suka tertawa sekarang menjadi orang yang suka menangis.


Menangis dan menyeka air mata.


Sepuluh menit kemudian, dia masih menangis, terdengar suara pintu kamar mandi yang dibuka lalu ditutup lagi dan kemudian terdengar suara kunci.


Kemudian, gagang pintunya diputar dan dibuka, Feng Baiyi yang pinggangnya hanya dibalut oleh handuk, muncul di depan pintu.


Su Yan tercengang, air matanya masih mengalir di matanya, matanya memerah, kemunculan Feng Baiyi membuatnya tertegun.


Bentuk tubuhnya sangat bagus, otot-ototnya yang kuat membuatnya terlihat kekar, air yang menetes di rambutnya membuatnya terlihat seperti sebuah lukisan pria tampan yang baru selesai mandi, muncul begitu saja di pandangan Su Yan. Feng Baiyi pun melihat keheranannya, lalu dia menutup pintu.


Setelah mendengar suara pintu tertutup, Su Yan baru bereaksi, dia dengan cepat menyeka air matanya. “Kamu, apa yang kamu lakukan di sini?”


Mata Feng Baiyi yang panjang dan sipit terus menatapnya dengan tatapan sedingin es.


Feng Baiyi memandangnya, memikirkan senyum cemerlangnya saat di Casino Las Vegas, tapi sejak itu, sepertinya senyum itu tidak pernah terlihat lagi.


“Apa yang ingin kamu lakukan?!” Dia berkata dengan nada yang tidak enak.


“Tidur!” Satu kata yang diucapkan dengan tegas, dia pun duduk di pinggir tempat tidur. Dengan tubuhnya yang masih dipenuhi dengan tetesan air, dia menangkap mata Su Yan dari dekat dan mulai mengelap tetesan air itu dengan handuk.


Su Yan sedikit mengangakan mulutnya dan matanya terus berkedip. Dia tidak bisa melihat ekspresi Feng Baiyi dengan jelas. Hatinya benar-benar kebingungan, “Feng, Feng Baiyi kamu, pergilah tidur di kamarmu sendiri. Apa yang sebenarnya kamu ingin lakukan?”


Suaranya sulit dipercaya.


Feng Baiyi mengabaikan pertanyaannya dan perlahan mengelap tetesan air di tubuhnya. “Apakah kamu berencana menangis sepanjang malam jika aku tidak masuk?”

__ADS_1


“Keluar kamu!” Seru Su Yan.


Dia tidak bergerak, dia malah mengalihkan pandangannya ke arah Su Yan. “Apakah cintamu sebegitu dalamnya? Jika iya, kenapa kamu malah pergi? Su Yan, apakah kamu benar-benar pernah melihat isi hatimu sendiri? Apakah kamu benar-benar mencintai Rong Hanchi seperti yang kamu pikirkan?”


__ADS_2