
Hello! Im an artic!
Hanya saja masalah sudah jadi seperti ini. Ia tak bisa menyesal dan tak bisa membuat waktu berputar kembali. Ia hanya berharap setelah Mi Ling menenangkan emosinya, ia akan memaafkannya!–
Mu Xue tak menyangka akan mendapat telepon dari Mi Lei. Katanya ada hal yang ingin ditanyainya, karenanya, Qin Yinuo membawa Mu Xue pergi ke Penungguan.
Hello! Im an artic!
Mi Lei menunggu mereka di depan pintu. Begitu melihat Mu Xue turun dari mobil, ia berkata pada Qin Yinuo, “Aku ingin berbicara berdua bersama Mu Xue.”
Qin Yinuo terdiam sesaat dan mengangguk.
Karena masalah Jingxuan dan Pei Lingfeng, Mu Xue jadi merasa dirinya bersalah pada Mi Lie. Kalau bukan karena Pei Lingfeng, saat ini dia dan Wu Jingxuan sudah akan jadi pasangan yang bahagia!
Mi Lei mengenakan kemeja putih dan jas silver gelap. Itu adalah jas buatan tangan asli dari Italia. Jas itu agak ketat, membuat bentuk tubuhnya terlihat makin ramping. Sudut-sudut wajahnya yang tajam dan lembut membuatnya terlihat anggun. Dirinya selalu terlihat rapi dan bersih, mengucurkan aura yang dingin. Namun wajahnya menyiratkan sebuah kesedihan. Kesedihan ini selalu ada ketika Mu Xue pertama kali kenal dengannya. Ia pikir, seharusnya ini karena Jingxuan!
Hello! Im an artic!
“Kakak Mi, maaf!” Rasanya Mu Xue hanya bisa berkata seperti ini.
Sudut bibir Mi Lei berkedut, tersenyum pahit, “Xiao Xue, apakah Jingxuan baik-baik saja?”
Mu Xue hanya bisa mengangguk, “Baik!”
“Kau bisa membantuku mengajaknya keluar?” Mi Lei bertanya lagi.
Mu Xue tertegun. Karena ia merasa bersalah sekali apda Mi Ling dan Mi Lie. Tapi tanpa berpikir, Mu Xue langsung menyetujuinya, “Baik!”
Mi Lei mengangguk, “Jangan bilang aku yang mengajaknya!”
“Kenapa?”
“Dia tak ingin bertemu denganku! Tapi aku harus bertemu dengannya sekali!” Senyum Mi Lei semakin sedih, “Kau tenang saja, aku hanya ingin mengatakan beberapa hal! Itu saja!”–
Gong Tianer mendapat telepon dari Mi Lei, ia mengira pria itu ingin membahas masalah pertunangan dengannya. Sebelumnya pertunangan mereka sudah dirusak Pei Lingfeng, maka ia selalu mengira mereka akan mengadakannya sekali lagi.
Tapi ketika dirinya sampai ke restoran, Mi Lei malah berkata, “Tianer, kita putus saja! Maaf! Aku tak bisa mencintaimu!”
Gong Tianer menatapi Mi Lei dengan penuh kekagetan, menatapinya dengan hampir tak percaya, “Kakak Mi, kau, kau bilang apa?”
“Tianer…” Melihat wajahnya yang memucat, Mi Lei jadi tidak tega, tapi ia masih berkata sambil menggertakkan giginya, “Maaf, kita putus saja!”
Mata Gong Tianer memanas, air mata memenuhi matanya, mengeluarkan segala emosinya.
“Aku tahu kau tak mencintaiku! Aku sudah tahu!” Gong Tianer bergumam, suaranya terisak, “Tapi kukira kau akan menyukaiku…Ternyata aku salah…Maaf…Kakak Mi, aku yang terus menempelimu, aku takkan mencarimu lagi! Tidak akan!”
Melihat air matanya, ia juga kaget. Untuk sesaat hatinhya sakit. Dirinya bersalah pada gadis ini!
Caranya menatapinya!
Bagaimana ia bisa menatapinya dengan perasaan sedih, menyalahkan, ketakutan dan penuh perasaan sekaligus. Semuanya berubah jadi sebuah senyum pahit yang tidak berdaya. Suara pelannya terdengar, dan air matanya jatuh dari sudut matanya. Matanya dibuka besar-besar, bola matanya yang hitam menatapinya, seolah hendak melihatnya untuk terakhir kali, “Selamat tinggal!”
Gong Tianer berlari keluar dari “Penungguan” sambil menangis. Ia menoleh melihat nama restoran itu. Diantara air matanya, ia tahu, yang ditunggu Mi Lei selamanya bukan dirinya! Selamanya bukan!
Sambil menangis, air matanya terbang diantara angin. Ternyata, cinta itu sebegitu beracun. Racun itu berkelana disekujur tubuh manusia, dan kedepannya akan meninggalkan suatu penyakit dalam tubuh! Dan menurutnya, dirinya pasti sudah sakit parah!
Mi Lei menunduk. Kedua tangannya terkepal di samping, akhirnya ia tidak mengejarnya!
Ketika Mu Xue menelepon, barulah Mi Lei tersadar.
__ADS_1
Tapi kemudian terdengar suara Mu Xue yang penuh dengan permohonan maaf dari seberang, “Maaf kakak Mi, Jingxuan sudah bisa menebak kalau kau tengah mencarinya, ia menyuruhku untuk menyampaikan sebuah kalimat padamu! Katanya hargailah orang-orang di sekitarmu! Jangan terus melihat masa lalu, jangan tunggu sampai putus baru ingin kembali. Orang yang terus menemani di sisi barulah yang paling cocok! Kakak Mi, maaf…”
Belum ia menyelesaikan kata-katanya, Mi Lei sudah tersenyum pahit. Bahkan wanita itu tak mau bertemu lagi dengannya! Dirinya sudah semestinya putus asa!
Memutus telepon, Mu Xue menarik nafas dalam-dalam. Kenapa hatinya sedih, ia merasa bersalah, “Kakak Mi ini benar-benar menderita sekali! Ia menunggu dengan tergila-gila, tapi malah tak mendapatkan apa-apa!”
Qin Yinuo memeluknya dengan pelan, ekspresi wajahnya keren, tapi malah meyiratkan kelembutan, “Ayo pergi! Kita pergi lihat ayahmu dan Jingxuan. Jangan berpikir terlalu banyak, setiap orang punya nasibnya masing-masing!”
Qin Yinuo menyetir membawa Mu Xue ke rumah keluarga Pei. Sepanjang jalan ia menyetir dengan satu tangan dan menggandeng tangannya dengan tangan satunya lagi. Tiba-tiba Mu Xue bertanya dengan sedih, “Qin Yinuo, menurutmu apa kita akan terus bergandengan seperti ini?”
Begitu ia menanyakannya, genggaman Qin Yinuo langsung mengerat. Tatapannya juga jadi serius, “Xiao Xue, kau ini berpikir terlalu banyak!”
***
Di dalam ruang tamu rumah keluarga Gong.
“Huhuhu…” Gong Tianer menangis tersedu-sedu, sakit hati sekali.
“Tianer, jangan menangis!” Mei Xiyun menenangkannya, “Jangan menangis lagi!”
“Tante Mei, dia bilang dia ingin putus denganku. Katanya dia tak pernah mencintaiku, aku harus bagaimana?” Gong Tianer menangis dengan sakit hati.
Mei Xiyun menghela nafas, “Dia yang tak bisa mengharagai kebaikanmu!”
“Sialan, sialan! Aku akan membunuhnya! Aku akan membunuh Mi Lei!” Gong Peixin berteriak di dalam ruang tamu.
“Ayah! Jangan!” Gong Tianer menggeleng, menangis hingga kehilangan suara.
“Tianer, tak ada orang yang boleh melukaimu. Ayah takkan melepaskan Mi Lei!”
“Tidak!” Gong Tianer menggeleng, “Aku sudah tak mau dia lagi, tak mau lagi! Tidak mau lagi!”
Mei Xiyun memeluknya, “Tianer, kalau mau menangis ya menangis, kalau sudah menangis akan lebih baikan! Semuanya akan membaik!”
Ia membenamkan wajahnya ke pelukan Mei Xiyun, air matanya berjatuhan.
Gong Peixin marah luar biasa, “Tak bisa. Aku akan menangkapnya, dia harus menikahimu!”
“Tidak!” Gong Tianer berteriak keras, “Ayah, tak mau! Berikan aku sedikit kehormatan diri, oke? Jangan! Aku benar-benar tak menginginkannya lagi!”
Gong Peixin tak berdaya. Ia menghentakkan kakinya, duduk di atas sofa sambil merokok.
Mei Xiyun membelai pundaknya, menghela nafas, “Sudahlah. Tianer, tidak apa-apa, tidak apa-apa!”
….
Malam, terdengar suara pukulan dari kamar Gong Peixin dan Mei Xiyun. “Ah– tuan jangan pukul lagi. Tianer baru tidur, kalau kau mau memukulku tunggu dia baikan, oke?”
Tapi pukulan Gong Peixin semakin keras. Seolah emosinya semakin membesar, belakangan ia semakin sering memukul Mei Xiyun, dan wanita itu semakin berputus asa!
Tiba-tiba, sebuah perasaan putus asa menghampirinya. Perasaan tak berdaya yang sudah lama tak muncul tiba-tiba muncul lagi.
…..
Mei Xiyun bangun pagi-pagi, pergi mencari Mi Lei dengan sekujur tubuh yang terluka.
Begitu melihat Mei Xiyun, Mi Lei agak kaget, “Tante Mei?”
“Mi Lei! Tianer itu gadis baik-baik, hatinya polos, dia juga cantik. Kenapa kau mau putus dengannya?” Mei Xiyun bertanya pelan.
__ADS_1
“Tante Mei, aku…” Mi Lei menelan ludah sesaat, tidak tahu harus bagaimana menjawab.
“Mi Lei, sebenarnya seumur hidup ini tidak harus bersama dengan orang yang dicintai seumur hidup. Hidup bersama siapa saja adalah nasib, nasib manusia!” Mei Xiyun tidak menatapinya, hanya saja raut wajahnya terlihat raput. Meski ia telah menggunakan banyak sekali bedak, tapi masih terlihat rapuh.
Mi Lei tidak mengerti mengapa ia mengatakan semua ini. Teringat akan hari itu, tindakannya pada Xiao Xue, ia masih agak tidak suka pada Mei Xiyun. Meski Xiao Xue adalah putrinya Pei Lingfeng, tapi Mi Lei tak bisa membencinya! Mungkin kata-kata Mei Xiyun benar, semua ini adalah nasib! Ia tak bisa lagi bersama dengan Wu Jingxuan!
Tapi ini tak berarti ia tidak ingin meneruskan kesalahannya pada Tianer. Ia tak bisa menghancurkan hidup gadis itu. Dirinya juga tahu kalau Gong Tianer itu gadis yang baik! Polos, baik hati, imut! Tapi, dirinya benar-benar tak cocok untuknya!
Mei Xiyun tiba-tiba bertanya, “Mi Lei, kalau aku dan Gong Peixin tak ada lagi! Apakah kau akan membantuku menjaga Tianer?”
“Tante Mei?” Mi Lei merasa punggungnya mati rasa, “Kan baik-baik saja, kenapa berkata seperti ini?”
“Tidak apa-apa! Sudahlah! Aku juga tak bisa memaksamu! Anggap saja aku tak pernah datang hari ini! Aku pergi dulu!” Mei Xiyun berdiri dan tubuhnya agak tidak stabil.
“Tante Mei benar tidak apa-apa?” Mi Lei bertanya dengan penuh kekhawatiran.
“Tidak apa-apa!” Mei Xiyun pergi.
Wanita itu naik ke dalam taksi, datang ke vila keluarga Pei. Mobil berhenti di sana, sementara ia melihat ke dalam vila dari dalam mobil, tak berbicara lama sekali.
Ia terus melihatnya.
Saat ini, pas sekali Pei Lingfeng keluar membawa Wu Jingxuan. Ia memeluk pinggangnya dengan penuh perhatian, “Hati-hati, jangan terburu-buru. Hati-hati bayi!”
“Tidak apa! Aku bisa jalan sendiri!” Sambil berkata, Wu Jingxuan menurunkan tangannya.
Keduanya belum sempat menaiki mobil langsung melihat bugatti biru datang. Di atas mobil terdapat Qin Yinuo dan Mu Xue, keempatnya seperti tengah mengatakan sesuatu sambil berdiri di taman.
Mei Xiyun melihat dari jauh. Sambil melihat, ia menghela nafas panjang, “Pak, ayo pergi!”
Ia melirik sekilas pada Pei Lingfeng dan Mu Xue dengan penuh kasih. Wajah orang yang paling dibenci sekaligus dicintainya, selamat tinggal!–
“Tante Mei, dimana ayah?” Gong Tianer melihat Mei Xiyun tengah memasak sesuatu di dapur. Ia sudah menangis semalaman, sepasang matanya membengkak merah, melihat tante Mei yang dengan anehnya bisa memasak, karena ia tak pernah memasak sebelumnya!
Mei Xiyun membalikkan tubuhnya perlahan, melirik sebentar pada Gong Tianer dan berkata, “Tianer, sebenarnya aku ingin memberitahumu. Seumur hidup ini sebagai wanita seharusnya bisa memasak! Sebenarnya memasak adalah sebuah kebahagiaan tersendiri! Benar! Apalagi ketika kau memasak untuk suamimu, kalau kau masih cinta pada pria itu, maka akan lebih bahagia lagi!”
“Tante Mei, tante kenapa?” Entah kenapa, Gong Tianer tak pernah melihat tatapan Mei Xiyun yang seperti ini, sepertinya kosong.
“Tidak kenapa-kenapa. Aku tengah memasak untuk ayahmu. Aku mau memasak masakan yang tak ada duanya di dunia ini, yang belum pernah dimakan sebelumnya!”
“Apa itu?” Gong Tianer tak menyangka.
“Kau pergi dululah. Ketika aku selesai, aku akan memberitahumu!” Mei Xiyun berkata.
Karena Gong Tianer yang sekarang terlalu sakit hati, sehingga ia tidak memerhatikan apapun dan berjalan keluar.
Kemudian ia mendengar sepertinya di dapur sedang merebus minyak. Ia tak tahu sayur apa yang dimasukkan dalam panci presto dan perlu digoreng dengan minyak lagi. Ketika tengah berpikir, tiba-tiba terdengar suara sirene polisi diluar pintu. Suara itu datang dari jauh dan mendekat, lalu berhenti di depan vila.
Kemudian polisi turun tiba-tiba, menerobos masuk ke dalam hal utama.
Beberapa petugas polisi menunjukkan identitas mereka, “Apa ada Mei Xiyun? Siapa itu Mei Xiyun?”
Saat ini, Mei Xiyun keluar sambil membawa sepiring masakan. Ia meletakkan piring itu di atas meja ruang tamu. Saat ini barulah ia berkata pelan, “Pak polisi, aku adalah Mei Xiyun!”
“Kau yang melapor polisi?” Salah satu polisi bertanya.
“Benar! Itu aku!”
“Tante Mei, apa yang terjadi?” Gong Tianer memiliki firasat buruk dalam hati.
__ADS_1
Mei Xiyun tersenyum, “Tianer, kedepannya jagalah dirimu baik-baik. Tante Mei tak bisa menjagamu lagi!”
“Kau sudah membunuh orang?” Polisi bertanya lagi.