
Hello! Im an artic!
“Ada banyak wanita imut di area sekolahan. Aku punya hobi untuk mengumpulkan wanita imut, jadi tentu saja aku tidak bisa melewatkan tempat ini!” Ucap Zuo Shaofeng sambil berkedip nakal kepadanya. Su Yan tiba-tiba tersenyum.
“Kamu sangat lucu!”
Hello! Im an artic!
“Ayo naik ke mobil. Mau kemana? Aku antar!”
“Bukankah kamu sedang mencari wanita imut?”
“Aku bisa mencarinya di lain waktu!”
Su Yan menggelengkan kepalanya. “Tidak usah. Aku bisa naik kendaraan umum. Terima kasih!”
Hello! Im an artic!
Setelah selesai berbicara, dia mengabaikan Zuo Shaofeng dan berjalan menuju halte bus. Secara kebetulan, bus pun tiba tepat waktu, dan Su Yan naik ke dalam.
Dia berpikir bahwa dia sudah tidak melihat Chen Huilun selama beberapa hari, dan dia tidak tahu bagaimana kondisi dia saat ini!
Bus berhenti di rumah sakit. Su Yan turun dari mobil dan pergi ke gedung bagian rawat inap. Dia berjalan sangat lambat, dia bergegas ke tempat ini tanpa makan sebelumnya.
Segera setelah dia masuk, dia melihat Feng Baiyi yang duduk di samping tempat tidur Chen Huilun. Melihat Su Yan masuk ke dalam, ekspresi Feng Baiyi tampak acuh tak acuh. Su Yan merasa sedikit canggung, dan kemudian ia menghadap ke arah Chen Huilun dan mengeluarkan sebuah senyum mekar di wajahnya, “Kakak Chen, apakah anda sudah baikan?”
Chen Huilun sedang berbaring di tempat tidur dengan kepala yang masih terbungkus kain kasa. Ketika dia melihat Su Yan, dia sedikit tertegun lalu tersenyum kepadanya. “Kamu, kamu Su Yan!”
“Ah –– Kamu sudah bisa berbicara?” Su Yan terkejut, dan kemudian merasa sangat bersuka cita. “Benar-benar sudah bisa berbicara?”
“Ya!” Chen huilun sudah dapat berbicara lagi setelah siuman dari operasinya.
“Bagus sekali!” Su Yan hampir menangis kegirangan. “Ini semua salahku, membuatmu berbaring di tempat tidur begitu lama!”
“Tidak apa-apa, aku tahu bahwa kamu juga tidak bermaksud seperti ini. Apakah aku sudah membuatmu khawatir akhir-akhir ini?” Chen Huilun berbicara dengan jelas, dan meski kecepatan bicaranya agak lambat, tetapi tetap terdengar jelas. Suaranya sangat lembut, membuat orang yang mendengarnya akan merasa sangat nyaman.
“Aku telah membuatmu menderita. Ini semua salahku. Kamu harus lekas sembuh!” Su Yan dengan tulus memegang tangan Chen Huilun dan berkata: “Jika tidak, seumur hidupku ini aku tidak akan pernah bisa merasa tenang!”
“Ya! Aku juga berharap dapat sembuh juga!” Kata Chen Huilun lembut.
“Tuan Feng, dokter mengatakan bahwa nona Chen sudah boleh mengkonsumsi makanan!” Perawat khusus tersebut masuk dari luar, dan segera menyapa Su Yan begitu ia melihatnya: “Nona Su, anda datang menjenguk!”
Su Yan melihat dia membawa kotak makanan inkubator khusus rumah sakit di tangannya. Seharusnya itu adalah makan siang yang sudah dipersiapkan untuk Chen Huilun.
“Biar aku saja!” Feng Baiyi mengambil mangkuk dari perawat tersebut, dan matanya dengan lembut tertuju pada Chen Huilun. “Huilun, ayo makan!”
“Baiklah!” Chen Huilun tersenyum lembut, memandang Feng Baiyi yang ada di samping, mengatupkan bibirnya lalu berkata dengan lembut, “Terima kasih, Yi!”
“Apakah kamu mau aku yang menyuapkannya untukmu?” Su Yan bertanya dengan antusias.
“Aku saja sudah cukup!” Feng Baiyi berkata dengan suara yang dalam. Ketika dia melihat ke arah Chen Huilun, tatapannya yang dingin tersebut seketika berubah menjadi sebuah sentuhan yang lembut, “Bubur kerang favoritmu!”
Su Yan merasa sedikit canggung dan melangkah mundur.
Mencium aroma yang kental dan manis membuat perut Su Yan keroncongan beberapa kali, dia sangat lapar!
Feng Baiyi menyendok sesendok bubur kerang, meniupnya dan setelah memastikan sudah tidak panas lagi, kemudian dia menyuapkannya ke mulut Chen Huilun. Chen Huilun menelannya, dan setelah menelan dia berkata dengan lembut: “Tidak seenak buatanmu, tetapi dapat memakannya di rumah sakit sudah cukup bagus!”
__ADS_1
“Kalau begitu lekas sembuh, dan setelah sembuh nanti aku akan memasaknya untukmu!” Feng Baiyi berkata dengan lembut.
Su Yan memperhatikan Feng Baiyi berbicara dengan lembut kepada Chen Huilun. Ia melihatnya menyuapinya sendok demi sendok, sungguh sangat lembut. Dia berpikir ketika dia sakit sebelumnya, kakak Chi pasti juga akan menyuapinya dengan seperti ini. Diam-diam dia memalingkan wajahnya ke arah jendela. Memandangi langit yang cerah di kejauhan, dia tiba-tiba merasa pusing, dan berpikir bahwa dia juga harus memberi dirinya sendiri asupan gizi. Dia harus bisa menjaga dirinya sendiri, karena sudah berhari-hari dia tidak mendapatkan asupan gizi saat mengalami menstruasi.
“Masih mau makan?” Tanya Feng Baiyi.
“Tidak mau!” Chen Huilun berkata dengan pelan.
“Kepalamu masih sakit?”
“Kepalaku sudah jauh lebih baik, tetapi aku merasa sedikit pegal di kakiku dan aku masih tidak dapat merasakan kaki kananku. Semoga aku tidak menjadi lumpuh!”
“Tidak akan! Aku akan memijatmu!” Feng Baiyi mengangkat selumutnya dan dengan lembut memeriksa kaki kanannya. Jari-jari yang kasar dengan lembut meluncur di kaki Chen Huilun dan meremasnya dengan kekuatan yang sedang.
“Yi! Tidak perlu, biarkan saja perawat yang memijatku!” Chen Huilun berkata dengan malu-malu. Tangannya memegangi seprai tak berdaya, wajahnya memerah.
“Pasti akan lebih baik. Bukankah dokter sudah mengatakan bahwa pemulihanmu akan lebih cepat? Bertahanlah sebentar lagi, darah tidak akan mengalir dengan mudah apabila tidak dipijat.” Feng Baiyi berkata dengan suara yang rendah. Ia mengalihkan pandangannya dan melihat tetes air mata yang mengalir di atas pipinya yang kemerahan. Tatapannya yang mengalir, ekspresinya yang terlihat malu-malu, dan bibir ceri yang menggigit lembut tersebut. Huilun telah pulih, benar-benar pulih!
Su Yan melihat pemandangan ini lalu mundur dengan diam-diam.
Chen Huilun melihat sosok yang berjalan keluar tersebut, tiba-tiba berkata: “Su Yan, kamu pulang saja. Aku tahu kamu sedang sekolah, pulang dan kerjakan pekerjaan rumahmu. Jangan membuat Yi khawatir!”
Feng Baiyi mendongak dan melihat Su Yan yang berbalik dengan canggung. Terlihat sebuah senyuman yang kaku di wajah kecilnya. Feng Baiyi tetap dengan wajahnya yang tanpa ekspresi, tidak mengucapkan sepatah kata pun, dan terus memijat Chen Huilun.
“Baiklah, kakak Chen. Sampai jumpa lagi! Aku akan pergi makan!” Pikir Su Yan ternyata kelembutan Feng Baiyi bukanlah miliknya seorang, dan dia sampai saat ini bahkan tidak tahu dimana letak kesalahannya.
“Kamu tidak perlu datang menjengukku setiap waktu. Sudah ada Yi sudah cukup!” Chen Huilun berkata dengan tulus, dan kilatan cahaya yang komplek segera muncul dan menggantung di matanya.
“Ya! Aku akan mencari waktu yang tepat untuk menjengukmu!” Tidak tahu apakah dia benar berbicara seperti itu, Su Yan lalu turun dan pergi makan.
Berjalan di jalan yang ramai di kota Lu, Su Yan tiba-tiba melihat sebuah restoran sup ayam. Su Yan lalu masuk ke dalam. “Bos, aku pesan semangkuk sup ayam!”
Dia duduk sendirian di sebuah restoran kecil menyantap semangkuk sup ayam. Rasanya enak, tetapi tidak ada rasa hangat, tetapi dia terus meminumnya, dan terus meminumnya. Su Yan tidak tahu sudah berapa banyak yang dia minum. Sepertinya saat moodnya sedang buruk, dia akan makan dengan sangat banyak. Ketika sup tersebut sudah habis, Su Yan menepuk-nepuk perutnya, kenyang!
Meskipun dia mati, tetapi dia tidak boleh mati karena kelaparan. Itu adalah moto hidupnya!
Dia membayar, lalu bangun dan pergi!
Hanya sepuluh menit setelah dia keluar dari toko, Su Yan merasa pusing dan dia merasa seperti ingin muntah. Kemudian ia merasa sangat tidak nyaman, dan ingin pergi ke kamar mandi. Untungnya langit sedang berpihak kepadanya, di sebelahnya ada sebuah toilet umum.
Hanya saja begitu Su Yan masuk, diam di sana selama setengah jam. Muntah dan diare sepanjang waktu. Sungguh tidak nyaman, perut bagian atasnya kesakitan seperti ingin mati.
Dia tidak tahu apa yang terjadi, dia hanya merasa sangat sengsara.
Saat dia ingin menelepon Feng Baiyi, tetapi dia teringat bahwa dia tiba-tiba menjadi sangat dingin terhadapnya, oleh karena itu dia sebal dengannya. Kemudian dia memikirkan kakak Chi, lalu menghubungi kakak Chi!
Dia mengeluarkan ponsel dari ranselnya, tetapi secara tidak sengaja, ponselnya tersebut jatuh ke dalam toilet! Mengapa sangat menyedihkan?
“Uh!” Su Yan mengutuk dengan suara kesal.
Sepertinya langit ingin membinasakannya!
Melihat ponselnya yang basah kuyup tesrebut, Su Yan merasa sangat tidak berdaya. Lalu menggunakan sisa kekuatannya, dia berharap untuk meninggalkan tempat itu terlebih dahulu. Dia tidak ingin mati di toilet umum, terlalu bau!
Ketika dia keluar dari toilet umum dan sampai di jalan umum, dia tidak bisa menahan dirinya lalu muntah lagi. Dia berbaring di pagar sendirian, dia muntah dengan menyedihkan.
Dari kejauhan, seorang pria kekar menelepon. “Tuan muda, nona Su sedang muntah di pagar! Sepertinya dia sedang sakit perut. Saya melihatnya keluar setelah memasuki toilet umum setengah jam, dan sekarang dia sedang muntah!”
__ADS_1
Tidak lama kemudian, sebuah Pagani putih muncul di jalan tidak jauh dari Su Yan. Seorang pria tampan dan kurus turun dari mobil dan tidak bisa menahan untuk mengerutkan keningnya saat dia melihat gadis itu sedang terkapar di pagar bunga tersebut. “Ada apa? Keracunan makanan?”
“Kamu?” Su Yan tercengang, dia sudah tidak memiliki tenaga untuk menolehkan kepalanya. Namun, dia sangat tersiksa, sepertinya dia ingin pergi ke toilet lagi. “Uh! Aku mau ke toilet!”
Dengan cepat dia berjalan menuju toilet. Su Yan bersyukur bahwa dia masih memiliki tenaga untuk ke toilet. Saat keluar dari toilet, Zuo Shaofeng sudah menunggu di depan pintu. “Ayo pergi, ke rumah sakit!”
“Tidak mau!” Su Yan menggelengkan kepalanya.
“Bagaimana bisa kalau tidak pergi?” Tanpa bicara lagi, Zuo Shaofeng segera mengangkatnya. Dia menopang tubuh kurusnya lalu pergi.
“Um –– Zuo Shaofeng, aku tidak mau pergi ke rumah sakit! Mati pun aku juga tidak ingin di mati di rumah sakit!” Saat ini dia merasa ingin mati, rasanya hampir sama seperti ingin mati.
“Kalau tidak pergi, kamu akan benar-benar mati!” Zuo Shaofeng berkata dengan marah.
Su Yan merasakan kehangatan dalam pelukannya, tiba-tiba dia berkata dengan nada datar: “Zuo Shaofeng, seandainya kamu adalah ayahku. Itu akan sangat baik sekali!”
“Aku tidak ingin memiliki anak perempuan sepertimu. Itu menandakan bahwa aku sudah tua!” Zuo Shaofeng mencemberutkan bibirnya, lalu menopang gadis kurus yang lemah tersebut. Entah mengapa hatinya merasa sedikit perih. “Berhenti bicara, ayo pergi ke dokter!”
Ruang gawat darurat rumah sakit.
Su Yan pingsan sebelum diperiksa!
“Su Yan? Su Yan?” Zuo Shaofeng memanggilnya panik.
Dokter memeriksanya dan mendapati bahwa seluruh tubuh Su Yan kedinginan. Kulitnya membiru dan tekanan darahnya menurun. Dokter pun segera memerintahkan Zuo Shaofeng untuk membaringkan Su Yan di ranjang sementara, kemudian memindahkannya ke ruang gawat darurat.
Setelah keluar dari ruang gawat darurat, Zuo Shaofeng baru mengetahui bahwa Su Yan mengalami keracunan nitrit. Untungnya dia diantar ke rumah sakit tepat waktu, jika tidak akan sangat membahayakan nyawanya.
Melihat Su Yan yang terbaring di ranjang rumah sakit dengan tenang, Zuo Shaofeng merasa sangat aneh. Ternyata dia telah menyelamatkannya, dan ini semua berlangsung sampai pada malam hari.
Di kamar pasien.
Zuo Shaofeng sedang duduk di samping ranjang. Karena Su Yan mengalami keracunan, menyebabkan seluruh kulit di tubuhnya mengalami purpura atau peradangan pembuluh darah kecil di kulit. Dia terlihat sangat menyedihkan. Sudut bibirnya yang pucat sedikit terangkat, dan Su Yan yang sedang terbaring di sana pun terlihat sama polosnya seperti anak kecil.
Entah mengapa, hatinya yang gelisah tiba-tiba berubah menjadi tenang ketika dia melihat wajahnya yang terlihat tidak bersalah dan polos saat ini. Sentuhan kelembutan pun muncul di mata Zuo Shaofeng yang jahat dan dingin tersebut.
Tetesan air infus perlahan menetes merasuk ke dalam pembuluh darah. Pukul dua belas malam, dia baru terbangun dengan sedikit rasa pusing di kepalanya.
Ketika dia membuka matanya, dia merasakan ada yang sedang melihat ke arahnya. Su Yan mengangkat kelopak matanya yang berat tersebut, melihatnya dengan curiga lalu berkata dengan suara yang pelan: “Zuo Shaofeng?”
“Sudah bangun?” Zuo Shaofeng terus menjaganya, dia pun merasa sedikit lega ketika melihatnya siuman.
“Ada apa denganku?” Su Yan bingung. Kepalanya terasa sakit, pusing, menyakitkan.
“Tidak apa-apa. Hanya keracunan nitrit, untungnya tidak parah!”
“Keracunan?” Su Yan terkejut. “Ah ––”
“Apa yang kamu makan?” Zuo Shaofeng mengerutkan kening. “Kamu salah makan apa?”
“Ayam, sup ayam!” Kata Su Yan tiba-tiba. “Celaka. Cepat lapor polisi, jangan sampai orang lain ikut keracunan sepertiku!”
“Uh!” Zuo Shaofeng tercengang untuk sesaat, “Kamu, kamu yang sedang sekarat ini masih bisa mempedulikan orang lain?”
“Pasti itu karena sup ayam itu. Akan kuberitahukan alamatnya, nama tokonya adalah –– XXXX. Cepat lapor polisi, jangan sampai orang lain menderita sama sepertiku!”
Oleh desakan Su Yan, Zuo Shaofeng dengan enggan akhirnya menghubungi polisi, kemudian berkata: “Nak, sekarang sudah tengah malam. Lebih baik kamu beristirahat, jangan khawatir! Polisi mengatakan sudah ada beberapa orang yang melapor kepada mereka. Konon katanya pemilik toko tersebut menyalahgunakan garam industri!”
__ADS_1