
Hello! Im an artic!
“Kakak, apakah kamu bisu?”
“……”
Hello! Im an artic!
“Aku mengenalnya dua belas tahun lalu, mengenal ibumu!” Feng Baiyi berkata perlahan-lahan.
Zuo Shaofeng menegang, “Kamu pernah bertemu dengan ibuku?”
“Ya!” Feng Baiyi mengangguk.
“Kamu kenal ibu dan adikku saat itu?” Zuo Shaofeng jelas tidak menyangka akan seperti ini. “Dua belas tahun lalu, karena kamu mengenal Wawa, lalu apakah kamu tahu mengapa dia bisa diadopsi oleh Rong Hanchi?”
Hello! Im an artic!
Feng Baiyi mengingat masa lalu, “Ibumu jatuh sakit dan pingsan di depan pintu perusahaan. Wawa yang berusia lima tahun menangis dan memohon orang untuk menolong ibunya, tetapi tidak ada yang mau membantu, Wawa mengatakan banyak hal. Kebetulan waktu pulang kerja, aku dan kakek keluar dari pintu perusahaan melihat Wawa yang sedang menangis dan memohon, aku tidak akan pernah melupakan kejadian saat itu. Aku tahu sakitnya kehilangan orang yang dicintai. Kakek sendiri yang meminta sopir untuk membawa mereka ke rumah kami, memanggil dokter keluarga, untungnya ibumu hanya mengalami demam dan gula darah rendah yang disebabkan oleh malnutrisi, jadi dia pingsan.
Zuo Shaofeng mencengkeram sandaran tangan kursi dengan erat dan pembuluh darahnya menghijau, “Kemudian?”
“Kemudian ibumu bangun, tinggal di rumahku selama tiga hari, dia bersikeras untuk pergi dan menolak kebaikan kakekku. Dia bilang dia ingin kembali untuk mencari suaminya, ketika dia mengatakan itu, aku melihatnya menangis, dengan gelang giok di pergelangan tangannya, dia terus menyentuh gelang itu dan mengatakan dia salah!”
“Dia bilang dia ingin kembali untuk mencari ayah?” Zuo Shaofeng jelas tidak menduganya.
“Aku hanya mendengar itu saja, karena dia terus menyentuh gelang itu, jadi aku memperhatikan gelang itu. Ibuku juga punya gelang seperti itu, tapi gelang itu pergi ke surga bersama ibu dan ayahku dalam kecelakaan pesawat. Hari itu, aku melihat ibumu menangis dan aku sangat merindukan orang tuaku.”
Jadi, Feng Baiyi menangis sendirian hari itu! Tapi tidak menyangka bahwa Su Yan yang bermain di taman melihatnya. Dia tampak sangat bersemangat, dia tinggal beberapa hari di kediaman Keluarga Feng, dia sangat lincah dan banyak bicara saat melihat Feng Baiyi.
Su Yan melihatnya menangis dan menyeka air matanya dengan tangan kecilnya. Saat itu dia bahkan tidak mengucapkan sepatah kata pun.
Sampai Su Qian sudah menjadi lebih baik, ketika meninggalkan Keluarga Feng, Wawaagak enggan untuk meninggalkannya, diam-diam berlari ke arahnya dan berkata dengan wajah terangkat, “Kakak, kamu sangat tampan, aku ingin menikah denganmu ketika aku dewasa, bisakah kamu menungguku sampai aku dewasa dan menikah denganmu?”
Pada saat itu, Feng Baiyi tercengang dan menatapnya dengan kaget, tidak dapat membayangkan bahwa dia akan menikahi pengantin kecil ini ketika dia dewasa.
Saat itu dia tidak berjanji, karena menurutnya itu hanya lelucon dari Wawa yang masih kecil.
“Kakak, namaku Su Wawa. Dulu namaku Zhuo Xiaoran, tapi sekarang namaku Su Wawa. Kamu jangan melupakanku!” Gadis kecil itu mengaitkan tangannya dan memberinya isyarat untuk membungkuk.
Entah kenapa, saat itu, Feng Baiyi benar-benar membungkuk.
Dia tidak menyangka bahwa Wawa mencium wajahnya, kemudian mengedipkan matanya yang besar dengan cerdik, dia menatapnya dengan kaget dan Wawa berkata, “Ibu akan mencium ayah seperti ini. Kakak aku ingin menikah denganmu, jangan lupa!”
Feng Baiyi memandang wajahnya yang penuh percaya diri itu dengan kaget. Pada saat itu, dia merasa tidak masuk akal di dalam hatinya, karena kata-kata seperti ini, dia hanya menganggap lelucon Wawa saja.
__ADS_1
Dia tidak menyangka bahwa di masa yang akan datang, setiap kali ada wanita yang mendekatinya dan ingin menjadi kekasihnya, wajah imut Su Wawa akan muncul di benaknya.
Saat bertemu pertama kali di Las Vegas, itu pertama kalinya dia berinisiatif untuk memulai percakapan dengan seorang wanita. Awalnya, dia hanya ingin menggoda wanita itu, merasa dia sangat berbakat, bakat yang tidak tergerak oleh uang.
Pada saat itu, melihat wajah kecilnya yang berhati-hati dan imut, penuh dengan ketakutan, dia tersenyum dalam hati, tapi kemudian dia tidak menyangka kalau dia akan melarikan diri, melarikan diri dari jendela yang tinggi dan kejutan yang dia berikan padanya benar-benar luar biasa.
Terutama tulisan yang tertulis di kaca kamar mandi membangkitkan rasa ingin tahunya, jadi dia meminta orang untuk menyelidikinya dan tidak menyangka bahwa dia adalah Wawa. Hanya saja ketika dia mengatakan bahwa dia mencintai Kakak Chi, dia merasa cemburu, jadi dia mengabaikan keinginannya dan dengan paksa mengambil keperawanannya. Itu adalah pertama kalinya selama bertahun-tahun dia mengakhiri keperjakaannya.
“Pada saat itu memang begitu, tapi hasil penyelidikanku adalah dia dijemput lagi oleh Song Baikuan. Adapun mengapa dia bunuh diri, mungkin hanya Song Baikuan yang mengetahuinya, Wawa juga menyaksikan semua ini, jadi dia bisa melupakannya, aku pikir mungkin pukulan itu terlalu besar baginya!”
Iya! Semua ini berhubungan dengan Song Baikuan.
“Ibumu meninggal dua tahun kemudian, aku tidak tahu mengapa dia mengatakan bahwa dia ingin mencari ayahmu, mengapa dia bisa bunuh diri dua tahun kemudian dan Wawa dikirim ke dua panti asuhan. Ketika di panti asuhan pertama, dia masih bernama Wawa, lalu ketika pindah ke panti asuhan kedua dia bernama Su Yan dan Su Wawa yang asli sudah meninggal di arsip panti asuhan pertama. Rong Hanchi menjemputnya dari panti asuhan kedua! Tapi yang bisa dipastikan adalah selama sepuluh tahun, dia telah merawat Wawa dengan sangat baik!”
Feng Baiyi dan Zuo Shaofeng sama-sama merasa berterima kasih atas hal ini. Rong Hanchi bisa dikatakan pria yang gentleman, pria gentleman yang terjebak dalam cinta.
“Aku ingin mencari Song Baikuan!” Zuo Shaofeng berkata dengan sungguh-sungguh, kemudian melirik Feng Baiyi dan berkata, “Jangan khawatir, aku akan menjaganya. Dia adalah adikku, satu-satunya kerabatku, jadi aku akan membahagiakannya! Kita sudah sepakat tiga tahun, tidak akan menunggu dari waktu yang ditentukan! Tapi bagaimana kamu akan memberitahunya bahwa kamu akan pergi?”
“Aku akan pergi dalam dua bulan lagi. Aku harus menunggunya sampai pulih, ini juga syarat yang aku buat dengan Ye Jintian!” Dalam dua bulan ini, dia akan mencari segala cara untuk membuat Su Yan pulih kembali dan bisa menerima kepergiannya. Jika mengatakannya sekarang, dia takut tubuhnya tidak akan bisa menahan pukulan ini.
“Kamu temani dia, aku akan kembali dulu!” Zuo Shaofeng berdiri, “Manfaatkan dengan baik dua bulan terakhir, aku akan berusaha untuk tidak mengganggu kalian!”
“Apakah mungkin dia tidak bisa menerimanya?” Hanya sebuah kata, sangat pelan, seolah-olah bertanya pada Zuo Shaofeng, tapi juga seperti bertanya pada dirinya sendiri. Feng Baiyi perlahan-lahan memejamkan matanya dengan rasa sakit yang menusuk.
Meskipun dia adalah ketua selanjutnya yang dipilih oleh Ye Jintian, tapi dia hanyalah seoarang pria, hanya pria biasa yang sangat mencintai seorang wanita. Dia juga memiliki berbagai emosi dan keinginan, tapi yang dibutuhkan An Ye bukanlah pewaris yang memiliki emosi dan keinginan, yang dibutuhkan adalah iblis yang rasional dan dingin!
Dia tidak bisa menyalahkannya, dia hanya bisa menghela napas, “Jika bukan karena keguguran ini, aku rasa Wawa tidak akan menerimanya, tetapi setelah hal ini, aku tiba-tiba menemukan bahwa dia sebenarnya sangat kuat, dia jauh lebih kuat dan lebih rasional dari yang kita bayangkan! Jangan khawatir, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk berjuang untukmu selama tiga tahun, tetapi kamu harus membersihkan An Ye, yang terbaik kamu bisa menjadikan An Ye sebagai organisasi yang legal, hanya tiga tahun, jangan lupakan kesepakatan kita!”
Feng Baiyi tidak mengatakan apa-apa dan mengatupkan bibirnya.
“Semangat! Setidaknya dua bulan ini, aku berharap Wawa akan bahagia dan tidak akan meneteskan air mata selama pemulihan diri. Kamu jangan menunjukkan kesedihan, masih ada banyak hal yang harus dilakukan, juga masih banyak tanggung jawab yang tidak terpenuhi.”
Feng Baiyi membuka matanya, Zuo Shaofeng terkejut dengan kesedihan yang mendalam di matanya dan akhirnya berkata perlahan, “Aku pergi!”
Feng Baiyi selesai merokok dan menstabilkan suasana hatinya, lalu ke kamar tidur.
Begitu dia masuk, wajahnya yang dingin terkejut dan mengerutkan kening, “Siapa yang mengizinkanmu turun dari tempat tidur?”
“Ah……” Su Yan terkejut, “Aku, aku baik-baik saja! Aku bisa bangun dari tempat tidur!”
Dia berjalan dengan cepat, menggendongnya, meletakkannya langsung di tempat tidur dan menutupinya dengan selimut.
“Kamu tidak bisa masuk angin, mengapa kamu tidak patuh?” Suara Feng Baiyi sangat serak, membuat orang merasa sedih.
“Yi! Aku baik-baik saja!” Su Yan berkata lembut, begitu mendongak dia melihat alisnya yang mengerut.
__ADS_1
Untuk sementara, alisnya tidak bisa terulur, Su Yan merasa sedih melihatnya dan mengulurkan tangan kecil untuk merapikan alisnya.
Feng Baiyi tidak mengatakan apa-apa, ada rasa sakit yang tersembunyi di matanya yang hitam dalam. Dia duduk di sampingnya sambil memegang punggung tangan kecilnya dengan kuat, mengangkat tangannya untuk menyingkirkan rambut hitam yang tersebar di dahinya, kemudian dengan lembut menutupi matanya dengan telapak tangannya.
Feng Baiyi tidak berani melihat perhatian dan kasih sayang padanya, dia takut keengganannya akan membunuhnya.
Dalam kegelapan, Su Yan sedikit meringkukkan bibirnya, tersenyum dan berkata pelan, “Bisakah jangan mengerutkan kening lagi? Kita masih bisa memiliki anak, kamu jangan berpikiran sempit, bisakah kamu jangan seperti ini? Jangan membuatku merasa sakit hati bersama denganmu.”
Bagaimana dia bisa mengatakan padanya bahwa dia akan mengingkari janjinya, dia akan mengingkari janjinya untuk sehidup semati!
“Yi!” Su Yan memanggilnya dengan lembut, tetapi dia masih tidak menjawab, suaranya semakin pelan semakin lembut dan dia berteriak, “Suamiku!”
Feng Baiyi gemetar, perlahan mengangkat matanya dan menatapnya, tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun. Dia dengan lembut menurunkan tangannya dan menatap matanya.
“Suamiku.” Sebuah suara yang jelas keluar dari mulutnya lagi, matanya yang gelap semakin dalam dan redup.
Tangan kecilnya yang lembut menyentuh wajah dinginnya dan matanya dipenuhi penyesalan. Apakah cahaya air di matanya adalah air mata kesabaran? Dia belum pernah melihatnya begitu rapuh, belum pernah melihat ketidakberdayaan dan kesedihan yang begitu jelas di matanya.
“Kita masih bisa mempunyai anak, bisakah kamu jangan mengkhawatirkan hal ini lagi?” Dia berkata dengan lembut, “Selama kamu mau, kita masih bisa mempunyai anak di masa depan.”
Su Yan pikir dia masih bergumul dengan masalah ini sekarang!
“Ke depannya……” Feng Baiyi berkata dengan suara rendah, kesedihan yang dalam melintas di mata hitamnya, “Ya, kita masih bisa memilikinya di masa depan, jadi kamu harus menjaga dirimu dan membuat dirimu sehat!”
“Bagaimana denganmu? Bukankah kamu juga harus menjaga dirimu sendiri?” Dia menatapnya dan menunggu janjinya.
Mata mereka saling berhadapan, hatinya bergetar dan sakit lagi.
Dalam waktu dua bulan, dia dan Wawa masih mempunyai waktu dua bulan. Waktu sangat singkat, dia berharap waktu bisa berhenti pada saat ini dan tidak akan pernah berjalan.
23 hari kemudian.
Su Yan akhirnya bisa keluar setelah ditahan oleh Feng Baiyi selama sebulan penuh.
“Yi, aku ingin pergi ke Jinchuan untuk terjun lenting!” Setelah keluar, Su Yan tidak tahan untuk memberikan saran.
“Tidak bisa, kamu tidak boleh melakukan hal yang berbahaya seperti itu lagi di masa depan!” Dia langsung berkata tidak.
“Tapi……”
“Tidak ada tapi!” Dia berkata dengan suara yang serius.
“Baiklah!” Su Yan mengerutkan bibir merahnya dan tidak berani mengatakan apapun, dia tiba-tiba memutar matanya dan berkata setelah sesaat, “Kalau begitu, apakah aku boleh pergi menemui Guan Xiaojin?”
“Hari ini adalah hari pertama kamu bisa keluar, apakah kamu tidak ingin bersamaku?” Dia bertanya dengan sedikit getir, dengan sedikit kesedihan di hatinya, kesedihan perpisahan tepat di depannya, yang membuatnya tidak tahu bagaimana menghadapinya, dia seorang pria saja tidak tahu bagaimana menghadapinya, lalu bagaimana dengan dia? Apa yang harus dilakukan Wawa?
__ADS_1