AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 339 Tidak Dapat Diukur


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Dan Yu Jinlan?


Apakah dia mau melanggar perintah ibunya yang sedang sakit jantung?


Hello! Im an artic!


Song Yin sangat sedih, pernikahan ini, cerai juga salah, tidak cerai juga salah.


“Yin Yin, serahkan semuanya padaku!” Yu Jinglan menurunkan kelopak matanya, tiba-tiba raut wajahnya berubah menjadi muram, suaranya terdengar berat dan sangat serius : “Kamu harus ingat untuk percaya padaku, tau tidak?”


“Hm!” Dia mengangguk, kemudian menunjuk ke bintang-bintang : “Kakak Yu, kamu ada melihat bintang? Bintang-bintang itu sangat cantik bukan?”


“Hm! ” Yu Jinglan menganggukkan kepala.


Hello! Im an artic!


“Bintang-bintang itu kelihatannya sangat dekat, dekat satu sama lain, tapi nyatanya mereka sangat berjauhan, berjarak beribu-ribuan tahun, seperti aku dan dirimu, jarak kita sungguh sangat jauh!”


“Kita bukan bintang!” Yu Jinglan terdiam sejenak, kemudian memberikan jawaban yang sangat yakin kepadanya.


Hanya saja, mengapa begitu sedih?!


Didalam kamar mandi, Song Yin mengangkat tangannya menyeka air matanya, namun ada kesedihan yang disembunyikan didalam lubuk hatinya.


Jawaban yang dijawab Yu Jinglan adalah mereka bukan bintang, hati Song Yin sangat masam, benar, mereka bukan bintang, tetapi bedasarkan jarak mereka berdua, bisa dianggap sebagai apa? Berapa tahun lamanya? Bagaimana mengukurnya?


Merasa menderita, Song Yin menggigit punggung tangannya, air matanya mengalir deras lagi, tersedak, menahan tangisan, air matanya membasahi wajahnya yang pucat, ada bekas gigitan ditangannya yang digigit dengan kuat.


Menarik nafas dalam, mencuci wajah dengan air, menunggu emosinya lebih stabil, menukar baju olahraganya, baru membuka pintu kamar mandi dan berjalan keluar.


Yu Jinglan tidak berada di kamar, mungkin keluar, Song Yin berpikir, seorang diri berjalan ke ambang jendela, menikmati malam yang sunyi. Presentase alcohol dalam anggur tidak sedikit, terasa sedikit pusing, walaupun sudah selesai mandi, masih terasa sedikit pusing.


“Jika lelah tidur saja dulu!” Setelah suara pintu dibuka, terdengar suara serak yang rendah, Song Yin menolehkan kepala melihat Yu Jinglan .


“Aku pergi mandi dulu!” Yu Jinglan menutup pintunya, dia berjalan kedalam kamar mandi.


Terdengar suara aliran air, Song Yin merasa sedikit gugup, kemudian menggelengkan kepala, berharap bisa menghilangkan perasaan tidak tenang dan kesalnya. Sudah tidak peduli, harus berusaha baru bisa tau hasilnya, tidak pernah mencobanya, mana bisa tau apa hasilnya?


Setelah berpikiran seperti ini, hatinya merasa lebih lega. Terbaring di Kasur, berbaring menyamping, jendela belum ditutup, Song Yin berharap bisa melihat bintang-bintang di langit dan tertidur, itu akan sangat indah!”


Tidak lama, Yu Jinglan keluar tanpa mengenakan jubah mandi, langsung berjalan keluar begitu saja.


Mendengar suara langkah kaki, Song Yin meliriknya, ketika melihatnya, ia terkejut sejenak. “Aa…Kenapa kamu tidak memakai baju?”


“Kenapa aku harus memakai baju? Juga harus membukanya nanti!” Yu Jinglan menjawab begitu saja, kemudian menyeka tetesan air ditubuhnya.


Song Yin terkejut dan memperbesar matanya, bersikeras : “Cepat pakai bajunya!”


“Tidak pakai! Terlalu merepotkan!” Yu Jinglan sudah membuang handuknya di ujung kasur, dan langsung naik ke atas kasur.


“Kamu, kamu…” Pipi Song Yin langsung memerah, bergegas memalingkan mukanya, berkata dengan marah, “Di penggunungan begitu dingin , kamu tidur pakai baju, nanti bisa masuk angin!”


“Aku tidak mau pakai!” Yu Jinglan tidak setuju, mengerucutkan bibirnya, masuk kedalam selimut!


“Aaa! Jangan sentuh aku!” Song Yin memejamkan matanya dengan erat, merasakan tangan Yu Jinglan sudah merangkul pinggangnya, Song Yin takut dan semakin erat memejamkan matanya.

__ADS_1


“Tidak pakai! Balik kesini.” Yu Jinglan menarik pinggangnya, membuat Song Yin menoleh kearahnya.


“Tidak mau!” Dia benar-benar tidak bisa melakukan ini, berhadapan dengan tubuh pria.


“Kamu mau aku yang membalikkan wajahmu, atau kamu sendiri yang membalikkannya?” Ancam Yu Jinglan dengan suara rendah.


“Kamu pakai baju dulu, aku pasti akan berbalik!” Kata Song Yin.


“Bukannya tidak pernah lihat, malu apa?” Yu Jinglan menaikkan sudut bibirnya, tersenyum jahat.


“Sejak kapan aku melihatnya?” Song Yin bahkan tidak pernah melihatnya! Salah, kemarin dikamar mandi sudah melihatnya, namun, namun itu bukan dia yang ingin melihatnya, itu tidak sengaja!


“Kalau tidak pernah melihatnya, lihatlah sekarang.


“Tidak mau!”


Yu Jinglan menyipitkan matanya, langsung menariknya, malah melihat Song Yin memejamkan matanya dengan erat, berkata dengan kesal, “Song Yin, apakah tubuhku begitu buruk untuk dilihat?”


“Aku tidak mau lihat!” Song Yin berteriak rendah, takut didengar oleh Han Lie dan Mo Mo, “Ini di rumah orang lain, bisakah kamu tidak begini!”


“Aku kenapa? Ini adalah kamarku, aku memang suka begini, kenapa?” Yu Jinglan menatapnya, melihat dia masih memejamkan matanya dengan erat, tiba-tiba Yu Jinglan membangkitkan tubuhnya, mencium bibirnya!”


Song Yin berteriak, Yu Jinglan menekan dengan lembut tubuh bagian bawah Song Yin.


Ujung lidah Yu Jinglan yang hangat masuk kedalamnya, Song Yin tidak sempat mendorong bibirnya, mengalir masuk kedalam mulutnya dengan mesra, menjilat kelembutannya dengan sembrono, dan merampas rasa manisnya.


“Wu… jangan… Kakak Yu… ” Song Yin menolak.


Ciuman yang kuat perlahan berubah menjadi lembut, Yu Jinglan menyedot lidah Song Yin, kemudian perlahan melepaskannya, menggigit bibirnya dengan lembut, menjilati bibir merahnya dengan lembut.


Bibir tipisnya perlahan turun, mulai dari bibirnya, dagunya, dan lehernya yang putih, dan perlahan turun.


“Baik, setelah tutup lampu, kamu harus membuka mata?” Yu Jinglan mengangkat tangannya menutup kontak dibalik kasur, nafas panas Yu Jinlan bertahan di kulit Song Yin.


Ketika lampu ditutup, Song Yin benar membuka matanya, tidak terpikir Yu Jinglan langsung membuka matanya setelah menutup.


“Aa…Kamu jahat!” Song Yin kembali memejamkan matanya.


“Hahahaha… ” Yu Jinglan tertawa. “Yin Yin, kamu sangat lucu ketika sedang malu!”


“Kakak Yu….” Menyadari tujuannya, Song Yin malu.


“Jangan khawatir, aku tutup lampu, buka matanya…” Yu Jinglan mencium keningnya, intonasinya menjadi lembut, seolah-olah ingin menenangkan rasa malunya.


Yu Jinglan menggunakan kelembutan yang belum pernah ada sebelumnya untuk memuja tubuh Song Yin, aura sombong dan liar menyelimuti dirinya dengan erat.


Song Yin membuka matanya perlahan, dengan susah menelan ludahnya, berkata dengan suara rendah : “Kakak Yu, jangan begini . . . . ”


Mungkin karena meminum alkohol, tubuh Song Yin sangat mudah terpancing gairah.


“Jangan bagaimana?” Tanya Yu Jinglan dengan jahat, menggigit lembut lehernya. “Jangan bagaimana?”


Seketika jantungnya berdebar kencang, perasaan panas di tubuhnya juga membumbung tinggi, Song Yin merasa semakin tidak dapat mengontrol dirinya, tangannya membelai lembut rambutnya, “Kakak Yu…”


“Menginginkannya?” Nafas panas pria itu menyembur wajahnya, ada sinar liar di matanya.


Baru saja Song Yin mau menolak, ponselnya bordering.

__ADS_1


Ponsel Yu Jinglan , merusak semua ini, Yu Jinglan mengerutkan alisnya, “Tidak perlu meladeninya, lanjut!”


“Jangan! Angkat telepon, cepat angkat!” Kata Song Yin dengan suara rendah.


Yu Jinglan tak berdaya, mengambil ponselnya, melihatnya, kemudian mengerutkan alisnya lagi.


Song Yin tidak tau siapa, mendengar Yu Jinglan mengangkat teleponnya, bersandar pada kepala tempat tidur, tidak membuka lampu, didalam kegelapan, cahaya layar memperjelas wajah Yu Jinglan .


“Xue, kenapa?”


Xue?


Mu Xue?! Song Yin berpikir dalam hati.


Yu Jinglan berkata lagi : “Sudah sampai jepang, bagaimana? Apa? Kamu sudah pulang? Ha! Apa? Baik, aku pulang sekarang juga, pulang malam ini juga, kamu jangan menangis! Dengar tidak, jangan menangis! Juga jangan asal berpikir, aku kembali sekarang, kamu tidak sendiri, kamu masih ada aku! Masih ada Nian Nian, kamu tidak boleh asal berpikir, tau tidak?”


Song Yin juga ikut terbengong, bingung, Yu Jinglan menutup ponselnya, menyalakan lampu.


“Apa yang terjadi?”


Tatapan Yu Jinglan muram, berkata dengan dingin : “Segera pulang ke kota Feng!”


Liburan mereka selesai dengan begitu saja!


Berpamitan dengan Han Lie dan Mo Mo, Yu Jinglan dengan cepat menyetir mobilnya, langsung dengan kecepatan tinggi dari kota R ke kota Feng. Sepanjang jalan, bibir tipis Yu Jinglan menegang, mobil itu meleset hingga 180 mil, jantung Song Yin sudah mau keluar, Yu Jinglan tidak mengatakan sepatah kata pun, Song Yin bertanya, Yu Jinglan langsung menyuruhnya diam, akhirnya, Song Yin memutuskan untuk tidak bertanya.


Sepanjang jalan, raut wajah Yu Jinglan sangat serius, tidak mengatakan apapun, walaupun Yu Jinglan tidak berbicara, namun Song Yin tau bahwa terjadi sesuatu yang besar.


Hotel Hong Jing.


Yu Jinglan langsung membawa Song Yin ke lantai 27.


Langsung mengetuk salah satu ruang presiden, ketika pintu dibuka, Song Yin melihat Mu Xue yang menangis hingga matanya membengkak, langsung memeluk Yu Jinglan ketika melihatnya, memeluknya dengan erat, berkata : “Lan! Aku sangat sedih!”


“Sudah! Jangan nangis!” Yu Jinglan merangkulnya, menghela nafas, menghiburnya dengan suara rendah : “Apa yang sebenarnya terjadi? Bicara pelan-pelan!”


Yu Jinglan masuk bersamanya, mungkin karena dia terlalu khawatir, jadi sama sekali tidak memerhatikan Song Yin, dia mengunci Song Yin diluar!


Melihat pintu kamar tertutup, Song Yin terbengong.


Song Yin memberitahu dirinya sendiri, mungkin karena Yu Jinglan terlalu panik, karena terjadi sesuatu pada Mu Xue, jika tidak, mana mungkin Mu Xue yang begitu elegan, akan menangis dengan begitu parah?


Song Yin mendesah pelan, namun, ketika waktu sudah terlewat setengah jam, Song Yin masih berdiri disana, pintu, tidak terbuka, sepertinya tidak ada yang menyadari bahwa dia sudah berdiri begitu lama!


Song Yin berdiri tidak bergerak selama setengah jam, kakinya sudah kesemutan!


Pintu masih tertutup dengan erat.


Menghela nafas, Song Yin membalikkan tubuhnya, bibirnya tersenyum pahit.


Turun ke lantai bawah.


Karena sudah tengah malam, lorong dan lift sangat hening, tidak ada orang, hanya ada dia seorang!


Song Yin turun kebawah, memberitahu dirinya sendiri, jangan meladeni, tidak apa, semua akan baik-baik saja.


Dia tidak memiliki kunci rumah di Li Yuan, karena tasnya ada di mobil Yu Jinglan , hanya ada ponsel ditubuhnya, selain itu, tidak ada apa-apa. Song Yin mengeluarkan ponselnya, melihat waktu, ternyata sudah jam 1 malam. Dia harus kemana? Tidak mungkin jika pulang ke rumah, tidak ingin pulang ke apartemen, karena selalu merasa itu bukan rumahnya, tidak ada rasa kepemilikkan. Mungkin baginya, hanya rumah di Li Yuan yang merupakan rumahnya rumah bagi ibunya dan dia.

__ADS_1


Seorang diri berjalan keluar lobby, tidak menyewa taksi, hanya berjalan, tanpa tujuan, malam, begitu hampa.


Sebuah Ferrari merah keluar dari bar, disudut tikungan, Xing Jiabai seperti melihat sesosok bayangan yang familiar, sedikit bingung, dan juga sedikit terkejut, bukankah Lan bilang mereka sedang liburan? Kenapa Song Yin ada di jalanan pada tengah malam?


__ADS_2