AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 65 Kamu Melindungi Anak Itu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Tapi atas dasar apa pergi ke…” Melihat wajahnya yang memucat, akhirnya ia tidak menyelesaikan kalimatnya, baiklah, atas dasar orang ini tidak ada yang jaga, ia terpaksa merawatnya untuk sementara, anggap sebagai rasa terima kasih karena telah membantunya merebut kembali handphonenya, berharap ke depannya ia tidak akan berutang lagi padanya.


Pertama kali memasuki rumah Mu Xue, ia meliriki sekeliling ruang tamunya, Qin Yinuo langsung berjalan masuk ke kamar, Mu Xue tertegun, “Hei, Presiden!”


Hello! Im an artic!


Tapi ia sudah memasuki kamarnya, melihat kasurnya yang hanya selebar 1.2 meter seolah ia jadi puas, ini artinya ranjangnya belum pernah ditiduri pria lain! Balkon kecil di kamarnya diletakkan beberapa jenis tumbuhan hijau, ia tidak tahu nama bunga yang bermekaran itu, melihat bunga itu seolah bisa mencuci segela kelelahannya setelah bersaing di dunia bisnis.


Qin Yinuo melirik sekeliling, lalu membalikkan tubuhnya dengan santai, “Desain kamarmu nyaman sekali, rumahmu juga terasa hangat sekali!”


Sebenarnya memang hangat, seperti rumah yang sebenarnya.


“Terima kasih.” Wajahnya agak ragu, sambil tertegun, Mu Xue mengucapkan terima kasih.


Hello! Im an artic!


Qin Yinuo melepas jasnya, sepatunya, langsung naik ke ranjangnya, “Jangan ganggu aku, aku mau tidur!”


Mendengarnya, Mu Xue merasa orang ini terlalu bertindak seolah ia adalah tuan rumah kan? Sudahlah, karena ia sakit, dirinya tidak akan cerewet dengannya.


Mu Xue menggeleng tanpa daya, barulah ia membalikkan tubuh dan berjalan ke arah dapur, ia ingin makan sesuatu, setelah kelaparan seharian Qin Yinuo lebih butuh untuk makan sesuatu.


Dalam sekejap hari sudah gelap, ia harus menjemput Cheng Cheng pulang dahulu baru memasak, maka ia berjalan sekali lagi ke arah kamar, meliaht Qin Yinuo sudah tertidur pulas.


Setelah menjemput anaknya Mu Xue’er sekaligus membeli milet, beberapa sayuran segar, begitu pulang, ia langsung berganti pakaian di kamar mandi, mulai memasak.


“Cheng Cheng, apakah kamu sudah berbuat sesuatu yang jahat?” Mu Xue mengulurkan kepalanya dari dapur.


Cheng Cheng langsung menolehkan kepalanya, ia agak ragu, menghindari tatapannya. “Tidak, Mami!”


Mu Xue tertegun, berjalan keluar. “Cheng Cheng, tatap mataku!”


Biasanya di keadaan seperti ini, Cheng Cheng tidak berani menatap matanya, itu artinya ia berbohong, dan kali ini, ia menunduk sambil bangkit dari sofa. “Mami…”


“Mami tidak suka pada anak yang suka berbohong!” Mu Xue berkata dengan hambar.


“Aku bersalah, sebelumnya aku sudah merusak internet di perusahaan paman!” Kalau ini adalah maksud dari perbuatan buruk yang dikatakan Maminya.


“Orang itu benar-benar kamu?” Mu Xue tertegun. “Bagaimana kamu melakukannya?”


“Tante Mi Ling yang mengajariku!”Cheng Cheng baru menengadah sekarang. “Sebelumnya, sebelumnya tante Mi Ling masuk ke dalam sistem layanan polisi federal, aku melihatnya!”


“Astaga!” Mu Xue tak mampu berkata-kata, Mi Ling sebagai seorang profesional IT tindakannya juga terlalu semena-mena, ia berbuat seenaknya di depan seorang anak kecil. “Kemudian kamu belajar darinya dan langsung bisa?”


Ia tahu Mi Ling pernah bilang, Cheng Cheng hanya perlu melihat sekali dan langsung bisa, apalagi sistem yang rumit sekali itu, ketika kuliah Mi Ling belajar jurusan IT, dan dia adalah satu-satunya mahasiswa yang mendapat undangan ke Amerika, hanya saja Mi Ling membuang kesempatannya untuk belajar dan bekerja di Amerika, beberapa tahun ini, Mu Xue juga tidak tahu Mi Ling sebenarnya mencari nafkah dengan apa, hanya saja ia tahu Mi Ling memiliki pendapatan yang tinggi.


“Betul, setelah lihat langsung bisa!” Cheng Cheng juga sudah menyadari dirinya berbuat salah, “Tapi paman jahat itu sudah membuat Mami kehilangan pekerjaan, aku tidak suka padanya!”


“Nak, itu kan masalah Mami, ke depannya kamu jangan berbuat seperti itu! Nanti kamu meminta maaf pada paman, tahu?” Mu Xue tidak ingin anaknya tidak bisa membedakan perilaku baik dan buruk, dengan begitu pengajarannya dihitung gagal, tidak ada seorang ibu yang berharap anaknya akan menjadi orang jahat.


“Tahu!” Cheng Cheng menunduk, “Tapi aku kan tidak bisa bertemu dengannya!”


“Dia di dalam kamar mami!”


“Mami, kamu bilang paman jahat itu ada di rumah kita?”

__ADS_1


“Iya, dia di rumah kita, dia sakit!” Mu Xue memasukkan barang ke dalam kulkas. “Sst, kamu jangan ganggu paman itu tidur, nanti kalau sudah sembuh dia akan pergi.”


“Tapi dia kan sudah memecat mami, dia yang membuat mami tidak memiliki pekerjaan!”Cheng Cheng berkata pelan: “Kenapa kita mau menampungnya? Dia tidak punya rumah kah?”


“Dia jatuh sakit, papanya akan khawatir!” Mu Xue menjelaskan. “Masalah mami Cheng Cheng jangan ikut campur, oke? Mami sudah mendapatkan pekerjaan baru!”


“Dia kan orang dewasa, masih takut ayahnya khawatir, sungguh kekanak-kanakan!” Cheng Cheng menggerutu tanpa peduli.


“Cheng Cheng!” Mu Xue jadi tegas.


“Oh! Aku tahu aku salah, mami jangan marah!” Cheng Cheng meminta maaf. “Mami, aku pergi melihat paman!”


“Pelan sedikit!” Mu Xue memerintah.


“Tahu!” Cheng Cheng datang ke kamar Mu Xue, melihat Qin Yinuo yang tertidur pulas di atas ranjang maminya, wajahnya pucat, ia menggerutu,berjalan hati-hati ke samping ranjang, lalu melihat Qin Yinuo dengan perasaan campur aduk, ia melihatnya lagi, lalu bergumam perlahan.


“Paman, meski aku agak membencimu, tapi takut Mami akan marah, aku hanya bisa pura-pura tidak membencimu, aku tidak mau mami marah…Tapi paman terlalu jahat, kenapa kamu bisa memecat mamiku, mamiku menderita sekali, paman ini orang jahat, mami tidak membiarkan Cheng Cheng membencimu, tapi aku masih sangat membencimu…”


Ketika pintu terbuka sebenarnya Qin Yinuo sudah terbangun, tapi ia malah tetap memejamkan matanya, mendengar kata-kata Mu Xue dengan Cheng Cheng, tiba-tiba ia merasa wanita ini benar-benar bodoh sekaligus imut, ya, kata imut lebih cocok untuknya.


Setelah Cheng Cheng selesai bergumam, ia berkata dengan perasaan bersalah: “Melihat paman jatuh sakit, pasti ini karena Tuhan yang menghukummu, maka aku terpaksa memaafkanmu!”


Begitu melihat paman ini ia langsung merasa dekat.


Qin Yinuo tiba-tiba membuka matanya, pandangannya jatuh pada wajah kecil itu.


“Ah! Paman sudah bangun?” Meski tadi ia menggerutu pada Qin Yinuo yang “tertidur pulas”, sekarang begitu melihat ia terbangun, Cheng Cheng masih tetap bersemangat.


“Kamu benci sekali padaku!” Suara Qin Yinuo agak serak, karena ia baru tersadar, seharian ia belum makan.


“Kamu sudah dengar?” Cheng Cheng seolah tertangkap basah, ia menelan ludahnya, matanya membesar, mata bulat yang kecil itu membawa ekspresi yang polos, akhirnya ia masih mengangguk dengan jujur. “Ya! Aku tidak suka paman!”


Siapa suruh dia ini anak milik Mu Xue? Kalau bukan anak wanita itu, menurutnya ia akan suka sekali pada anak ini, karena pintar sekali, ia selalu suka pada anak yang pintar, dan anak ini bahkan agak mirip dengannya ketika kecil!


Begitu Cheng Cheng mendengar kata-kata Qin Yinuo, tatapannya langsung muram, ini pertama kalinya ia mendengar orang berkata tidak menyukainya, melihat ekspresi Cheng Cheng yang kecewa, hati Qin Yinuo seolah juga ikut tertarik, anehnya ia merasa sakit hati.


Cheng Cheng tidak berkata-kata lagi, ia membalikkan tubuhnya dan keluar, ia menunduk, diam sekali.


Qin Yinuo tertegun, anak ini marah?


Di dalam dapur, Mu Xue tengah memasak nasi dengan api kecil, melihat anaknya keluar dari kamar. “Paman sudah bangun?”


Cheng Cheng mengangguk. “Sudah!”


“Kenapa?” Xiao Xue merasakan ekspresi aneh anaknya.


“Paman tidak suka padaku!” Ketika ngomong suaranya sudah hampir menangis, Cheng Cheng tidak pernah sekecewa ini. “Mami, apakah Cheng Cheng ini sunggu dibenci orang?”


Dia ini masih anak kecil, hatinya masih lemah!


“Bagaimana kamu bisa tahu dia tidak suka padamu?”


“Paman sendiri yang bilang!” Cheng Cheng berkata dengan nada rendah.


Begitu Mu Xue mendengarnya, ia agak marah, dirinya sudah berbaik hati menampung dirinya yang demam, tak disangka ia masih menyerang anaknya, Mu Xue langsung berjalan masuk ke kamar, ia melihat Qin Yinuo sudah terduduk. “Kamu bilang apa pada anakku?”


Ia agak galak, sementara wajah Qin Yinuo tidak berekspresi, matanya yang dalam sama seperti biasa, seolah hendak menyedot orang kedalamnya, dan tidak bisa bangkit lagi.

__ADS_1


“Aku sedang bertanya padamu!” Mu Xue bertanya dengan marah.


“Aku tidak suka padanya!” Qin Yinuo menjawab dengan jujur.


“Kalau begitu kamu jangan datang ke rumahku lagi, kamu keluar!” Mu Xue menarik bajunya. “Siapapun yang menyerang anakku, meski kasihan sekali, aku juga benci padanya!”


“Kamu sangat melindungi anakmu!” Qin Yinuo tertawa ringan.


“Hah?!” Mu Xue tertegun.


Qin Yinuo melihat sosok kurus yang telah berganti pakaian santai ini, rambutnya diikat kebelakang dengan asal-asalan, dirinya yang seperti ini terlihat seperti adik tetangga yang sederhana dan polos.


“Aku lapar!” Ia berdiri, perutnya tiba-tiba berbunyi.


“Apa hubungannya denganku?” Teringat akan Cheng Cheng yang kelihatannya kasihan sekali, Mu Xue marah sekali.


“Siapa suruh kamu memaksaku pergi infus, kalau bukan karena kau, sekarang aku semestinya masih di dalam kantor! Setidaknya akan ada sekertaris atau asisten yang datang menjagaku, sekarang semua sudah pulang kerja, kamu mau aku cari siapa?”


“Kamu ini tidak bermoral sekali!” Mendengar suara bossy Qin Yinuo sekali lagi, Mu Xue tidak bisa menahan diri untuk menusuknya kembali. “Kamu pergi minta maaf pada anakku, anakku bersalah apa padamu?”


“Memang kamu akan suka pada anak yang menempelkan kotoran di namamu?” Qin Yinuo menjawab.


“??!!” Mu Xue terdiam.


Masalah itu, Zeng Li pernah mengatakannya, Cheng Cheng sendiri juga sudah mengakuinya, kalau dipikir-pikir memang akan membuat orang kesal sekali. Mu Xue langsung paham, maka ia berkata: “Baik, setelah makan kuantar kamu pulang. Tapi kamu tak boleh melukai anakku lagi, mengerti?”


“Mm-hm?!” Qin Yinuo menaikkan alisnya, anak itu malah berani sekali melapor. “Sebelumnya ia perlu meminta maaf padaku!”


“Kamu juga perlu meminta maaf padanya!” Ia berkata sepatah, tidak menatapi Qin Yinuo lagi, ia berjalan ke dapur, kalau bukan karena pria itu sakit, ia pasti akan langsung meneriakinya dengan keras.


“Cheng Cheng, paman bukannya tidak suka denganmu. Ayo, kita siap-siap makan!” Keluar dari kamar, Mu Xue melihat wajah anaknya yang kecewa, ia hendak menenangkannya.


Tapi Cheng Cheng tetap tidak senang karena kata-kata Qin Yinuo itu.


Begitu Mu Xue melihat anaknya yang tidak senang, ia berkata lagi: “Nak, kamu tidak seharusnya menempelkan gambar kotoran di nama paman kan? kamu yang salah duluan, tidak ada yang suka pada anak yang sengaja berbuat salah, tapi setelah tahu salah kalau kamu berubah, semuanya pasti akan suka padamu!”


“Aku hanya menempelkannya di foto paman!” Cheng Cheng menjelaskan.


“Bukannya sama saja?” Xiao Xue berkata dengan sabar.


“Ya! Aku tahu, aku pergi minta maaf pada paman!” Cheng Cheng berkata dengan kecewa.


“Begini baru pintar!” Mu Xue mengelus kepala anaknya. “Mami segera masak, sudah lapar?”


“Lapar!”


“Kalau begitu pergilah mencuci tangan! kamu juga suruh paman cuci tangan!”


“Baik!


Cheng Cheng kembali lagi ke kamar, melihat Qin Yinuo yang berdiri di balkon sambil merokok, “Paman!”


Qin Yinuo menoleh, melihat anak yang berdiri sambil menunduk itu, menaikan alisnya. “Ada masalah?”


“Maaf!” Cheng Cheng membungkukkan tubuhnya.


Qin Yinuo tertegun, “Minta maaf untuk apa?”

__ADS_1


“Karena aku salah! Mami bilang Cheng Cheng tidak boleh menempelkan gambar kotoran di foto paman!” Suara Cheng Cheng semaki mengecil, “Paman benar kalau tidak suka pada Cheng Cheng, karena Cheng Cheng bukan anak baik.”


__ADS_2