AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 89 Bertemu Preman


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Tangan nona cantik sekali, tak disangka tak perlu diubah ukurannya langsung bisa dipakai, pas sekali!” Pelayan itu pandai berbicara.


Dengan cahaya lampu dalam toko, perhiasan itu jadi makin berkilau. Tangannya yang memakai cincin ini juga jadi berkilau, cincin itu berbentuk hati yang cantik sekali. Sebuah berlian besar dikelilingi berlian kecil. Sungguh desain yang indah.


Hello! Im an artic!


“Ya! Kami mau ini!” Qin Yinuo melihat ke arah desain cincin pasangannya, “Keluarkan juga yang itu!”


“Qin Yinuo?” Mu Xue terpaksa berkata, “Kamu beli cincin untuk apa?”


“Untuk mengungkungmu!” Ia berkata. “Gimana? Sepasang ini cantik sekali kan?”


“Tuan, selera Anda bagus sekali. Ini adalah desain klasik NQ, sang desainer terkenal dari Italia. Ini versi limited edition!”


Hello! Im an artic!


“Pakailah dulu!” Qin Yinuo berkata pelan.


Ia menunduk melihat sepasang mata Mu Xue, sudut bibirnya terangkat, “Jangan terlalu tersentuh!”


“……” Di bawah tatapannya, mendadak Mu Xue jadi gugup.


Qin Yinuo memegang tangannya, melihat cincin yang dipakaikan sendiri di jarinya, tiba-tiba ia menunduk. Dan di hadapan para pelayan toko, ia mencium tangannya.


Dan gerakannya yang intim ini, membuat wajah beberapa pelayan itu memerah.


“Ah–” Mu Xue malunya sampai menghentakkan kakinya, ia hanya ingin mencari lubang untuk bersembunyi.


“Kalau suka juga tak usah sesenang ini, nanti diketawakan orang!” Qin Yinuo menjahilinya.


Ia hanya mengecup punggung tangannya, tapi begitu melihat wajahnya yang cantik, Qin Yinuo jadi ingin menciumi wajahnya.


Mu Xue rasa tangannya yang diciumi itu jadi panas sekali, seluruh tubuhnya juga ikut panas, wajahnya juga.


Kenapa ia membelikan cincin untuknya? Ia kaget sekali dengan perlakuannya hari ini, awalnya ia menyatakan cintanya yang bilang takkan berubah selamanya, kemudian memberinya cincin berlian. Sebenarnya pria ini yang gila atau dirinya yang gila?


“Aku tak mau cincin!” Sambil berkata ia hendak melepaskannya, tapi Qin Yinuo menahan gerakannya. Ia memegang tangannya, sambil memincingkan matanya, ia berkata dengan suara rendah, “Coba saja kalau kamu berani lepas!”


Selesai berkata, ia mengancam di samping telinganya: “Kalau kamu berani melepaskannya maka aku akan menciummu di sini, kucium sampai kamu menyerah!”


“Kamu……” Ia agak kesal dengan sikapnya yang bossy, setelah kaget dengan ancamannya, ia tak bisa mengatakan apapun.


Sang pelayan seolah menyadari sesuatu yang tidak biasa, maka ia tersenyum, berkata: “Nona, Tuan kan sedang melamar Anda! Maka Anda jangan ribut-ribut lagi, dia kan sedang meminta maaf pada Anda dengan cincin ini!”


Mu Xue tertegun!


Melamar?


Mana mungkin!


Tapi Qin Yinuo tidak mempermasalahkannya, membiarkan pelayan itu salah sangka, “Nona, gesek kartu!”


“Baik!” Pelayan itu segera menerima kartu keemasan tersebut. Setelah digesek, ia memberikannya pada Qin Yinuo, “Tuan, Anda ingin cincin ini dipakai langsung atau dibungkus.”


“Langsung dipakai!” Qin Yinuo memasukkan cincin itu pada jari tengah tangan kanannya, sementara Mu Xue juga mengenakannya di jari tengah tangan kanan.


“Tuan, ini pertunangan kalian kah?” Pelayan mengatakannya penuh harap pada kedua orang itu, menyiratkan ucapan. “Semoga Anda berdua bersama selamanya!”


Qin Yinuo dan Mu Xue langsung tertegun.


Tunangan?

__ADS_1


Qin Yinuo langsung tersenyum, senyumannya jelas-jelas langsung memabukkan pelayan itu. Ia memesona sekali.


“Bukan……” Mu Xue merasa malu, ia melirik sekilas pada pria itu yang malah tersenyum senang sekali. Ia kelihatannya tak ingin menjelaskan sama sekali, maka Mu Xue jadi agak tegang.


Sebenarnya apa maksud orang ini?


Ketika Mu Xue hendak menjelaskan, ia sudah menariknya keluar dari toko itu.


Ia menarik tangannya, dan Mu Xue bisa merasakan kehangatan di telapak tangannya, hangat sekali sampai hatinya juga berdetak cepat tiba-tiba.


Tangannya digandeng keluar, lalu ia mendengar orang-orang berdiskusi d belakangnya. “Pria itu ganteng sekali! Perhatian sekali, sungguh pangeran berkuda putih!”


“Ya! Ah– ia menyetir bugatti! Yang jadi pacarnya bahagia sekali!”


“Betul! Anak orang kaya tuh!”


“Aku juga ingin cari pacar jadinya!”


“……”


Wajah Mu Xue memerah selama sesaat. Menghadapi keadaan seperti ini, ia merasa aneh. Perasaannya rumit, memang ini termasuk cincin apa?


Dan setelah bilang takkan berubah selamanya masih membelikannya cincin. Memikirkan kata-kata pelayan toko itu, otaknya terus berdengung, suatu perasaan aneh tumbuh dalam dirinya.


Ini sama sekali, ini sama sekali…Sudahlah, ia tak ingin berharap!


Qin Yinuo menyadari yang tak mengatakan apapun setelah lama sekali. Ia kira wanita ini tak menyukainya, maka ia bertanya dengan muram: “Kenapa? Kamu tidak suka ya?”


Ketika mengatakannya, bahkan nada suaranya juga gugup.


“Aku……” Mu Xue berhenti untuk menatapnya, “Bukan… Kalau pakai ini aku jadinya tak bisa bekerja!”


“Hahaha…” Ia mengeluarkan suara tawa senang lagi.


“Tak ada, kamu ini imut sekali!” Tiba-tiba ia menyadari wanita ini betul-betul imut sekali. Agak bodoh dan polos.


Qin Yinuo membawanya ke salon kecantikan untuk menyaloni rambutnya. Mu Xue tak ingin pergi, tapi ia tetap memaksanya. Maka poninya yang panjang dipotong dan menampakkan matanya yang besar, dirinya cantik sekali.


Hanya saja pakaiannya tidak cocok, maka mereka mencari penata rias untuk menggantikan baju untuknya.


Qin Yinuo tak pernah lupa akan kecantikannya setelah didandani di Korea, ia selalu ingin melihatnya untuk kedua kalinya!


Setelah berganti pakaian yang lebih fashionable, rok bulu berwarna abu-abu dan baju bulu kambing berwarna putih. Ketika ia muncul dihadapan Qin Yinuo, rasanya wanita ini bagai bidadari yang turun dari langit, tapi kemudian lebih mirip gadis biasa, penurut dan imut yang membuat orang-orang menyukainya.


Qin Yinuo tertawa. “Nanti berpakaian seperti ini!”


Ia paling suka kalau wanita ini berpakaian yang manis-manis, ia suka dirinya memakai baju berwarna putih, karena ia cantik sekali dengan warna ini. Mu Xue lelah sekali dengan sikap bossy pria ini, padahal ia sudah punya tamu bulanan, ia ingin beristirahat, tapi malah ditarik keluar jalan-jalan.


Sekarang perutnya sakit sekali. “Aku mau pulang!”


Berpakaian secantik ini untuk jalan-jalan benar-benar lelah sekali, ia sudah berganti hak tinggi setinggi 3 inci, sekarang ia sudah hampir tak bisa berjalan!


“Capek?” Ia bertanya penuh perhatian.


“Ya!” Ia mengangguk. “Aku pergi barang sebentar, kamu tunggulah aku di tempat parkir. Aku akan kembali cepat sekali!”


Ia hendak membeli pembalut, tapi pria ini malah mengikutinya, maka ia merasa tidak nyaman.


“Mau beli apa?”


“Benda pribadi, kamu jangan tanya lagi!” Selesai berkata, ia langsung berjalan terburu-buru ke arah supermarket.


Qin Yinuo mengangguk sambil berpikir, “Kutunggu kamu di tempat parkir, cepat sedikit!”

__ADS_1


Setelah membeli pembalut, Mu Xue berjalan keluar dari gedung perbelanjaan yang besar. Ia melirik sekitar, namun tak menemukan Qin Yinuo. Di lapangan parkir tak ada bugatti biru, maka ia merasa aneh. Ia berkeliling satu putaran di lapangan parkir, namun tetap tidak menemukannya.


Dia pergi kemana?


Mu Xue tak bisa menemukannya, maka ia berjalan keluar. Entah ada apa dengan pria itu, ia pergi kemana? Di sudut samping mall ini adalah gang kecil, ia pernah berjalan melewati gang ini untuk naik bus. Tapi tiba-tiba, beberapa pria bertubuh besar mengelilinginya.


“Gadis ini imut sekali!” Entah siapa yang setelah bersiul langsung menggodanya.


Saat ini mendadak dirinya tak bisa bereaksi. Tak mungkin, bagaimana dirinya bisa bertemu preman mendadak, mereka kelihatannya baru berusia delapan belas atau sembilan belas tahun, anak-anak ini tak bersekolah baik-baik, malah jadi preman jalanan.


“Adik kecil! Siapa namamu?” Salah satu lelaki berambut merah berkata, tawanya licik sekali.


Adik kecil?


Mu Xue tak bisa berkata apa-apa, memang dirinya semuda itu kah? Ia mundur selangkah, berkata dengan penuh kesabaran: “Kalian anak-anak yang tak bersekolah baik-baik, mau jadi preman apa di sini. Aku usianya sudah hampir tiga puluh, aku sudah punya dua anak, masih adik apaan!”


“Adik kecil, kamu ini sungguh pandai berbohong, kakak memang suka pada gadis kecil yang pandai berbicara!”


“Kalian berbuat seperti ini memangnya tak takut menyakiti hati orang tua kalian?” Mu Xue percaya kalau mereka bukan anak-anak jahat, asal diajarkan baik-baik.


Tapi salah satu dari mereka bergerak maju, mengulurkan tangan untuk menyentuh wajah Mu Xue. Ia kagetnya langsung mundur, “Kalian mau ngapain?”


“Kami suka sekali sama gadis yang kulitnya putih bersih, adik kecil, kamu jadi pacar kakak-kakak di sini, oke?”


“……” Mu Xue melotot tanpa bisa berkata apa-apa.


Tiba-tiba dirinya jadi takut, atau mungkin anak-anak ini bukan sekedar remaja pembangkang, sekarang tingkat kriminalitas kan makin tinggi.


“Adik kecil, jadilah pacarnya kakak-kakak di sini!” Lagi-lagi nada suara yang menggoda, membuat Mu Xue merasa jijik. Mereka mengelilinginya semakin dekat, dirinya yang hendak berlari pun tidak sempat lagi. Hatinya tengah mengomeli Qin Yinuo, gara-gara dirinya yang memaksanya mengganti baju jadi seperti ini, baru ganti sudah langsung digoda orang!


Salah satu anak itu mendekatkan mulutnya. “Adik kecil biarkan kakak cium, cium sebentar!”


“Ah–” Mu Xue kagetnya sampai berteriak, ia menahan kepalanya dengan plastik belanjaan, tidak membiarkan mereka menciuminya. “Tolong–”


“Jangan teriak! Kami hanya ingin kamu menjadi pacar kami!”


Pas sekali Qin Yinuo memutar mobilnya ke arah sini. Ia hanya terlambat semenit, wanita itu malah berjalan pergi. Ia melihat sosok berbaju putih yang berjalan di gang itu, maka QIn Yinuo langsung mengarahkan mobilnya kesana.


Turun dari mobil, ia segera mengejarnya.


Siapa sangka, belum sempat dirinya masuk ke gang itu, wanita itu sudah dikelilingi para preman remaja. Wajah Qin Yinuo langsung muram. Ia berteriak keras, “Kalian mau apa?”


Alisnya berkedut, ia memaki diam-diam, lalu menerjang ke arah sana.


Hati Mu Xue langsung jadi tenang, tapi ia malah menangis. Bagai melihat pihak keluarganya yang datang, begitu melihat Qin Yinuo yang datang dengan wajah penuh amarah rasanya tak asing sekali. Ia langsung seenang, bagai mendapatkan bintang penyelamat, ia berkata cepat-cepat: “Qin Yinuo……”


Para preman itu begitu melihat sebuah sosok yang tinggi dan besar datang, mereka langsung lari.


Akhirnya, akhirnya, pada akhirnya ia datang ke sisinya. Melihat wanita itu yang mengalirkan air matanya dan terlihat kasihan seekali, keinginannya untuk mengomelinya langsung musnah. Ia memeluknya, lalu berkata dengan lembut dan penuh penyesalan: “Sudah, tak masalah lagi!”


“Kamu kemana?” Ia terisak dengan sedih.


“Satu menit pun kamu tak bisa menunggu? Aku cuma pergi memutar arah!” Suaranya penuh dengan penyesalan, dan ia memeluknya: “Kamu lihat dirimu, kalau aku tidak datang, bukannya kamu sudah dikerjai orang-orang itu?”


“Kalau bukan gara-gara dirimu yang mengharuskanku berpakaian seperti ini. Kalau aku memakai pakaian sebelumnya tidak ada yang mencari masalah denganku, tapi baru ganti langsung diganggu orang!”


Mu Xue memeluk lehernya erat-erat, air matanya berjatuhan, membasahi pakaian Qin Yinuo.


Bibir Qin Yinuo ditempelkan di telinganya, lalu berputar ke pipinya, kemudian ke bibirnya.


Mu Xue tidak menolaknya, ia membiarkannya menciuminya. Ia menciuminya dengan penuh cinta…


“Takut?” Ia menunduk menatapnya, menanyainya.

__ADS_1


Setelah ia mengiyakan sesaat, dalam suaranya masih tersimpan getaran dan ketakutan. “Kenapa mereka ini jahat sekali, padahal usia mereka masih kecil!”


__ADS_2