
Hello! Im an artic!
“Eh! Takutnya tante tidak setuju!” Qin Yinuo melirik sekilas pada orang di samping, Mu Xue tidak menjawab.
“Tidak akan, paman silahkan datang ke rumah kami!” Cheng Cheng berlagak seperti tuan rumah kecil.
Hello! Im an artic!
Mu Xue tetap tidak berbicara, ia benar-benar bingung, semakin ia tidak ingin berhubungan degnannya, maka semakin dekat mereka, ia menoleh melirik Qin Yinuo sekilas, dan pas sekali pria itu tengah menatapnya, tiba-tiba mengerdipkan matanya. “Nona Mu, malam nanti bisa terima aku tidak?”
“Terserah!” Hatinya bergetar sesaat, seolah agak senang, tapi dengan cepat ia menenangkan dirinya, membuang muka.
“Demam paman sudah sembuh?” Cheng Cheng masih agak khawatir.
“Ya! Sudah jauh membaik!” Qin Yinuo jadi tersentuh setelah diperhatikan orang.
Hello! Im an artic!
“Kalau begitu malam ini paman bisa makan yang pedas-pedas!” Cheng Cheng berkata dengan tenang, lalu ia menarik baju Mu Xue. “Mami, sudah bisa masak ayam pedas, kemarin kan paman tidak sempat makan!”
“Ah! Mau makan yang pedas ya?” Begitu Tian Yu mendengar, wajahnya langsung sedih. “Bisa tidak jangan makan yang pedas-pedas?”
***
Di taman bermain.
Kedua anak bergandengan berjalan di depan, ini pertama kalinya Cheng Cheng datang ke taman bermain, ia seolah senang sekali, sementara Tian Yu juga tidak tahu kenapa jadinya ceria sekali.
“Jangan berlari terlau cepat, lihat dulu kalian mau main apa?” Qin Yinuo memerintah.
Mu Xue melihat pada sosok itu, sesaat dirinya merasa tidak tenang, seolah tak menyangka pria ini akan selembut ini, akan memberikan cinta kasih pada anak-anak.
Cheng Cheng menarik Tian Yu melihat kincir angin di langit, “Paman, aku ingin naik itu boleh tidak?”
“Aku tidak mau!” Tian Yu menggeleng, agak gugup.
Qin Yinuo melihat ke langit, sebuah kincir angin raksasa, para tamu akan duduk di “daunnya kincir angin”, lalu tangkainya akan terangkat perlahan, berputar, tempat duduk akan berputar dengan sendirinya, tiga pergerakan yang berbeda membuat kincir angin itu memutar dengan indahnya sebesar 360 derajat, ia agak terus berputar, bergerak, bergoyang di atas langit, ini kan juga terlalu berlebihan?
“Cheng Cheng, itu terlalu bahaya!” Mu Xue juga khawatir sekali, tapi Cheng Cheng tidak berpikir demikian.
“Mami, begitu baru seru!”
Qin Yinuo teringat akan dirinya ketika kecil, seolah ia juga suka sekali pada bianglala dan roller coaster yang memacu adrenalin, maka untuk sesaat ia menyukai Cheng Cheng, lalu menatapi Tian Yu yang kelihatannya was-was sekali, tidak bertenaga. “Nak, jadi laki-laki itu harus berani, kalau Cheng Cheng berani menaiki itu masa kamu tidak berani?”
Tian Yu menelan air ludahnya, “Daddy, terlalu tinggi!”
“Baiklah, kamu naik komedi putar dengan tante, daddy naik roller coaster dengan Cheng Cheng, oke?”
“Ya!” Tian Yu langsung menarik Mu Xue, “Tante, kita pergi naik komedi putar, itu seru loh!”
“Tapi…” Mu Xue menatapi Cheng Cheng dengan khawatir.
“Tenang saja, anak ini mirip sepertiku, suka tantangan, serahkan saja padaku!” Qin Yinuo sudah pergi membawa Cheng Cheng untuk membeli karcis.
“Mami tenang saja, aku tidak akan kenapa-kenapa!” Cheng Cheng sudah beranjak pergi dengan senang Qin Yinuo.
“Tante, kita naik ini!” Tian Yu mengambil karcis yang dibeli Qin Yinuo lalu menarik Mu Xue pergi ke arah pintu, sementara Qin Yinuo dan Cheng Cheng sudah tidak kelihatan.
“Tian Yu, kemari, duduk yang baik!” Mu Xue suka sekali pada Tian Yu, ia adalah anak lelaki yang mudah malu, anak yang kasihan sekali, tapi ia tidak tahu ada apa dengan maminya, kenapa rela meninggalkan anak ini, sementara Qin Yinuo sendiri kenapa? Kenapa berpisah dengan mami anak ini?
__ADS_1
Tian Yu naik komedi putar dengan senang, ini adalah pertama kalinya ia menaiki ini, daddy tidak pernah membawanya keluar main-main. Tapi kali ini ada tante yang menemaninya, ia senang sekali, bahkan senyumnya juga cerah sekali.
Mu Xue duduk di atas komedi putar, tunggu sampai permainan ini mulai, tatapannya terus melihat ke arah langit, kincir angin yang terus bermain itu tengah memutar di langit, ia terus mendengar suara teriakan, diantara suara teriakan tersebut pasti juga ada Qin Yinuo dan Cheng Cheng!
Tunggu sampai mereka turun, wajah Cheng Cheng merah sekali, ia sangat senang. “Paman, hebat sekali!”
“Kamu tidak takut kah?” Wajah Qin Yinuo agak memucat, ia berpikir dirinya pasti sudah tua, jantungnya tidak lagi kuat menahannya, sementara anak ini malah berani sekali, ia malah tidak bermasalah sama sekali, dan masih sesenang ini pula.
“Tidak takut, seru sekali, kita sudah terbang, paman, rasanya terbang seru sekali!”
“Eh!” Qin Yinuo jadi tertawa sambil menggeleng. “Baik! Lain kali bawa kamu naik ini lagi!”
“Cepat kita pergi cari mami!” Cheng Cheng menarik Qin Yinuo berjalan ke arah komedi putar, sementara Mu Xue dan Tian Yu sudah turun juga.
Mereka berkumpul lagi, Mu Xue menyadari khawatirnya itu berlebih, anaknya tidak bermasalah sama sekali, wajahnya yang merah senang sekali.
“Mami, lain kali ikutlah naik bersama kami, Tian Yu, kamu juga, seru sekali, bisa terbang loh!”
“Kamu ini!” Mu Xue mengelus hidungnya, “Mami saja sudah ketakutan setengah mati!”
“Mami ini penakut sekali!” Cheng Cheng menjulurkan lidahnya. “Aku dan paman paling berani, mami dan Tian Yu ini penakut!”
“Maumakan apa?” Qin Yinuo berkata, melihat kedua anak ini.
“Es krim!”
Seolah mengatakannya bersamaan, kedua anak itu suka sekali pada es krim.
“Baik kalau begitu! Kita pergi makan!”
“Hari ini kamu ini benar-benar santai sekali, tidak peduli pada perusahaan!” Mu Xue menatapnya sekilas, air muka Qin Yinuo agak pucat, tapi bibirnya tersenyum, seolah suasana hatinya lumayan senang.
Ia menoleh menatapnya: “Hari ini aku memang santai sekali, aku sakit, maka sudah seharusnya istirahat!”
“Heh!” Ia menaikkan alisnya, memikirkan beberapa hari ini Zeng Li pasti akan sibuk sekali!
“Pergi beli sendiri!” Qin Yinuo mengeluarkan uang dan diberikan pada Cheng Cheng.
Bahkan dirinya sendiri juga tidak tahu kenapa, Tian Yu itu anaknya, tapi ia malah merasa Cheng Cheng memiliki kemampuan yang berbeda.
“Paman!” Cheng Cheng menerima uang tersebut, menatapi Qin Yinuo dengan alis berkedut.
“Kenapa?” Qin Yinuo menunduk.
Cheng Cheng berbisik di telinganya: “Paman, aku bawa Tian Yu pergi makan, kuberi kesempatan padamu dan mami, kamu akan bagaimana berterima kasih padaku?”
“Heh! Anak nakal!” Qin Yinuo tertegun, ia malah tidak bisa menahan senyum, “Pergilah! Jangan sampai hilang!”
Tian Yu tentu ditarik Cheng Cheng pergi, kedua anak itu langsung menghilang.
“Cheng Cheng bilang apa padamu?” Mu Xue menanyainya dengan curiga.
“Tidak ada apa-apa!” Tatapannya terhenti, menatapi mata Mu Xue, tatapannya langsung jadi rumit, sementara ia terus tertawa.
Suara tawanya membuat Mu Xue memerah, ia langsung membuang mukanya, sangat merasa tidak bebas. “Mau minum tidak?”
Ia mengeluarkan minuman entah dari mana padanya, Mu Xue tertegun, ia agak haus, “Terima kasih!”
Baru mengulurkan tangannya, tiba-tiba sebuah tangan besar memegangi tangannya.
__ADS_1
Mu Xue kaget, ia segera menarik kembali tangannya, dan minuman itu hampir jatuh. Tapi minuman itu langsung dipegang oleh Qin Yinuo. Mu Xue menengadah dengan kaget, tatapan mereka bertemu.
“Tadi Cheng Cheng bilang, ia menginginkan seorang daddy!” Ia berkata sambil menatap matanya.
Mu Xue kebingungan.
“Bagaimana kalau jadi wanitaku?” Ia terus berkata.
“Lepaskan tanganmu!” Hatinya kaget, ia agak takut, juga agak gugup, rasanya ada sesuatu yang mengetuk hatinya, sementara tangan besar Qin Yinuo terus menggenggam tangan kecilnya.
Melihat ekspresinya yang kalut, ia bertanya: “Segugup ini kah? kamu ini mami yang sudah punya anak!”
“Kau…” Mu Xue tidak tahu harus bagaimana, sementara pria itu malah masih menunggu kalimatnya. Ia telah menahan dirinya setengah mati, tiba-tiba mendengar kalimat ini pula, “Kamu bohong.”
Cheng Cheng tidak akan berkata seperti ini!
Qin Yinuo tertegun, ia langsung tertawa, “Bercanda denganmu!”
Hati Mu Xue jadi kalut, ia agak kecewa.
Qin Yinuo melepaskan tangannya, terbatuk dua kali, tubuhnya belum sehat sepenuhnya sudah membawa kedua anak ini keluar, tapi begitu melihat mereka yang senang sekali, suasana hatinya juga jauh membaik.
“Kamu sudah makan obat?” Mu Xue bertanya pelan, sementara wajahnya melihat ke arah lain.
Sinar matahari di musim gugur hangat sekali, cuaca sore ini lumayan, tidak sepanas musim panas, berjemur di bawah matahari rasanya hangat sekali.
“Tidak, lupa!” Ia sama sekali tidak mengambil obat, masih tertinggal di rumah Mu Xue! Ketika ia pergi pagi tadi memikirkan kata-kata wanita ini yang tidak ingin mengenalnya maka suasana hatinya agak tertekan, mana masih bisa memikirkan obat itu. “Ada di rumahmu!”
“Kalau begitu nanti kamu jangan lupa makan!” Selesai berkata, Mu Xue tiba-tiba tersadar kalau dirinya terlalu menaruh perhatian padanya.
“Heh! Segitu peduli denganku kah? Tidak melarang aku pergi ke rumahmu?” Ia terkekeh, langsung mendekati wajah Mu Xue, ia menggoda dengan suara rendah: “Masih bilang tidak kenal padaku?”
Mu Xue langsung terbatuk sesaat dengan kaku, tapi ia malah tidak berani menoleh melihat orang itu, ia hanya pura-pura minum air untuk menutupi kegugupannya.
Memikirkan barusan ia baru minum seteguk, maka ia langsung tersedak, “Uhuk uhuk uhuk…”
Saat ini rasanya ia ingin masuk ke dalam sebuah lubang gelap, tentu saja wajahnya memerah.
“Seceroboh ini!” Qin Yinuo menepuk-nepuk punggungnya. “Kamu lihat dirimu sendiri, sudah orang sebesar ini masih membuat orang khawatir, lain kali minumnya lebih pelan!”
Mu Xue makin kalcau, ia langsung menarik tangannya: “Tidak perlu…”
Tangan Qin Yinuo langsung terhenti, tapi malah menepuk punggungnya, senyum di wajahnya tetap ada: “Tak perlu kaku begitu…”
Melihatnya yang was-was, Qin Yinuo tertawa makin keras.
Mu Xue bingung, wajahnya makin merah, mendorongnya, hatinya terus berdetak kencang, berkata cepat: “Sudah, lepaskan tanganmu!”
“Aku bantu kamu tepuk, biar lancar pernafasanmu!” Ia tertawa. “Aku ini sedang membantumu, bukannya sedang mencari kesempatan denganmu!”
“Kau–” Ia melototinya, kenapa di perusahaan pria ini dingin sekali, sekarang malah tidak tahu malu? Nada suaranya seperti mempermainkannya, dirinya yang seperti ini sama sekali tidak mirip Qin Yinuo yang legendaris itu! “Tak perlu, nafasku bagus sekali!”
Mu Xue mundur selangkah untuk menghindar darinya!
“Untuk apa berjalan sejauh ini? Aku tidak akan memakanmu!” Ia tertawa ringan.
Karena gerakannya yang gugup, hati Qin Yinuo jadi makin cerah. Wanita kecil ini malah bergitu was-was padanya, kalau ia tahu pria bertopeng yang bersamanya…entah akan seperti apa ekspresinya.
Sampai tahap ini, Qin Yinuo rasa leluconnya agak berlebihan! Atau mungkin, ia tidak seharusnya muncul di hadapannya lima tahun lalu mengenakan topeng itu, semua itu adalah karena hasratnya, ia hanya tahu dirinya berhasrat akan wanita ini!
__ADS_1