
Hello! Im an artic!
Hati Song Yin berkedut, ibu memanggilnya datang? Ibu tidak menyetujui mereka cerai? Ibu masih melakukan usaha paling terakhirnya?
“Kamu sudah bisa pergi!” Song Yin berkata dengan dingin.
Hello! Im an artic!
“Masih belum makan tulang iga!” Katanya, masih menatap matanya. “Aku mau makan tulang iga yang mertuaku masak baru pergi!”
“Keluarga kami tidak mengundangmu, kamu pergi!” Kata Song Yin lagi.
“Jangan berbuat onar lagi, Yin Yin!” Yu Jinglan menghela nafas dan berkata, membungkuk dan memeluk Song Yin dengan erat, rahang bawahnya bertumpu dipundaknya, senyuman tipis perlahan muncul di wajahnya, sedikit lembut, sedikit puas.
Nafas yang hangat terasa di telinganya, tubuh Song Yin tegang, mengutuknya dengan kesal, seharusnya reaksi pertamanya adalah mendorongnya, namun pada saat itu ia malah kehilangan tenaga.
Hello! Im an artic!
“Yu Jinglan , kamu, kamu datang buat apa sebenarnya?” Tidak lagi menolak, Song Yin berbicara, “Kamu jangan terus bernafas di telingaku, sangat geli.”
Sepertinya ia sangat puas dengan reaksi Song Yin, senyuman Yu Jinglan semakin dalam, ada sedikit senyuman dalam suaranya, “Kamu jawab dulu pertanyaanku, baru aku menjawab pertanyaanmu.”
“Apa pertanyaanmu?” Song Yin berbalik dari pelukannya, bertanya dengan ragu.
“Kenapa mau cerai?” Saat ini, senyuman Yu Jinglan sangat lembut, ia menatap Song Yin dengan sangat lembut.
“Aku tidak akan dipergunakan olehmu, tidak ingin menjadi catur, dikendalikan oleh kalian!”
“Siapa yang mempermainkanmu?”
“Kamu dan ibumu!”
“Yin Yin, kamu sangat pintar.” Yu Jinglan memujinya, ia tidak berpikir emosi Song Yin ini malah membuat aura pesona dia menjadi lebih menarik, wanita terlalu lemah juga tak begitu baik.
“Kamu lepaskan aku!” Song Yin menggerakkan tubuhnya, ingin menghindari tubuhnya, tapi sayangnya tangan Yu Jinglan sangat kuat, membuatnya tidak dapat bergerak, Song Yin mengerutkan alisnya.
Merasakan penolakan Song Yin, Yu Jinglan menunduk dan menatapnya, senyuman dalam tatapannya semakin dalam, tangan yang merangkul pinggang perlahan terbuka, membelai pinggangnya yang ramping.
“Kamu cepat keluar dari kamarku, ini adalah rumahku! Aku tidak ingin melihatmu!” Dia menegakkan tubuhnya dengan cepat, Song Yin meneriakinya dengan sangat marah, perlahan pipinya merona, ia merasa malu. Ia mengutuk dirinya sendiri dalam hati, dan melototi Yu Jinglan yang tersenyum, sudah mau cerai, kenapa Song Yin merasa malu?
Dan juga, apa maksudnya Yu Jinglan tersenyum?
Melihat wajah Yu Jinglan dengan tatapan bingung, sudut pipinya seperti diukir dengan pisau dan kapak, parasnya tampan, memancarkan pesona yang luar biasa, terutama senyuman tipis di sudut mulutnya, seketika membuat Yu Jinglan terlihat sangat lembut dan anggun, dapat membuat orang merasakan kebijaksanaannya.
“Tidak apa, asal aku saja yang ingin melihatmu!” Yu Jinglan terus gigih.
“Yasudah kamu keluar!” Suara Song Yin mulai tajam.
“Emosimu sudah berkembang!” Intonasinya masih tenang, seperti tidak emosi sama sekali, dia yang seperti ini, membuat Song Yin semakin takut dan aneh.
“Apa kamu mengira kamu bersikap seperti ini sangat menarik? Aku sudah tau dendam antara kamu dengan ayahku, itu adalah urusan kalian, saat ini aku benar tidak ingin mengurusnya!” Song Yin mengecap bibirnya, tidak ingin berbicara banyak.
Tatapan Yu Jinglan jatuh pada Song Yin. “Aku tidak akan menyetujui cerai!”
“Kenapa?”
“Yang penting tidak setuju!”
__ADS_1
“Harus bagaimana baru mau menyetujui?”
“Kecuali aku mati!”
“…. ”
Song Yin tidak berbicara, menatapnya, tanpa sengaja melihat tangannya yang terluka, diperban dengan kain kasa, sepertinya sangat parah, hatinya terasa sakit, sedikit sakit, namun ia tidak berkata apa-apa.
Yu Jinglan menyadari Song Yin melihat tangannya, ia mengulurkan tangannya, memperlihatkan padanya : “Tanganku terluka!”
Kelihatannya sangat parah, Song Yin melihat juga melihat tangannya diperban kain kasa, dan darah lukanya menembus kain kasa. Song Yin mengerutkan alis, membuang mukanya, berpura-pura tidak melihatnya, namun sebenarnya hatinya merasa khawatir.
Yu Jinglan tertegun, mengerucutkan bibirnya. “Sangat banyak darah yang mengalir, terluka karena gelas alkohol yang pecah!”
“Bukan urusanku!” Kata Song Yin dengan dingin, namun tatapannya tetap balik melihatnya, melihat ia melepaskan kain kasa, melihat ada goresan kecil dan besar di telapak tangannya, serta ada bekas tusukan di telapak tangannya, dia melototinya beberapa kali, kelihatannya lebih sakit dari dia yang terluka.
Yu Jinglan memantaunya, menikmati puas tatapan khawatir Song Yin padanya.
“Aku bukan dokter!” Song Yin berkata dengan tegas. “Cepat kamu pergi rumah sakit, jangan diam di rumahku!”
Melihat ekspresi cemberutnya, Yu Jinglan ingin tertawa, tidak tertahan senyuman muncul diwajahnya.
“Cepat kamu pergi!”
“Ibu mertua menyuruhku untuk memanggilmu turun dan makan, malam ini hanya kita bertiga yang makan, jika kamu tidak ingin dia bersedih, cepat turun!” Selesai ia berkata dengan lembut, mulai menutup kain kasanya.
“Aku turun dulu, menunggumu makan!” Selesai mengatakan itu, ia berdiri dan pergi.
Song Yin memejamkan matanya, bengong untuk sesaat, karena Yu Jinglan berkata “kecuali aku mati”, seketika hatinya merasa emosi, juga karena perkataannya, membuatnya merasa aneh. Kenapa dia tidak ingin cerai? Bukankah ibunya berkata cepat lambat juga akan cerai?
Song Yin berbaring di Kasur, mendengar ada deringan ponsel, panggilan dari nomor tidak dikenal, ia mengangkatnya, tidak lama terdengar suara seorang pria. “Lan Yin?”
“Lan Yin, aku mengira kamu adalah seorang pelajar yang baik, tidak terpikir ternyata bebas, tidak disiplin adalah gaya aslimu yang sebenarnya.”
“Pelatih Li?” Song Yin tertegun.
“Apa aku harus memanggilmu Song Yin?” Suara tegas professor Li kembali terdengar, “Apa malam ini datang latihan ke tempat pelatihan?”
“Maaf pelatih Li, aku akan pergi!” Tiba-tiba Song Yin teringat bahwa dirinya masih belajar taekwondo di tempat pelatihan. “Aku pergi sekarang juga!”
Menutup teleponnya, Song Yin bergegas berdiri, mengambil tas, dan turun kelantai bawah.
Makanan sudah dipesiapkan, Song Yin buru-buru berjalan keluar pintu.
Yu Jinglan dan Lan Ying terkejut. “Kemana kamu pergi?”
“Ibu, aku ada urusan, tidak makan!” Song Yin tidak melihat Yu Jinglan , langsung berjalan keluar.
“Kemana kamu?” Tanya Yu Jinglan dengan rendah.
Song Yin terkejut, berkata dengan dingin : “Aku mau kemana, tidak perlu diurus olehmu!”
“Yin Yin!”
“Ibu, aku pergi dulu!”
“Kemana kamu sebenarnya?” Yu Jinglan menarik tangannya. Song Yin melawan dengannya, tangan Yu Jinglan dihempas.
__ADS_1
“Aku ada urusan!”
“Yin Yin, kenapa tidak mau selesai makan baru pergi?” Kata Lan Ying untuk menghangatkan suasana.
“Tidak makan, sudah terlambat, aku makan ketika pulang nanti malam saja!” Song Yin langsung pergi selesai berbicara.
“Ini… ” Lan Ying sangat canggung.
“Ibu, aku pergi mengejarnya!” Yu Jinglan mengambil jasnya dan berjalan keluar juga.
Lan Ying seorang diri menghadapi makanan di meja makan, menghela nafas pelan, kerutan alisnya semakin kuat, menghadap ke luar pintu dengan khawatir.
Mengejar beberapa langkah, Yu Jinglan menggendong Song Yin.
“AA… ” Song Yin berteriak. “Lepaskan aku!”
Kenapa dia langsung menggendongnya begitu mengejarnya keluar, apa dia mau cerai dengannya?
“Pa”, Yu Jinglan memukul pantatnya. “Sulit untuk memadamkan amarahku jika tak memukulmu, mau kemana kamu? Kenapa tidak mau bilang?”
“Ini tidak ada hubungannya dengan kamu!” Kata Song Yin pelan, ia sangat tidak ada akal, iya, sejak awal dia memang sudah tidak ada akal, Song Yin bahkan tak tau bagaimana bisnisnya bisa menjadi besar. Jika emosi sangat kekanak-kanakkan, mana mirip dengan orang yang sudah berumur 30an?! Sembarangan memukul orang diluar? Berani memukul pantatnya!
“Benarkah?! Tidak ada hubungan denganku? Kamu berani bilang tidak ada hubungan denganku!” Sambil berbicara, ia sudah melangkah maju ke samping mobil, membuka pintu mobil, memasukkannya kedalam.
Song Yin langsung berdiri dan mau berlari, namun seketika ditekan olehnya. “Kamu coba melarikan diri jika berani!”
Walaupun emosi Song Yin selalu sangat baik, namun saat ini, ia marah!
“Yu Jinglan , jangan harap kamu bisa mengurungku, aku beritahu kamu, aku memiliki hak kebebasan!”
“Kamu katakan kamu mau kemana? Aku mengantarmu!” Yu Jinglan meneriakinya, tidak melonggarkan tangannya, keduanya di tempat duduk depan mobil, Yu Jinglan menimpanya, posturnya tidak begitu baik.
Song Yin emosi. “Aku tidak mau memberitahumu!”
Song Yin tidak menyerah hari ini, “Aku tidak memberitahumu, kamu kira kamu siapa? Kamu kira kamu sangat tinggi? Ada uang maka sangat tinggi? Jangan harap bisa mengaturku, aku bukan caturmu!”
Tidak tau kenapa, tiba-tiba Yu Jinglan merasa sedikit lucu. Benar, kelinci yang sudah emosi juga bisa menggigit orang! Rasanya sangat menarik, sepertinya kali ini dia benar-benar emosi. Namun, kenapa semakin Song Yin emosi, Yu Jinglan merasa semakin senang?! “Kenapa jika catur? Kamu bisa menjadi caturku, itu adalah kehormatan bagimu!”
“Kehormatan kepalamu!” Song Yin mendorongnya dengan keras, dan menariknya. Sudah tak berpikir banyak, kata Xing Jiabai, wanita berantem pasti akan mencakar orang, kebetulan kukunya juga belum digunting, jadi ia mengulurkan tangannya, mulai mencakar.
Yu Jinglan benar panik melihatnya, tangan kecilnya mulai mencakar bagian wajahnya, Yu Jinglan menahan tangannya, tidak peduli dengan luka tangannya, menahannya dengan erat keatas kepalanya. “Dengarkan aku!”
Song Yin membesarkan matanya, melihat senyuman ditatapannya, ketika Song Yin melihat itu semua, ia menjadi semakin emosi. Yu Jinglan sengaja membuatnya begitu emosi.
“Apa kamu mau membuatku emosi? Yu Jinglan , aku bahkan tidak mengganggumu, kenapa kamu berbuat seperti ini padaku?!” Selesai berbicara, juga tak tau dari mana datangnya energi Song Yin, Song Ying mendorongnya.
“Apa kamu gila?!” Melihat sedikit tidak benar dengan situasi, sepertinya Song Yin benar-benar kehilangan akal, Yu Jinglan berteriak menyuruhnya berhenti, namun masih tetap didorong oleh Song Yin, karena ruangan sangat kecil, kepala Yu Jinglan membentur kaca depan.
Untung saja reaksi Yu Jinglan cepat, dengan cepat menahan Song Yin dibawah.
“Lepaskan aku!”
“Kamu diam disini!” Yu Jinglan menutup kunci pintu, berpindah ke tempat duduk pengemudi, Song Yin melihat pintu tidak dapat dibuka, ia sudah sedikit kehilangan akal, jadi menerkam tubuh Yu Jinglan , memukulinya. “Kamu lepaskan aku!”
“Kamu begitu benci denganku?!” Tiba-tiba merasa membuatnya begitu emosi, sebenarnya hati Yu Jinglan sama sekali tidak bahagia, melihat air matanya terus-terusan berjatuhan, berteriak-teriak, sebenarnya hatinya sangat sakit. Yu Jinglan membiarkannya menerkam dirinya, melonggarkan kekuatannya tadi, dan bertanya dengan rendah.
“Benar! Benar yang kamu katakan, aku sangat membencimu!” Song Yin berteriak.
__ADS_1
Yu Jinglan terdiam, luka ditangannya, mulai mengalirkan darah karena dicakar oleh Song Yin.
Song Yin memukulnya, seketika melihat dia tidak bergerak, juga kehilangan energi.