
Beberapa saat lalu, Arsenio membaca pesan dari detektif yang disuruh untuk mencari pelaku kecelakaan yang membuat orang tuanya meninggal 15 tahun lalu.
Ia merasa belum tenang jika orang yang menjadi penyebab penderitaan karena harus hidup sendiri setelah orang tuanya meninggal karena tabrak lari itu belum mendapatkan hukuman.
Bila perlu, ia ingin membunuhnya dengan tangan sendiri jika menemukan orang itu. Atau mungkin akan melaporkan pada polisi agar mendapatkan hukuman dari perbuatan yang telah menghilangkan nyawa orang tuanya.
Saat itu, orang tuanya merupakan pedagang yang berjualan makanan di malam hari. Hari itu, mereka berdagang di tempat biasa, tetapi saat pulang dengan mendorong gerobak, ditabrak oleh orang yang langsung melarikan diri.
Jalanan yang sepi karena tengah malam, membuat tidak ada orang yang tahu dan orang tuanya menjadi korban. Ibunya langsung meninggal di tempat, sedangkan sang ayah sempat dirawat di rumah sakit selama dua hari, tetapi tidak tertolong juga dan menyusul istri.
Saat itu, Arsenio yang masih duduk di kelas satu SMA, seketika dunianya hancur dalam dua hari dan membuatnya hidup sendiri sebagai yatim piatu karena tidak mempunyai sanak saudara.
Saat itu, usia Arsenio masih 16 tahun dan harus hidup mandiri tanpa siapapun. Sering dipandang hina karena merupakan orang miskin yang tidak punya apapun, membuat ia di masa lalu tidak memiliki hubungan dengan para wanita.
Hingga ia yang sudah dewasa dan bekerja di perusahaan, bertemu dengan Rini Andriani. Wanita yang dulu menerimanya, meskipun mengetahui hanyalah pria miskin dan yatim piatu.
Hal itulah yang membuat ia sangat mencintai Rini dulu karena mau menerima apa adanya, meskipun hanyalah pria miskin. Hingga takdir kembali mempermainkan hidupnya kala sang kekasih harus menikah dengan pria lain demi sebuah balas budi dan berakhir ia memilih untuk ke New York saat ada tawaran pekerjaan.
Berpikir akan menjadi orang hebat dan kaya, lalu bisa bersatu dengan Rini, tetapi semua tidaklah seperti rencana yang telah disusun sangat apik.
Ya, Arsenio malah berakhir gila pada Aeleasha yang merupakan putri tiri sang kekasih dan sama sekali tidak pernah menyangka jika kisah cinta rumit akan dialami.
Kini, suara gemeretak gigi yang saling bertautan terdengar sangat jelas begitu kilatan amarah mewakili perasaan Arsenio saat membaca pesan dari detektif.
Tuan Arsenio, sepertinya ada kemungkinan pelaku tabrak lari orang tua Anda adalah orang hebat yang dilindungi oleh beberapa polisi karena ada salah satu putra polisi yang mabuk dan meracau di Club malam saat menyebut tentang sebuah kecelakaan.
__ADS_1
Belum sempat Arsenio mengungkapkan kemurkaan saat membaca pesan, yang terjadi adalah melihat pergerakan wanita di atas ranjang dan langsung bersitatap dengannya.
Refleks ia langsung menghapus pesan tersebut, tetapi dengan cara yang sangat tenang dan tidak terlihat buru-buru.
Bahkan ia kini hanya menggelengkan kepala agar Aeleasha tidak berpikir macam-macam mengenai apa yang sedang ia baca barusan adalah berita mengenai pelaku kecelakaan orang tuanya.
"Tidak apa-apa, Honey. Hanya saja, ada salah satu klien yang membatalkan kerja sama dengan perusahaan. Meskipun tidak berdampak apapun, tapi aku hanya marah pada klien itu yang tiba-tiba membatalkan kerja sama."
Arsenio meletakkan ponsel miliknya di atas nakas setelah ia menghapus pesan. Ia tahu bahwa detektif itu merupakan seorang pria cerdas yang tidak akan mengirimkan pesan lagi setelah ia membaca tanpa membalas.
Jadi, ia sama sekali tidak khawatir jika sang istri memeriksa ponselnya. Ia tidak ingin Aeleasha mengetahui sedang mencari pelaku tabrak lari orang tuanya karena berpikir tidak ingin membebani pikiran wanita itu.
Kini ia sudah mendaratkan tubuhnya di atas ranjang sebelah wanita yang sudah bangun dari tempat tidur tersebut.
"Aku baru mau tidur, tapi kamu sudah bangun. Lebih baik tidur lagi karena aku benar-benar sangat lelah setelah seharian sibuk membuatmu mendesah nikmat."
"Aku sudah bangun, mana bisa tidur lagi, Sayang!" Aeleasha berniat untuk bangun dari posisinya yang sudah telentang dan perut ditahan oleh tangan dengan buku-buku kuat tersebut.
"Bisa, asalkan aku memelukmu, pasti kau tidur lagi dan akan mimpi indah tentang kita." Arsenio berbicara dengan mata terpejam dan masih mengerahkan kuasa untuk membuat sang istri patuh dan tidak berniat kabur.
Sebenarnya ia saat ini memejamkan mata karena tidak ingin bersitatap dengan Aeleasha karena menyadari bahwa wanita itu mungkin akan bisa membaca pikirannya yang tengah mencari cara untuk bisa menemukan keberadaan pembunuh orang tuanya.
'Di mana? Siapa? Aku ingin tahu pelaku yang menabrak orang tuaku dan meninggalkan tanpa bertanggungjawab.'
Saat berbagai macam pertanyaan mengganggu pikiran Arsenio, hal serupa kini juga dirasakan oleh Aeleasha.
__ADS_1
Namun, ia memilih untuk menuruti perintah dari sang istri. Ya, ia kini menuruti pria yang terlihat sedang menunjukkan sifat over protective karena tidak memperbolehkan bangun dan akhirnya terpaksa kembali tidur.
'Mungkin tidur akan menyembuhkan berbagai macam beban yang kurasakan.'
Hingga beberapa saat kemudian, suasana di dalam ruangan kamar tersebut kini berubah hening karena hanya terdengar napas teratur dari dua insan yang saat ini mulai larut dalam bunga tidur masing-masing.
Keduanya bahkan terlihat seperti sepasang suami istri yang tidak akan pernah terpisahkan.
Jelas terlihat, Aeleasha yang kini tengah membenamkan wajahnya di dada bidang Arsenio, sedangkan sang suami memeluk erat tubuh sang istri tanpa jarak dan kulit yang saling menempel.
Hanya suara denting jam yang bergerak mengikuti arah dan mengubah detik menjadi menit semakin berlalu.
Beberapa jam telah berlalu dan kini sudah pukul lima pagi, terlihat pergerakan Aeleasha yang mulai mengerakkan tubuh.
Sebenarnya, ia merasakan mata seperti dilapisi oleh lem, tetapi saat ini, merasakan perutnya sudah tidak bisa menahan saat cairan di kantong kemih terasa penuh dan butuh dikeluarkan.
Ia pun berniat untuk mengubah posisi tidur yang awalnya miring menjadi telentang. Namun, saat merasakan ada sesuatu yang menahan, perlahan ia membuka mata dan samar-samar terlihat pemandangan tubuh kekar pria dengan dada telanjang yang saat ini tengah memeluknya.
Ia kini terdiam sejenak saat menatap sosok pria dengan pahatan sempurna tersebut tepat tengah memeluk erat.
Kini tubuhnya seolah kaku dan tidak bisa bergerak karena tidak ingin Arsenio ikut terbangun saat ia bergerak turun.
'Rasanya sangat nyaman tidur di pelukan suamiku. Aroma khas Arsenio sangat berbeda dengan Rafael. Meskipun sama-sama menenangkan, tapi aku merasa jauh lebih kuat wangi khas suamiku yang lebih maskulin.'
Puas beragumen sendiri di dalam hati untuk membandingkan dua pria yang sama-sama suaminya, kini Aeleasha berusaha untuk menyingkirkan tangan kekar itu dari tubuhnya.
__ADS_1
To be continued...