I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Menikmati makananku


__ADS_3

Aeleasha yang masih sibuk beragumen sendiri di dalam hati sambil tidak berkedip menatap wajah sosok pria yang saat ini terlihat sangat memesona dan juga maskulin karena hanya memakai kaos casual yang menunjukkan otot-otot perut kencang dan sering ditelusurinya tersebut.


Ia benar-benar memuja setiap inchi tubuh dari pria yang kini baru saja menghidangkan makanan di piring dan masih berdiri di hadapannya.


"Cobalah! Semoga kamu suka dengan menu favorit keluargaku ini," ucap Arsenio yang saat ini tengah menatap tidak berkedip sosok wanita dengan wajah natural bangun tidur yang sudah membuat ia berhasil merasakan sensasi memabukkan dari kegiatan intim hingga membuatnya meledak dalam ledakan gairah spektakuler yang luar biasa.


Sementara itu, saat ini Aeleasha yang merasa sangat penasaran dengan awal mula makanan favorit keluarga Arsenio, kini berpura-pura mengikuti alur yang tercipta di antara mereka dan mulai mengambil sendok untuk mencicipi.


Begitu rasa makanan itu melumer di lidah ketika ia mengunyah di dalam mulut, raut wajahnya kini terlihat seperti sedang menikmati sensasi kenikmatan luar biasa dari makanan yang dibuat oleh sang suami.


"Ini enak sekali, Sayang. Rasanya sangat pas di lidah dan membuatku tidak ingin berhenti menikmatinya."


Meskipun saat ini tidak berakting mengenai rasa makanan itu, tetapi yang terjadi adalah ia sangat ingin bertanya mengenai makanan yang ia ketahui adalah favorit sang ibu.


"Apa ini makanan favorit ayahmu? Atau ibumu?" tanya Aeleasha yang masih mengunyah makanan di mulutnya sambil menatap intens wajah tampan penuh sejuta pesona yang baru saja mendaratkan tubuh di hadapannya, sehingga ia bisa sangat jelas melihat Arsenio.


Sementara itu, Arsenio yang kini mulai mengikuti Aeleasha untuk menikmati makanan buatannya, sudah sibuk mengunyah dan refleks menganggukkan kepala untuk membenarkan pertanyaan tersebut.


"Iya, kamu benar. Ini adalah makanan favorit ibuku dan akhirnya menjadi menu sarapan kesukaan kami. Ayahku dan aku paling suka saat menunggu di dapur ketika ibu berdiri di depan kompor untuk membuat ini."


"Jika kamu suka, akan membuatkan spesial untukmu karena aku juga menyukainya."


Arsenio masih mengunyah makanan dan melihat ekspresi wajah cantik Aeleasha yang terlihat memesona dan membuat ia mengingat wajah memerah di hadapannya tadi ketika merintih dan mendesah dengan suara seksi.


Hingga ia ingin melakukannya lagi ... sekarang—di tempat ini, yaitu di meja makan. Namun, ia ingin mengisi tenaganya terlebih dahulu sebelum melakukannya karena dari semalam terlalu memforsir tubuhnya dan melupakan untuk makan.


Sementara itu, Aeleasha yang sama sekali tidak menginginkan itu karena mengetahui bahwa selama ini Arsenio selalu dilayani oleh para pelayan dan berpikir hanya merepotkan seorang pria yang sibuk mengurus perusahaan.

__ADS_1


"Tidak perlu. Kamu adalah orang yang sibuk, jadi tidak mungkin setiap hari membuatkan aku sarapan ini. Lagipula ada banyak pelayan di rumah ini. Jadi, bisa menyuruh mereka."


Saat menyadari tentang para pelayan yang belum kembali, ia kini mengedarkan pandangannya ke sekeliling area yang sangat sepi dan sunyi itu.


"Ngomong-ngomong masalah pelayan, kapan mereka semua akan kembali? Ternyata sangat aneh melihat rumah sebesar ini sangat sepi."


Aeleasha kembali menyuapkan makanan ke dalam mulut, lalu mengunyahnya. Namun, ia seketika tersedak makanan begitu mendengar jawaban atas pertanyaannya yang dijawab nakal oleh Arsenio ketika tersenyum menyeringai padanya.


"Nanti malam, mereka akan kembali saat aku sudah puas menikmati tubuhmu. Cepat habiskan makanannya karena aku ingin kita melakukannya di sini!" Arsenio menepuk meja makan dan mengedipkan mata pada Aeleasha.


Hingga ia refleks meraih gelas berisi air putih dan langsung memberikan pada sang istri yang memerah wajahnya karena tersedak makanan.


"Pelan-pelan makannya, Sayang karena aku tidak akan meminta itu darimu."


Aeleasha refleks merebut gelas itu dan meneguk hingga tersisa separuh.


Ia sama sekali tidak pernah menyangka jika pertanyaan yang baru saja diajukan malah menyerang diri sendiri. Kini ia tidak bisa lagi tenang karena otaknya sudah terkontaminasi oleh kekuatan pria yang ada di hadapannya tersebut akan kembali meremukkan tulang-tulangnya.


"Jangan macam-macam. Aku lelah karena kamu sudah menghajarku di dalam bathtub dengan berbagai macam gaya dan otot-ototku saja masih kaku karena ulahmu."


Arsenio yang sama sekali tidak memperdulikan penolakan sang istri, kini hanya diam dan asyik menikmati sarapan karena ingin cepat menghabiskan.


'Aku sama sekali tidak percaya pada penipu sepertimu karena di awal selalu menolak, tapi hanya dengan sedikit gerakan lidahku saja, membuatnya tidak bisa berhenti merintih karena keenakan,' lirih Arsenio yang saat ini kembali mengunyah makanan sekaligus membayangkan akan membaringkan tubuh seksi sang istri ke atas meja makan.


Saat ini, Aeleasha yang merasa sangat kesal karena tidak mendapatkan jawaban apapun dari Arsenio, kini seperti ingin segera melarikan diri dari ruang makan dan kembali pergi tidur seharian hari ini untuk merilekskan tubuh yang masih sakit semua.


'Apa yang harus kulakukan? Apa dia benar-benar akan mengajakku bercinta di ruang makan? Astaga! Bahkan aku sama sekali tidak pernah membayangkan hal ini di otakku,' gumam Aeleasha yang kini menunduk menatap makanan.

__ADS_1


Hening selama beberapa menit, seolah atmosfer di ruangan makan itu tidak berpenghuni. Padahal sebenarnya dua insan itu sedang sibuk dengan pikiran masing-masing yang bertolak belakang.


Saat Arsenio sangat tidak sabar ingin segera membuat Aeleasha kembali merasakan kekuatan dengan sensasi berbeda, tapi di sisi lain, terlihat sang wanita tengah gugup dan ingin segera kabur dari sana.


'Apa yang harus kulakukan? Aku ingin lari dari sini dan mengunci kamar agar ia tidak bisa masuk.'


Berbeda dengan Arsenio yang saat ini terlihat sangat bersemangat ketika sudah berhasil menghabiskan sarapan dan meneguk satu gelas air sambil tersenyum menyeringai melihat Aeleasha. Sosok wanita yang terlihat sangat gugup tersebut membuatnya merasa sangat gemas ingin kembali beraksi di atas tubuh seksinya.


"Bersiaplah karena kamu sangat lambat saat makan, aku akan melakukannya tanpa mengganggu ritual makanmu. Tetaplah makan karena aku tidak akan mengganggumu."


Setelah mengungkapkan apa yang dirasakan, kini ia bangkit dari posisinya dan berjalan mendekati sang istri yang masih tidak bergerak di tempatnya. Bahkan ia ingin terkekeh geli melihat ekspresi wajah memerah kebingungan dari Aeleasha.


"Tenanglah, aku tidak akan memakanmu."


Aeleasha yang kini hanya bisa menelan ludah dengan sikap nakal sang suami yang diketahui akan kembali membuat ia menjerit di meja makan, kini hanya bisa mengerjapkan kedua mata begitu melihat apa yang dilakukan oleh pria yang malah sudah menyusup di bawah meja makan.


"Astaga! Apa yang kamu lakukan?"


"Lanjutkan saja makanmu karena aku juga akan melanjutkan menikmati makanan favoritku." Arsenio benar-benar membuktikan ucapannya, bahwa ia tidak akan mengganggu ritual makan Aeleasha dengan beraksi di bawah meja.


Tanpa membuang waktu, ia kini sudah sibuk melaksanakan niatnya. Meskipun agak sedikit kesusahan karena ruang geraknya tidak bisa membuatnya bebas melakukan apapun.


Salah sedikit saja, ia bisa merasakan kerasnya meja itu mengenai kepala, sehingga sangat berhati-hati dalam melakukan kegiatannya.


Sementara Aeleasha yang tidak bisa menolak, hanya mengikuti pergerakan sang suami di bawah sana dan menunggu hingga pria yang haus akan kebutuhan **** itu kembali melakukan penyiksaan manis untuknya.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2