I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Kebohongan Alex


__ADS_3

"Tolong jangan membuat keributan di ruangan ini! Hanya boleh ada satu penunggu di sini dan tolong diputuskan siapa yang akan menemani pasien. Karena ibu pasien pingsan saat merasa shock, bisa dibaringkan di ranjang sebelah kiri yang kosong." Perawat wanita yang mengerti dengan kode dari sang dokter, langsung mengeluarkan perintah.


Sementara itu, Alex yang masih menahan tubuh kurus wanita paruh baya yang tak lain adalah ibu Alesha, langsung melakukan perintah karena khawatir.


"Tolong sekalian periksa keadaannya." Meskipun Alex sudah mengetahui penyebab dari pingsan ibu Alesha karena merasa shock saat mengetahui putrinya tengah mengandung.


Bahkan ia sendiri pun juga merasa shock atas tuduhan tidak berdasar dari Rafael yang bahkan sangat tidak masuk akal karena ia sekalipun tidak pernah melakukan perbuatan di luar batas pada Alesha.


Alex memang dulu sempat menahan Alisha pulang dan menginap di apartemennya, tapi ia memenuhi janji dengan tidak melakukan apapun sesuai dengan permintaan wanita yang sangat dicintainya.


'Apa Rafael berpikir aku menghamili Alesha karena kejadian itu? Jika benar seperti itu, berarti pakai adalah seorang pria yang bodoh karena berpikir bahwa akulah yang menghamili Alesha.'


Saat Alex sibuk dengan pemikirannya tentang Rafael, merasakan kerah kemeja yang dikenakannya ditarik oleh pria dengan wajah memerah itu keluar dari ruangan IGD.


"Keluar dari sini karena aku ingin berbicara empat mata denganmu!" sarkas Rafael dari tadi menahan amarah yang membuncah di dalam hati setelah mengetahui penyebab Alesha pingsan.


Tentu saja satu-satunya hal yang dipikirkan olehnya hanyalah Alex yang merupakan ayah dari janin dalam kandungan Alesha saat ini karena ia belum pernah sekalipun menyentuh wanita yang berstatus sebagai istrinya tersebut.


Meskipun sudah memberikan talak satu, tapi berpikir jika belum mengurus semuanya di pengadilan dan masih boleh atas semua yang berhubungan dengan Alesha.


Begitu ia berada di luar IGD, tanpa memperdulikan beberapa orang yang melintas di sekitar sana, Rafael teruyung ke belakang karena tangannya dihempaskan oleh Alex dan juga menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


"Lepaskan tanganmu! Apa kau pikir aku tidak bisa berjalan sendiri, hah?" Alex bahkan saat ini merapikan kerah kemeja yang dipakainya berantakan karena ulah pria yang saat ini malah tertawa terbahak dan membuatnya kesal.


Puas tertawa, Rafael bahkan saat ini bertepuk tangan dengan tatapan penuh kebencian serta seringnya tajam terlihat jelas.


"Wah ... luar biasa. Jadi, ini yang membuatmu menyuruhku segera mengurus surat cerai di pengadilan? Kau ingin status Alisha segera menjadi janda agar bisa bertanggung jawab atas kehamilannya?"


Bahkan Rafael yang puas bertepuk tangan, kini beralih berkacak pinggang dan kembali tertawa terbahak-bahak sambil mengedarkan pandangan ke sembarang arah untuk menetralkan emosi yang menyerang di dalam diri.


'Sialan! Jadi, hubungan mereka sudah sampai sejauh itu? Aku sempat berpikir bahwa Alesha adalah seorang wanita yang baik, tapi ternyata semuanya salah karena aku telah tertipu dengan wajahnya.'


'Bahkan kata dokter, Alesha saat ini diperkirakan hamil melebihi usia pernikahan kami. Itu jelas menandakan bahwa Alesha benar-benar hamil benih Alex,' gumam Rafael sambil mengepalkan tangan kanan karena jujur saja ia saat ini sangat marah.


"Kau benar. Karena sekarang kau sudah tahu, harusnya sadar posisimu agar tidak mempersulit proses perceraian nanti setelah Alesha melahirkan karena wanita hamil tidak boleh diceraikan. Aah ... sialan!"


Alex saat ini berpura-pura mengacak frustasi rambutnya agar Rafael mempercayai semua omong kosong yang baru saja diungkapkan barusan.


Bahkan ia tahu bahwa jika sampai Alesha mendengar kebohongannya, Pasti akan sangat marah padanya dan tidak mau bertemu lagi dengannya. Namun, Ia hanya mengikuti alur yang dibuat oleh Rafael dan tidak ingin sepenuhnya disalahkan.


'Alesha, sebenarnya apa yang kamu tutupi dariku? Kenapa Rafael menuduhku telah menghamilimu dan ia sama sekali tidak sadar telah membuatmu hamil benihnya.'


'Kekonyolan macam apa ini, Alesha? Kenapa kau membuat hidupmu sangat rumit seperti ini?' gumam Alex yang terhuyung ke belakang begitu merasakan rasa nyeri pada wajahnya.

__ADS_1


Rafael sebenarnya sudah berusaha untuk menahan amarah agar tidak membuat keributan di rumah sakit, tapi gagal melakukannya karena saat ini kepalan tangannya sudah mendarat di wajah Alex.


"Kau memang benar-benar pria berengsek, Alex! Apa seperti ini perbuatan seorang dosen yang sangat dihormati oleh para mahasiswanya? Aku akan membuatmu dikeluarkan dari kampus karena telah melakukan perbuatan terlarang bersama mahasiswi sendiri."


Rafael mengembuskan napas kasar menerangkan diri agar tidak kembali mengarahkan pukulan pada wajah Alex yang sudah berubah memar karena perbuatannya.


Sebenarnya Alex ingin sekali membalas pukulan dari Rafael, tapi sekuat tenaga menahan diri karena akan membuat pria itu meragukan tuduhannya. Ia saat ini hanya mengusap sudut bibir yang sudah mengeluarkan cairan berwarna merah dan rasa nyeri di sana.


Kemudian menatap dengan senyuman penuh seringai. "Baiklah. Lakukan apapun sesukamu karena aku sama sekali tidak takut."


"Meskipun aku sudah tidak lagi menjadi dosen di kampus, masih bisa meneruskan perusahaan keluarga dan menghidupi Alesha beserta janin yang ada di dalam rahimnya. Bahkan ...."


Alex tidak bisa melanjutkan perkataannya karena mendengar suara lemah seorang wanita yang sangat dikenalnya.


"Stop, Alex!"


Refleks Rafael mengalihkan perhatiannya dari Alex pada sosok wanita yang berada di kursi roda dengan didorong seorang perawat.


"Alesha?"


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2