I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Kembali menjadi sugar baby


__ADS_3

Beberapa hari berada di tempat kos Aila, Alesha mencoba untuk menata hatinya di ruangan kamar berukuran tak lebih besar dari ruangan kamar mandi yang ada di kamar Rafael.


Ia sudah menceritakan tentang semua hal yang dialami pada sahabatnya dan mendapatkan izin tinggal sepuasnya di kamar kos dengan syarat tidak boleh keluar ke mana-mana.


Itu karena ia tidak ingin ibu kos tahu untuk sementara waktu karena mengetahui statusnya sebagai seorang istri dari pengusaha sukses dan terkenal seperti Rafael.


Akhirnya ia patuh dan memang tidak mau pergi ke mana-mana karena hanya ingin menenangkan diri untuk sementara waktu. Kini, ia tengah sarapan pagi bersama sahabatnya yang tadi memang disuruh untuk membelikan makanan.


Hari ini, entah mengapa Alesha sangat ingin makan nasi kuning dengan lauk telur puyuh yang sudah ditusuk seperti sate. Jadi, merasa senang saat sahabatnya membelikannya.


"Terima kasih, Aila. Kamu memang sahabat terbaikku!" ucap Alesha yang kini merasa sangat senang dan berbinar wajahnya melihat menu sarapan yang diinginkan sudah tersaji di depan mata.


Sementara itu, Aila kini memberikan kartu ATM milik Alesha karena tadi disuruh mengambilkan uang. Bahkan ia memberikan uang yang dikeluarkan dari dalam tas selempang miliknya.


"Banyak amat ngambil uang. Memangnya mau kamu buat apa? Lagipula kamu hanya diam di kamar, kan? Atau kamu ingin membeli sesuatu?" Aila mendaratkan tubuhnya di dekat sosok wanita yang sudah terlihat lahap menikmati makanannya.


Sementara itu, Alesha yang kini sudah tidak tahan lagi untuk menikmati sarapannya, menatap ke arah sahabatnya.


Ia kemudian mengambil uang yang tadi diterimanya. Kemudian memberikan sepuluh lembar pada sahabatnya yang tengah membuka bungkusan makanan. "Ini untuk kamu karena aku tidak ingin menyusahkan sahabat."


"Astaga! Kamu memangnya menganggap aku apa?" sarkas Aila yang sama sekali tidak berniat untuk menerima uang pemberian Alesha karena merasa sangat terhina.


Sebenarnya Alesha tahu respon seperti apa yang ditunjukkan oleh sahabatnya, hanya saja ia ingin berbicara tentang hal yang membuat Aila bisa menerima uang tak seberapa darinya.


"Aku punya banyak uang dan ingin sedikit berbagi denganmu. Lagipula aku mendapatkan banyak uang dari pria berengsek itu. Jadi, tenang saja karena ini bukan uang hasil kerja kerasku, melainkan bajingan itu."

__ADS_1


Kemudian Diandra menaruh uang yang dipegangnya ke pangkuan Aila agar tidak lagi menolak pemberiannya. "Aku sekalian mau minta tolong padamu hari ini."


Saat Aila tengah menikmati menu nasi uduk dengan lauk dendeng sapi, kini mengerutkan kening dan akhirnya mengambil lembaran merah di pangkuannya.


"Kamu benar juga. Baiklah, aku tidak akan menolak rezeki kalau begitu. Lumayan buat uang jajanku. Memangnya kamu mau minta tolong apa?" tanya Aila yang masih menatap intens wajah sahabatnya karena kini terlihat serius.


"Besok aku akan bertemu dengan Alex dan kebetulan tepat hari ulang tahunnya. Jadi, aku ingin memberikannya hadiah jam tangan mewah. Kamu tahu kan kalau dia punya banyak uang. Jadi, mana mungkin aku akan membelikan hadiah murahan."


Alesha beberapa hari ingin memikirkan tentang Alex dan mengingat jika pria itu ilang tahun, sehingga ingin memberikan sebuah hadiah.


Selain sebagai hadiah ulang tahun, ia ingin menganggap itu sekaligus sebagai salam perpisahan darinya karena memutuskan untuk tidak bisa menerima Alex karena hatinya sudah bukan lagi milik pria itu.


"Bukankah katamu aku tidak boleh keluar? Jadi, kamu saja yang pergi ke Mall untuk membelinya. Nanti video call saja agar aku bisa memilih." Kemudian kembali menyuapkan makanan yang dilahapnya.


Entah mengapa ia merasa hari ini seperti ingin makan banyak dan selera makannya bertambah besar semenjak tinggal di kamar kos temannya.


Bahkan ia seperti tidak perduli pada timbangan yang mungkin akan naik dan membuatnya bertambah berat badan saat makan banyak.


Jika biasanya ia sarapan hanya sedikit nasi karena selalu merasa perutnya penuh, tapi kali ini bisa menghabiskan nasi kuning yang porsinya dua kali lipat dari sarapannya.


"Alhamdulillah," ucap Alesha yang kini telah menghabiskan sarapan dan meneguk air mineral miliknya di sebelah tempat duduknya.


Aila yang berbeda dengan Alesha karena tidak menghabiskan nasinya karena lebih banyak makan lauknya hingga habis. Kemudian membungkusnya dan menaruh di atas tempat sampah dengan milik Alesha.


Ia kini kembali mendaratkan tubuhnya di atas lantai dingin yang selama ini menjadi tempat bersantainya. "Jadi, besok kamu sudah memutuskan untuk kembali pada Alex?"

__ADS_1


"Atau berniat untuk mengucapkan salam perpisahan pada mantan sugar daddy sekaligus dosenmu?' tanya Aila yang kini memasukkan uang pemberian sahabatnya ke dalam dompet kulit mahal miliknya yang merupakan pemberian dari salah satu sugar daddy yang pulang dari luar negeri.


Alesha hanya diam karena tidak langsung menjawab. Ia sebenarnya merasa ragu dengan keputusan yang diambil karena merasa tidak tega jika sampai melihat wajah Alex yang pasti tidak terima.


Mungkin awalnya akan marah dan tidak terima padanya, tapi ia yakin lama-kelamaan Alex akan mengerti setelah ia mengatakan bahwa hatinya sekarang telah goyah pada Rafael.


"Aku tengah memikirkan bagaimana caranya untuk menyampaikan secara baik-baik agar tidak melukai perasaan Alex. Namun, belum menemukannya dan kini masih mencari kata-kata paling pas agar tidak menyinggung harga dirinya."


Alesha saat ini mengambil ponsel miliknya dan menunjukkan pesan dari Alex yang bahkan ia privasi ketika membacanya agar tidak sampai terlihat sudah dibaca


"Alex bahkan sudah mengingatkan aku mengenai pertemuan besok dan aku sangat tertekan membaca ini." Kemudian menyerahkan ponsel miliknya pada Aila agar membacanya.


Tanpa pikir panjang, kini Aila yang merasa sangat penasaran, mulai fokus membaca pesan dari mantan sugar daddy sahabatnya.


Jangan lupa dengan janjimu besok malam. Aku sudah booking tempat di restoran favoritmu dan ada sebuah kejutan spesial khusus untukmu. Jangan sampai tidak datang besok, oke!


Aila kini beralih menatap ke arah sahabatnya yang terlihat sangat murung. Ia yang mengetahui semua hal tentang Alesha, kini juga ikut pusing memikirkan.


"Apa Alex akan melamarmu besok? Seharusnya ia tidak perlu bilang kalau ada kejutan untukmu, kan? Seharusnya para wanita merasa senang, tapi sepertinya kamu kali ini kebingungan dan malah takut."


Refleks Aila mengarahkan sebuah pelukan pada sahabatnya untuk menyalurkan hawa positif agar tidak terlalu banyak pikiran.


"Ikuti saja kata hatimu, Alesha karena yang menjalani adalah kamu. Aku sebenarnya ingin menyuruhmu menerima Alex untuk membalas dendam pada Rafael, tapi aku tahu kamu bukan tipe wanita yang suka memanfaatkan orang lain demi kepentingan pribadi."


"Sekarang aku tanya apa yang akan kamu lakukan ke depannya? Apa kamu akan memutuskan hubungan dengan Alex dan kembali menjadi sugar baby?"

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2