
Alex Claire tengah berbaring di atas ranjang dengan posisi miring ke kiri karena menatap ke arah sosok wanita yang terlihat sangat damai ketika tertidur pulas. Ia dari tadi sibuk mengulas senyuman karena merasa sangat bahagia ketika semalam Alesha bersedia untuk tinggal.
Meskipun usaha yang cukup melelahkan karena harus mengatur sandiwara untuk membohongi ibu Alesha yang seolah tidak mengizinkan ketika rekan sesama dosen datang ke rumah wanita itu.
Bahkan semalam ia sampai turun tangan untuk menelpon ibu wanita yang dicintainya tersebut dan menggunakan namanya sebagai jaminan. Barulah wanita paruh baya tersebut tidak curiga lagi.
Ia sebenarnya merasa heran karena begitu menyebutkan bahwa akan bertanggungjawab sepenuhnya pada para mahasiswa yang terpilih untuk mewakili kelas dalam lomba, ibu Alesha langsung percaya.
Semalaman ia mengobrol dan sesekali bercanda di atas ranjang. Tanpa melakukan apapun sesuai janjinya dan entah pukul berapa tertidur.
Alex saat ini tengah mengingat kejadian semalam ketika Alesha mengungkapkan ancamannya.
***
Alesha memijat pelipis karena merasa pusing setelah mendengar kata-kata dari Alex yang mengatakan akan menikahinya walaupun berstatus sebagai seorang janda ketika bercerai dengan Rafael.
Bahkan menikah saja belum, tetapi sudah didoakan menjadi seorang janda oleh pria di hadapannya tersebut. Meskipun sebenarnya ia tahu jika itu akan terjadi karena Rafael menikahinya hanya karena ingin memenuhi keinginan sang ibu.
Begitu pula dengan dirinya yang terjebak dalam hal serupa, yaitu mengorbankan masa depan demi kebahagiaan orang-orang yang disayangi.
"Stop! Berhentilah berbicara karena aku tidak suka mendengar kalimat lebay itu keluar dari mulutmu! Aku ingin tidur."
"Baiklah, aku tidak akan melanjutkannya. Aku tahu jika kamu tidak menyukai aku membahas tentang status janda. Lebih baik kita tidur sekarang!" Alex melingkarkan tangannya ke permukaan perut datar Alesha, lalu mulai memejamkan kedua mata.
Refleks Alesha yang merasa sangat tidak nyaman, langsung melepaskan tangan kokoh Alex dari perutnya dan mulai menjauhkan diri, lalu mengambil sebuah guling dan diletakkan di tengah-tengah sebagai pembatas antara ia dan pria yang tengah intens menatapnya.
"Jangan macam-macam! Lebih baik kita tidur seperti ini! Aku takut kamu akan khilaf nanti dan berbuat gila saat aku sedang tertidur. Jangan melewati batas ini, oke!"
Sementara itu, Alex hanya tersenyum masam saat melihat wanita di depannya menepuk guling yang di gunakan sebagai pembatas itu, "Aku ingin sekali tidur dengan memelukmu."
"Jika ada guling itu, bagaimana aku bisa memelukmu?"
"Sudah aku katakan, kan? Nanti kamu khilaf dan berbuat gila padaku. Jadi, lebih baik kita seperti ini dan jangan banyak protes atau aku pergi saja dari sini!"
__ADS_1
Akhirnya Alex yang tidak ingin berdebat, kini hanya menganggukkan kepala karena khawatir jika Alesha akan kesal dan marah padanya.
"Baiklah! Aku akan menuruti semua perkataanmu, Tuan putri. Sekarang kita tidur saja!" Lalu Alex mulai menutup kedua mata.
Sementara itu karena merasa menang, Alesha tampak berbinar dan ia mulai memejamkan mata karena sudah merasa sangat mengantuk.
Tak butuh waktu lama baginya tertidur karena suara halus dengkurannya mulai terdengar memenuhi ruangan kamar berukuran luas tersebut.
"Dasar bodoh! Bisa-bisanya ia tertidur pulas saat ada laki-laki di sebelahnya!" Alex yang tidak bisa tidur, mengamati wajah cantik wanita yang saat ini sudah terbuai di alam mimpi.
Lalu tangannya bergerak merapikan anak rambut Alesha yang sedikit menutupi wajah cantik itu.
"Kamu sangat cantik, Alesha. Bahkan kamu benar-benar sudah membuat aku gila!"
Keduanya pun tertidur pulas dengan posisi masih aman, yaitu ada guling pembatas yang diberikan oleh Alesha.
Hingga keesokan harinya, terlihat Alesha merubah posisi tidur.
"Nyamannya guling ini!" Alesha semakin mengeratkan tangan pada guling yang dipeluknya, sedangkan kedua mata masih terpejam karena merasa masih sangat mengantuk.
Sedangkan di sisi lain, Alex yang sudah terbangun dari setengah jam yang lalu, hanya membiarkan wanita itu memeluk erat tubuhnya.
Tentu saja ia terbangun gara-gara wanita yang tidur di sebelahnya itu meletakkan kaki di atas kakinya, serta membenamkan wajah di dada.
Tentu saja perbuatan tidak sadar dari Alesha berhasil membuatnya terbangun dari tidur lelap.
Akhirnya ia tidak bisa tidur lagi gara-gara perbuatan wanita itu.
'Kamu benar-benar sedang menguji kesabaranku. Bukankah kamu sendiri yang semalam melarangku untuk memelukmu? Sekarang malah kamu sendiri yang melakukannya,' batin Alex dengan meluapkan kekesalan.
Akhirnya Alex membiarkan perbuatan dari wanita itu seraya tidak berhenti merungut di dalam hati. Ia tidak ingin mengganggu tidur lelap wanita itu.
Mungkin sudah setengah jam berlalu, Alex pun melihat pergerakan dari Alesha mulai menggerakkan kaki yang berada di atasnya tubuhnya.
__ADS_1
Lalu ia langsung berpura-pura memejamkan kedua mata, agar wanita yang tengah memeluknya itu tidak merasa malu dengan perbuatan yang tidak disadari.
Perlahan ia mengerjapkan kedua mata dan mulai mengumpulkan kesadaran. Ia mulai mengamati pemandangan yang berada di sebelahnya belum jelas dilihat, lalu menggerakkan tubuhnya,
Refleks ia langsung membulatkan kedua mata saat menyadari apa yang dipeluknya sedari tadi.
Alesha mencoba pelan-pelan melepaskan tangannya dari tubuh sixpack itu dan mengangkat kaki.
Namun, saat akan menggeser, tiba-tiba Alex memiringkan tubuhnya dengan posisi masih memejamkan kedua mata.
Sontak saja perbuatan tiba-tiba pria itu membuatnya benar-benar terkejut dan membulatkan mata. Ia tidak bisa berbuat apa-apa saat lengan kekar itu telah melingkar di perutnya.
'Astaga! Pelukan Alex erat sekali. Apa aku bangunkan saja ia atau pura-pura tidur lagi?'
Alex mulai menggerakkan tangan dan berpindah posisi dengan kedua mata masih terpejam.
Sontak perbuatan dari Alex yang sudah berada di atas dadanya, membuat Alesha terkejut, lalu menghempaskan tangan pria itu dengan kasar seraya berteriak, Alex, bangun!"
Alex berpura-pura terkejut dan mengucek mata. Seperti gerakan bangun tidur.
"Apa yang kamu lakukan? Kamu mengganggu orang tidur saja!" Alex lagi-lagi berakting menguap dan menutup mulut.
"Kamu tadi kurang ajar padaku, Alex! Dasar dosen tidak sopan!" Alesha bersungut-sungut dan menatap tajam ke arah Alex yang masih sangat tenang dengan tidur telentang.
"Memangnya apa yang kulakukan tadi? Aku sedang tidur."
"Jadi, tidak tahu apa yang aku lakukan tadi. Lagipula masih sangat mengantuk. Aku mau melanjutkan tidurku!" Alex kembali memejamkan mata dan berakting seperti sangat mengantuk.
Sontak saja Alesha menepuk kasar lengan kokoh di sebelahnya, "Tidak perlu membahasnya lagi. Sekarang cepat bangun! Kita harus bersiap-siap."
"Nanti saja. Aku masih sangat mengantuk!" Lebih baik kita tidur lagi!" Alex kembali mengeratkan pelukannya pada wanita yang dari tadi sibuk memberontak dan menolak atas perbuatannya.
Dengan geram Alesha mencubit ke arah paha Alex. Berharap pria itu segera bangun dan tidak berniat untuk tidur lagi.
__ADS_1
"Aku harus segera pulang!"
To be continued...