I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Menghubungi menantu


__ADS_3

"Kamu mau ke mana, Nak?" tanya sosok wanita paruh baya yang saat ini melihat penampilan putrinya sangat rapi.


Jika biasanya putrinya hanya memakai daster selutut nyaman seperti ibu-ibu, kini terlihat rapi dengan gaun tanpa lengan dan dipadupadankan cardigan. Semenjak putrinya kembali ke rumah dan menceritakan tentang perihal rumah tangganya, terlihat lebih pendiam dan suka mengurung diri di kamar.


Ia sebenarnya ingin banyak berkomunikasi dengan putrinya, tapi sebagai seorang ibu, mengetahui bagaimana perasaan Alesha yang diketahuinya tengah menyembunyikan perasaan sebenarnya.


Sebagai seorang ibu, ia bisa melihat jika putrinya tengah terluka saat ini dan yakin itu karena memiliki perasaan lebih pada seorang Rafael, tapi tidak mau mengakuinya.


Ia menunggu hingga putrinya siap dan mau jujur padanya karena tidak ingin menginterogasi atau memaksa, sehingga membiarkan Alesha berbuat sesuka hati dan merasa nyaman berada di rumah.


Apalagi ia mengetahui bahwa penyebab putrinya melakukan itu adalah dirinya yang selalu menyusahkan karena sering sakit-sakitan hingga berakhir di rumah sakit dan membutuhkan banyak uang ketika harus dioperasi.


Sementara itu, Alesha saat ini memeluk erat sang ibu dan tersenyum untuk menjelaskan. "Aku ada janji bertemu dengan teman di salah satu restoran, Bu."

__ADS_1


"Aku tidak lama dan akan cepat pulang setelah selesai. Aku sangat bosan berada di rumah terus satu minggu ini dan kebetulan temanku ingin mentraktirku makan di restoran mewah."


Kemudian melepaskan pelukan dan mencium pipi sang ibu yang sangat disayangi. "Aku pergi, Bu karena taksinya sudah datang."


Lalu Alesha mencium tangan setelah berpamitan pada wanita paruh baya yang sangat disayangi dan membuatnya selalu berbohong karena tidak mungkin mengatakan akan bertemu dengan seorang pria yang memaksanya untuk bertemu.


Ya, tadi pagi Alex mengirimkan pesan ingin bertemu dengannya dan saat menolaknya malah mengancam akan datang ke rumah dan mengatakan semuanya pada sang ibu bahwa ia saat ini sedang hamil.


Akhirnya Alesha terpaksa setuju bertemu dan tidak mengizinkan Alex menjemputnya di rumah karena ingin naik taksi. Awalnya ia hendak naik ojek online, tapi sudah mendapatkan ancaman dari Alex tidak boleh naik motor karena tengah hamil.


Lia Nuraini hanya menganggukkan kepala dan tersenyum setelah mengusap lembut lengan putrinya sebelum melangkah menuju ke arah pintu keluar.


'Putriku, bagaimana nasibmu di kemudian hari setelah resmi bercerai dengan Rafael. Apa menantu sudah mengurus surat-surat di pengadilan?' gumam Lia Nuraini yang menepuk jidat karena menyadari kebodohan saat ia masih memanggil Rafael dengan sebutan menantu karena terbiasa melakukannya.

__ADS_1


"Rafael bahkan belum menghubungiku untuk mengatakan mengenai perpisahan. Apakah aku perlu bertemu dengan Rafael atau menghubunginya untuk menanyakan mengenai masalah perceraian?"


Sebagai seorang ibu yang bisa memahami perasaan putrinya, Lia Nuraini merasa sangat bingung harus melakukan apa. Di satu sisi ia ingin sekali mengatakan pada putrinya untuk mengatakan perasaan yang sebenarnya pada Rafael agar bisa kembali bersama.


Namun, di sisi lain khawatir jika Rafael sama sekali tidak memiliki perasaan apapun pada putrinya, sehingga memilih untuk bercerai dan tidak mempertahankan rumah tangga yang hanya merupakan sebuah sandiwara semata.


Merasa bingung mengambil keputusan apa yang akan dilakukan olehnya, kini ia duduk sebentar di atas sofa untuk berpikir dan setelah beberapa menit berlalu, memutuskan untuk meraih ponsel miliknya yang berada di atas meja.


Kemudian ia langsung mencari kontak milik Rafael yang masih dianggap menjadi menantunya dan menekan tombol hijau hingga panggilan telepon tersambung.


Awalnya ia berpikir akan lama mendapatkan jawaban, ternyata tidak seperti yang dipikirkan karena baru beberapa detik berbunyi, langsung mendengar suara bariton dari seberang telpon.


"Halo, Ibu."

__ADS_1


"Nak Rafael, apa bisa kita bertemu sekarang?" Lia Nuraini memilih untuk tidak berbasa-basi pada pria di seberang telepon karena langsung mengungkapkan apa yang saat ini ada di pikirannya.


To be continued...


__ADS_2