I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Ikut aturan


__ADS_3

Rafael yang tadinya berniat hanya memindahkan tubuh wanita yang menolak untuk tidur di atas ranjang, tapi ketika membaringkan dan posisinya sangat intim dengan Alesha, sehingga tidak bisa mengalihkan tatapan pada setiap lekukan wajah di hadapannya.


Bahkan ketika awalnya menatap mata dengan iris kecoklatan dan beralih semakin ke bawah, hingga berhenti pada garis bibir sensual yang pernah dirasakan olehnya ketika pertama kali berciuman, seolah hasrat kelelakiannya memberontak.


Ia yang biasanya tidak pernah memaksa seorang wanita, kini seperti tidak bisa menahan diri untuk segera kembali merasakan benda kenyal yang dulu dianggapnya sangat manis.


Hingga ia refleks mendekatkan wajah dan tentu saja untuk membungkam bibir merah merekah yang seolah melambai dari tadi untuk segera disesap.


Bahkan ia bisa melihat jika saat ini Alesha memejamkan mata, seolah memberikan sebuah isyarat tidak menolak perbuatannya.


Entah mengapa sudut bibir Rafael melengkung ke atas melihat itu dan kini merasakan keduanya tanpa jarak saat bibir mereka menyatu.


Awalnya, Rafael melakukannya dengan sangat lembut penuh kehati-hatian karena khawatir jika tiba-tiba wanita di bawahnya tersebut mendorongnya karena menolak.


Namun, karena tidak ada perlawanan sama sekali, sehingga saat ini Rafael mulai lebih intim melakukan itu dengan sedikit menggigit bibir bawah Alesha agar mau terbuka dan ia bisa segera mengeksplore di sana.


Sementara itu, Alesha yang merasa jantungnya seperti mau meledak saat Rafael menciumnya dan untuk kesekian kali, bulu kuduk meremang karena urat syaraf menegang.

__ADS_1


Ia benar-benar tidak bisa berpikir jernih saat ini karena hanya ingin menikmati semua yang dikirimkan oleh pria yang mulai menguasai dirinya.


Jika awalnya ia mengepalkan tangan untuk menenangkan diri atas kegugupan yang dirasakan, tapi begitu merasakan perbuatan Rafael mulai liar, kini semakin menikmati dan mengalungkan tangan pada leher belakang pria itu.


Alesha seolah tidak ingin memikirkan apapun, termasuk sosok pria yang menuntutnya untuk berjanji akan kembali padanya setelah satu bulan.


Alesha yang tadinya hanya diam saja, kini mulai membalas semua yang dikirimkan oleh Rafael. Hingga ia merasakan deru napas memburu ketika ciuman semakin menuntut.


Bahkan seolah Rafael enggan untuk menarik diri dan semakin menikmati ciuman.


Entah berapa lama saat berbagi saliva, keduanya yang seolah aku sangat mendamba satu sama lain ketika ditunjukkan oleh respon tubuh yang ingin melanjutkan perbuatan lebih intim.


"Alesha! Ajak suamimu keluar untuk makan siang. Semua orang sudah menunggu di meja makan."


Seketika Rafael menghentikan perbuatannya dan mengangkat kedua tangan ke atas sambil mengepal. Ia baru menyadari bahwa perbuatannya benar-benar bodoh.


Hingga ia langsung menegakkan tubuh yang tadinya berada di atas Alesha. Bahkan saat ini bisa melihat wajah memerah wanita yang baru saja dicium. Kemudian mengatakan sesuatu sambil mengibaskan tangan.

__ADS_1


"Cepat jawab ibu! Jangan diam saja!"


Alesha yang tengah sibuk menormalkan perasaan, kini mematuhi perintah dengan segera bangkit berdiri dari ranjang dan berjalan cepat menuju ke arah pintu.


Tidak hanya itu saja karena ia memang ingin melarikan diri karena tidak ingin melihat pria yang hampir saja kembali melakukan hal-hal intim.


"Iya, Ibu. Aku dan Rafael akan segera turun." Alesha yang baru membuka pintu, kini bisa melihat sang ibu yang terlihat tersenyum.


"Ibu kenapa senyum-senyum begitu?"


"Tidak. Ibu hanya merasa sangat bahagia karena melihatmu hidup bahagia karena sudah menemukan pendamping hidup yang sangat mencintaimu. Jika nanti Ibu sudah dipanggil, sudah tidak khawatir lagi."


Sosok wanita paruh baya tersebut tadinya diberitahu oleh yang lain agar tidak mengganggu pasangan suami istri yang tadinya ingin beristirahat di dalam kamar.


Bahkan ditebak oleh semua sanak keluarga tengah berbulan madu, tapi tidak bisa melakukan itu karena ingin putrinya bisa lebih disiplin dan tidak sesuka hati saat berada di rumah mertua.


"Jangan mempermalukan Ibu karena numpang di sini, jadi harus ikut semua aturan di rumah mertuamu."

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2