I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Merasa gagal


__ADS_3

Tentu saja Aeleasha kini hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah nakal sang suami yang terlihat sangat girang seperti anak kecil yang baru saja dituruti permintaannya.


Ia tidak berkedip menatap wajah tampan pria yang terlihat fokus mengemudi tersebut.


"Dasar suami mesum."


Sementara itu, Arsenio ini menoleh sekilas ke arah sosok wanita yang terlihat masih menatapnya dan membuatnya hanya terkekeh geli.


"Meskipun mesum, kamu cinta mati, kan padaku?"


"Issh ... apaan sih! Lebay." Aeleasha kini memalingkan wajahnya karena merasa malu.


Apalagi apa yang dikatakan oleh sang suami memanglah sebuah fakta dan membuatnya merasa seperti tidak mempunyai muka lagi dan menyadari bahwa ia memang sangat mencintai pria itu.


Hal itulah yang membuatnya tidak pernah bisa menerima cinta Rafael, meskipun sudah mendapatkan segala kebaikan dari pria yang hanya dianggapnya sebagai saudara laki-laki yang dulu menolongnya ketika diusir oleh sang ayah karena fitnah ibu tiri.


Sialnya, ibu tirinya adalah mantan kekasih dari Arsenio yang dulu ingin merusak rumah tangga ayahnya. Hingga pria itu tanpa sengaja bertemu dengannya dan jatuh cinta pada pandangan pertama, sampai akhirnya berakhir memperkosa ketika mabuk.


Suara Arsenio yang terbahak begitu melihat sikap sang istri yang tidak bisa membantah pernyataannya, membuat ia merasa yakin bahwa Aeleasha sangatlah mencintainya. Namun, cinta Arsenio jauh lebih besar melebihi apapun yang ada di dunia ini.


"Rasanya aku sudah tidak sabar ingin menggigitmu, Honey." Arsenio yang masih fokus menatap ke arah depan, kini melewati hotel yang baru dilaluinya karena mengetahui bahwa hotel itu terlalu biasa.


Ia berubah pikiran dan tidak jadi pergi ke hotel terdekat karena menganggap ini adalah bulan madu kedua, jadi ingin yang terbaik.


Sementara Aeleasha mengerutkan kening begitu mobil hanya melewati hotel yang dekat dengan Mall dan akhirnya kembali menoleh pada pria di balik kemudi.


"Sayang, tidak jadi ke hotel? Itu tadi hotelnya, kenapa tidak berhenti?"


Refleks Arsenio langsung menggelengkan kepalanya karena memang sudah berubah pikiran.


"Aku ingin hotel terbaik yang ada di New York, Honey. Ini, kan bulan madu kita. Tidak mungkin aku membawamu ke hotel yang biasa. Apa kata dunia jika mengetahui seorang pengusaha sukses sepertiku membawa istrinya ke hotel biasa. Pasti akan menjadi buah bibir dari semua orang dan juga rekan bisnisku."


Aeleasha yang sebenarnya menganggap bahwa semua hotel sama saja, yang penting ada ranjang untuk bercinta dan kamar mandi untuk membersihkan diri. Baginya itu sudah lebih dari cukup.


Namun, ia tahu dan sudah sangat hafal dengan sosok sang suami yang selalu saja memberikan segala kemewahan untuknya, sehingga memilih patuh dan mengikuti apapun yang dilakukan padanya.


"Memangnya hotelnya jauh dari sini, Sayang? Apa kamu akan mendatangi satu persatu hotel untuk melakukan riset hotel terbaik?"


"Tidak perlu, aku hanya akan mengunjungi hotel yang sangat direkomendasikan oleh semua wisatawan asing yang menginap. Jadi sudah bisa dipastikan bahwa hotelnya itu sangat bagus dan menarik." Arsenio berbicara tanpa melihat ke arah wanita yang dari tadi tidak berkedip menatapnya.


"Ooh ... jadi begitu, ya! Tapi aku tidak ingin terlalu lama meninggalkan Arza. Anak kita sangat aktif sekali, pasti para pengawal akan sangat kewalahan menghadapi tingkah Arza. Jadi kalau bisa , jangan lama-lama."


"Tidak akan lama, Honey. Mungkin cuma sekitar satu jam saja. Setelah itu, kita langsung menjemput Arza karena aku yakin jika dia belum selesai bermainnya," sahut Arsenio yang kini sekilas menoleh dan kembali fokus mengemudi.

__ADS_1


Setelah ia menutup mulut, melanjutkan perkataannya di dalam hati untuk mengira-ngira waktu.


'Kira-kira waktu satu jam cukup atau tidak, ya? Sepertinya aku harus bergerak cepat agar tidak sampai lebih dari satu jam. Bisa-bisa istriku akan mengomel jika meninggalkan Arza terlalu lama.'


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih setengah jam, mobil yang membawa Arsenio dan Aeleasha telah berbelok ke sebuah area Hotel bintang lima terbaik yang ada di Amerika. Arsenio langsung keluar dari mobil dan seperti biasanya, membukakan pintu untuk sang istri.


"Ayo, Honey, kita masuk!" Arsenio merangkul pinggang ramping istrinya dan berjalan memasuki area hotel.


Sementara Aeleasha hanya menurut saja saat pria yang sudah melingkarkan tangan pada pinggangnya berjalan masuk ke dalam lobi hotel dan berbincang sebentar dengan resepsionis dengan bahasa asing.


Untuk sesaat sempat menatap heran ke arah pria yang sudah menerima kunci kamar yang diketahuinya telah dipesannya, ia pun menoleh ke arah suaminya yang sudah mengajaknya masuk ke dalam lift.


"Sayang, kenapa membuang-buang uang hanya untuk ini? Sayang sekali uangnya."


"Justru aku ingin memberikan semua hal yang mahal dari hotel yang ada di Presidential suite room, Honey. Tidak mungkin aku memberikan sesuatu yang murah pada istriku. Bukankah semua uangku juga uangmu juga? Jadi, aku tidak akan pernah menyesal memberikan semua hal yang mahal untukmu."


Arsenio benar-benar memasang wajah yang sangat menyakinkan untuk bisa membuat istri polosnya itu tidak banyak protes dan menikmati saja apa yang ia berikan.


Sebebenarnya otaknya telah traveling kesana-kemari untuk memikirkan berbagai macam jenis gaya yang akan diterapkannya pada istrinya yang sudah merasa yakin untuk hamil lagi.


Meskipun tadi sempat ragu saat memikirkan Rafael, tetapi ia berhasil meyakinkan Aeleasha agar fokus pada tujuan utama, sedangkan mengenai masalah Rafael, ia yang nanti akan mengurusnya.


Bahkan ia akan datang mengunjungi Rafael karena ingin pria itu tidak berlarut-larut dalam kesedihan.


Bola matanya terlihat bersinar begitu melihat ruangan berukuran sangat luas yang terlihat sangat luar bisa interior dan segala furniture yang ada di ruangan kamar itu.


"Waaah ... ini sangat luar biasa." Baru saja ia menutup mulut, refleks terhuyung ke depan saat suaminya sudah memeluknya dengan sangat erat dari belakang.


Tentu saja ia mengetahui itu apa dan buku kuduknya seketika merinding begitu membayangkan sebentar lagi sang suami akan memberikan hukuman padanya.


Sementara itu, Arsenio yang tadi langsung mengunci pintu, tidak buang-buang waktu karena kini terlihat sudah memeluk erat tubuh mungil istrinya dari belakang.


Tidak hanya itu saja karena ia mulai menggerayangi tubuh wanita yang sangat dicintainya dan tak berhenti mencium tengkuk belakang dari wanita yang berusaha menolak sentuhannya.


Tubuh Aeleasha mulai meremang mendapatkan sentuhan nakal dari pria yang sudah mulai mengunci posisinya.


"Sayang, geli," ujar Aeleasha yang kini sudah menggeliat begitu pria di belakangnya membuat urat syarafnya menegang.


Sementara itu, Arsenio hanya terkekeh menanggapi nada protes dari wanita yang berniat kabur darinya.


"Terima hukumanmu sekarang!"


Tanpa menunggu jawaban dari wanita yang sangat dicintai, refleks Arsenio membalikkan tubuh sang istri agar menghadapnya, lalu mulai melucuti semua penutup tubuh istri kecilnya dan mulai sibuk membuai wanita yang sudah mulai terbawa suasana dan menikmati setiap sentuhannya.

__ADS_1


Sementara itu, Aeleasha hanya pasrah saat pria yang sangat dicintainya tersebut menguasai dirinya.


Keduanya mulai mereguk kebahagiaan dengan momen penyatuan diri dan ingin melepaskan hasrat yang mereka rasakan.


Tatapan parau penuh hasrat terlihat jelas dari netra masing-masing. Keduanya saling menatap dengan penuh kasih dan cinta untuk mengungkapkan perasaan masing-masing. Setelah tiga puluh menit berlalu, keduanya sama-sama jatuh terkulai lemas dengan peluh yang membasahi tubuh polos mereka.


Arsenio tak berhenti mencium setiap inci wajah wanita cantik yang amat sangat dicintainya, dimulai dari kening, turun ke mata dan beralih ke hidung mungil dan terakhir adalah bibir tipis yang selalu menjadi candunya.


"Aku sangat mencintaimu, Honey. Apakah kamu hari ini bahagia?"


Aeleasha mengarahkan jarinya untuk mengusap wajah tampan pria yang masih menguasai dirinya. "Aku juga sangat bahagia, Sayang."


Aeleasha sangat bangga bisa menjadi istri dari Arsenio. Apalagi selalu diperlakukan seperti ratu dan membuatnya benar-benar merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia.


"Terima kasih. Aku berjanji padamu, akan membahagiakanmu dan Arza selamanya." Lagi-lagi Arsenio tidak berhenti mencium wajah cantik istrinya yang menurutnya sangat menggemaskan.


Karena merasa sangat risi dengan perbuatan dari suaminya yang menciumnya berkali-kali seperti bayi, membuatnya mendorong tubuh kekar suaminya hingga terjungkal ke arah sisi kanannya.


"Hentikan, Sayang. Memangnya aku bayi, apa! Ayo kita mandi dan segera pulang, kasihan Arza terlalu lama ditinggal."


Arsenio menarik pergelangan tangan Aeleasha saat istrinya tersebut bangkit dari ranjang, dan tentu saja tubuh mungil itu jatuh ke dalam pelukannya.


"Sebentar lagi. Aku ingin berduaan denganmu. Tidak perlu mengkhawatirkan Arza karena saat bermain game dan mempunyai mainan baru, dia hanya akan asyik bermain dan fokus pada itu."


"Kalau kamu tetap mau di sini, lebih baik aku pulang sendiri saja karena aku sudah sangat merindukan putraku." Aeleasha berusaha melepaskan tangan kekar yang melingkar di perutnya.


Ia tidak bisa terlalu lama berpisah dengan putranya karena takut jika terjadi sesuatu.


Arsenio yang merasa gagal karena tidak lagi bisa menahan sang istri agar mau lebih lama tinggal di hotel bersamanya, hanya geleng-geleng kepala dan akhirnya memilih mengalah. Ia kini bangkit berdiri dari posisinya yang dari tadi telentang di atas ranjang.


"Baiklah. Kita akan pergi dari sini setelah mandi." Kemudian langsung meraup tubuh mungil istrinya dan berjalan menuju ke kamar mandi.


To be continued...


Halo, pembacaku tersayang. Author kembali membawa karya dari teman yang pastinya bisa dijadikan bahan bacaan untuk mengisi waktu luang.


Ada karya dari Author Yenita Wati yang berjudul Pengantin yang Ditukar. Jangan lupa masukkan ke rak baca, ya.


Terima kasih 🙏.


Blurb :


Demi menutupi skandal adik dan tunangannya, Haira terpaksa menerima pertukaran pengantin. Dia menikah dengan pria yang akan dijodohkan dengan adiknya, yaitu Aiden yang merupakan orang biasa. Bagaimana jika Haira mengetahui bahwa Aiden adalah pewaris tunggal Alexan Group yang terkenal tajir melintir? Dan apa yang melatarbelakangi penyamaran Aiden menjadi orang biasa?

__ADS_1



__ADS_2