
Memang Adelardo selama ini dikawal oleh empat pria berbadan besar karena Arsenio tidak ingin terjadi sesuatu lagi pada ayahnya setelah hampir meregang nyawa ketika mobil yang ditumpangi, ditabrak oleh orang yang tidak bertanggungjawab dan diduga merupakan kerabat sendiri yang berhubungan dengan pria itu.
"Mereka semua menggangu sekali!' umpat Arsenio di dalam hati dan ia mendengar perkataan dari sang ayah ketika mengatakan kalimat ambigu pada para pemburu berita tersebut.
"Kalian akan mengetahui semuanya satu jam lagi. Jadi, tunggu saja semuanya." Adelardo berbicara dengan suara yang lantang dan tegas, sehingga para wartawan itu seketika diam dan menunggu dengan sabar hingga satu jam kemudian.
'Apa yang akan dilakukan oleh daddy? Kenapa aku merasa sangat aneh melihat sikapnya hari ini? Sebenarnya apa yang terjadi? Aku jadi merasa sangat penasaran jadinya.'
Hingga suara jawaban dari para wartawan itu terdengar dan sama sekali tidak dipikirkan oleh Adelardo dan Arsenio yang sudah masuk ke dalam lobi perusahaan
Dua pria yang merupakan ayah dan anak, tak lain adalah Adelardo dan Arsenio sudah terlihat berjalan masuk menuju ke arah lobby perusahaan.
Keduanya berjalan beriringan ketika masuk ke dalam lift dan disambut oleh Rey yang dari tadi memang sudah menunggu di depan ruangan meeting dengan perasaan penuh kecemasan.
Ia bahkan tidak mengetahui apa yang akan dilakukan oleh bos besar tersebut ketika perusahaan hampir bangkrut karena harga saham yang anjlok akibat skandal yang melibatkan nama baik Arsenio.
Rey seketika membungkuk hormat dan membuka mulut untuk menyapa. "Selamat datang, Bos."
"Apa semua orang sudah berada di dalam?" tanya Adelardo dengan menatap ke arah pria muda kepercayaan putra angkatnya dan mendapat anggukan kepala, sehingga membuatnya tersenyum simpul.
"Bagus."
Sementara Arsenio dari tadi hanya diam karena saat ini pikirannya masih dipenuhi oleh berbagai macam pertanyaan tentang apa yang akan dilakukan oleh sang ayah angkat.
Namun, ia masih mencoba untuk berkonsentrasi karena akan melakukan presentasi dari ide sang ayah.
__ADS_1
Itu akan diakuinya sebagai ide darinya, agar para pemegang saham kembali memberikan kepercayaan padanya. Apalagi ia sudah mendapatkan bukti bahwa apa yang terjadi padanya merupakan sebuah jebakan dari seorang wanita tidak dikenal karena belum mempunyai bukti untuk menjerat Nick.
Jadi, ia belum bisa menyebutkan nama keponakan dari ayahnya tersebut dan memilih untuk menyelesaikan sendiri secara tertutup.
Tanpa menyebutkan bahwa dalang dibalik kejadian yang menimpanya adalah keluarga sendiri, yaitu keponakan dari ayah angkatnya.
Arsenio kini melangkah masuk setelah sang ayah berada di depan dan ia bisa melihat tatapan penuh penghakiman dari para pemegang saham yang ada di ruangan meeting tersebut.
'Aku akan mematahkan asumsi kalian semua dengan bukti yang kubawa hari ini. Tatapan penuh penghakiman akan berubah menjadi penyesalan sebentar lagi,' gumam Arsenio yang sudah duduk di sebelah sang ayah, yaitu berada di barisan paling depan.
Sementara itu, Adelardo masih terlihat tenang ketika mendaratkan tubuhnya di kursi kebesaran. Ia pun mengedarkan pandangan ke sekeliling untuk melihat semua orang di ruangan meeting.
Ia membiarkan Rey untuk memimpin jalannya meeting tersebut.
Rey mulai membuka meeting dengan mengucapkan salam pada semua orang dan menyampaikan beberapa poin mengenai hal yang akan dibahas hari ini. Tadi saat di depan pintu masuk, Adelardo memberikan sebuah tablet padanya.
"Saya persilakan, Tuan Arsenio untuk menjelaskan ide yang saat ini akan menyelesaikan permasalahan yang saat ini dihadapi perusahaan."
Arsenio seketika bangkit dari kursi dan berniat untuk melakukan presentasi dari ide yang tadi diberitahukan oleh sang ayah, tetapi tangannya ditahan oleh pria paruh baya tersebut dan membuatnya mengerutkan kening.
"Ada apa, Dad?"
"Sebelum itu, biar aku yang berbicara!" ucap Adelardo yang ingin menghentikan tatapan penuh mengejek dari semua orang pada putranya.
Adelardo bangkit berdiri dari kursi setelah melihat Arkan menganggukkan kepala, tanda setuju. "Kalian pasti dari tadi bertanya-tanya tentang meeting hari ini, bukan?"
__ADS_1
Hening karena semua orang memang paling segan pada pria paruh baya yang merupakan pemilik perusahaan tersebut. Mereka hanya ingin mendengarkan apa yang akan disampaikan.
Tidak mendapatkan respon apapun karena semua orang hanya diam, akhirnya Adelardo melanjutkan perkataannya dengan suara bariton penuh ketegasan dan terdengar sangat berwibawa.
"Aku adalah pria tua yang pastinya sudah banyak menghadapi berbagai macam masalah yang menimpa perusahaan. Jadi, aku tahu mana yang baik dan buruk untuk bisnisku."
"Aku berbicara seperti ini bukan karena ingin membela putraku, tapi memberikan pemahaman pada kalian semua, bahwa terkadang apa yang dilihat oleh mata, bukanlah hal sebenarnya."
"Namun, sebelum itu kuungkapkan, berikan kesempatan pada Arsenio yang memiliki ide untuk menyelesaikan permasalahan perusahaan agar kembali bangkit dan tidak bangkrut, hingga menyebabkan pemecatan banyak staf. Satu kesempatan yang kalian berikan, tidak akan pernah berakhir dengan penyesalan."
Adelardo yang masih berdiri dan menatap beberapa orang penting karena menjadi pemegang saham di perusahaannya, kini beralih pada Arsenio. Ia memberikan kode agar putranya segera menjelaskan ide besar yang didapatkannya dan dikembangkan sendiri.
Bahkan ia butuh waktu selama beberapa tahun untuk menyempurnakan project besar tersebut. Hingga tepat ketika selesai, ia malah mendapatkan kabar buruk mengenai kesehatannya, sehingga memilih untuk menyerahkan pada Arsenio.
Ia merasa yakin jika putranya itu akan mampu menyelesaikan ide besarnya tersebut.
Kemudian tanpa membuang waktu, Arsenio langsung berdiri dari posisinya dan berjalan ke arah layar yang menampilkan projek besar yang tadi dipelajarinya.
Sebelumnya, ia mengucapkan salam seperti biasa dan memohon maaf karena nama baiknya sudah tercemar karena skandal yang tersebar di media. Kemudian memohon izin untuk melakukan presentasi dan meminta agar semua orang fokus pada apa yang akan ia sampaikan.
"Jadi, hari ini saya akan menjelaskan mengenai project besar yang akan menjadi titik balik dari masalah yang menimpa perusahaan dan pastinya akan membangkitkan kinerja semua staf dan mendapatkan kembali kepercayaan investor untuk menanamkan modal di perusahaan ini."
Arsenio memencet remote dan menunjukkan desain bangunan tinggi menjulang dan megah yang terlihat sangat mengagumkan. Kemudian ia mulai menjelaskan dengan penuh konsentrasi sambil menatap ke arah layar.
'Aku tidak akan pernah mengecewakan kesempatan yang diberikan oleh daddy padaku karena sampai sekarang masih mempercayai bahwa aku sama sekali tidak bersalah.'
__ADS_1
'Justru keponakan yang menghancurkan perusahaan keluarga demi ambisi untuk menguasai harta,' gumam Arsenio yang kini mulai menatap ke arah layar proyektor.
To be continued...